Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Butik


__ADS_3

Mona mempersiapkan pesta ulang tahun untuk putranya. Pesta itu akan diadakan di salah satu hotel terbesar di kota J. Dan pesta itu akan di buat semewah mungkin.


Ia juga meminta EO untuk menyiapkan semua keperluan pesta nanti. Jadi dia tinggal menunggu beresnya. Semua urusan bisa selesai karena uang.


" Vin temenin mama ke butik yuk?"


" Ngapain, Ma?"


" Mau membuat pakaian untuk acara ulang tahun kamu"


" Jas aku kan masih banyak Ma"


" Itu jasnya udah lama"


" Tapi itu baru satu kali aku pake"


" Udah ikut aja. Lagian mama yang beliin"


Mau tak mau Kevin pun ikut dengan mamanya. Percuma saja ia menolak permintaan mamanya. Karena mamanya tetap memaksanya.


Mona melajukan mobilnya menuju butik langganan keluarganya. Bukan hanya keluarganya saja yang berlangganan di sana. Umumnya keluarga dari kalangan atas mengambil baju di butik itu.


Mobil milik Mona terus melaju membelah jalanan ibu kota. Sore itu kendaraan banyak yang berlalu lalang. Membuat jalanan sedikit macet. Karena memang jam pulang kantor.


Perjalanan ke butik yang biasanya hanya di tempuh dengan dua puluh menit, sekarang menjadi dua puluh lima menit gegara macet.


Mona memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang di sediakan oleh pemilik butik. Setelah mobil terparkir, ibu dan anak itu masuk kedalam butik.


Kedatangan mereka langsung di sambut sama pemilik butik.


" Selamat datang di butik saya, nyonya"


Kevin duduk di sofa yang ada di sana. Sedangkan mamanya pergi dengan pemilik butik untuk melihat baju yang akan mereka pakai di pesta ulang tahunnya nanti.


" Saya ingin melihat baju yang di rekomendasi oleh nyonya Imel"


" Sebentar ya nyonya, saya ambilkan dulu"


Pemilik butik mengambil baju yang di pesan oleh nyonya Imel.


" Ini bajunya nyonya. Tadi nyonya Imel juga sudah datang kesini"


" Iya, dia juga sudah memberi tau saya "


Mona melihat baju yang di bawakan oleh pemilik butik. Ia tersenyum kala melihat jas yang akan di pakai oleh putranya nanti.


" Selera Imel tinggi juga "


" Anda benar nyonya. Dan saya harap nyonya suka"


" Tentu saja saya suka. Rancangan kamu tidak pernah gagal"


" Terima kasih nyonya. Silakan anda coba dulu gaunnya, mana tau ada yang kurang"


" Saya rasa tidak ada yang kurang. Jadi nggak perlu di coba lagi. Jasnya berikan pada anak saya, biar dia coba"


Pemilik butik menyuruh karyawannya untuk memberikan pada Kevin. Supaya ia tau jas itu cocok untuk remaja tampan itu.


" Permisi tuan muda"


Kevin menoleh kearah suara. " Ya, ada apa?"


" Ibuk menyuruh saya memberikan jas ini pada tuan muda untuk di coba"


" Taruh aja di sana, nanti akan saya coba"


Karyawan butik itu meletakkan jas itu di sofa yang ada di sana. Setelah itu ia pamit undur diri. Karena pekerjaannya masih banyak.


Kevin mengambil jas yang di bawa sama karyawan butik tadi. Ia membawanya ke ruang ganti untuk di coba. Sebelum mencoba, ia mengambil foto jasnya. Kemudian ia mengirimnya pada Alexa.

__ADS_1


Ting.


Bunyi pesan masuk di ponselnya Kevin. Kevin segera membuka pesan itu, karena ia tau pesan itu dari siapa.


Bagus, warna cocok sama kakak. Apa kakak sudah mencobanya?.


Kevin membalas pesan dari gadisnya itu.


Belum, ini mau kakak coba. Ntar kakak kirim fotonya.


Ok, aku tunggu.


Kevin tersenyum membaca pesan dari gadisnya itu. Kevin menyimpan kembali ponselnya. Ia akan mencoba jas yang sudah dipilih sama mamanya.


Sampai di ruang ganti Kevin langsung mencoba jasnya. Setelah memakai jasnya. Kevin bercermin untuk melihat penampilannya.


Kevin mengambil beberapa fotonya. Dari beberapa foto yang ia ambil tadi, hanya satu yang akan ia pilih. Ia mengirim foto yang sudah ia pilih tadi ke Alexa.


Ting.


Ponsel Kevin kembali berbunyi. Ia segera membuka pesan yang dikirim oleh gadisnya.


Kakak terlihat sangat tampan 😍😍.


Jantung Kevin berdegup kencang kala melihat emo yang dikirim sama Alexa padanya. Ia segera menghubungi gadisnya itu.


" Hallo"


" Hallo, gimana?"


" Kakak terlihat sangat tampan"


" Benarkah?"


" Hhmmm"


" Kamu suka?"


" Cie udah mulai suka dia?"


" Ma.. maksud aku suka sama jasnya"


" Suka sama orangnya juga nggak nggak apa-apa"


" Kakak?"


Kevin tertawa mendengar nada bicara gadisnya. Ia tau sekarang Alexa sedang malu. Dan ia yakin pasti wajah gadis itu memerah.


" Sekarang lagi dimana?"


" Di rumah"


" Tadi siang kakak telpon kok nggak di jawab?"


" Maaf Kak, tadi aku lagi di jalan, jadi nggak denger"


" Ya udah nggak apa-apa. Kakak cuma khawatir aja sama kamu, karena nggak jawab telpon kakak"


" Maaf udah bikin kakak khawatir. Sekarang kakak lagi dimana?"


" Lagi di butik"


" Aku kirain di rumah"


Tok.


Tok.


Tok.

__ADS_1


" Kevin! kamu ngapain di dalam sana?!"


" Suara siapa itu Kak?"


" Mama kakak. Ya udah, ntar kita sambung lagi, saat kakak udah sampai di rumah. Sekarang telponnya kakak tutup dulu"


" Iya Kak"


Panggilan pun berakhir. Kevin menyimpan kembali ponselnya kedalam saku celananya. Setelah itu ia keluar dari ruang ganti.


" Lagi telponan sama siapa kamu?" tanya Mona saat putranya udah keluar dari ruang ganti.


" Sama orang yang aku suka Ma"


" Udah berapa kali mama bilang sama kamu, kalau mama tidak akan pernah merestui hubungan kamu dengan siapapun selain Citra"


" Maaf Ma, aku nggak bisa"


Setelah mengatakan itu Kevin pergi dari sana. Ia tidak ingin berdebat dengan mamanya. Karena mereka sedang berada di butik.


Mona sangat emosi. Putranya itu selalu saja melawannya. Padahal dulu putranya itu sangat penurut.


" Bagaimana jasnya tuan muda, apakah ada cocok?" tanya pemilik butik.


" Jasnya cocok kok, saya suka"


" Saya senang kalau tuan muda suka sama jasnya"


Kevin melihat dress yang sangat cantik. Ia teringat dengan gadisnya. Kalau dress itu di pakai sama Alexa pasti terlihat sangat cantik.


" Mbak, tolong bungkus dress yang berwarna peach itu"


" Baik tuan muda"


Pemilik butik itu mengambil dress yang di tunjuk Kevin tadi. Ia memasukkan kedalam paper bag. Setelah itu memberikannya pada Kevin.


" Ini tuan muda"


" Saya bayar pake ini aja mba" kata Kevin sambil memberikan card-nya pada pemilik butik.


" Nggak usah tuan muda. Dress itu saya kasih gratis untuk tuan muda. Anggap aja sebagai kado ulang tahun dari saya"


" Beneran mbak?"


" Bener tuan muda"


" Makasih ya mbak"


" Sama-sama tuan muda"


" Kalau mama saya nanyain saya, bilang saya nunggu di mobil ya mbak"


" Baik tuan muda"


Kevin segera keluar dari butik. Mamanya tidak boleh tau kalau ia membeli dress untuk gadisnya. Jadi ia harus sembunyikan dress itu di mobil.


" Anak saya kemana?" tanya Mona pada pemilik butik.


" Tuan muda sudah pergi nyonya. Dia bilang nunggu di mobil"


" Baiklah, tolong kamu kirim aja gaun sama jas ke rumah saya"


" Baik nyonya"


Setelah mengatakan itu, Mona keluar dari butik.


To be continue.


Nggak sabar ya nunggu acara ultah nya🤭🤭

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2