Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Berkunjung ke Panti


__ADS_3

Kenan dan Abimanyu masih tidak mau melepaskan tangan Alexa. Dua lelaki tampan itu masih betah memegang tangan gadis cantik itu.


" Saya ada perlu dengan si tipis, jadi saya harap anda tidak menghalangi jalan saya" kata Kenan.


" Siapa si tipis?" tanya Abimanyu.


" Alexa"


" Enak aja! Om nggak liat apa badan Eca Segede gini"


" Iya kalau dilihat dari sedotan"


" Sudah-sudah, emang anda ada perlu apa dengan adik saya?" tanya Abi.


" Urusan penting, dan ini urusan kami berdua"


" Baiklah kalau urusannya cuma berdua. Tapi sekarang kami mau pergi ke panti dulu. Setelah itu barulah anda boleh bawa Eca pergi"


" Abang!" rengek Alexa.


Abimanyu hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia juga tidak tau harus menjawab apa. Kalau pun lelaki yang dipanggil Om sama adik sepupunya itu minta gelud bakal dia ladenin. Tapi sepertinya lelaki itu tidak ingin mencari ribut.


" Yuk berangkat sebelum sore" kata Varo.


" Ok paman" kata Alexa.


" Eits! kamu ikut mobil saya"


" Nggak mau!"


" Udah, Lo sama om gunung es aja. Biar gue yang sama Abang Abi dan paman Varo" kata Adele sambil menarik tangan Abimanyu dan Varo.


Mau nggak mau akhirnya Alexa masuk kedalam mobil Kenan. Mau ikut mobil Abang nya pun nggak akan bisa, karena Adele sudah menguasai kedua lelaki tampan itu.


Tiga mobil mewah itupun melaju meninggalkan ruko. Yang mana mobil Abimanyu berada diurutan pertama.


" Om pengangguran ya?" tanya Alexa.


" Maksud kamu, saya nggak ada kerjaan, gitu?"


" Hhmmm"


" Sekarang itu kan weekend, jadi saya nggak kerja. Dan kalau pun saya nggak kerja, kamu masih tetap bisa belanja kok"


" Idih! siapa juga yang mau belanja pake uang Om?"


" Ah iya, hampir saya lupa. Saya nemuin kamu kan mau kasih kamu hukuman"


" Hukuman? emang aku melakukan kesalahan apa?"


" Karena kamu sudah berani bohongi saya"


" Bohong apa?"


" Kamu bilang tadi mau ke tempat calon mertua kamu"


" Iya tadi rencananya emang mau ke sana"


" Terus?"


" Karena tadi Abang Abi ada sedikit kerjaan, akhirnya nggak jadi"


" Abi itu cowok yang tarik-tarikan sama saya tadi?"


" Hhhmmm"


" Dia kan sepupu kamu?"


" Iya, siapa bilang sopir aku"


" Semalam kenapa bilang pacarnya "


" Iseng aja. Lagian Om masa nggak kenal sama abang Abi?"

__ADS_1


" Saya pernah liat wajahnya. Tapi saya lupa"


" Ya wajar sih kalau lupa, kan fakto umur"


" Maksud kamu, saya sudah tua ?"


" Itu Om sendiri yang bilang ya? bukan aku"


" Kamu tau, gara-gara omongan kamu tadi di telpon, saya nyamperin rumahnya tuan Kenzo"


Alexa kaget mendengar ucapan lelaki tampan yang ada di sampingnya. Tapi tak berselang lama terdengar tawa yang cukup membuat gendang telinga Kenan sakit.


" Serius Om nyamperin ke sana?"


" Serius lha. Kamu tanya saja sama anak buah saya"


" Benar nona" kata Roni.


" Tuh, denger kan?"


" Om ngapain pergi ke rumah uncle, aku"


" Mau nyamperin calon mertua kamu lha! mau apalagi"


Tawa Alexa kembali pecah. Ia tidak menyangka kalau gunung es itu akan mendatangi kediaman uncle nya.


" Happy banget kamu melihat saya menderita"


" Salah Om sendiri! lagian siapa suruh pergi ke sana?"


" Ya nggak ada yang suruh sih! tapi saya pengen liat siapa calon mertua kamu"


" Alah! bilang aja Om cemburu"


" Cemburu? nggak lha. Lagian ngapain juga saya cemburu"


" Iya juga sih. Terus Om ketemu sama uncle atau aunty, nggak?"


" Uncle bilang apa?"


" Saya dibilang mata-mata"


" Mata-mata? emang Om berpakaian seperti apa?"


" Seperti yang kamu liat ini lha"


Alexa menatap Kenan. Lelaki itu terlihat sangat tampan memakai t-shirt berwarna hitam, dan jeans selutut. Bahkan ketampanannya berkali-kali lipat.


" Liatnya nggak udah kek gitu juga kali!"


" Pakaian Om biasa aja. Lalu kenapa Om dibilang mata-mata sama uncle?"


" Mana saya tau!"


" Gelud nggak tadi?"


" Nggak"


" Kenapa? kan seru kalau Om gelud sama uncle, aku?"


" Seru untuk kamu. Tapi buat saya, nggak!"


" Kalau sama aku kok Om ngajak gelud terus"


" Saya nggak pernah ngajak kamu untuk gelud. Kamunya aja yang selalu sewot sama saya"


" Aku kek gitu karena omongan Om selalu ngajak gelud"


" Kamu beneran mau ke panti?"


" Iya, soalnya kemarin aku nggak sempat nganterin mainan ke mereka"


" Kenapa?"

__ADS_1


" Telat bangun, jadi mainannya dianterin sama Om Doni. Makanya nanti pas nyampe di sana aku mau minta maaf sama mereka"


Kenan tambah kagum dengan sosok gadis cantik yang ada di sampingnya itu. Semakin hari rasa kagum itu selalu bertambah. Karena ada aja hal yang baik, yang ia pelajari dari gadis cantik itu.


Roni juga kagum dengan sosok gadis kecil itu. Padahal dia anak orang kaya, tapi mau berteman dengan anak-anak panti asuhan. Sedangkan anak orang kaya yang lain tidak mau berteman dengan anak-anak panti. Jangankan berteman, memandangnya saja mereka jijik.


" Saya kagum sama anda nona"


" Kagum kenapa kamu sama tipis?"


" Iya Om kagum kenapa?" tanya Alexa.


" Kagum sama kebaikan hati nona"


" Nggak juga Om. Lagipula kan kita emang harus baik ke semua orang. Apalagi mereka juga nggak punya orang tua lagi, jadi sudah seharusnya kita merangkul mereka"


" Benar nona"


" Udah nyetir yang benar. Jangan ngobrol terus" kata Kenan.


" Iya bos"


Roni Kembali fokus ke jalan. Ia tau bosnya itu lagi kesal. Tapi kenapa bosnya itu kesal padanya. Emang dia melakukan kesalahan apa? pertanyaan itulah yang ada dibenaknya.


...***...


Mereka semua pun sampai di panti asuhan permata hati. Kedatangan mereka langsung di sambut sama anak-anak yang ada di sana.


" Kak Eca" teriak mereka saat melihat Alexa turun dari mobil.


" Cuma kak Eca aja nih yang di sambut?" kata Adele dengan pura-pura sedih.


" Kak Adele"


" Masuk yuk, kakak Eca sama kak Adele punya hadiah untuk kalian"


" Asik, hadiah" sorak mereka semua.


Senyum tipis terukir di bibir Kenan. Ia ikut bahagia melihat kebahagiaan adik-adik panti itu. Mereka semua terlihat bahagia karena mendapatkan hadiah.


Dia juga sering memberikan hadiah ataupun sembako pada anak-anak panti. Tapi ia tidak pernah mengantarkan langsung pada anak-anak itu. Sekarang ia bisa melihat betapa bahagianya mereka.


" Senang ya bos melihat senyum anak-anak panti itu"


" Hhmmm"


Salah satu dari adik panti itu menghampiri Kenan.


" Yuk Om ikut masuk sama kita" ajak anak kecil itu sambil menarik tangan Kenan.


Kenan pasrah kala tangannya di tarik sama anak kecil itu. Ia merasa yang menarik tangannya adalah keponakannya sendiri. Karena umur anak kecil sama dengan keponakannya. Lelaki tampan itu pun menggendong anak kecil itu.


" Kamu ringan sekali?"


" Masa sih Om, padahal aku makannya banyak lho"


" Iya ringan seperti kapas"


" Nanti aku mau makan banyak-banyak biar tubuh aku berat. Jadi Om nggak kuat gendong aku"


" Benarkah?"


" Iya"


" Ya udah, nanti kamu banyakin makannya"


" Siap Om"


Alexa tersenyum melihat interaksi Kenan dengan salah satu adik panti. Ia tidak menyangka lelaki yang terkenal dingin itu bisa semanis itu pada anak kecil.


To be continue.


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2