
Akhirnya hari yang di nantikan oleh Nando dan Rania sudah tiba. Hari ini Nando akan menghalalkan sang pujaan hati. Mengikatnya dalam satu ikatan yang sakral. Ya itu ikatan pernikahan.
Semua keluarga besar Kiran sudah berkumpul di mansion. Ya acara ijab qobul nya akan diadakan di mansion Kiran. Karena itu permintaan dari Rania sendiri.
Nando terlihat tampan dengan jas berwarna hitam. Lelaki tampan itu menatap dirinya melalui pantulan cermin besar yang ada di depannya.
" Kamu gugup?" tanya Darren.
" Iya. Apa Abang dulu juga kek gini?"
" Abang lebih gugup dari kamu"
Nando kaget mendengar ucapan Abangnya itu. Ia tidak menyangka kalau abangnya bisa gugup juga.
" Abang gugup kenapa?"
" Karena Abang takut nggak bisa mengucapkan ijab qobul dengan satu tarikan nafas. Tapi Abang yakin, kamu bisa mengucapkan ijab qobul nya dengan satu tarikan nafas"
" Mudah-mudahan deh Bang"
" Ya udah, kita keluar. Ntar kalau telat kakak kamu ngomel-ngomel"
" Siapa yang ngomel-ngomel?" tanya Kiran yang datang entah darimana.
" Astagfirullah, sayang! ngagetin aja" kata Darren sambil mengelus dadanya.
" Siapa yang ngomel-ngomel?" tanya Kiran lagi.
" Mommy Clarissa"
" Aku bilang mommy kamu"
" Jangan dong sayang. Kamu mau kalau suami kamu di hajar sama Mak tiri itu?"
" Mau dong"
" Tega banget sih? ntar wajah suami kamu nggak tampan lagi gimana karena dipukul sama Mak tiri"
" Gampang? tinggal cari suami baru"
" Jangan macem-macem. Aku bunuh laki-laki yang berani mendekati kamu"
Kiran tertawa mendengar ucapan suaminya. Udah tua suaminya itu masih saja khawatir dirinya di ambil sama lelaki lain.
" Jangan ketawa?"
" Kamu lucu tau nggak? lagian nih, ya? mana ada lelaki yang mau sama wanita yang udah punya anak dua kek aku?"
" Walaupun kamu udah punya anak dua. Tapi body kamu tetap kek remaja"
" Gombal"
" Serius sayang. Kalau kamu jalan sama Eca, pasti orang mengira kamu kakaknya Eca. Bukan mommy-nya"
" Sudah-sudah, cepat kita ke bawah. Sebentar lagi pak penghulu datang"
" Ok sayang"
Kiran, suami dan adiknya turun ke bawah. Mereka akan menunggu pak penghulu datang.
Di taman.
Semua keluarga besar sudah bersiap untuk menyaksikan acara sakral itu. Tak lupa Alexa dan juga para sahabatnya sudah duduk di kursi bagian depan.
" Yank kalau kita udah nikah nanti, aku pengin resepsi pernikahan kita, kek resepsi mama sama papa aku, ya?" kata Adele.
__ADS_1
" Kenapa harus sama sayang?"
" Aku pengin aja"
" Emang resepsi pernikahan mama kamu kek gimana sayang?"
" Mama bilang temannya horor"
" What! horor?"
" Hhmmm"
Farel kaget mendengar jawaban kekasihnya itu. Dimana-mana cewek pengin tema pernikahannya itu ala-ala putri dari negeri dongeng. Tapi kekasihnya malah ingin tema horor.
" Kamu yakin mau tema kek gitu, Yank?"
" Yakin sayang"
" Emang nggak mau tema yang lain?"
" Nggak, aku pengin kek tema pernikahan mama"
" Jangan ngomong tema pernikahan di depan gue" kata Alexa.
" Eh sorry. Lupa kalau disini ada jomlo" ledek Adele.
" Nggak masalah kalau jomlo. Yang penting gue bahagia"
" Kenapa Lo nggak jadian aja sama lelaki yang Lo panggil om itu?"
" Karena gue nggak suka"
" Terus Lo sampai kapan mau menjomlo?"
" Sampai pangeran berkuda putih datang menjemput gue"
Alexa menatap tajam sahabatnya itu. Entah kenapa sahabatnya suka menjodohkannya dengan om gunung es.
" Axel lama amat sih jemput Alisha" kata Farel.
" Mungkin Axel lagi kena macet Yank"
" Mungkin"
Tak berselang lama orang yang di tunggu pun datang. Axel dan Alisha berjalan bergandengan tangan. Sejoli itu langsung menghampiri sahabatnya.
" Lama amat Lo?" kata Farel saat Axel sudah duduk.
" Biasalah nunggu cewek dandan"
" Cewek emang begitu, kalau dandan lama banget. Padahal mereka nggak pake make up. Tapi entah kenapa bisa lama"
" Tentu saja cewek itu lama kalau dandan. Karena mereka ingin terlihat cantik di mata pasangan mereka. Apa kalian berdua mau, kalau pacarnya tidak cantik?" tanya Alexa.
" Nggak mau"
" Makanya jangan protes kalau cewek itu lama kalau dandan. Jika kalian ingin kekasih kalian tampil cantik dan juga glow up"
" Satu lagi, kalau kalian berdua ingin kekasihnya tampil lebih cantik lagi. Maka sering-sering lha kasih mereka uang untuk ke salon" kata Adele.
" Itu maunya kamu, Yank"
" Iya dong. Kalau mau mempercantik cewek itu jangan setengah-setengah"
" Jangan terlalu cantik, ntar kamu dilirik banyak cowok. Aku nggak mau"
__ADS_1
" Walaupun banyak cowok yang melirik? tapi kumbang aku kan tetap kamu seorang?"
" Iya dong. Aku akan menyingkirkan kumbang yang menggangu kamu"
Alexa memutar bola matanya jengah. Kenapa ia harus duduk dekat sahabatnya yang sedang di mabuk cinta itu.
" Kamu mau kemana?" tanya Axel saat melihat saudara kembarnya berdiri dari duduknya.
" Mau ke tempat paman Varo dan juga paman Abi"
" Kenapa?"
" Karena gue nggak mau jadi obat nyamuk" kata Alexa sambil menatap Axel dengan tajam.
Efek kelamaan jomlo kek begini nih. Bawaannya pengen makan orang terus.
Alexa segera pergi dari sana. Ia duduk di tempat Abimanyu dan juga Varo. Kalau duduk dekat paman dan Abangnya itu. Maka ia akan jadi ratu di sana.
" Kenapa wajahnya cemberut kek gitu?" tanya Abimanyu.
" Lagi bete"
" Bete kenapa?"
" Tuh sama dua pasangan bucin yang ada di sana?"
Abimanyu dan Varo menoleh kearah yang di maksud sama adik sepupunya. Kemudian kedua cowok tampan itu tersenyum. Mereka berdua tau kenapa Alexa jadi bete seperti itu. Karena dia jadi obat nyamuk di sana.
" Udah jangan bete lagi. Ntar nggak cantik lagi" kata Varo.
" Menurut paman sama Abang, Eca cantik nggak?"
" Tentu saja cantik"
" Terus kenapa pangeran berkuda putihnya belum datang juga untuk menjemput Eca?"
" Mungkin pangeran berkuda putihnya lagi tersesat. Jadi dia butuh waktu yang lama untuk sampai ke tempat Eca" kata Abi.
" Abang benar juga. Apa pangeran Eca nggak bawa kompas?"
" Kompasnya rusak" kata Varo.
Mereka bertiga pun tertawa.
" Nah gitu dong, ketawa" kata Abi.
" Iya Bang"
Alexa juga berpikir begitu. Kalau pangerannya sedang tersesat. Dan ia berharap pangerannya itu segera menemukan jalan keluar.
Calon mempelai pria pun sudah datang. Semua tamu sangat terpesona oleh ketampanan calon prianya. Auranya sangat kuat.
" Aura calon penganten emang beda" kata salah satu tamu.
" Keturunan Wiguna memang cantik-cantik dan juga tampan"
" Benar banget. Andai saja aku punya anak laki-laki atau perempuan yang masih single, aku akan menjodohkannya dengan salah satu anak nyonya Kiran"
" Kalau pun ada? mereka belum tentu akan melirik anak kamu"
" Benar juga"
Kiran dan suaminya hanya tersenyum mendengar ucapan ibu-ibu itu. Kiran dan Darren memang sudah terbiasa mendengar ucapan seperti itu.
Nando duduk di kursi yang ada di tengah. Tempat dimana ijab qobul akan dilakukan. Entah kenapa setelah duduk di kursi itu, rasa gugupnya kembali datang. Ia berharap bisa mengucapkan ijab qobul dengan satu tarikan nafas.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading 😚😚