
Pagi hari.
Alexa kelihatan cantik dan juga rapi dengan memakai seragam sekolah. Ia siap untuk sarapan bersama dengan kedua orang tua dan juga saudara kembarnya. Sekarang dirinya sudah tidak susah lagi untuk bangun pagi.
" Eca udah bangun?" tanya Axel saat melihat Alexa keluar dari kamarnya.
" Belum. Ya udahlah! udah pake seragam sekolah, masih aja nanya udah bangun"
" Masih pagi udah spaning aja"
" Uang saku kamu bayar di muka ya?"
" Kenapa?"
" Karena bulan besok kamu udah kere"
" Jangan dong. Aku mau beli komik terbaru"
" Libur dulu beli komiknya"
" Nggak bisa. Ini komik yang aku tunggu dua bulan yang lalu"
" Terus gimana dong?"
" Ntar pas mommy udah balikin card aku, ntar aku bayar"
" Terus bulan depan aku kere dong?"
" Kan uang yang di kasih paman masih sisa banyak"
" Kok kamu tau kalau aku di kasih uang sama paman?"
" Ya tau lha. Malah kamu bilang aku curi uang saku kamu"
" Wah ternyata Axel cenayang"
" Udah, yuk turun. Mommy sama daddy udah nungguin"
" Hhmmm"
Twin masuk kedalam lift. Seperti biasa, kalau pagi mereka berdua akan menggunakan lift untuk turun ke bawah.
" Morning Mom, Dad " sapa twin.
" Morning. Tumben Eca sama Axel turun bareng? biasanya Eca selalu telat" kata Darren.
" Daddy salah. Beberapa hari ini, Eca udah tidak pernah telat lagi" kata Alexa.
" Benarkah?"
" Iya dong "
" Bagus, pertahankan"
" Motor Eca udah bisa di pake belum Dad?" tanya Alexa.
" Udah, kemarin Om Doni udah ganti bannya"
" Diganti? bukannya di tambal?"
" Diganti. Di bengkel mansion mana ada alat untuk tambal ban"
" Berarti motornya udah bisa pake dong?"
" Hhmm"
" Syukurlah, jadi Eca nggak perlu nebeng mobil Axel"
" Yuk kita sarapan"
Seperti biasa, Kiran melayani suami dan juga kedua anaknya. Setelah itu barulah ia mengambil nasi untuk dirinya sendiri.
Selesai sarapan twin berpamitan dengan kedua orang tuanya. Rencananya Axel mau berangkat pake motor, tapi mengingat kedua sahabatnya belum terlalu bisa bawa motor dan juga mobil, jadi dia harus membawa mobil lagi ke sekolah.
" Kamu langsung ke sekolah aja. Biar aku yang jemput Alisha" kata Axel.
" Kenapa?"
" Karena mobil nggak bisa masuk ke tempat kontrakan Alisha. Aku tadi juga sudah chat Alisha"
" Ya udah"
" Idih ngambek"
Axel segera masuk kedalam mobilnya. Diikuti sama Adele dan juga Farel. Ya Farel tadi datang lebih awal ke mansion.
__ADS_1
" Sampai jumpa di sekolah Eca " kata Adele.
" Ok. Hati-hati sama Kang modus"
" Kang modus? siapa?"
" Noh cowok yang disebelah Lo "
Adele melirik cowok tampan yang ada di sebelahnya. " Kalau di modus-in sama dia, gue ikhlas lha"
" Dasar "
Axel melajukan mobilnya. Karena kalau tidak kedua gadis cantik itu akan mengobrol sepanjang hari. Dan bisa-bisa ia terlambat ke sekolah.
" Mom, Dad, Eca jalan dulu ya"
" Hati-hati bawa motornya. Jangan sampe kena paku lagi ban motornya" pesan sang mommy.
" Ok Mom"
Sebelum melajukan mobilnya, Alexa memakan permen karetnya dulu. Ya itu sudah kebiasaan gadis cantik itu. Karena kalau tidak makan permen karet, serasa ada yang kurang. Alexa melajukan motornya meninggalkan mansion. Pagi ini ia akan menjemput sahabatnya.
...***...
Alisha sudah siap memakai seragam sekolahnya. Ia tersenyum menatap dirinya di cermin. Ia tidak menyangka bisa sekolah di SMA Tunas Bangsa. Ini seperti mimpi yang jadi kenyataan.
" Sha"
" Ya Nek"
" Berangkat naik apa?"
" Aku di jemput sama Alexa Nek"
" Gadis cantik yang kemarin kesini itu ya?"
" Iya Nek"
" Kamu beruntung memiliki sahabat seperti Alexa dan, siapa nama temannya yang satu lagi?"
" Adele Nek"
" Ya Adele. Mereka berdua gadis yang biak"
" Iya Nek, bahkan kemarin Eca dibelikan baju sama mereka berdua"
Tin..tin..
Terdengar bunyi klakson motor.
" Kayak Alexa sudah datang Nek. Alisha berangkat dulu ya. Nenek baik-baik di rumah"
" Iya, hati-hati di jalan"
Setelah berpamitan Alisha segera keluar dari rumahnya. Ia tidak ingin membuat Alexa lama menunggu.
" Pake helm dulu " kata Alexa sambil menyerahkan helm bermotif hello Kitty pada Alisha.
" Imut banget sih helm Lo ?"
" Bukan helm gue, itu helm nya Adele"
" Motor Lo tinggi banget?"
" Bukan motor gue yang tinggi, tapi elo nya yang kependekan"
" Iya kali ya"
" Yuk naik, ntar kita telat"
" Ok"
Alexa melajukan motornya meninggalkan kontrakan sahabatnya. Jalan di kontrakan Alisha memang sangat kecil. Jadi harus hati-hati.
" Susah ya?"
" Dikit"
" Minggu depan gue nggak tinggal disini lagi?"
" Lo mau pindah?"
" Iya, ada orang baik yang bayarin kontrakan gue"
" Oh iya. Terus Lo pindah kemana?"
__ADS_1
" Dijalan merpati kompleks D"
" Wah bagus dong. Di kompleks itu tempatnya nyaman dan juga aman"
" Benarkah?"
" Iya. Dan lagi, tempat tinggal Lo yang baru itu dekat sama sekolah"
" Tante itu bilang juga gitu sih"
" Siapa nama Tante yang membantu Lo itu?" tanya Alexa, pura-pura nggak tau.
" Tante Kiran dan Om Darren"
Berarti benar dugaannya, kalau teman Axel yang di maksud sama mommy-nya itu adalah Alisha. Dan ia tidak menyangka kalau saudara kembarnya itu membantu Alisha secara diam-diam.
" Kapan rencananya Lo mau pindah ke sana?"
" Rencananya lusa"
" Lebih cepat lebih bagus. Oh iya Sha, ditempat kerja Lo ada lowongan nggak?"
" Kenapa? lo mau kerja?"
" Iya, soalnya gue sudah nggak punya uang lagi"
" Coba gue tanya dulu sama bos gue. Mudah-mudahan ada "
" Ntar kalau ada Lo kasih tau gue ya?"
" Ok. Tapi Lo biasa nggak kerja kek ngangkat barang-barang berat?"
" Emang kerja kamu ngangkat barang-barang berat?"
" Kadang sih. Kalau barang di supermarket kosong. Maka kita harus mengambil di gudang"
" Ya nggak apa-apa sih. Gue juga udah biasa ngangkat barang-barang berat"
" Ntar gue tanyain. Kalau bisa di dua tempat juga ok"
" Tapi kalau gue lihat dari penampilan Lo, seperti orang yang tidak kekurangan duit"
" Itu cuma penampilan aja. Padahal kenyataannya gue udah kere banget"
" Ntar gue coba tanyain sama bos gue"
" Makasih Sha, Lo emang Dewi penyelamat gue"
Tanpa terasa mereka sampai di sekolah. Seperti biasa, mereka berdua jadi pusat perhatian murid-murid yang berlalu lalang. Dan seperti biasa juga, Alexa tidak menghiraukan tatapan itu.
Di parkiran Axel dan kedua sahabatnya sudah menunggu kedatangan Alexa dan juga Alisha. Karena mereka akan ke kelas bareng.
" Kalian berdua lama banget sih?" kata Farel.
" Lo nungguin kita?" tanya Alexa.
" Sebenarnya bukan gue sih, tapi itu tuh" tunjuk Farel ke Axel.
Alexa dan Alisha menoleh kearah Axel.
Bugh..
Aawwww..
Farel kesakitan karena siku Axel mengenai perutnya. " Lo kejam banget sih bro"
" Nggak sengaja"
" Ck, alasan"
" Ya udah, kita ke kelas yuk" kata Alisha.
Axel dan Alisha jalan berdampingan. Sedangkan Alexa, Adele dan Farel jalan di belakang sejoli itu.
" Kita berasa kek mengiringi pengantin ya" kata Farel.
" Sssstt, jangan berisik" kata Alexa dan Adele berbarengan.
Farel pun langsung mengunci mulutnya. Karena kalau tidak, ia bisa kena sikut lagi sama sahabatnya.
To be continue.
Mana nih, hadiah untuk Alexa
__ADS_1
Happy reading 😚😚