
" Aiden"
Alexa berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan anak kecil itu. Ia tidak menyangka kalau bertemu bocah menggemaskan itu di sana.
" Kakak cantik lagi cari apa?"
" Kakak mau cari kado"
" Kado?"
" Iya. Ai sendiri ngapain disini?"
" Ai cari kado untuk Tante jahat?"
" Tante jahat?"
" Iya Tante jahat"
" Kalau Tante nya jahat, kenapa Ai masih kasih dia kado"
" Paman yang maksa Ai untuk cari kadonya"
" Kasihan sekali Ai"
" Ai ikut sama kakak cantik boleh?"
" Nggak boleh"
Bukan Alexa yang menjawab, tapi laki-laki tampan yang ada di belakang Aiden lha yang menjawab.
" Anda siapa? kenapa anda melarang Aiden ikut dengan saya?"
" Karena saya ini pamannya"
Deg.
Alexa menatap lelaki tampan itu. Ia baru ingat kalau lelaki itulah yang mengatakan nasi goreng buatannya tidak enak.
Oh ternyata cowok gunung es.
" Ai sini! jangan dekat-dekat sama orang asing"
" Kakak cantik bukan orang asing. Ai sama mama kenal sama kakak cantik"
" Anak pinter. Ayo kita pergi ke sana, jangan dengerin makhluk asing ngomong" kata Alexa sambil membawa Aiden pergi dari sana.
" Eits! mau kamu bawa kemana keponakan saya!" tanya Kenan sambil menahan tangan Alexa.
Ya lelaki tampan yang di sebut gunung es oleh Alexa itu adalah Kenan Kalandra Richard, CEO perusahaan Galaxy. Dan lelaki itu juga orang terkaya nomor tiga di Asia dan Eropa.
" Tentu saja mencari kado"
" Kalau kamu mau cari kado, cari aja sendiri. Jangan ajak keponakan saya"
" Ok, kalau gitu kita tanya saja sama Aiden. Dia mau ikut siapa?"
" Nggak perlu ditanya, pasti dia ikut saya"
" Nggak! Ai nggak mau ikut paman. Ai mau ikut sama kakak cantik"
" Tuh denger, kan? Ai mau ikut sama saya, bukan sama gunung es"
" Gunung es?"
" Hhhmm"
" Berani sekali kamu mengatakan saya gunung es"
" Tentu saja saya berani, yuk Ai kita ke sana"
Alexa membawa Aiden pergi dari sana, meninggalkan lelaki tampan yang masih diam mematung.
" Kakan cantik mau beli apa?"
" Belum tau, kakak juga bingung"
" Ai mau beli itu, boleh?" tunjuk Aiden pada gelas bergambar pinguin.
" Boleh" kata Alexa sambil mengambil gelas yang diinginkan Aiden.
" Makasih kakak cantik"
__ADS_1
" Sama-sama sayang" kata Alexa sambil membelai kepala Aiden.
Setelah capek berkeliling toko. Alexa tidak menemukan barang yang ia akan berikan untuk Kevin. Ia pun menunggu sahabatnya di tempat mereka berkumpul tadi.
" Eca"
" Gimana? dapat barangnya?"
" Udah dong. Lo gimana?" tanya Adele.
" Belum. Gue mau beli yang lain aja"
" Eh, ini anak siapa?" tanya Alisha.
" Gue juga nggak tau anak siapa"
" Kalau nggak tau, kenapa dia ada sama Lo?"
" Namanya Aiden. Gue kenal dia saat kerja di restoran"
" Hallo Aiden" sapa Alisha dan Adele.
" Hallo juga kakak"
" Utuk.. Utuk, gemesin banget sih kamu" kata Adele sambil mencubit pipi Aiden.
" Aiden sama siapa kesini?" tanya Alisha.
" Sama Om"
" Terus sekarang om nya dimana?"
" Nggak tau"
" Jadi ceritanya kamu terpisah dari Om kamu?" tanya Adele.
Aiden menganggukkan kepalanya.
" Kasihan banget"
" Ai mau ikut kakak, atau mau ke tempat Om nya?" tanya Alexa.
" Ai mau ikut kakak cantik"
" Ok, kita Timezone " kata Alexa.
" Asik"
" Gue sama Alisha bayar ini dulu"
" Ok, gue tunggu di luar"
Adele dan Alisha pergi ke kasir untuk membayar barang yang mereka ambil tadi. Setelah membayar belanjaannya, kedua gadis cantik itu keluar dari toko.
" Sebelum ke Timezone, kita ke toko parfum dulu ya" kata Alexa saat kedua sahabatnya datang.
" Lo mau beli parfum?" tanya Adele.
" Iya. Gue kasih kado itu aja untuk kak Kevin"
" Bagus juga tuh" kata Alisha.
Mereka pun pergi ke toko parfum terkenal yang ada di mall itu. Saat masuk toko, mereka langsung di sambut sama karyawan toko itu.
" Ai tunggu disini dulu ya sama kak Adele dan juga kak Alisha"
" Ok kakak cantik"
" Anak pinter. Gue titip Aiden dulu"
" Tenang, Aiden aman sama kita" kata Adele.
Alexa mencari parfum untuk ia berikan pada Kevin nanti. Untungnya ia tau Kevin suka aroma yang seperti apa. Jadi dia tidak susah untuk mencari parfum yang cocok untuk lelaki tampan itu.
" Mbak"
" Iya Dek"
" Parfum xx nggak?"
" Ada Dek"
__ADS_1
Karyawan toko pun mengeluarkan semua parfum jenis yang diinginkan Alexa. Dengan bermacam aroma. Jadi Alexa tinggal mencari aroma parfum yang disuka sama Kevin.
" Saya ambil yang ini ya mbak"
" Baik Dek"
Karyawan toko itu memasukkan parfum yang dipilih Alexa tadi. Ia mengemas parfum itu ke dalam kotak mini yang sudah diberi pita.
" Ini Dek"
Alexa menerima paper bag kecil itu. Kemudian ia membayar parfum yang sudah ia pilih tadi. Setelah selesai membayar parfumnya. Alexa menemui kedua sahabatnya.
" Udah selesai?" tanya Alisha.
" Udah. Sekarang kita ke Timezone"
" Hore" sorak Aiden.
Alexa menggandeng tangan Aiden. Mereka berempat pun keluar dari toko parfum terkenal itu. Mereka pergi menuju Timezone.
Aiden akan pergi bersenang-senang dengan kakak cantiknya. Sedangkan Kenan pusing mencari keberadaan bocah tampan itu. Ia sudah mengelilingi toko menjual barang-barang untuk kado.
" Kemana gadis itu membawa keponakan gue? Awas nanti kalau ketemu"
Kenan terus mencari di dalam toko. Ia harus segera menemukan keponakannya itu. Kalau tidak? ia bisa di gantung sama kakaknya.
Setelah sepuluh menit berkeliling, tapi keponakannya itu juga ketemu. Ia pun memutuskan untuk menemui manager toko. Ia akan melihat rekaman CCTV di toko itu.
" Permisi mbak"
" Ya tuan, ada yang bisa saya bantu?"
" Tolong panggilkan manajer tokonya"
" Sebentar ya tuan"
Karyawan toko itu memanggil manajernya. Ia tidak tau kenapa lelaki itu ingin bertemu dengan managernya.
Tok.
Tok.
Tok.
" Masuk"
" Permisi Pak, ada orang yang ingin bertemu bapak"
" Siapa?"
" Saya juga nggak tau Pak"
Manager toko itupun keluar untuk menemui Kenan. Manager toko itu kaget saat melihat orang yang ingin bertemu dengannya.
" Tu-tuan Kenan"
" Hallo Pak Kris"
" Kenapa tuan tidak bilang kalau mau datang? kan saya bisa datang menyambut tuan"
" Saya juga mendadak datang ke sini. Karena saya mau mencari kado untuk kekasih saya"
" Apa tuan sudah mendapatkan hadiah yang tuan inginkan?"
" Sudah, tapi keponakan saya hilang. Dan saya mau melihat rekaman CCTV di toko ini"
" Silakan tuan"
Kris membawa Kenan ke ruangannya. Sampai di ruangannya, Kris memberikan laptopnya pada Kenan.
Kenan segera memutar rekaman CCTV beberapa menit yang lalu. Di layar itu tampak jelas keponakannya keluar dengan tiga orang gadis. Salah satu dari gadis itu Kenan kenal. Dan keponakannya terlihat nyaman dengan gadis itu.
" Terima kasih pak Kris "
" Sama-sama tuan"
" Oh iya, tolong bungkus dengan bagus barang yang saya beli tadi, nanti saya ambil. Sekarang saya mau mencari keponakan saya dulu"
" Baik tuan"
Kenan segera keluar dari ruangan Kris. Ia akan mencari keponakannya. Karena sebentar lagi ia harus ke bandara untuk menjemput kekasihnya.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading 😚😚