Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Menangkap tikus 2


__ADS_3

Pagi hari, Axel sudah siap untuk pergi ke kantor. Hari ini ia akan membongkar semua kebusukan manager keuangan. Daddy-nya juga sudah menyiapkan surprise untuk tikus besar itu.


" Udah siap untuk pergi menangkap tikus besar?"


" Sudah dong"


" Ntar kamu telpon aku, ya?"


" Untuk apa?"


" Aku pengen liat wajah tikus kantor itu"


" Nggak usah. Wajah tikusnya nggak pantas untuk dilihat"


" Kamu harus telpon aku nanti. Kalau nggak, aku akan suruh Daddy untuk kirim kamu ke Afrika"


" Oh tidak bisa!. Emang kamu pikir Daddy akan ngikutin saran kamu?"


" Tentu saja Daddy akan turuti keinginan aku. Dan lagi aku ini kakak kamu"


" Iya nanti aku telpon"


" Nah gitu dong, itu baru adik yang baik. Yuk ke bawah, Daddy sama mommy udah nungguin"


Baru aja mau masuk lift, Adel sudah berteriak memanggil nama Alexa.


" Buruan Del"


" Iya Cha. Lo mah main tinggal aja"


" Udah buruan masuk"


" Ayank gue belum masuk"


" Oh iya, gue lupa kalau Farel nginap disini"


Baru aja Axel mau keluar lift, Farel sudah datang.


" Parah Lo, Xel. Main tinggal aja"


" Sorry Rel, gue lupa kalau Lo nginap disini"


" Alasan aja Lo. Bilang aja sengaja"


" Sudah-sudah, cepat masuk" kata Alexa.


Farel segera masuk kedalam lift. Lift pun turun ke bawah.


" Morning Mom, Dad"


" Morning sayang"


" Morning Om, Tante"


" Morning Adele, Farel. Yuk duduk, kita sarapan"


Adele duduk di sebelah Alexa. Sedangkan Farel di sebelah Axel. Seperti biasa, Kiran melayani semuanya. Walaupun ada pelayan di sana. Tapi Kiran selalu yang menyiapkan sarapan untuk keluarganya.


" Makan yang banyak ya Adele, Farel"


" Iya Tante, makasih"


" Sama-sama" ucap Kiran sambil mengelus kepala Adele.


Adele sangat senang dengan kehangatan keluarga sahabatnya. Ia tidak pernah diperlakukan seperti orang lain sama orang tua Alexa.


" Lo hari ini mau kemana Rel?"


" Mau nganterin Adele ke toko kue dulu, habis itu mau ikut papa ke perusahaan daddy Lo "


" Aku berangkat bareng sama Eca aja yank. Jadi kamu bisa langsung ikut papa ke perusahaan"


" Yakin kamu mau nebeng sama Eca?"


" Yakin yank"


" Ya udah, aku berangkat bareng Axel "


Mereka pun mulai menyantap makanan yang sudah ada di hadapan mereka masing-masing.


Selesai sarapan Darren berpamitan dengan istrinya. Begitu juga dengan Axel dan Alexa.


" Mommy, Eca jalan dulu ya"


" Iya sayang, hati-hati di jalan"


" Siap mommy"


" Aku sama Axel juga jalan ya sayang"

__ADS_1


" Iya By, hati-hati di jalan"


" Iya sayang"


Darren mengecup kening sang istri. Setelah itu dia masuk ke dalam mobilnya. Axel dan Farel sudah lebih dulu masuk kedalam mobil.


Kiran melambaikan tangannya saat mobil suaminya melaju meninggalkan mansion. Setelah mobil suaminya menjauh dari pandangannya, barulah ia masuk kedalam mobilnya menuju kantornya.


...***...


Darren sudah berada di parkiran kantor. Axel pamit lebih dulu sama Daddy-nya. Karena ia akan ke ruangan OB dulu.


" Gue ikut Lo ya Xel"


" Lo ikut sama papa Lo aja. Lagian gue mau kerja dulu"


" Kerja?. Bukannya kita mau menangkap tikus besar?"


" Iya, gue ngambil kamera yang ada di ruangan manager keuangan dulu"


" Ya kan nggak harus pakai baju OB juga?"


" Harus lha. Gue kan belum bongkar identitas gue. Jadi gue harus pakai seragam OB dulu"


" Ya udah, gue ikut"


Axel pun tidak bisa menahan sahabatnya. Ia dan Farel pun pergi ke ruangan OB. Axel akan mengganti pakaiannya dulu.


" Axel"


" Fik"


" Ini siapa?"


" Oh lupa, kenalin ini Farel sahabat aku"


" Fikri"


" Farel"


" Farel kerja disini juga?"


" Ah iya, aku baru masuk"


" Pakai seragamnya dulu"


" Iya Fik"


" Kamu mau kerja di bagian mana?"


" Aku di divisi keuangan ya Fik"


" Ok Xel"


" Lo ikut gue aja Rel"


" Siap Xel"


" Ya udah Fik, aku sama Farel jalan dulu ya"


" Iya Xel"


Axel memang sengaja mengambil kerjaan bagian ruangan divisi keuangan. Karena ia akan mengambil kameranya yang ia taruh kemarin.


" Kerjaan gue apa Xel?"


" Lo bantuin gue lap meja. Gue ngepel lantai"


" Ok, siap"


Mereka pun sampai di ruangan manager keuangan. Axel melakukan tugasnya sebagai OB. Seperti biasa, dia membersihkan ruangan itu.


Axel jijik saat melihat sesuatu barang milik perempuan dan juga kond*m berceceran di lantai. Ia mengambil pakaian dan kond*m itu dengan sapu. Kemudian memasukkannya kedalam tong sampah. Ia tidak ingin tangannya tertular penyakit yang ada di pakaian itu.


" Lo kenapa?"


" Nemu sesuatu yang menjijikkan"


" Apa?"


" Tuh Lo liat aja di tong sampah?"


" Oh OMG, orang tua jaman sekarang. Emang nggak tau malu"


" Makanya kita harus cepat bersihin ruangan, biar nggak lama-lama disini"


" Hhmmm"


Axel mengambil kamera yang ia letakkan di vas bunga kemarin. Dengan bukti yang ia miliki, maka manager keuangan tidak akan bisa mengelak lagi.

__ADS_1


" Yuk Rel, cabut"


" Emang udah selesai mengepel lantainya?"


" Udah. Emang Lo nggak liat udah kinclong gini"


" Gimana dengan kameranya?"


" Udah gue amankan"


Axel dan Farel pun keluar dari ruangan itu. Axel akan memberikan bukti itu pada Daddy-nya.


" Tamat sudah nasib tikus besar"


" Dia pikir bisa mencuri uang perusahaan terus. Dia tidak tau uang perusahaan dipakai untuk menghidupi para karyawan. Malah di ambil untuk kepentingan pribadi"


" Lo benar Xel. Sepintar apapun kita menyimpan bangkai, pasti akan ke cium juga"


Kedua cowok tampan itu pun masuk ke dalam lift. Mereka akan pergi ke lantai 30. Di mana ruangan Daddy Axel berada.


Ting.


Pintu lift terbuka. Axel dan Farel keluar dari lift. Mereka berdua langsung menuju ruangan CEO.


" Permisi mbak, Daddy ada di dalam nggak?"


" Ada tuan muda, silakan masuk"


Ya sekretaris Darren tau siapa Axel. Karena dia juga sudah pernah bertemu dengan Axel dan juga Alexa. Jadi Axel tidak perlu menyembunyikan identitasnya.


Tok.


Tok.


Tok.


" Masuk"


" Assalamualaikum"


" Wa'alaikum salam. Kalian sudah datang"


" Hhmmm"


Axel memberikan kamera yang ada di tangannya pada Daddy-nya.


" Semua bukti ada di kamera ini Daddy"


" Good. Rom, telpon polisi dan juga wanita itu"


" Ok Ren"


" Jangan lupa istrinya juga"


" Siap"


Romy segera menghubungi polisi dan dua orang wanita yang berhubungan dengan Darto.


" Gimana?"


" Aman, polisi udah mau jalan"


" Istri sama wanita itu gimana?"


" Istrinya nganterin anaknya ke sekolah dulu. Kalau selingkuhannya lagi ada di lobi bawah"


" Di lobi kantor?"


" Hhmmm"


" Bagus banget. Hubungi resepsionis, suruh Darto keruangan saya"


" Ok Ren"


Tanpa menunggu lama Romy segera menghubungi resepsionis.


" Hallo Pak"


" Tolong suruh Darto keruangan CEO"


" Siap Pak"


" Oh iya, jangan lupa wanita yang bersama Darto juga suruh ke ruangan CEO"


" Baik Pak"


Romy mematikan sambungan teleponnya. Tak lama lagi mereka semua akan menyaksikan drama yang paling seru.


To be continue.

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2