Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Ujian pertama


__ADS_3

Ujian pertama sudah selesai. Murid-murid pun diberikan waktu untuk istirahat, sebelum ujian ke dua di mulai. Alexa dan para sahabatnya memutuskan untuk pergi ke kantin sekolah.


Sesampainya di kantin. Lima sekawan itu mencari kursi yang kosong. Setelah dapatkan tempat duduk, mereka berlima pun memesan makanan.


Alexa mengambil ponselnya. Gadis cantik itu tersenyum melihat ada nama si pengirim pesan yang masuk. Ia pun segera membaca pesan masuknya.


" Lo kenapa, Cha?"


" Nggak kenapa-kenapa, Del"


" Terus kenapa senyam-senyum begitu?"


" Lo kayak nggak tau aja. Yang bisa bikin sahabat kita setengah gila kek gitu ya ucinnya. Siapa lagi, coba" kata Alisha.


" Benar juga, sekarang dia kan sudah jadi bucin akut"


Alexa tidak menghiraukan ucapan kedua sahabatnya itu. Ia sibuk berbalas pesan dengan sang kekasih.


" Benar juga. Ah?, nyesal banget gue udah nanya tadi"


" Bentar lagi saudara Lo masuk RSJ" kata Farel.


" Sepertinya begitu. Karena dia udah mulai senyum-senyum sendiri"


Tak berselang lama pesanan mereka pun datang. Lima sekawan itu mulai menyantap makanan yang mereka pesan tadi.


" Eca, makan dulu?" kata Axel.


" Hhhmm"


" Ya udah simpan dulu ponselnya"


" Iya adek ku yang tampan"


Alexa menyimpan ponselnya. Tapi sebelum itu dia menyantap makanannya, ia mengatakan pada kekasihnya kalau dia akan makan siang dulu. Jadi dia harus menyudahi pembicaraan di chat.


...***...


Beni geleng-geleng kepala melihat tingkah laku tuannya. Ternyata benar apa kata orang, cinta itu membuat gila. Dan itulah yang dialami tuannya sekarang.


" Tuan!"


" Hhmmm"


" Itu tehnya udah melimpah"


Kenan melihat cangkirnya. " Kenapa kamu nggak bilang dari tadi?!"


" Saya sudah bilang dari tadi. Tapi tuan masih sibuk sama ponselnya"


" Kamu ngomongnya bisik-bisik, mana saya denger"


Beni menghela nafasnya. Padahal dia sudah memanggil tuannya dengan suara cukup keras. Tapi emang dasarnya ia selalu salah.


Apakah ini efek jatuh cinta.


" Ben!"


" I..iya tuan"


" Kamu jangan melamun kek gitu. Ntar ke sambet"


Yang kesambet itu anda tuan, bukan saya. Kan yang dari tadi senyum-senyum sendiri.


" Saya nggak melamun tuan"

__ADS_1


" Terus"


" Saya sedang memikirkan sesuatu"


" Memikirkan apa?"


" Apa orang yang sedang pacaran itu bisa gila mendadak?"


Kenan menatap tajam asistennya. " Apa orang yang kamu maksud itu, saya?"


" Ti..tidak tuan!. Saya hanya bertanya sama tuan. Soalnya tadi saya melihat ada orang yang senyum-senyum ketika melihat ponselnya. Tak lama setelah itu dia tertawa"


Plak.


Sendok makan pun mendarat sempurna di kepala Beni.


" Berani sekali kamu mengatakan saya gila!. Dasar asisten nggak ada ukhluk. Saya kirim juga kamu ke Alaska sana"


" Ngapain tuan saya di sana?"


" Nangkap king Crab"


" Jangan tuan!. Mending saya disuruh tangkap kepiting Soka aja"


" Kamu pikir di pasar bisa di tawar!"


" Mending tuan beri saya pekerjaan yang banyak saja. Daripada saya di kirim ke Alaska"


" Baiklah, berhubung saya lagi senang pagi ini?, saya tidak jadi mengirim kamu ke Alaska"


" Benarkah tuan?"


" Hhmmm"


" Makasih tuan. Tuan memang baik"


" Kemarin masih di dalam goa tuan. Jadi belum tau apa-apa"


" Kapan nih kliennya mau datang?"


" Mungkin sebentar lagi tuan. Lagian kan belum jamnya"


Beni tau kalau tuannya paling tidak suka menunggu. Kalau klien itu tidak penting, mungkin tuannya sudah meninggal restoran terkenal di negera P itu.


" Tuan, apa nona Alexa tau kalau klien anda pagi ini seorang wanita?"


" Sudah"


" Apa nona muda tidak marah?"


" Tidak. Dia kan tau kalau saya itu sudah cinta mati sama dia, jadi mana mungkin dia marah"


" Syukurlah tuan. Takutnya sepulang dari sini tuan diputuskan sama nona muda"


Plak..


Buku menu pun mendarat di kepala Beni. Sekali lagi asisten itu mendapatkan ganjaran akibat ulahnya sendiri.


" Lama-lama saya bisa geger otak tuan"


" Makanya kalau ngomong itu yang bener"


" Iya tuan"


Saat kedua lelaki tampan itu sedang gelud. Tiba-tiba datang dua orang wanita bule mendekati meja mereka.

__ADS_1


" Selamat pagi tuan Kenan" sapa salah satu wanita bule itu.


Kenan menoleh kearah suara. Ia melihat wanita cantik berkulit putih dengan mata berwarna biru. Tapi tentu saja lebih cantik kekasihnya. Wanita bule ini tidak ada apa-apanya di bandingkan sang kekasih.


" Selamat pagi nona Katty"


" Sorry sudah membuat anda menunggu"


" Tidak nona, saya juga baru datang. Mari silakan duduk"


Wanita bule yang bernama Katty itu duduk di seberang Kenan. Jadi posisi mereka sekarang berhadap-hadapan.


" Perkenalkan ini sekretaris saya, namanya Margaret. Dia yang akan membantu saya nanti untuk mengurus semua urusan proyek ini"


" Salam kenal tuan Kenan"


Kenan hanya menganggukkan kepalanya. Katty tersenyum melihat sikap dingin Kenan. Jadi apa yang dibicarakan orang-orang tentang lelaki itu benar adanya.


Semoga aku kuat berhadapan dengan lelaki dingin ini.


" Bisa kita mulai meeting nya nona Katty?"


" Baik tuan"


Kenan dan Katty pun memulai meeting mereka. Dua pemimpin perusahaan itu akan membahas keuntungan apa saja yang akan mereka dapat.


Katty dan sekretarisnya menyimak apa yang di sampaikan oleh Kenan. Karena kalau salah dengar, bisa-bisa perusahaanya akan mengalami kerugian.


Sekarang ini banyak modus yang terselubung yang di masukkan kedalam kerja sama. Walaupun perusahaan Kenan tidak akan mungkin melakukan itu. Tapi dia tetap harus waspada.


" Bagaimana nona Katty?. Apa ada yang ingin anda tambahkan?"


" Bagus. Tapi apa tidak sebaiknya kita memakai dua jalur di jalan yang ini?" tunjuk Katty ke denah yang ada di atas meja itu.


" Boleh. Kalau anda memang menginginkan dua jalur di sana. Jadi kita akan memakai jalur darat dan juga laut"


" Jadi pengunjung di perjalanan pengunjung bisa menikmati keindahan laut "


Kenan mengangguk tanda setuju. Menurutnya wanita yang ada didepannya ini cukup pintar. Karena biasanya rekan kerjanya akan langsung setuju dengan isi dokumennya.


Kenan memang sengaja meminta Beni untuk mengosongkan jalur laut. Karena ia ingin melihat bagaimana kliennya bisa menangkap peluang bisnis yang lain.


" Jadi kita akan mendapatkan dua keuntungan di sini?"


" Anda benar nona. Jadi untung yang akan kita dapat juga bertambah"


" Saya rasa anda sengaja mengosongkan jalan laut?"


" Anda benar nona. Karena saya ingin melihat, apa anda bisa melihat peluang bisnis yang lebih besar lagi dari yang saya tulis. Dan ternyata anda bisa melihat peluang itu"


Katty tersenyum. " Bukankah semua pengusaha itu ingin untung?. Kalau pun ada yang menguntungkan lebih kenapa tidak?"


" Ya begitulah seharusnya pengusaha sejati. Bisa melihat untung yang besar. Kalau anda setuju dengan ide saya, silakan tanda tangan dokumen ini"


" Tentu saja saya setuju"


Katty langsung membubuhkan tanda tangannya. Siapa yang akan menolak keuntungan besar itu.


Setelah Katty membubuhkan tanda tangannya. Sekarang giliran Kenan yang menandatangani kontrak kerjasama itu. Dan dua perusahaan itu pun resmi berkerja sama.


To be continue.


Maaf reader semuanya, beberapa hari ini Feby nggak up. Keadaan Feby belum fit. Ini saja baru bisa melihat hp lama. Biasanya baru 5 menit Feby udah pusing. Feby minta doanya dari kalian semua, semoga Feby cepat fit kembali. Dan bisa up teratur lagi.


Feby ucapkan Gomawo untuk kalian masih mau menunggu kelanjutan cerita twins. Sayang kalian banyak-banyak 😘😘

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2