Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Kekuasaan yang sesungguhnya 2


__ADS_3

Murid-murid kelas sepuluh, keluar dari kelas mereka kala melihat Alexa berjalan melewati kelas mereka. Tak berselang lama terdengar bisik-bisik para murid itu.


" Coba lihat Alexa berjalan dengan santainya"


" Iya, padahal nasibnya sekarang sedang di ujung tanduk"


" Kalau gue jadi dia, pasti gue tidak akan menyinggung Diva"


" Lo bener. Sekarang Alexa sudah tidak tertolong lagi"


Alexa tersenyum mendengar ucapan murid-murid itu. Justru karena dia berada di jalan yang bener makannya ia terlihat santai. Dan untuk masalah menyinggung, ia tak akan menyinggung kalau tidak orang itu duluan yang menyinggungnya.


" Kamu jangan takut, ada ibuk disini" kata Buk Sonya wali kelas Alexa.


" Saya nggak takut Buk, karena saya tidak bersalah"


Sonya tersenyum mendengar jawaban Alexa. Ia tau gadis cantik itu bukan tipe gadis yang suka mencari keributan. Dan ia yakin pasti Diva yang memulai duluan.


Alexa dan wali kelasnya sampai di depan pintu ruangan kepala sekolah.


" Kamu siap masuk kedalam?"


" Siap Buk"


Tok.


Tok.


Tok.


" Masuk!"


Sonya membawa Alexa masuk kedalam ruangan kepala sekolah. Mama Diva yang melihat Alexa masuk langsung menghampirinya.


" Jadi kamu yang memukul putri saya?!"


" Tenang nyonya, jangan main hakim sendiri" kata Sonya sambil menahan tangan mama Diva yang mau memukul Alexa.


Pantes putrinya seperti itu. Ternyata sifat itu dia dapat dari mamanya sendiri.


" Tenang kau bilang?! apa kau tidak lihat wajah putriku, huh!"


" Kita bicarakan baik-baik nyonya. Dan lagi ini belum tentu sepenuhnya salah Alexa"


" Kau hanya seorang guru, jadi jangan pernah ikut campur dalam masalah ini"


" Tenang nyonya. Mari kita duduk dulu"


Sonya membawa Alexa duduk di sofa yang ada di sana.


" Alexa" panggil kepala sekolah.


" Ya Pak"


" Kamu tau kenapa bapak panggil kesini?"


" Tau Pak"


" Bisa kamu jelaskan kenapa kamu memukul Diva"


" Diva yang mulai duluan Pak"


" Sembarangan aja Lo kalau ngomong. Gue nggak ada ngapain-ngapain Lo langsung mukul gue"


" Lo pikir gue gila? menyerang orang tanpa sebab"


" Emang Lo gila. Bukan hanya gila tapi juga murahan, suka gonta-ganti pasangan" kata Diva.


" Jaga ucapan Lo, kalau tidak gue akan melakukan lebih dari yang kemarin"

__ADS_1


" Bapak lihatkan. Bahkan dia terang-terangan mau memukul saya"


" Itu karena kamu yang memulainya Diva" kata Sonya.


" Ibuk ada urusan apa disini? apa ibuk datang untuk membela murid yang tidak tau diri ini?!" tanya mama Diva.


" Sudah pasti saya disini, karena saya wali kelas Alexa dan Diva"


" Udah ibuk balik ke kelas aja. Karena ini tidak ada urusannya dengan ibuk "


" Maaf nyonya, saya akan tetap disini"


" Pak Trisno, anda sebagai kepala sekolah tidak bisa mendisiplinkan guru?" tanya Aditama.


" Maaf tuan. Sonya, tolong keluar dari ruangan ini" titah pak Trisno.


" Maaf Pak, saya tidak bisa"


" Apa anda tidak ingin mengajar di SMA Tunas Bangsa lagi Buk Sonya?" kata Aditama.


" Apa maksud anda tuan?"


" Kalau anda masih ingin belajar disini? segera keluar dari ruangan ini?!"


" Anda mengancam saya tuan?!"


" Saya tidak mengancam, tapi saya hanya memperingatkan"


" Anda pikir saya takut! jangan mentang-mentang anda orang kaya, jadi anda bisa seenaknya mengancam orang"


" Papa kenapa malah meladeni ibuk Sonya? cepat beri pelajaran pada Alexa!" kata Diva.


Aditama menatap Alexa dengan tajam. Tapi gadis cantik itu tetap tenang. Karena tatapan matanya lebih menakutkan dari papa Diva itu.


" Kamu tau siapa saya?" tanya Aditama.


" Tau, papanya Diva"


" Tidak! dan saya juga tidak ingin tau"


Sonya menutup mulutnya, supaya tawanya tidak lepas. Muridnya yang satu itu memang pintar membuat orang emosi.


" Karena kamu sudah menyakiti putri saya, maka kamu akan terima akibatnya. Pak Trisno, saya ingin gadis ini dikeluarkan dari sekolah ini"


" Apa hak anda mengeluarkan saya dari sekolah ini?" tanya Diva.


" Kamu bertanya hak saya? tentu saja saya punya hak. Karena saya salah satu donatur tetap di sekolah ini. Jadi saya berhak untuk mengeluarkan kamu dari sekolah ini. Tapi saya tidak akan mengeluarkan kamu dari sekolah, kecuali kalau kamu mau berlutut di depan putri saya"


" Maaf saya tidak akan pernah berlutut di depan putri anda "


Plak.


Sonya kaget karena tiba-tiba mama Diva menampar Alexa. Gerakan tangannya sangat cepat hingga dirinya tidak bisa melihatnya.


" Bagaimana sakit kan?"


Alexa tersenyum. " Tidak, tamparan anda tidak ada apa-apanya. Tapi satu hal yang saya tau, sifat Diva yang seperti itu ternyata dia dapat dari anda"


" Beraninya kau anak kecil!"


Tangan mama Diva menggantung di udara, karena Alexa berhasil menangkap tangan mama Diva.


" Cukup satu kali saya membiarkan anda menampar saya. Karena kalau sampai anda melakukan itu lagi, jangan salahkan saya kalau saya berbuat kasar pada anda"


Mama Diva merinding kala melihat bola mata Alexa berubah warna. Bola mata itu sungguh menakutkan.


" Anda lihat sendiri kan pak Trisno. Gadis ini sangat berbahaya. Cepat suruh orang tuanya kesini?"


" Apa orang tua kamu ada di rumah Alexa?"

__ADS_1


" Tidak Pak. Daddy dan mommy lagi bekerja"


" Anak miskin sok-sokan manggil Mommy, daddy. Emang orang tua Lo kerja apa? pasti mulung kan?"


" Kerjaan orang tua gue lebih berkelas dari pada orang tua Lo!"


" Cepetan suruh orang tua kamu datang kesini. Karena anaknya tidak mau berlutut, maka orang tuanya saja suruh berlutut" kata Mama Diva.


" Apa anda tidak terlalu kejam nyonya?" kata Sonya.


" Saya sudah bilang, anda jangan ikut campur"


" Nggak apa-apa Buk. Orang tua saya tidak akan pernah berlutut di depan siapapun"


Alexa segera mengambil ponselnya dan menghubungi nomor Opanya. Tak berselang lama telpon pun tersambung.


" Hallo, Assalamualaikum Opa"


" Wa'alaikum salam sayang"


" Opa sama Grandpa bisa datang ke sekolah Eca nggak?"


" Ada apa Eca meminta Opa sama Grandpa datang ke sana? apa ada permainan seru?"


" Opa bener sekali. Dan Eca ingin sekali membungkam mulut orang ini"


" Ok sayang, Opa sama Grandpa akan ke sana"


" Baiklah, Eca tunggu ya Opa "


" Iya sayang"


Panggilan pun berakhir.


" Yang kami minta datang itu orang tua kamu, bukan Opa kamu?!"


" Tenang saya akan kabulkan permintaan anda. Dan anggap saja saya mengabulkan permintaan terakhir anda"


Alexa segera menghubungi nomor Daddy-nya. Dan lagi tidak butuh waktu lama telpon itupun tersambung.


" Assalamualaikum Daddy"


" Wa'alaikum salam. Tumben Eca telpon Daddy"


" Eca mau ngajak Daddy main game"


" Game?"


" Sepertinya menarik?"


" Tentu saja. Apa Daddy sedang bersama mommy?"


" Iya sayang. Kebetulan tadi mommy ada kerjaan didekat kantor Daddy"


" Sempurna! Daddy ajak mommy sekalian ya"


" Ok sayang. Dalam waktu lima menit Daddy sama mommy nyampe di sana"


" Ok Daddy, Eca tunggu"


Panggilan pun berakhir. Alexa menyimpan kembali ponselnya kedalam saku roknya.


" Orang tua saya sebentar lagi akan sampai Pak" kata Alexa.


" Baiklah, kita akan tunggu mereka datang"


Sonya khawatir dengan muridnya yang satu itu. Apa dia memang memiliki orang tua yang sangat hebat?.


To be continue.

__ADS_1


Happy Reading 😚😚


__ADS_2