Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Kakak yang menjengkelkan


__ADS_3

Kenan membantu kekasihnya untuk membereskan pekerjaannya. Besok para karyawan di toko dan cafe kekasihnya akan menerima gaji pertama mereka.


" Kenapa nggak di transfer ke rekening mereka aja, sayang?"


" Pengennya sih gitu Oppa. Tapi banyak diantara mereka yang nggak memiliki rekening"


" Buatkan saja sayang. Lagian nggak lama juga kok buat rekeningnya"


" Aku bicarakan sama Adele dan juga Alisha dulu. Yang punya toko ne kan bukan cuma aku"


" Tapi aku rasa Adele sama Alisha pasti setuju dengan ide aku ini"


" Mudah-mudahan deh Oppa mereka setuju"


" Pasti mereka setuju. Ini kan demi kebaikan karyawan juga. Dan juga kamu nggak capek masukkan uangnya kedalam amplop"


" Iya Oppa"


Alexa beruntung memiliki kekasih seperti Kenan. Walaupun umur mereka terpaut cukup jauh. Kekasihnya itu bisa jadi pacar yang romantis dan juga sahabat tempat dia curhat. Benar paket komplit kekasihnya itu.


Tok.


Tok.


Tok.


" Masuk!"


" Daddy mertua?" sapa Kenan saat melihat sosok yang berdiri di depan pintu. Ia segera menghampiri sang calon mertua.


Alexa sontak melihat kearah pintu. Ia pun segera menghampiri Daddy-nya.


" Tumben Daddy kesini?"


" Iya. Daddy mau nganterin pesanan Eca"


" Pesanan apa?. Perasaan, Eca nggak ada pesan apa-apa. Apa Oppa ada pesan sesuatu?"


" Nggak sayang"


" Pesanan bakso kamu" kata seseorang yang baru datang dengan membawa kantong plastik ditangannya.


" Wih, baik sekali adek ku ini. BTW ini apa?"


" Bakso. Kan kamu bilang kalau aku menang tender, minta beliin bakso"


" Emang kamu menang?"


" Hhmmm"


" Kamu nggak sogok orang yang punya tendernya, kan?"


" Sembarangan kalau ngomong. Aku menang murni ide ku. Bukan karena sogokan ataupun karena nama Daddy"


Alexa tersenyum mendengar jawaban adiknya. Ia yakin adiknya itu mampu dan juga bisa memenangkan tender tanpa nama besar sang Daddy. Tadi itu ia cuma bercanda.


" Selamat ya adikku yang tampan. Akhirnya kamu bisa juga mengharumkan nama keluarga "


" Makasih kakakku yang cantik dan pemalas bangun pagi"


" Kok pemalas?. Sekarang aku itu nggak pernah telat bangun pagi"

__ADS_1


" Perasaan kamu telat mulu bangunnya"


" Berarti mata kamu sudah rabun. Mending uang tendernya kamu pake untuk periksa mata"


" Sudah-sudah, sekarang kita makan bakso dulu. Ntar keburu baksonya dingin"


" Siap Daddy. Oh iya, bakso untuk adik-adik di panti sama di rumah singgah?"


" Udah aku bagiin. Untuk karyawan kamu juga udah aku bagiin"


" Makasih adikku yang tampan, baik hati dan juga tidak sombong. Semoga rezekinya ngalir terus seperti air"


" Makasih kakakku"


" Kok nggak ada cantiknya. Aku kan pake tampan tadi mujinya?"


" Karena kamu nggak cantik "


" Pacar aku cantik. Makanya aku cinta sama dia" kata Kenan.


" Tuh dengerin apa yang dikatakan pacar aku"


" Iya deh cantik. Sekarang kita makan bakso dulu"


Alexa mengambil beberapa mangkok, sendok dan juga gelas. Ia menuangkan satu persatu bakso itu ke dalam mangkok. Setelah itu dia memberikan pada Daddy, kekasih dan juga adiknya.


" Selamat menikmati"


" Terima kasih sayang"


Mereka semua mulai menyantap bakso yang ada di mangkok mereka masing-masing. Mereka makan dengan sangat hikmat. Tanpa ada yang bersuara sedikit pun.


" Kamu kok nggak ngajak Alisha sama Adele kesini?"


" Kalau hasil penjualan cafe sama toko kuenya banyak, jangan lupa ngadain syukuran. Karena dari rezeki kita, ada haknya orang lain"


" Siap Daddy. Alhamdulillah omset toko kue sama cafenya lumayan banyak. Insya Allah, Eca akan ngadain syukurannya lusa"


" Lebih cepat lebih bagus"


Kenan semakin mengagumi keluarga calon mertuanya. Pantas saja harta mereka tidak pernah habis-habisnya. Sebab calon mertuanya itu rajin bersedekah.


" Aku akan bantu kamu untuk menyiapkan acaranya. Dan aku juga mau bersedekah sedikit untuk anak-anak yatim dan juga kaum duafa"


" Serius Oppa?"


" Iya sayang"


" Makasih Oppa"


" Sama-sama sayang"


Alexa memang akan mengundang kaum fakir miskin dan juga kaum duafa. Karena acara nanti memang khusus untuk mereka. Ia berharap akan banyak orang yang akan membantu mereka.


...***...


Adele, Alisha dan juga karyawan lain juga sedang menikmati bakso yang dibelikan Axel. Mereka semua sangat senang karena mendapatkan bakso gratis.


" Ternyata bos Alexa putri dari tuan Darren"


" Iya. Aku juga baru tau. Tapi salut sama bos Alexa. Sudah kaya, tapi masih saja mau bekerja"

__ADS_1


" Kamu benar. Padahal harta orang tuanya tidak akan habis tujuh turunan dan tujuh tanjakan"


" Kita sebagai orang kecil, seharusnya belajar dari bos Alexa. Walaupun dia kaya, tapi dia tidak mau hanya mengandalkan harta orang tuanya saja"


" Bener banget. Dan lagi, nona Alexa itu orangnya tidak sombong"


" Keluarga besarnya memang terkenal dengan kedermawanannya "


Wajar saja para karyawan itu tidak tau siapa Alexa. Karena wajah mereka hanya muncul di majalah bisnis. Dan majalah itu hanya bisa dilihat oleh orang kalangan atas saja.


" Lo nggak ngasih selamat sama pacar Lo Sha?"


" Udah tadi di telpon, Del"


" Gue nggak nyangka kalau Axel akan memenangkan tender. Soalnya lawannya petinggi perusahaan"


" Kamu benar, Del. Itu hasil dari kerja kerasnya"


Alisha tau bagaimana sibuknya sang kekasih untuk menyiapkan proposal untuk tender besar itu. Bahkan Ia ikut menemani sang kekasih begadang.


" Oh iya, kenapa Lo nggak ikut Axel makan bakso bareng?"


" Nggak apa-apa. Ini waktu dia berkumpul bersama keluarganya. Jadi aku nggak mau ganggu"


" Cie pengertian banget sih?"


" Harus dong Del. Kita harus selalu mendukung pasangan kita"


" Iya kamu benar. Berarti gue harus dukung keinginan Farel untuk membuka kelas bela diri "


" Emang Farel mau membuka kelas bela diri?"


" Iya, semalam dia kasih tau sama gue"


" Bagus dong Del"


" Bagus sih bagus. Tapi gue nggak yakin sama dia"


" Kenapa?"


" Karena melihat gaya dia ngomong sama gue. Kayak nggak serius gitu"


" Lo nggak boleh Suudzon kek gitu. Lagian Lo mengenal Farel bukan satu atau dua hari. Lo itu mengenal dia sudah dari kecil. Gue rasa Lo udah tau luar dalamnya dia"


" Lo bener. Gue akan coba untuk percaya sama dia"


" Bukan hanya sekedar percaya aja. Tapi Lo juga harus support dia. Karena support dari Lo bisa membuat dia tambah semangat".


" Iya Sha, kali ini gue akan mendukung apapun pilihan dia"


" Nah gitu baru bener. Karena cinta itu harus melengkapi satu sama lain"


Benar apa kata sahabatnya. Ia harus selalu mendukung kekasihnya. Selagi itu dalam hal yang positif. Sepulang dari sini, ia akan bicara dengan kekasihnya. Ia akan meminta maaf pada kekasihnya karena seharian ini dia telah mengabaikan sang kekasih.


Sayang maafkan aku karena sudah mengabaikan kamu seharian ini. Aku memang egois. Kamu jangan marah ya sama aku.


" Makasih ya Sha. Karena Lo udah menyadarkan gue yang bodoh ini?"


" Sama-sama Del. Itulah gunanya sahabat, tempat kita berbagi"


Adele memeluk sahabatnya itu. Ia sangat beruntung memiliki sahabat seperti Alexa dan juga Alisha. Ya seperti inilah rasanya memiliki sahabat yang tulus.

__ADS_1


To be continue.


Happy reading 😚😚


__ADS_2