
Waktu cepat berlalu, hari pernikahan Rania dan Nando sudah semakin dekat. Semua persiapan pernikahan, satu persatu sudah mulai rampung.
Rania juga sudah mulai dipingit. Ia dan Nando sudah tidak boleh bertemu lagi. Bahkan mereka juga tidak boleh berkomunikasi dengan ponsel.
Siang ini. Sekarang Rania sedang edalam perjalanan menuju salon langganan keluarga besar Kiran. Ia akan melakukan serangkaian perawatan tubuh.
Kedatangan Rania langsung di sambut oleh pemilik salon. Ya tadi Kiran sudah menelpon pemilik salon, dan meminta sang pemilik untuk melakukan perawatan untuk calon adik iparnya itu.
" Selamat datang nona Rania"
" Terima kasih"
" Mari saya bawa langsung ke ruang VVIP"
Rania mengikuti pemilik salon ke ruangan VVIP. Sedangkan para bodyguard berjaga di luar salon. Ya Nando meminta beberapa bodyguard untuk mengawal calon istrinya.
" Silakan masuk nona"
Rania sangat takjub melihat dekorasi ruangan itu. Mungkin inilah perbedaan ruangan VVIP dengan ruangan biasa. Di ruangan itu benar-benar sangat nyaman.
Pihak salon juga menyediakan buah dan juga beberapa kue untuk camilan. Itu juga salah satu kelebihan ruangan VVIP yang ada di salon itu.
Salah satu karyawan memberikan pakaian khusus pada Rania. Rania pun menukar pakaiannya. Karena sebentar lagi ia akan dipijat.
Salah satu karyawan menyalakan lilin aromaterapi. Aroma lilin itu berguna untuk merilekskan pikiran. Apalagi aromanya juga harum.
" Silakan berbaring nona"
Rania berbaring di atas kasur empuk. Karyawan wanita itupun mulai melakukan tugasnya. Tangan itu memijat dengan sangat lembut.
" Enak banget pijatannya mbak" puji Rania.
" Terima kasih. Syukurlah kalau nona senang dengan pijatan tangan saya"
" Senang kok mbak. Pengin tidur saya saking enaknya"
" Kalau nona pengin tidur, tidur aja. Ntar saya bangunkan"
" Emang boleh mbak?"
" Tentu nona"
Rania pun memejamkan matanya. Karena ia memang sudah dari tadi menahan rasa kantuk. Tak berselang lama ia pun tertidur.
Beberapa menit kemudian, karyawan itu sudah selesai memijat Rania. Tapi dia tidak berani membangunkan Rania. Ia membereskan peralatan yang di gunakan untuk memijat tadi.
Setelah selesai membereskan semua peralatan yang di pakai untuk memijat. Karyawan wanita itu duduk di kursi kecil yang ada di sana. Ia dengan setia menunggu Rania bangun.
Mmmmm..
Rania membuka matanya karena ia tidak merasakan pijatan lagi. Ia melihat karyawan salon tersenyum padanya.
" Kenapa nggak bangunin saya, mbak?"
" Karena saya melihat tidur anda sangat nyaman sekali. Jadi saya tidak tega untuk membangunkan nona"
" Maaf ya mbak"
" Nggak apa-apa nona. Apa nona siap melakukan perawatan berikutnya?"
" Sudah mbak"
__ADS_1
Karyawan itu pun mengambil lulur. Kemudian mulai mengaplikasikannya di tubuh Rania. Tak lupa ia memberikan pijatannya.
" Ini lulur terbaik dari salon kami nona" kata sang pemilik salon.
" Benarkah?"
" Iya. Lulur ini juga dipakai sama keluarga besar Wiguna"
" Wiguna?"
" Iya. Eyang Kakung nya nyonya Kiran. Nona sangat beruntung bisa masuk kedalam keluarga besar nyonya Kiran"
" Benar mbak. Mereka semua orang baik"
" Anda betul sekali nona"
Ya Rania memang bersyukur, karena di terima dengan sangat baik sama keluarga calon kakak iparnya itu. Bahkan kakak iparnya mau menjemput dirinya ke kota M.
Seluruh tubuh Rania sekarang sudah di lulur. Sekarang tinggal membersihkan lulur yang menempel di seluruh tubuhnya.
" Silakan bersihkan dulu tubuh anda nona"
" Baik"
Rania masuk kedalam kamar mandi yang ada di sana. Ia ingin melihat perbedaan kulitnya sesudah dan sebelum memakai lulur.
Di bawah guyuran air shower, Rania membersihkan sisa lulur yang melekat di tubuhnya. Wanita cantik itu merasa kulitnya bertambah halus dan juga mulus.
Setelah selesai membersihkan diri. Rania pun menyudahi acara mandinya. Ia keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk.
" Bagaimana nona?"
" Tubuh saya menjadi lebih rileks"
" Silakan nikmati hidangan yang sudah kami siapkan untuk anda, nona"
" Terima kasih mbak"
" Iya. Silakan"
Rania pun mencicipi buah dan juga kue yang sudah di sediakan oleh sang pemilik salon.
" Jadi kapan hari pernikahan anda nona?"
" Lusa mbak. Datang ya"
" Kalau tidak ada halangan, saya pasti datang nona. Karena saya tidak pernah melewatkan setiap acara yang di adakan oleh keluarga besar nona Kiran. Pernikahan nona pasti sangat meriah?"
" Nggak tau juga sih mbak. Soalnya kakak ipar saya yang mengurus semuanya"
" Banyak diluar sana orang yang ingin menjadi bagian keluarga besar nona Kiran. Bahkan mereka juga rela melakukan apapun untuk masuk kedalam keluarga besar itu. Tapi hanya anda yang terpilih"
" Saya juga tidak menyangka mbak, kalau Nando akan memilih saya jadi istrinya"
" Mungkin dimatanya anda terlihat sangat cantik dan juga baik"
" Nggak tau juga sih mbak"
" Semoga acara pernikahan anda berjalan dengan lancar ya nona"
" Aamiin, makasih ya mbak"
__ADS_1
Setelah selesai mengobrol dengan pemilik salon. Rania pun pamit undur diri, karena hari sudah mulai siang.
***
Berbeda dengan Rania yang sangat menikmati masa pingitan nya. Nando sangat tersiksa, karena tidak bisa bertemu dan juga menghubungi calon istrinya karena mereka sama-sama dipingit.
Banyangkan saja, ia tidak bisa konsentrasi mendengarkan karyawannya menyampaikan presentasi mereka.
" Lo kenapa sih?" tanya Ikbal saat melihat sahabatnya tidak fokus dengan meeting.
" Gue kangen sama calon bini gue"
" Sabar, ntar lagi kalian berdua juga bisa bertemu"
" Gue tersiksa banget Bal. Kenapa sih harus ada pingitan segala"
" Ya itu udah tradisi. Jadi nikmatin aja"
" Gimana mau menikmati. Yang ada makin tersiksa gue"
" Ya, tapi Lo nggak boleh gitu. Lo sekarang lagi di ruang meeting"
" Ya udah, Lo aja yang lanjutkan. Gue nggak bisa konsentrasi "
" Ya udah gue lanjutin. Lo duduk aja"
" Hhmm"
Ikbal pun melanjutkan kembali acara meetingnya. Ia akan menggantikan sahabatnya untuk mendengarkan semua presentasi semua divisi.
Nando melihat foto calon istrinya yang ada di layar ponselnya. Wanita cantik dan juga kuat yang sudah berhasil mencuri hatinya.
Mungkin benar apa yang dikatakan Dilan, kalau rindu itu berat. Karena sekarang ini ia bisa merasakan betapa beratnya menahan rindu itu.
Para karyawan itu bingung melihat CEO mereka hanya sibuk memainkan ponselnya. Jadi siapa yang akan menilai presentasi mereka.
" Tetap fokus semuanya. Karena presentasi kalian akan menentukan semuanya. Dan yang akan menilainya layak dan tidak layaknya proposal yang kalian presentasi adalah saya"
Mendengar ucapan Ikbal, semua karyawan kembali fokus pada meeting. Mereka berharap proposal mereka akan di setujui oleh CEO.
Dua jam kemudian meeting pun selesai. Dengan hasil meeting di menangkan oleh divisi pemasaran. Para karyawan satu persatu mulai meninggalkan ruangan meeting.
" Lo masih mau disini?"
" Udah selesai "
" Udah. Dan hasilnya ada disini" kata Ikbal sambil memperlihatkan dokumen meeting tadi.
" Ya udah, yuk keluar"
Setelah hasil meeting di ketahui. Nando dan Ikbal pun meninggalkan ruangan meeting.
" Mau makan siang dimana?" tanya Ikbal.
" Di restoran di seberang kantor aja"
" Ok"
Kedua lelaki tampan itu pun masuk kedalam lift. Mereka akan makan siang di restoran yang ada di seberang kantor.
To be continue.
__ADS_1
Happy reading 😚😚