
Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Sahabat Kiran pamit undur diri, begitu juga dengan Kenan.
" Mom, Eca anterin Oppa ke parkiran dulu, ya?"
" Iya sayang"
Kenan menggandeng tangan kekasihnya. Mereka berdua berjalan melewati kebun bunga mawar milik mommy-nya Alexa.
" Mommy suka bunga mawar ya Sayang?"
" Iya Oppa"
"Semua bunga ini mommy yang tanam, atau tukang kebun yang nanam?"
" Mommy, Semua bunga mawar ini mommy yang tanam sendiri. Tanpa dibantu sama tukang kebun"
" Wah hebat ya mommy. Bisa nanam bunga sebanyak ini. Dan bunga mawar nya juga cantik-cantik lagi"
" Bukan bunga mawar aja Oppa, bunga anggrek juga ada"
" Dua jenis bunga aja yang ditanam sama mommy?"
" Banyak, cuma yang paling favorit bunga mawar sama anggrek"
" Kalau sayang suka nanam bunga nggak?"
" Suka Oppa"
" Oh iya?. Bunga apa yang sudah sayang tanam?"
" Bunga krisan. Tuh yang ada di ujung sana"
" Bagus juga ya bunganya?"
" Bagus dong Oppa. Wanginya juga lembut"
" Benarkah?"
" Hhhhmm"
" Di mansion kita nanti, sayang mau nanam bunga apa?"
" Belum tau sih. Tapi salah satu bunga yang mau aku tanam, ya bunga mawar merah "
" Sayang suka bunga mawar ya?"
" Suka. Selain wanginya, bunga mawar ini juga sangat mahal"
" Mahal?"
" Iya, coba aja lihat. Tangkainya itu dikelilingi sama duri yang sangat tajam"
" Aku kira harganya yang mahal. Taunya karena durinya"
" Justru karena durinya dia terlihat mahal dan berkelas, dari bunga lainnya"
" Kamu bener sayang. Dengan begitu, bunga mawar tidak bisa di petik sama sembarangan orang. Berbeda dengan bunga yang lain. Mereka bisa di petik siapa aja. Bahkan sama anak kecil sekali pun"
Alexa hanya membalas dengan senyuman ucapan kekasihnya. Bunga mawar memang indah dengan banyak duri di sekeliling tangkainya.
" Tuan, nona" sapa Beni.
" Hai Om Ben. Kita nggak bisa ngobrol ya tadi?"
" Iya nona. Sampaikan rasa terima kasih saya pada orang tua nona, karena sudah di kasih makan steak yang enak"
" Nanti aku sampaikan, Om"
" Sayang, aku pamit dulu ya?"
" Iya Oppa, hati-hati di jalan"
" Makasih sayang. Ayank langsung istirahat ya, jangan begadang?"
Alexa mengangguk tanda setuju.
" Kapan terima lapornya?"
" Besok"
" Aku ikut ya?"
__ADS_1
" Yang terima lapornya kan orang tua, Oppa. Bukan pacar"
" Ya nggak masalah. Aku mau lihat nilai calon istri aku. Apakah dia mendapatkan peringkat kelas atau bagaimana?"
" Tentu saja peringkat kelas"
" Benarkah?"
" Iya. Kan kelas X, sama kelas XI ujian semester satu kemarin aku juga juara kelas"
" Siapa tau ujian kenaikan kelas sekarang udah turun. Jadi aku mau mendengar dan menyaksikan sendiri apakah benar kekasih aku ini juara kelas"
" Ok, tak masalah"
" Baiklah, aku pamit dulu ya sayang"
Kenan masuk kedalam mobilnya. Tapi sebelum itu, ia memberikan kecupan di kening kekasihnya. Ia tidak mau mencium bibir kekasihnya lagi, sebelum menghalalkannya.
Cukup karena khilaf kemarin aja dia mencuri ciuman pertama sang pujaan hati. Sekarang dia hanya memberikan kecupan untuk kekasihnya.
" Ntar kalau udah sampe mansion aku kasih kabar"
" Hhmmm"
Alexa melambaikan tangannya, saat mobil milik sang kekasih sudah melaju meninggalkan mansion milik orang tuannya.
Setelah mobil itu menghilang dari pandangannya baru lha ia kembali ke taman.
...***...
" Ben"
" Iya tuan "
" Besok tolong kamu cari tempat yang romantis untuk acara dinner saya dengan Alexa"
" Baik tuan. Lokasinya outdoor atau indoor, tuan?"
" Outdoor. Dan kalau bisa di pinggir pantai"
" Siap tuan nanti akan saya cari kan. Apa anda ingin tempatnya di dekor tuan?"
" Ok tuan"
Kenan ingin memberikan yang terbaik untuk pujaan hatinya. Karena memiliki Alexa adalah anugerah terindah yang diberikan sang pencipta padanya.
" Saya ikut bahagia melihat tuan sudah menemukan wanita yang tepat untuk pendamping tuan kelak"
" Makasih Ben. Kamu kapan akan menemukan pendamping hidup kamu?"
" Ini juga lagi berusaha untuk mencari tuan"
" Bagaimana dengan penyelidikan kamu tentang Anya?"
" Saya belum dapat informasi tuan. Karena perusahaan di sana sangat ketat keamanannya. Jadi saya harus mencari orang dalam yang bisa di ajak kerja sama"
" Tentu saja keamanan di sana sangat di jaga. Kamu kan sangat tau bagaimana besar dan hebatnya perusahaan calon mertua saya itu. Dan tentu saja musuh juga banyak mengintai para pekerja di sana. Jadi kalau lengah sedikit saja, bisa-bisa perusahaan itu hancur"
" Anda benar tuan. Apa saya harus minta bantuan nyonya Kiran, ya tuan?"
" Nanti saya akan coba bicara sama mommy Kiran. Mudah-mudahan dia bisa membantu"
" Terima kasih tuan"
Sebenarnya Kenan bisa saja meminta anak buahnya untuk memasuki perusahaan itu. Tapi dia masih mempertimbangkannya. Karena itu perusahaan ibu dari wanita yang di cintainya. Jadi alangkah baiknya ia bicarakan langsung sama calon mertuanya, Biar nanti tidak ada kesalahpahaman di antara mereka.
Tanpa terasa mereka pun nyampe di mansion mewah milik kakaknya Kenan. Disepanjang jalan para bodyguard memberikan salam pada tuan muda sekaligus bos mereka.
" Nggak nginap aja Ben?"
" Makasih tuan, saya balik aja"
" Yakin kamu nggak mau nginap?"
" Yakin tuan"
" Ntar kamu diculik?"
" Nggak akan ada yang berani menculik saya, tuan"
" Benar juga. Lagian nggak ada untungnya menculik jomlo kek kamu"
__ADS_1
Apa hubungannya jomlo sama penculikan?. Lagipula nggak mungkin juga penculik itu akan menanya korbannya jomlo atau nggak?.
" Emang penculik itu akan tanya saya jomlo atau nggak, tuan?"
" Nggak!. Cuma kalau tampang kek kamu penculik akan mikir dua kali untuk menculik kamu. Atau mungkin mereka mengambil ginjal kamu untuk di jual"
" Ginjal saya nggak akan laku, tuan"
" Iya juga sih. Penculik sekarang kan sukanya menculik anak kecil. Bukannya orang tua kek kamu?"
Beni menghela nafasnya. Perasaan usianya nggak jauh berbeda dengan tuannya. Kenapa sekarang kesannya dia terlihat sangat tua.
" Ya sudah, saya pamit dulu ya tuan?"
" Hhmmm"
" Nggak ada kata-kata yang manis gitu tuan untuk saya?"
" Kamu kan bukan pacar saya. Jadi untuk apa saya kasih kamu kata-kata manis?"
" Ya sebagai rasa sayang tuan sama asistennya"
Bulu kuduk Kenan berdiri mendengar ucapan asistennya.
" Saya rasa kamu lagi nggak sehat. Makanya jangan kebanyakan makan steak. Ya udah, cepat pulang dan bawa istirahat"
" Benar nih tuan nggak mau kasih kata-kata yang manis untuk saya?"
" Nggak!. Cepat pulang, sana!"
Kenan segera masuk kedalam mansion milik kakaknya. Ia takut asistennya akan menyerangnya.
" Kenapa kamu?!"
" Astagfirullah, mama!"
" Makanya kalau masuk mansion atau rumah, ucap salam dulu?"
" Ini mau ucap salam. Tapi mama malah ngagetin"
" Eleh!, baru kek gitu aja kamu udah kaget"
" Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam. Nah gitu baru bener?"
" Ya udah, Ken mau ke kamar dulu ya Ma"
" Kamu nggak mau ngobrol dulu sama mama?"
" Nggak!. Ntar mama ngajak ken ghibah"
" Sembarangan kamu kalau ngomong. Mama mana pernah ghibah. Mama itu ngomong tentang fakta!"
" Mau itu mitos atau fakta, kalau ngomongin kejelekan orang dibelakang, itu namanya ghibah"
Helena kaget mendengar ucapan putranya. Sejak kapan putranya bisa ngomong kek gini?.
" Kamu kerasukan roh ustadz dimana?"
" Maksud mama?"
" Ya tumbenan kamu ngomong bener kek gitu"
" Emang selama ini, Ken nggak bener ngomongnya?"
" Bener, tapi sekarang ini bukan seperti putra mama yang ngomong"
" Terus siapa?"
" Seperti ustadz yang sering muncul di sosmed"
" Mama ada-ada aja. Ya udah, Ken ke kamar dulu ya Ma. Besok mau kerja"
" Iya sayang"
Kenan segera pergi ke kamarnya. Hari ini dia sangat lelah karena tadi dirinya cuma sebentar bisa istirahat.
To be continue.
Happy reading 😚😚
__ADS_1