
Malam ini Alisha sangat senang. Karena sang kekasih mau menemaninya makan dan juga belanja. Bahkan kekasihnya itu tidak malu membawa bag belanjaan.
" Makasih sayang, karena udah nemenin aku malam ini?"
" Sama-sama sayang. Ya udah masuk sana, aku juga mau pulang"
" Iya. Sayang hati-hati ya bawa mobilnya"
" Pasti sayang"
" Ya udah, aku masuk dulu"
" Iya sayang. Selamat istirahat"
" Makasih sayang"
Axel menatap punggung sang kekasih yang perlahan menghilang dibalik pintu. Setelah kekasihnya masuk kedalam rumah, barulah ia pergi dari sana. Mobil mewah Axel melaju meninggalkan rumah sang kekasih.
Suasana jalan raya semakin rame. Walaupun jam sudah menunjukkan jam sepuluh malam. Tapi orang-orang masih saja rame. Bahkan warung-warung dipinggir jalan pun dipenuhi pembeli.
Axel tidak heran lagi dengan pemandangan yang seperti itu. Karena di ibukota J, semakin larut semakin banyak orang yang berada di luar rumah.
Mobil mewah Axel sudah memasuki kawasan mansion. Rumah-rumah di sana tidak banyak. Hanya ada tiga sampai empat rumah. Selebihnya lokasi itu milik Daddy-nya.
Sampai di depan pintu gerbang mobil Axel langsung di periksa sama sensor otomatis. Setelah terdeteksi, barulah pintu gerbang terbuka.
Remaja tampan itu segera melajukan mobilnya menuju mansion. Seperti biasa para bodyguard Daddy-nya memberikan hormat padanya.
" Wii!, kenapa Lo?!" tanya Axel saat melihat Adele berjalan melewati mobilnya. Untung saja mobilnya sudah berhenti.
" Eh, Axel"
" Ditanya malah nggak di jawab"
" Apa?"
" Lo kenapa?. Kok kayak bete gitu?"
" Nggak apa-apa"
" Gelud lagi sama Farel?"
" Nggak"
" Terus kenapa?"
" Axel kepo deh!"
" Biarin!"
" Gue mau pulang dulu"
" Cerita dulu"
" Nggak!, gue mau pulang!"
" Siapa tau gue punya solusi untuk masalah Lo?"
" Benarkah?"
" Hhhhmm"
" Tapi nggak jadi deh. Lo kan cowok, pasti Lo belain Farel"
" Ya nggak lha. Walaupun gue cowok bukan berarti gue bela cowok. Gue netral orangnya"
__ADS_1
" Eleh!, bohong banget"
" Kok bohong?. Emang kapang gue memihak ke Farel. Kalau salah ya gue salahkan. Kalau bener, gue benarkan"
" Ok, gue akan cerita"
Axel dan Adele duduk di kursi panjang yang ada di depan mansion. Sebab nggak enak cerita sambil berdiri.
" Silakan bercerita"
" Kok kayak mau mendongeng anak kecil mau tidur?"
" Udah buruan cerita, ntar keburu larut malam"
" Iya gue cerita"
Adele mulai menceritakan tentang acara dinner diluar tadi. Ia menceritakan dari awal sampai akhir pada sahabatnya.
" Gitu ceritanya"
" Wah salut gue sama Farel. Dia rela belajar masak hanya untuk orang yang dia cintai. Tapi gue sedikit kecewa sama Lo, Del"
" Emang gue kenapa?"
" Karena Lo marah sama dia karena nggak di ajak makan di restoran"
" Itu awalnya gue yang kesel sama dia. Tapi setelah tau perjuangannya untuk membuat acara dinner nya, gue nggak jadi marah. Lagipula gue juga nggak terlalu gila makan di restoran. Cuma dia ngomongnya makan diluar sama gue. Eh taunya dinner diluar rumah"
" Kami sebagai laki-laki, terkadang memang tidak mengerti sifat dan sikapnya wanita. Bahkan kami sering disalahkan karena gagal mengerti maksud dari ucapan wanita. Apalagi dengan kata ' terserah'. Kalau sudah keluar kata itu, kiamat sudah"
Adele tertawa mendengar ucapan sahabatnya. Tapi apa yang dikatakan Axel ada benarnya. Setiap wanita sudah mengeluarkan kata keramat itu, lelaki selalu tidak bisa berkutik.
" Ya bener kata orang, kalau wanita itu manusia yang istimewa"
" Tentu saja"
" Maksud Lo, kalian perginya mendadak. Gitu?"
" Nggak. Tadinya Alisha cuma mau ngajak makan malam neneknya. Dan aku bilang ajak nenek sekali-kali makan di restoran yang enak. Dan gue nggak ikut pergi, karena gue berpikir dia akan menghabiskan waktu berdua sama neneknya saja. Tapi pemikiran gue itu salah, ternyata secara tidak langsung Alisha itu ngajak gue"
" Jadi kalian makannya bertiga sama nenek?"
" Hhhhmm"
" Lo tau siapa yang kasih tau ke gue soal itu?"
Adele menggelengkan kepalanya.
" Mommy gue. Mommy bilang kalau gue itu harus lebih peka lagi sama sifat cewek yang seperti itu"
" Ya betul itu. Kadang lelaki itu nggak peka dengan kode-kode seperti itu"
Axel menggaruk kepalanya yang tidak gatel. Kalau udah bahas masalah ini nggak akan ada habisnya.
" Woi!, kalian berdua ngapain di sana?. Tidur udah malam!"
Axel dan Adele sontak melihat keatas. Mencari sumber suara.
" Eca, sini turun. Gue sama Axel lagi ghibah"
" Enak aja ghibah. Nggak!, Adele boong "
" Terus ngapain kalian masih diluar malam-malam begini?"
" Lagi dengerin curhatannya Adele"
__ADS_1
" Nggak Cha. Gue di paksa Axel tadi buat cerita. Padahal gue udah mau pulang tadi. Eh pas nyampe di depan mansion, di stop sama kulkas 32 pintu"
" Udah sekarang bubar!. Gue mau tidur"
" Kalau mau tidur ya pejamkan mata lha"
" Axel?, jangan sampai pot bunga ini melayang ke kepala kamu, ya?"
" Galak amat sih Cha"
" Biarin!. Buruan bubar"
" Belum juga kelar ceritanya"
" Besok lagi dilanjutin, sekarang udah malam. Lagian kasihan Adele digigit nyamuk karena kamu"
" Iya Cha. Udah bentol-bentol nih badan gue karena digigit nyamuk"
" Makanya cepat pulang"
" Ini udah mau pulang, tapi Axel nahan tangan gue"
" Idih!, kapan juga gue nahan tangan, Lo "
" Oh nggak ada ya. Ya udah, gue pulang dulu"
" Hati-hati kesasar"
" Nggak akan Cha. Kan disini udah ada bodyguard"
Adele pun meninggalkan mansion mewah itu. Ia segera pulang ke rumahnya. Kalau tidak, mamanya akan mengunci pintu. Dan otomatis ia akan tidur di luar.
Tentu saja Adele tidak akan takut tersesat. Karena di setiap sudut mansion sudah di jaga sama bodyguard Darren. Jadi keamanan di sana sudah terjamin.
...***...
Kenan baru sampai di mansion milik kakaknya. Malam ini dia sangat senang karena rencananya berjalan dengan lancar. Bahkan kekasihnya menerima lamarannya.
Ingin rasanya ia cepat-cepat membawa hubungan mereka ke pelaminan. Tapi ia tidak boleh egois. Karena ia tau sang kekasih masih berstatus seorang siswa SMA. Jadi Ia harus bersama sampai sang kekasih lulus sekolah.
" Happy banget, Ren"
" Astagfirullah, Abang ngagetin aja"
" Masa gitu aja kaget. Lain kali kami harus sering-sering senam jantung"
" Iya Bang. Abang udah pulang?"
" Udah dari tadi. Lagipula ini udah jam berapa?"
" Oh iya juga ya"
" Kamu habis darimana?. Jam segini baru pulang?"
" Habis dinner sama Alexa, Bang"
" Wah habis makan romantis nih ceritanya?"
" Ya gitu deh Bang. Ya udah Ken pamit ke kamar dulu ya Bang"
" Hhmmm"
Setelah berpamitan dengan Abang iparnya, Kenan pergi ke kamarnya. Kalau lama-lama ngobrol dengan abangnya, nanti mamanya bisa bangun dan ngajak gelud lagi.
To be continue.
__ADS_1
Happy reading 😚😚