Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Misi penyelidikan


__ADS_3

Axel mencari tempat yang pas untuk meletakkan kameranya. Ia pun melihat vas bunga yang tidak jauh dari meja manager keuangan. Axel pun meletakkan kamera kecil itu di antara bunga itu.


Posisi kamera itu sangat bagus. Semua area di ruangan itu bisa di jangkau. Dengan begitu Axel akan lebih mudah mendapatkan bukti untuk menangkap tikus kantor.


Sekarang kalian tidak akan bisa lolos lagi.


Axel mulai mengerjakan pekerjaannya. Ia membersihkan semua sudut ruangan itu. Tapi ia teringat sesuatu. Sebelum manager keuangan datang dia harus segera mencari bukti itu.


Satu persatu lemari dan juga laci di ruangan itu diperiksa Axel. Ia ingin mencari dokumen yang asli yang ia fotokopi kemarin. Karena ia yakin kalau itu salah satu bukti untuk menangkap tikus kantor itu.


Dimana lelaki gendut itu menyimpan dokumennya.


Axel tersenyum kala tangannya menyentuh tombol kecil yang ada di langit-langit laci yang ada di meja manager keuangan. Tanpa menunggu lama, ia pun menekan tombol kecil itu.


Seperti yang di harapkan Axel. Sebuah brankas berukuran besar muncul di laci. Pasti dokumen-dokumen itu ada di dalam brankas itu.


Sayangnya brankas itu pakai password. Axel harus memutar otaknya memikirkan bagaimana cara untuk membuka brankas itu. Karena ia harus mendapatkan dokumen keuangan yang asli.


Bagaimana cara membuka brankas ini.


Axel pun ingat sesuatu. Untuk apa punya kakak yang pintar dan juga cerdik. Ia pun mengambil ponselnya dan segera menghubungi saudara kembarnya.


" Hallo, assalamualaikum"


" Wa'alaikum salam, pasti ada maunya makanya nelpon aku"


" Nggak salah lagi, tebakan kamu memang benar. Aku memang butuh bantuan"


" Bantuan apa?"


" Bobol password brankas"


" Brankas siapa?"


" Brankas manager keuangan. Aku yakin semua dokumen asli perusahaan ada di brankas itu"


" Ok "


Axel pun merubah mode panggilan ke video. Tak berselang lama tampaklah wajah cantik saudara kembarnya.


" Itu brankasnya?"


" Hhmmm"


Alexa pun mengambil sesuatu di dalam tasnya. Ia pun mencari nama brankas dan juga tipe brankasnya. Setelah dapat semua itu barulah alat kecil yang ada di tangannya bekerja.


Klik.


Terdengar bunyi dari brankas. Itu tandanya brankas itu sudah terbuka. Ya Alexa memang baru saja membuat alat untuk membuka brankas hanya dengan mengetik nama dan juga tipe brankasnya.


" Sudah terbuka. Makasih kakak ku yang cantik"


" Sama-sama, semoga misinya berhasil"


" Aku tutup dulu telponnya"


Axel menyimpan kembali ponselnya. Ia segera melihat isi di dalam brankas itu. Dan ternyata dugaannya benar. Di dalam brankas itu ada dokumen keuangan.


Mata Axel kaget melihat perbandingan dokumen asli dengan dokumen yang dipalsukan oleh manager keuangan. Jumlah uang perusahaan yang di curi cukup banyak.


Gila!. Kalau ini terus berlanjut, bisa rugi perusahaan Daddy ku.


Axel segera memasukkan dokumen yang asli dan yang sudah di rubah itu ke dalam pakaiannya. Ia akan menyerahkan dokumen itu pada Daddy-nya.


Remaja tampan itu meletakkan kembali brankas itu kedalam laci. Tak lupa ia menutup laci itu kembali. Brankas itu pun masuk kedalam.


Beruntung juga CCTV di ruangan ini di matikan. Jadi aku bisa menyelesaikan misi ku dengan cepat.


Axel kembali mengerjakan pekerjaannya. Ia pura-pura membersihkan kembali ruangan itu. Tak berselang lama, manager keuangan datang bersama seorang wanita.


" Kamu sudah selesai bersih-bersih nya?"

__ADS_1


" Sudah Pak"


" Sekarang kamu keluar dari ruangan saya. Karena kalau kamu di sini akan menggangu saya dan kekasih saya"


Wanita yang memakai baju kekurangan bahan itu selalu menatap Axel. Wanita itu mengedipkan matanya ke Axel. Dan itu cukup membuat Axel jijik.


Axel segera keluar dari ruangan itu. Lagipula siapa yang mau berlama-lama di sana. Ia membawa peralatannya dan keluar dari ruangan itu.


Nikmati sisa waktu mu, sebelum kamu nginap di hotel prodeo.


Baru beberapa langkah Axel sudah mendengar suara yang aneh dari dalam ruangan manager keuangan. Ia pun mempercepat langkahnya. Ia tidak ingin mengotori telinganya.


Axel naik ke dalam lift. Ia akan pergi ke lantai 30. Lantai di mana tempat Daddy-nya berada. Ia akan menyerahkan dokumen yang sudah di ambilnya tadi.


Ting.


Pintu lift terbuka. Axel segera keluar dari benda berbentuk persegi itu. Ia berjalan menuju ruangan Daddy-nya.


" Axel"


" Om Romy"


" Mau ke tempat Daddy?"


" Iya Om. Axel mau menunjukkan sesuatu sama Daddy dan juga Om"


" Wah sepertinya ada yang menarik nih?"


" Hhmmm"


" Tunggu apalagi, yuk cepat kita ke ruang Daddy mu"


Axel dan Romy pun segera pergi ke ruangan CEO.


Tok.


Tok.


Tok.


Axel dan Romy masuk kedalam ruangan CEO. Axel melihat Daddy-nya sedang fokus mengerjakan pekerjaannya. Bahkan kaca mata pun menempel sempurna di mata Daddy-nya.


" Ren"


" Hhhmmm"


" Liat siapa yang datang sama gue"


" Gue tau"


" Siapa?"


" Putra gue lha"


" Kok Lo bisa tau?"


" Dari langkah kakinya gue udah tau kalau dia putra gue"


" Wah!, bener-bener bos gue yang satu ini. Nggak cuma jago bela diri, tapi juga pinter mengenal gerak-gerik sang putra"


Darren pun menghentikan pekerjaannya. Kalau putranya berani menemuinya di saat jam kerja seperti ini, itu tandanya ada sesuatu yang penting.


" Ada apa Axel?"


" Axel punya sesuatu yang menarik nih untuk Daddy"


" Benarkah?. Apa itu?"


Axel pun menyerahkan dokumen yang ia ambil tadi. Kemudian menyerahkannya pada Daddy-nya.


" Coba Daddy lihat kerjaan karyawan Daddy"

__ADS_1


Darren dan Romy mengambil dokumen yang di bawa Axel. Mata kedua lelaki itu membesar kala melihat isi dari dokumen itu. Mereka berdua tidak menyangka akan kecolongan seperti ini.


" Kita kecolongan Ren"


" Hhmmm"


" Mungkin ini sudah lama terjadi. Tapi wajar saja Daddy sama Om nggak tau. Karena dia menyogok petugas CCTV"


" Petugas CCTV?"


" Ya Daddy"


" Rom tolong Lo periksa CCTV yang ada di ruangan divisi keuangan"


" Siap Ren"


Romy mengambil laptop yang ada di atas meja bos sekaligus sahabatnya. Ia segera memeriksa CCTV yang ada di ruangan divisi keuangan.


" Di ruangan lain masih berfungsi dengan baik. Tapi di ruangan manager keuangan CCTV nya mati"


Wajah Darren pun berubah menjadi merah. Ia tidak menyangka dicurangi sama beberapa karyawannya. Dan ini terjadi sudah cukup lama.


" Daddy tenang aja, sekarang CCTV di ruangan itu akan berfungsi kembali. Tapi tidak memakai CCTV perusahaan"


" Terus?"


" Pakai kamera canggih yang Axel udah taruh di sana"


" Sejak kapan kamu tau masalah ini?"


" Kemarin Daddy. Axel memang sengaja nggak ngasih tau Daddy. Karena belum punya bukti yang kuat. Tapi sekarang kita udah punya bukti untuk menangkap para tikus itu"


" Besok Daddy akan panggil manager keuangan"


" Bukan cuma manager keuangan. Tapi beberapa manager divisi lain"


" Kenapa?"


" Ada sebagian dari petinggi perusahaan, membawa makanan yang di kantin. Sehingga karyawan yang lain tidak kebagian. Terutama karyawan OB"


Darren kaget mendengar ucapan putranya. Ternyata masih ada orang yang mencuri makanan. Padahal ia sudah menyediakan makanan yang cukup untuk para karyawannya.


" Sepertinya di perusahaan ini sudah banyak orang-orang serakah"


" Kok Axel bisa tau kalau ada karyawan yang mencuri makanan?"


" Teman yang kasih tau Om. Dia sering nggak kebagian makanan"


" Oh iya, bagaimana bisa mendapatkan dokumen ini?. Bukankah dokumen ini di simpan di tempat rahasia?"


" Ini semua berkat bantuan Eca. Dia yang membuka password brankas nya"


" Eca?. Dimana dia sekarang?"


" Dia di tokonya lha Om"


" Terus bagaimana caranya dia membuka password brankasnya?"


" Ada deh. Om kepo"


" Ck, bocah ini"


" Ya udah Dad, Axel pamit dulu. Mau lanjut kerja lagi"


" Ok"


Axel segera keluar dari ruangan Daddy-nya. Namun ia kaget saat melihat seseorang yang ada di hadapannya.


To be continue.


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2