Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Perasaan Alexa


__ADS_3

Selesai makan, mereka berenam pun memutuskan untuk pulang. Karena Axel sudah tidak semangat lagi untuk melanjutkan acara ngedate nya.


Kevin mengantarkan Alexa ke parkiran motor. Karena gadis cantik itu tidak mau diantarkan pulang ke rumahnya. Jadi ia hanya bisa mengantarkan sampai parkiran.


" Aku pulang dulu ya Kak"


" Iya, Hati-hati bawa motornya. Jangan ngebut"


" Siap Kak"


Alexa melajukan motornya meninggalkan lelaki tampan itu. Kevin masih menunggu motor Alexa menjauh dari pandangannya. Setelah itu barulah ia pergi dari sana.


Kevin melajukan mobilnya meninggalkan parkiran mall. Malam ini ia sangat senang karena hubungan sama Alexa sudah ada kemajuan. Dan ia berharap semoga secepatnya Alexa bisa membalas cintanya.


Setelah menempuh perjalanan selama dua puluh menit. Kevin sampai di rumahnya. Setelah memasukkan mobil kedalam garasi, ia langsung masuk kedalam rumah. Kevin bersenandung ria masuk ke dalam rumah.


" Happy banget kamu malam ini?" tanya sang mama.


" Eh mama"


" Darimana kamu?"


" Mall"


" Sama siapa?"


" Rame-rame Ma"


" Kamu jangan bohong? mama liat kamu jalan sama cewek. Berdua, bukan rame-rame. Dan cewek itu bukan Citra. Siapa dia?"


" Calon pacar aku Ma"


" Denger ya Vin, mama tidak akan merestui hubungan kamu kalau tidak sama orang yang setara dengan kita"


" Kenapa harta yang selalu jadi tolak ukur mama. Apa harta lebih penting daripada kebahagiaan aku, Ma!"


" Dua-duanya sangat penting! apa kamu mau mama di olok-olok sama teman-teman Mama karena mempunyai menantu yang miskin!"


" Kalau harta bisa dicari Ma. Tapi kebahagiaan tidak bisa di cari dengan uang"


" Kamu kenapa selalu saja melawan mama. Apa kamu mau menjadi anak durhaka?!"


" Aku tidak bermaksud melawan mama. Aku cuma memberitahu mama jangan menilai orang dari hartanya"


" Mama cuma ingin keluarga kita tidak dipandang rendah sama orang lain"


" Jadi karena itu mama mau mengorbankan kebahagiaan aku?"


" Pokoknya mama nggak akan merestui hubungan kamu dengan gadis yang tidak sederajat dengan kita"


Setelah mengatakan itu, Mona pergi ke kamarnya. Ia tidak habis pikir dengan putranya itu. Kenapa ia mempunyai putra yang tidak berbakti pada orang tua.


Kevin pergi ke kamarnya. Ia tidak tau harus bicara apa lagi sama mamanya. Kenapa mamanya hanya peduli dengan teman-teman sosialitanya. Dan mengabaikan kebahagiaan anaknya sendiri.


Baru saja hubungannya ada kemajuan dengan Alexa. Mamanya sudah mengeluarkan peraturan yang tidak masuk akal lagi. Emang kenapa kalau dia menikah dengan gadis biasa. Lagian harta bisa dicari.


Kevin tidak peduli. Ia akan memperjuangkan cintanya pada Alexa. Karena gadis cantik itu sudah mencuri seluruh hati dan jiwanya. Walaupun cintanya belum berbalas. Ia akan terus berusaha untuk membuat Alexa cinta padanya.


...***...


" Kamu nganterin Alisha sampai mana tadi?" tanya Alexa saat melihat saudara datang.

__ADS_1


" Sampai depan rumahnya lha"


" Masa?"


" Hhmm"


" Kan mobil nggak bisa masuk kedalam gang"


" Ya kan masih ada kaki"


" Kamu nganterin dia dengan berjalan kaki"


" Iya, masa sama ojek"


" Bagus deh kalau gitu. Itu baru namanya gentleman "


" Awalnya Alisha nggak mau aku antar sampai depan rumahnya"


" Lalu?"


" Aku bilang aja, kalau aku nggak tenang biarin dia jalan sendiri. Apalagi udah malam "


" Cie, roman-romannya es di kutub Utara udah mencair nih"


"Oh iya kamu kok bisa ada di restoran Korea juga?" tanya Axel saat ia sudah sampai di mansion.


" Seharusnya aku yang tanya kek gitu. Lagipula aku yang nyampe di sana duluan?"


" Tapi aku seneng, karena bisa mewujudkan salah satu keinginannya"


" Bagus dong. So hubungan kalian udah sampai mana?"


" Nggak ada kemajuan gitu?"


" Kemajuannya udah bisa gandengan tangan dia" jawab Axel sambil menutup mulutnya, karena udah keceplosan.


" Cie..cie udah gandengan tangan?"


Wajah Axel memerah bak kepiting rebus. Ia merutuki mulutnya yang keceplosan bicara. Alhasil saudara kembarnya itu punya bahan untuk meledeknya.


" Ledek aja teruuuuss" kata Axel sambil berlalu pergi meninggalkan saudara kembarnya.


" Axel gandeng dong" kata Alexa sambil tertawa. Ia sangat senang melihat saudara kembarnya gondok seperti tadi.


Axel terus saja berjalan tanpa menghiraukan ucapan Alexa. Ia segera menutup pintu lift, saat melihat saudara kembarnya berjalan menuju lift.


" Axel!" teriak Alexa saat melihat lift bergerak.


Axel menjulurkan lidahnya kearah saudara kembarnya. Akhirnya ia bisa membalas Alexa. Siapa suruh tadi meledeknya.


" Awas kamu ya"


Alexa segera berlari menaiki tangga. Ia akan menghajar saudara kembarnya itu. Bisa-bisanya ia di tinggal sendirian di bawah.


Axel segera masuk kedalam kamarnya dan menguncinya. Tak lupa ia mengaktifkan pengedap suara yang ada di kamarnya. Jadi dia tidak akan mendengar suara cempreng saudara kembarnya.


Sampai di lantai tiga, nafas Alexa tersengal-sengal. Bagaimana tidak, ia menaiki puluhan anak tangga. Dan itu semua gara-gara adiknya yang durhakim itu.


" Axel buka pintunya!" teriak Alexa sambil menggedor-gedor pintu kamar Axel.


Namun semua yang ia lakukan itu sia-sia. Axel tidak mendengar suaranya. Alexa pergi ke kamarnya. Karena ia sudah capek teriak-teriak, tapi saudara kembarnya itu tidak keluar dari kamarnya.

__ADS_1


Alexa menghempaskan tubuhnya ke atas kasur empuk miliknya. Rasanya sangat nyaman saat berada di atas kasurnya. Ia menatap langit-langit kamarnya. Ia teringat kejadian waktu di mall tadi. Saat Kak Kevin menggandeng tangannya.


Dering ponsel menyadarkannya dari lamunan. Ia mengambil ponselnya yang masih ada di dalam tas kecilnya. Ia melihat nama Ketos tertera di layar ponselnya. Alexa segera menggeser tombol hijau.


" Hallo"


" Udah nyampe di rumah?"


" Baru aja, kakak?"


" Sama, kakak juga baru nyampe. Sekarang kamu lagi apa?"


" Telponan"


" Sambil?"


" Sambil berbaring. Kalau kakak sendiri?"


" Sama kek kamu. Baru aja pisah sama kamu, kakak kok udah kangen lagi, ya?"


Wajah Alexa merona mendengar ucapan Kevin. Untung saja lelaki itu tidak bisa melihat wajahnya saat ini.


" Kenapa diem? kamu udah tidur, ya?"


" Belum Kak"


" Terus kenapa diam aja"


" Aku nggak tau mau ngomong apa?"


" Ya bilang kangen juga, atau apa gitu?"


" Bingung"


" Kakak cuma ingin kamu tau, kalau kakak sangat mencintai kamu, Alexa"


Deg.


Jantung Alexa berdegup kencang. Walaupun Kevin sudah pernah bilang suka padanya. Tapi kali ini ucapnya mampu menghadirkan getaran aneh di hatinya.


" Kenapa kakak bisa suka sama aku. Padahal kita baru kenal dan juga baru satu kali jalan bareng"


" Kakak juga nggak tau kenapa kakak bisa mencintai kamu. Tapi jujur sejak pertama melihat kamu, kakak sudah jatuh hati"


" Aku nggak bisa janjikan apapun pada kakak. Tapi jujur, aku senang saat jalan sama kakak"


" Jawaban kamu sungguh membuat hati kakak bahagia. Ya udah, sekarang kamu tidur gih. Udah malam"


" Kakak juga"


" Iya. Selamat tidur semoga tidurnya nyenyak. Dan mimpi indah tentunya"


" Aamiin, kakak juga"


" Makasih, good night "


Panggilan pun berakhir. Alexa meletakkan ponselnya di atas nakas. Hari ini Kak Kevin sangat perhatian padanya. Semoga ia juga bisa menerima cinta lelaki tampan itu.


To be continue.


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2