
Alexa dan kedua sahabatnya bersiap untuk bekerja. Ya mereka harus masuk kerja hari ini, besok mereka libur. Karena mereka akan pergi ke acara ulang tahun Kevin.
" Oh iya, ntar kita jadi balas dendamnya?" tanya Adele pada kedua sahabatnya.
" Jadi dong" jawab Alexa.
" Gue nggak sabar pengin ngulek mereka bertiga"
" Cabe kali ah di ulek"
" Iya, mereka kan jenis cabe-cabean"
" Gue heran sama mereka itu. Padahal kita nggak ada mengusik mereka, tapi mereka kok mengusik kita?" kata Alisha.
" Karena mereka itu julid sama kecantikan kita " kata Adele.
" Mereka salah cari lawan" kata Alexa.
" Bener banget"
" Yuk mulai kerja. Ntar senior julid itu manggil-manggil lagi" kata Alisha.
" Lo bener. Yuk cabut"
Ketiga gadis cantik itu pun segera mengerjakan tugas mereka. Sekarang tugas mereka membawakan pesanan ke meja-meja pengunjung.
Seperti biasa, mereka bertiga bekerja dengan penuh semangat. Senyum juga tidak pernah bilang dari wajah mereka. Itu salah satu yang pengunjung senang dari mereka bertiga.
" Waitress" panggil seorang wanita.
" Iya mbak, ada yang bisa saya bantu?" tanya Alexa.
" Saya mau pesan steak dua porsi, sama minumnya jus jeruk"
Alexa mencatat pesanan wanita itu.
" Ada lagi mbak?"
" Nggak itu aja"
" Baik, tunggu ya mbak pesanannya"
Alexa segera pergi dari sana, dan meletakkan catatan tadi ke daftar pesanan. Setelah itu ia melanjutkan kembali pekerjaannya.
" Alexa"
" Ya Kak"
" Tolong antarkan makanan ini ke meja nomor tujuh belas, ya?"
" Siap Kak "
Alexa mengambil nampan yang berisi makanan pesanan meja nomor tujuh belas. Namun tiba-tiba ada anak kecil yang berlari dan.. ?.
Prank.
" ****.!"
Makanan dan minuman yang ia bawa tadi mengenai seorang wanita.
" Maaf mbak, saya tidak sengaja"
" Apa kamu bilang, maaf? kamu tau harga dress yang saya pakai ini, huh?!"
" Ada apa sayang? kenapa marah-marah?" tanya seorang lelaki tampan yang baru datang.
" Pelayan rendahan itu sayang. Beraninya dia menyiram jus ke dress aku"
Lelaki itu melihat dress yang di pakai kekasihnya itu. Dress itu sudah penuh oleh jus. Kemudian lelaki tampan itu menoleh kearah pelayan yang di maksud sama kekasihnya. Alangkah kagetnya ia melihat siapa pelayan yang dimaksud sang kekasih.
" Cepat panggil manajer kamu kesini?!"
" Kenapa saya harus memanggil manajer. Saya kan sudah meminta maaf sama mbak"
" Kamu pikir dengan meminta maaf bisa mengembalikan dress saya?!"
" Sayang sudah, lagian cuma dress. Nanti aku akan belikan seratus dress untuk kamu"
" Nggak! lagian kamu kok belain pelayan rendahan itu"
" Aku nggak belain dia. Tapi suara kamu mengundang perhatian orang-orang"
Alexa menarik nafasnya kemudian membuangnya secara perlahan. Itu ia lakukan agar emosinya tidak meledak.
__ADS_1
" Terus mbak maunya gimana? mengganti dress-nya?"
" Cih, mau bayar sama apa, kamu? gaji kamu selama setahun aja belum tentu sanggup untuk membayar dress saya ini"
" Clara! stop!"
" Sayang, kamu kok kamu bentak aku?"
" Kamu itu seorang model, jadi jaga image kamu" bisik lelaki tampan itu.
" Tapi dia sudah merusak dress aku, sayang?"
" Ntar aku beliin yang baru, Ok"
" Baiklah. Aku mau ke toilet dulu membersihkan dress-nya "
" Hhhmm"
Wanita yang bernama Clara itu segera pergi ke toilet untuk membersihkan dress-nya. Karena kalau dibiarkan lama-lama noda jus itu susah dibersihkan.
Karena wanita itu sudah pergi. Alexa pun pergi dari meja itu. Tapi baru mau pergi, tangannya di tahan sama seseorang.
" Mau kemana?"
" Apa urusan Om"
" Tentu saja ada urusan sama saya"
Alexa mengeyitkan alisnya. Ia tidak mengerti apa yang dikatakan oleh lelaki tampan itu.
" Urusan apa?"
" Kamu lupa udah menumpahkan jus di dress pacar saya?"
" Kapan ya? kok saya nggak ingat?"
" Ck, belum tua udah pikun. Sini nomor ponsel kamu"
" Untuk apa om minta nomor ponsel saya. Dan lagi, saya nggak punya ponsel"
Baru mengatakan kalau dirinya nggak punya ponsel. Tiba-tiba ponsel miliknya berdering.
Aduh! siapa sih yang nelpon gue.
" Saya nggak tau. Ya udah saya lanjut kerja dulu ya Om"
Alexa segera mengambil langkah seribu. Ia tidak ingin memberikan nomor ponselnya pada lelaki tampan itu. Lelaki tampan itu hanya bisa menatap kepergian Alexa.
" Alhamdulillah selamat"
" Lo kenapa?" tanya Adele.
" Habis ketemu gunung es berjalan gue"
" Gunung es? siapa?"
" Itu om-om yang kemarin"
" Mana?" tanya Adele antusias.
" Ck, kenapa Lo bersemangat kek gitu"
" Harus dong. Siapa yang nggak semangat kalau melihat cowok tampan dan bening-bening kek omnya Aiden"
" Eling Del, Lo udah punya pacar"
" Iya, kan gue cuma mau cuci mata doang. Masa nggak boleh?"
Alexa melihat ponselnya yang tadi sempat berbunyi. Ia melihat nama Ketos tertera di layar ponselnya. Baru mau menjawab, panggilannya keburu mati.
" Ya mati"
" Apa yang mati?"
" Telponnya"
" Emang telpon dari siapa?"
" Kak Kevin"
" Hubungi lagi, siapa tau penting"
" Bentar ya gue telpon kak Kevin dulu"
__ADS_1
" Iya. Gue mau lanjut kerja dulu"
" Ok"
Alexa menghubungi nomor Kevin. Tak butuh waktu lama panggilan pun tersambung.
" Hallo "
" Kakak nelpon ya tadi?"
" Hhmmm"
" Ada apa?"
" Kamu bisa ke ruangan kakak sebentar"
" Ok, aku ke sana sekarang"
" Kakak tunggu"
Panggilan pun berakhir. Alexa menyimpan kembali ponselnya. Setelah itu ia pergi ke ruangan Kevin.
Tok.
Tok.
Tok.
" Masuk"
Alexa masuk kedalam ruangan manajer.
" Ada apa kakak manggil aku kesini?"
" Duduk dulu "
Alexa duduk di sofa yang ada di sana. Kemudian Kevin pun juga ikut bergabung duduk di sofa.
" Siapa laki-laki tadi?"
" Laki-laki yang mana?"
" Itu yang megang tangan kamu tadi"
" Nggak tau"
" Terus kenapa dia pegang-pegang kamu?"
" Mungkin dia mau bikin perhitungan. Karena tadi aku nggak sengaja numpahin jus di dress pacarnya"
" Laki-laki macam apa dia berani melawan cewek. Apa dia minta ganti dress pacarnya?"
" Iya, tapi bukan cowok itu"
" Terus siapa?"
" Pacarnya"
" Dia minta ganti rugi berapa? biar kakak yang bayarin"
" Nggak usah. Lagian mereka nggak jadi minta ganti rugi kok"
" Mana tangan yang dipegang sama laki-laki itu?".
" Tangan kanan"
Kevin mengambil tissue basah yang ada di atas meja kerja papanya. Ia membersihkan jejak tangan lelaki itu dari tangan Alexa. Ia tidak suka gadisnya di sentuh sama lelaki lain.
Alexa tersenyum melihat tingkah Kevin. Ia tidak menyangka Kevin membersihkan tangannya. Apa lelaki tampan itu pikir lelaki tadi itu kuman.
" Selain tangan, ada lagi yang dia pegang?"
" Nggak ada lagi"
" Kalau masih ada, sini kakak bersihkan lagi"
" Udah nggak ada lagi"
Kevin membuang tissue tadi ke tong sampah. Ia meletakkan kembali tissue tadi ke atas meja. Sekarang tangan gadisnya sudah bersih dari kuman.
To be continue.
Happy reading 😚😚
__ADS_1