
Axel terus memegang ponselnya. Ia sedang menunggu kabar dari orang tuanya. Ia ingin tau hukuman apa yang akan diberikan pada orang-orang yang sudah menyakiti Alisha.
" Axel"
" Hhhmm"
" Kamu kalau mau mondar-mandir kek setrikaan sana di rel kereta api" kata Alexa.
" Tau tuh, bikin pusing aja" kata Adele.
Axel pun duduk di samping Farel. Kalau tidak kedua cewek cantik itu akan ngomel-ngomel lagi.
" Rel, tolong pesankan gue makanan dong?" kata Alexa.
" Kalian mau makan apa?"
" Gue jus alpukat aja " kata Axel.
" Tumben cuma pesan jus. Lo nggak lagi diet kan?" tanya Farel.
" Nggak lha. Gue lagi nggak mood makan aja"
" Sejak kapan raja makan nggak mood makan?" kata Alexa.
" Sejak tadi"
" Pesan aja. Ntar kalau kamu nggak makan, kasih sama aku aja"
" Emang nggak takut gendut?"
" Nggak"
" Emang habis dua mangkok bakso?"
" Kalau Axel pesan bakso, Eca nggak jadi pesan"
" Kenapa?"
" Kan Axel lagi nggak mood makan. Jadi biarkan kakak mu ini yang menghabiskan untuk kamu, ya?"
" Nggak usah pake alasan yang berbelit-belit gitu. Bilang aja nggak mau duitnya keluar"
" Tuh Axel tau apa yang kakaknya mau"
" Ya udah, gue pesan dulu ya"
" Kok gue nggak ditanya mau pesan apa" kata Adele.
" Nggak perlu dibilang, gue udah tau Lo mau pesan apa"
Wajah Adel memerah mendengar ucapan Farel. Ia tidak menyangka lelaki tampan itu hafal makanan kesukaannya.
" Gue mencium aroma-aroma orang yang lagi falling in love ya" kata Alexa.
" Gue juga. Sepertinya sebentar lagi akan ada yang naik status nih?"
" Lo berdua berisik banget sih" kata Adele.
Ya dia harus segera menghentikan twins. Kalau tidak, mereka berdua akan terus mengejeknya sampai jam istirahat selesai.
Para siswi heboh saat kedatangan Kevin dan kawan-kawannya. Tapi pandangan mereka tertuju pada Rian. Karena wajah wakil ketua OSIS itu seperti ada luka lebam.
" Guys, coba liat wajah tampan Kak Rian?"
" Wajahnya lebam banget"
" Iya ya. Sepertinya Kak Rian habis berantem"
" Sepertinya begitu. Tapi sama siapa ya?"
Banyak lagi omongan para siswi cewek itu yang di dengar oleh Rian. Tapi lelaki tampan itu tidak menghiraukannya. Ia terus berjalan melewati para siswi itu.
__ADS_1
Kevin tersenyum kala melihat gadis yang ia suka sedang asik mengobrol dengan sahabatnya. Ia pun segera menghampiri gadis cantik yang sudah mencuri hatinya.
" Alexa"
" Hai Kak"
" Alexa aja nih Kak yang di sapa?" kata Farel.
" Ah, hei Rel"
" Gini nih kalau udah falling in love. Yang kelihatan cuma wanita pujaannya. Sedangkan yang lain mah dianggap nyamuk"
" Bukan gitu Rel "
" Udah Kak, nggak usah dengerin bocah labil kek Farel" kata Alexa.
" Eca nggak boleh ngomong gitu sama Farel" kata Adele.
" Eh pacarnya Farel marah"
" Si-siapa yang pacaran sama Farel?"
" Tuh yang barusan ngomong"
" Eca?" rengek Adele.
" Nggak usah lebay"
" Gimana kabar sahabat kakak?" tanya Axel.
" Seperti yang kamu liat, wajahnya lebam. Kamu gimana, apa ada yang luka?"
" Alhamdulillah nggak ada. Aku nggak bermaksud mau bikin wajahnya seperti itu. Tapi kemarin itu, dia sudah sangat keterlaluan "
" Iya nggak apa-apa. Aku juga nggak tau kenapa dia selalu emosi melihat kamu"
" Mungkin dia takut kalah saing " kata Farel.
" Kenapa nggak duduk disini aja Kak" kata Adele.
" Mau sih, tapi teman-teman kakak udah nunggu. Lain kali deh, kakak gabung sama kalian"
" Ok Kak"
Kevin pun kembali ke tempat teman-temannya. Ia hanya sekedar ingin menyapa pujaan hatinya saja.
" Lo ngapain tadi ke sana?" tanya Rian setelah sahabatnya duduk.
" Nanyain keadaan Axel"
" Ngapain juga Lo tanya keadaan tuh bocah"
" Nggak boleh kek gitu Yan. Lagian wajar kalau Kevin nanyain kabar Axel" kata Citra.
" Wajar gimana? Lo nggak liat wajah gue kek gini gegara tuh bocah"
" Lo dapat luka lebam kek gitu karena kesalahan Lo sendiri. Coba kalau Lo nggak cari masalah sama Axel, mungkin wajah Lo nggak akan kek gini " kata Intan.
" Belain aja terus "
" Bukan belain, tapi gue bicara fakta. Kan emang Lo duluan yang nyamperin dia"
" Iya.. iya gue yang salah"
" Sudah-sudah, kalian nggak malu diliatin sama adek kelas"
" Ya udah, yuk pesan makanan" kata Citra.
Intan dan Rian pun diam. Mereka mulai memesan makanan yang akan mereka santap siang ini.
...***...
__ADS_1
Alisha meminta izin untuk pulang cepat pada bosnya. Karena tadi ia mendapatkan telepon dari tetangganya kalau ada orang yang mencarinya. Beruntung bosnya sangat baik, dan memberikan izin untuk pulang cepat.
Supaya cepat sampai di kontrakan, Alisha memesan taksi dari aplikasi yang ada di ponselnya. Karena kalau menunggu angkot datang akan memakan waktu lama.
Tak berselang lama taksi yang di pesannya pun datang. Alisha segera masuk kedalam taksi. Setelah mengatakan tujuannya. Taksi pun melaju meninggalkan toko kue itu.
Gadis cantik itu sangat gelisah. Ia tidak tau siapa orang yang ingin bertemu dengannya. Apalagi ia tidak begitu banyak mengenal orang. Tiba-tiba ia teringat akan kedua sahabat yang ia kenal satu bulan yang lalu.
Taksi pun berhenti di rumah kontrakan. kontrakan di sana cukup banyak. Alisha membayar ongkos taksinya. Setelah itu ia bergegas menuju kontrakannya.
" Alisha"
" Buk RT"
" Cepat, mereka sudah lama menunggu kamu"
" Siapa Buk?"
" Orang paling tersohor di kota ini. Bukan hanya di kota ini, tapi di dunia kayaknya"
Alisha tersenyum mendengar ucapan Buk RT itu. Jalan menuju kontrakan Alisha sangat macet, karena lautan manusia. Ya mereka semua penggemar Kiran dan Darren.
" Kok rame begini ya Buk?"
" Iya, mereka semua ingin melihat dan juga bersalaman dengan orang besar itu"
Alisha tidak tau siapa orang yang dimaksud oleh Buk RT itu. Dari tadi ibuk itu hanya bilang orang tersohor di dunia.
" Ibu-ibu beri jalan, Alisha mau masuk " kata Buk RT.
Para warga pun memberikan jalan untuk Alisha, supaya gadis cantik itu bisa masuk kedalam kontrakannya.
" Nenek" panggil Alisha saat sudah berhasil masuk kedalam rumah.
" Alisha"
Kiran dan Darren menoleh kearah suara. Pasutri itu tersenyum melihat gadis cantik yang baru saja datang.
" Mereka siapa Nek?" bisik Alisha ditelinga sang nenek.
" Beri salam sama nyonya dan tuan Narendra" kata sang nenek.
Alisha pun menyalami Kiran dan Darren secara bergantian.
" Maaf sebelumnya. Nyonya dan tuan ini siapa? dan ada keperluan apa?"
" Nanyanya satu-satu dong cantik" kata Kiran.
" Maaf"
" Perkenalkan nama saya Kiran, dan ini suami saya nama Darren. Kamu cukup memanggil kita Om Darren dan Tante Kiran "
" Baiklah nyo--, Tante"
" Nah begitu baru bener. Oh iya apa Alisha tidak bersekolah?"
" Saya sudah berhenti Tante"
" Kenapa?"
" Saya tidak ingin bersekolah di sekolah yang isinya penuh dengan orang-orang yang jahat"
Kiran tersenyum mendengar ucapan gadis cantik itu. " Alisha masih ingin bersekolah?"
" Sebenarnya masih Tante. Tapi saya tidak punya uang untuk sekolah di tempat yang lain. Jadi lebih baik saya bekerja saja"
" Tante akan bantu kamu masuk ke sekolah SMA Tunas Bangsa"
Alisha kaget mendengar ucapan wanita yang dipanggil Tante itu. Bagaimana tidak, SMA Tunas Bangsa adalah SMA terbaik di kota J. Dan sekarang ia mendapatkan kesempatan untuk sekolah di sana.
To be continue.
__ADS_1
Happy reading 😚😚