Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Seperti bocah


__ADS_3

Alexa masuk ke toko permen dan coklat. Di toko itu di jual berbagai macam jenis permen dan juga coklat dari berbagai belahan dunia. Jadi pembeli bisa puas memilih permen dan juga coklat yang mereka inginkan.


" Ngapain di tipis masuk ke sini?"


" Mau beli permen atau coklat mungkin tuan"


" Kenapa kamu biarkan dia masuk ke toko seperti ini. Nanti dia bisa sakit gigi" kata Kenan yang langsung menyusul Alexa masuk kedalam toko.


Kenapa jadi salah gue.


Kenan melihat bagaimana antusiasnya gadis cantik itu memilih permen. Melihat gadis tipis itu, lelaki tampan itu teringat akan keponakannya.


" Dia cocok jalan sama Aiden ya Ben"


" Iya tuan. Den Aiden pasti sangat suka di ajak ke toko permen"


" Kapan-kapan saya akan ajak mereka berdua jalan-jalan ke tempat pembuatan coklat. Jadi mereka berdua bisa melihat dan belajar cara pembuatan coklat"


" Ide bagus tuan"


" Tentu saja, ide saya mana pernah tidak bagus. Oh iya, bagaimana informasi tentang panti asuhan yang sering di datangi gadis tipis itu. Apa sudah dapat?"


" Sudah tuan"


" Panti asuhan mana?"


" Panti asuhan Kasih Bunda tuan"


" Itu kan panti asuhan yang sering didatangi kakak saya?"


" Benar tuan"


" Bagus! ternyata kami memang berjodoh"


" Siapa yang berjodoh tuan?"


" Saya dengan si tipis"


" Emang nona Alexa mau sama tuan?" Beni langsung menutup mulutnya.


" Sepertinya kamu sudah bosan hidup ya Ben"


" A..ampun tuan"


Beni segera melarikan diri ke tempat Alexa. Kalau dia masih di sana, bisa-bisa tuannya beneran menghabisi nyawanya.


" Om Ben mau coklat nggak?"


" Nggak usah tawarin dia. Kalau dia mau bisa ngambil sendiri"


" Om itu kenapa? daritadi ngomel-ngomel terus. Nih makam biar Om nggak ngomel-ngomel lagi" kata Alexa sambil menyuapi coklat ke dalam mulut Kenan.


Mau nggak mau Kenan pun menerima coklat itu. Hingga mulutnya penuh terisi sama coklat. Karena Alexa tidak berhenti menyuapi coklat ke mulutnya.


" Gimana? enak nggak?"


Kenan hanya bisa menganggukkan kepalanya. Sebab ia tidak bisa bicara karena mulutnya penuh dengan coklat.


" Nah kalau diam kek gitu kan bagus" kata Alexa sambil membelai rambut Kenan.


Mata Kenan berkedip-kedip saat Alexa mengelus kepalanya. Baru kali ini ada orang yang berani memegang kepalanya, selain keluarganya.


Beni juga kaget melihat adegan barusan. Ia pikir tuannya akan marah saat kepalanya dipegang sama Alexa. Tapi pikirannya itu salah, tuannya malah tersipu malu.


" Ben"


" Iya tuan"


" Kamu liat?"


" Liat tuan"


" Gadis tipis itu berani mengelus kepala saya. Tapi anehnya saya nggak bisa marah, malahan saya ingin lagi dielus sama gadis tipis itu"


Beni kaget mendengar ucapan tuannya. Bisa-bisanya tuannya itu pengen nambah. Padahal dulu waktu pacaran sama nona Clara, tuannya tidak pernah bersikap manja seperti sekarang ini.

__ADS_1


" Om Ben sini"


" Maaf tuan, saya dipanggil nona Alexa"


" Hhmmm"


" Tuan nggak marah?"


" Sekarang ini nggak, maka cepat pergi sana sebelum saya berubah pikiran"


" Baik tuan"


Beni segera menghampiri Alexa. Kalau berlama-lama di sana gajinya di potong. Padahal kan baru tadi dia dapat bonus.


" Om Ben, kira-kira Aiden suka coklat nggak?"


" Kalau mau nanya kesukaan Aiden, tanya sama saya. Jangan sama Beni. Dia mana tau kesukaan keponakan saya"


" Ya udah, Aiden suka coklat apa nggak Om gunung es?"


" Suka"


" Suka coklat apa?"


" Dia suka semua coklat"


" Benarkah?"


" Hhmmm"


" Yang paling favorit apa?"


" Dia paling suka coklat almond"


" Ya udah, kalau gitu aku akan beliin coklat yang almond. Kalau Om suka coklat apa?"


" Saya nggak terlalu suka coklat. Tapi kalau kamu maksa, saya suka coklat yang kamu suapin ke saya tadi"


" Kenapa suka yang itu?"


" Karena rasanya manis"


Alexa mengambil beberapa coklat yang di dalamnya ada potongan buah kering. Ia mengambil beberapa.


" Kalau Om Ben suka coklat yang mana?"


" Saya juga dapat nona?"


" Iya dong"


" Nggak usah! kalau kamu mau pilih sendiri aja Ben" kata Kenan.


" Nggak apa-apa Om, lagian kan Om Ben udah bantuin aku pilih-pilih mainan tadi"


" Ya udah, tapi beliin dia satu aja"


" Pelit amat sih Om, masa cuma satu"


" Terus berapa?"


" Lima"


" Banyak amat! nanti gigi dia rontok karena kebanyakan makan coklat"


" Nggak akan, kan nanti dia gosok gigi. Iya kan Om?"


" Iya nona"


" Tuh denger kan?"


Alexa melanjutkan memilih coklat dan permen mana yang akan dia beli. Tak lupa dia juga membelikan untuk para sahabatnya.


Beberapa macam coklat dan permen sudah masuk kedalam keranjang. Alexa pun memutuskan untuk menyudahi acara memburu coklatnya. Mereka pun ke kasir untuk membayar coklat yang sudah di ambil tadi.


Sebelum sampai di kasir, Alexa melihat permen lollipop yang sangat lucu. Ia pun m ngambil tiga permen lollipop itu dan memasukkan dalam keranjangnya.

__ADS_1


Petugas kasir tersenyum pada Alexa. Ia mulai menghitung semua belanjaan Alexa.


" Total semuanya, sepuluh juta tujuh ratus nona?"


" Om, bayar "


" Yang belanja siapa? yang bayar siapa?"


" Udah cepat bayar"


Kenan mengambil black card-nya dan memberikan pada petugas kasir. Petugas kasir pun menggesek black card yang diberikan lelaki tampan itu padanya. Setelah selesai petugas kasir itu memberikan kembali card milik Kenan.


" Makasih tuan sudah belanja di toko kami. Ini ada hadiah dari toko kami untuk anda nona"


" Untuk saya mbak?"


" Iya nona"


" Makasih mbak"


" Sama-sama nona, semoga senang belanja di toko kami"


Alexa senang mendapatkan hadiah. Walaupun cuma boneka yang berbentuk coklat dan juga permen.


Kenan ikut senang melihat Alexa tersenyum. Hanya karena mendapatkan boneka saja, gadis itu sudah sangat senang.


" Kamu suka sama boneka?"


" Hhmmm"


" Ya udah, kita ke toko boneka"


" Nggak usah Om, lagian boneka aku udah banyak. Bahkan di mansion mommy aku ada ruangan khusus untuk boneka"


" Benarkah?"


" Hhhmm"


" Itu boneka semua?"


" Iya Om. Tapi itu bukan boneka punya aku"


" Terus punya siapa?"


" Mommy aku"


" Maksud kamu Tante Kiran?"


" Ya iyalah. Emang mommy aku siapa lagi. Om tau?"


" Nggak"


" Ih! Om nyebelin banget sih?"


" Ya kan kamu tanya, saya tau atau nggak. Ya saya jawab nggak. Terus salah saya di mana?"


" Semua boneka yang ada di room itu hadiah dari Daddy aku"


Kenan nggak menyangka orang sedingin tuan Darren bisa romantis juga. Sama seperti papanya.


" Oh iya, aku ada beli tiga permen lollipop. Satu untuk aku, satu untuk Om, dan satu lagi untuk Om Ben"


" Beni dapat juga?"


" Hhmmm"


" Kamu nggak suka permen kan Ben. Jadi buat saya aja"


" Suka tuan" kata Beni sambil mengambil permen yang ada di tangan tuannya.


" Beni!"


" Udah Om, lagian itu kan emang permen untuk Om Ben"


Kenan pun tidak jadi mengejar Beni. Mereka bertiga pun serentak memakan permen lollipop itu sambil berjalan. Alexa akan melanjutkan berbelanja lagi. Hari ini dia akan menghabiskan uang lelaki tampan itu.

__ADS_1


To be continue.


Happy reading 😚😚


__ADS_2