Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Wanita tangguh


__ADS_3

Nando dan Ikbal bersiap untuk ke tambang. Pagi ini mereka akan mengecek keamanan yang ada di tambang. Karena Nando tidak ingin ada kecelakaan saat dalam bekerja.


Jihan juga sudah siap untuk menemani kedua lelaki tampan itu. Hari ini Jihan bertugas untuk memeriksa data-data dan juga laporan keuangan yang masuk ke perusahaan.


" Udah siap bro?" tanya Ikbal pada sahabatnya.


" Udah dong, yuk jalan"


Kedua lelaki tampan itu berjalan menuju ke bawah. Di bawah Jihan dan Anton sudah menunggu kedatangan kedua lelaki tampan itu.


" Pagi bos" sapa Anton saat melihat kedua bosnya turun.


" Pagi"


Seperti biasa Jihan selalu terpesona oleh ketampanan Nando. Ya lelaki itu memang selalu terlihat tampan dimatanya.


" Kita berangkat bos"


" Hhmm"


Mereka berempat pun berjalan beriringan menuju pertambangan. Nando dan Ikbal sangat bersemangat, karena ini mereka akan melihat bagaimana kinerja karyawan yang ada di sini. Karena kemarin mereka melihat hanya melihat sebagian tempat dari tambang.


Beberapa pekerja yang berpapasan dengan Nando, membukukan badan memberi hormat pada bos besar itu. Mereka baru pertama kali melihat big bos itu dari dekat.


" Ternyata big bos kita masih muda"


" Benar. Aku pikir sudah tua dan perutnya buncit gitu"


" Auranya sangat kuat "


" Apa bos akan ke tambang dan melihat cara kita bekerja?"


" Sepertinya begitu, jadi kita harus tunjukkan kinerja kita pada big bos"


" Siap"


Akhirnya mereka tiba di tambang. Seperti biasa Nando dan kedua sahabatnya memakai helm dan juga sepatu khusus. Mereka memakai itu demi keselamatan. Begitu juga dengan para pekerja yang ada di tambang. Semuanya memakai helm.


Para pekerja juga sudah berada di tempat mereka masing-masing. Ada yang menjalankan alat berat. truk-truk raksasa pun sudah berjejer di sana untuk mengangkut batu bara nanti.


Anton membawa kedua bosnya berkeliling. Sedangkan Jihan diantarkan sama karyawan lain ke kantor yang ada di sana. Nando tidak mengizinkan Jihan untuk pergi melihat tambang, karena itu sangat berbahaya.


" Mari bos"


Nando dan Ikbal mengikuti Anton. Kali ini mereka akan melihat bagaimana cara mengambil batu bara dari dasar bumi. Mereka tidak akan masuk kedalam lubang. Namun mereka akan dari atas.


Saat akan pergi ke lokasi, mata Nando melihat seorang wanita yang memakai seragam kerja sama seperti Anton. Kalau bajunya sama dengan Anton, itu berarti dia juga pekerja di sini.


" Anton"


" Ya bos"


" Wanita itu siapa?"


Anton dan Ikbal melihat kearah wanita yang dimaksud sama Nando.


" Namanya Rania, bos. Dia salah satu pekerja disini"


" Pekerja?"


" Iya bos"

__ADS_1


" Kerja di bagian mana? "


" Dia salah satu pekerja wanita yang menjali alat berat, bos"


" What..!"


Nando kaget mendengar ucapan Anton. Bagaimana bisa seorang wanita menjalankan alat berat seperti itu.


" Kamu jangan bercanda Nton?"


" Saya tidak bercanda bos. Dia salah satu pekerja yang sangat profesional dan juga sudah ahli dalam menjalankan alat berat. Bisa dibilang dia senior diantara para pekerja yang lain"


" Senior?"


" Iya bos"


Nando bingung, usia wanita itu masih muda dibandingkan para pekerja lain. Terus kenapa dia dipanggil senior oleh pekerja lain.


" Bukankah dia masih kecil?"


" Ya bos, usia Rania dua puluh tujuh tahun"


" Kenapa dia bisa dipanggil senior?"


" Karena dia sangat jago dan juga profesional menjalankan alat berat"


" Benarkah?"


" Iya bos"


" Berapa banyak pekerja wanita yang ada disini?"


" Rania satu-satunya pekerja perempuan disini bos"


" Saya sudah memberitahu dia semua bahaya kerja disini. Tapi wanita itu tidak takut sama sekali bos"


" Kenapa nggak dipekerjakan di bagian kantor"


" Sudah bos. Tapi dia menolak, karena dia tidak mengerti kerjaan di kantor. Karena dia hanya lulusan SMA"


Nando menatap wanita yang memakai seragam berwarna merah itu. Ia tidak menyangka kalau wanita bisa menjalankan alat berat.


" Saya tidak punya pilihan lain bos. Karena waktu itu Rania bilang sangat butuh uang untuk membayar biaya rumah sakit ibunya. Dan hanya dia satu-satunya yang bisa bekerja. Sedangkan ayahnya sudah lama meninggal dunia"


Nando tidak menyangka wanita yang terlihat lemah lembut itu ternyata bisa menjalankan alat berat. Ia pun teringat sama keponakannya yang juga terlihat lemah lembut. Tapi kalau sudah ada yang menggangu, mode garangnya pun keluar.


Nando tersenyum saat mengingat kejadian beberapa Minggu yang lalu. Saat keponakannya mengalahkan bos penjahat organ. Dia mengalahkan bos penjahat itu sendirian.


Sama halnya dengan Nando, Ikbal juga kagum melihat wanita yang memakai seragam merah itu. Walaupun tidak memakai pakaian kantor, tapi wanita itu terlihat cantik dan juga anggun.


" Mari bos kita lanjutkan perjalanannya"


" Hhmm"


Mereka bertiga pun melanjutkan perjalanan menuju lubang tempat penggalian batu bara. Karena cukup lumayan waktu yang mereka habiskan untuk membahas tentang wanita tadi.


...***...


Kevin diinterogasi oleh Citra dan juga Intan. Ya kedua gadis itu melihat Kevin berjalan dengan Alexa. Dan mereka berdua tau kalau Alexa itu pacarnya Axel.


" Kenapa kalian berdua menatap gue kek gitu?"

__ADS_1


" Cepat jelaskan, kenapa kamu bisa jalan bareng sama Alexa?" tanya Intan.


" Tadi itu ketemu diparkiran. Jadi sekalian aja gue ngajak dia jalan bareng. Lagian kita itu nggak jalan berduaan, ada Axel sama yang lain juga"


" Iya tau. Tapi kenapa Lo bisa jalan berdua sama Alexa. Lo kan tau Alexa pacaran sama Axel. Apa jangan-jangan Lo mau jadi pebinor"


" Nggak lha! Lo ngaco banget kalau ngomong"


" Terus kenapa Lo jalan di depan berdua sama dia. Dan Axel jalan dibelakang"


" Ya mungkin Alexa nya lagi pengin jalan berdua sama gue"


" Ck, kepedean. Palingan juga elo yang nempel sama Alexa"


" Tu tau"


Intan dan Citra kaget mendengar ucapan Kevin barusan. Kevin dengan santainya bilang kalau dia yang nempel dengan Alexa. Apa otak temannya itu udah bergeser.


" Lo gila Vin!" kata Intan.


" Gila darimana coba?"


" Itu mau nempel sama pacar orang"


" Terserah Lo mau bilang apa. Yang penting gue tidak menggangu hubungan siapapun"


" Nggak ganggu gimana? Alexa itu pacarnya Axel. Dan Lo juga tau itu"


Ingin rasanya Kevin berteriak mengatakan kalau Alexa dan Axel itu tidak pacaran. Melainkan saudara kembar. Tapi dia sudah berjanji pada Alexa kalau ia tidak akan memberi tau siapapun soal ini. Jadi dia hanya bisa berteriak di dalam hatinya.


" Kalian bertiga lagi ngomongin apa sih?" tanya Rian yang baru datang.


" Nggak ada. Cuma bahas acara nanti malam" kata Citra.


" Emang nanti malam ada acara apa?"


" Lo lupa, nanti malam kita kan mau nobar " kata Intan.


" Gue pikir nggak jadi "


" Jadi, Lo jangan sampe nggak ikut ya" kata Citra.


" Hhmm"


" Ingat, jangan bikin rusuh"


" Kapan gue bikin rusuh"


" Jangan pura-pura amnesia. Kita tau Lo selalu cari ribut dengan Axel"


" Bener, bahkan Lo nyerang dia gitu aja" kata Citra.


" Sebenarnya kalian berdua itu teman siapa sih? gue apa dia?"


" Kita teman Lo. Tapi kita nggak suka sama sikap Lo yang kek gitu"


" Terserah kalian berdua aja. Gue ngikut"


Citra dan Intan tersenyum mendengar ucapan Rian. Mereka tau kalau sahabatnya itu baik. Dia seperti itu karena rasa cemburu karena gadis yang dia suka ternyata sudah punya kekasih.


To be continue.

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2