Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Empat sekawan dilawan


__ADS_3

Kiran melihat putrinya agak kewalahan melawan bodyguard tingkat S itu. Tapi seperti biasa, putrinya itu tidak gampang menyerah. Dia terus berusaha melawan bodyguard itu.


" Kalau Eca sampai terluka awas kamu, By" ancam Kiran pada suaminya.


" Nggak akan, paling gores sedikit"


Kiran menatap tajam suaminya. Bisa-bisanya dia bilang hanya gores. Mana mungkin dia akan membiarkan kulit putrinya tergores.


" Becanda sayang"


" Becanda kamu nggak lucu"


" Galak bener sih bini gue hari ini" kata Darren sambil memeluk istrinya.


" Jangan peluk-peluk, aku lagi kesel sama ka--"


Belum Kiran menyelesaikan ucapannya. Darren sudah lebih dulu membungkam mulut istrinya dengan ciuman.


" Astagfirullah pasutri ini memang tak kenal tempat" kata Nadia.


Plak.


Kiran memukul suaminya setelah tautan bibir mereka terlepas. " Kamu kebiasaan"


" Habisnya bibir kamu ini selalu menggoda aku"


Ehem..!


Nadia berdehem agar pasutri itu menghentikan pembicaraan mereka. Karena kalau tidak, pembicaraan mereka akan terus berlanjut hingga ke masalah ranjang.


" Tahan bro, masih pagi" kata Romy.


" Nggak bisa tahan gue"


" Ck, masih banyak waktu. Sekarang fokus ke anak-anak dulu"


Darren kembali fokus melihat kedua anaknya. Ia sudah tidak sabar ingin melihat kemajuan Axel dan Alexa.


Empat sekawan mengakui kemampuan bodyguard tingkat S itu. Mereka semakin semangat untuk bisa mengalahkan para bodyguard itu.


" Bagaimana nona kecil? apa nona sudah menyerah?"


" Tidak, justru saya semakin semangat" kata Alexa.


Gadis cantik itu mengeluarkan kemampuan yang sudah ia dapatkan dari latihannya dengan pamannya. Sekarang ia mengerti kenapa pamannya sangat keras kepadanya. Jika ia mendapatkan lawan yang berat seperti saat sekarang ini. Maka ia sudah punya kemampuan untuk mengatasinya.


Paman terima kasih sudah mengajari Eca dengan sabar. Hari ini, Eca akan membuktikan kemampuan Eca.


Bugh..


Tendangan Alexa tepat mengenai pipi bodyguard tingkat S. Bukan hanya itu, ia mulai mengeluarkan kemampuannya yang lain. Sekarang keadaan pun berbalik. Kini bodyguard yang merasa terpojok oleh nona kecilnya itu.


Darren kaget melihat beberapa bodyguardnya terpojok oleh putrinya. Namun ada rasa bangga dalam hatinya. Sekarang putrinya sudah kuat seperti mommy-nya. Tidak sia-sia ia meminta Nando untuk jadi pelatih twins. Dan sekarang hasilnya terbukti.


Pandangan Darren beralih ke putranya. Ia melihat Axel juga sudah mulai beraksi. Kemampuan Axel tidak jauh beda dari Alexa. Putranya itu berhasil menumbangkan empat bodyguardnya.


" Bagaimana sayang?" tanya Darren pada istrinya.


" Sangat keren. Aku nggak menyangka kemampuan mereka akan meningkatkan pesat"


Tidak jauh beda dengan twin, Farel dan Adele juga berhasil menumbangkan dua bodyguard tingkat S.


" Pa liat putri kita. Dia sudah semakin kuat"


" Iya. Ternyata nggak sia-sia dia latihan selama ini"


Doni ingat betul saat putrinya menangis minta berhenti latihan. Karena setelah latihan badannya terasa sakit. Tapi ia tidak memberikan izin untuk putrinya berhenti. Bahkan ia menambahkan kecepatan menyerangnya. Hingga putrinya pingsan karena sudah tidak kuat.

__ADS_1


" Kamu menangis sayang" kata Serly saat melihat mata suaminya berkaca-kaca.


" Tidak, mata aku tadi kemasukan debu"


" Ck, aku bukan Adele yang akan percaya begitu saja dengan ucapan kamu"


Doni tersenyum mendengar ucapan istrinya. Ya seperti yang sering dibilang istrinya. Kalau dirinya tidak pintar berbohong.


" Aku tau kamu menangis karena melihat kemampuan putri kita. Dan itu berkat kamu"


" Ya. Tapi aku merasa sedih, kala mengingat bagaimana Adele menangis karena aku"


" Kamu melakukan itu demi kebaikan dia. Jadi jangan menyalakan diri sendiri"


" Hhmmm"


Romy juga merasakan hal yang sama dengan Doni. Karena dia juga termasuk keras dalam melatih putranya. Ia bahkan pernah membentak putranya hanya karena Farel tidak bisa menahan serangannya. Tapi sekarang putranya sudah banyak kemajuan.


" Hebat kan Pa putra kita" kata Nadia.


" Sangat hebat"


Nadia tersenyum mendengar ucapan suaminya. Ia pernah mendiamkan suaminya selama dua hari, karena ia terlalu keras dalam melatih Farel. Tapi sekarang ia sangat berterima kasih pada suaminya itu.


" Sekarang kamu sudah melihat kemampuan putra kita kan?"


" Hhhmm"


Di saat para orang tua bangga pada anak-anak mereka. Di sisi lain, bodyguard tingkat S sudah mulai kewalahan menghadapi empat sekawan. Terutama Alexa. Gadis cantik itu sangat gesit.


" Tenaga nona kecil seperti tiada habisnya ya" kata salah satu bodyguard yang menonton latihan itu.


" Tuan muda kecil juga begitu. Dia seperti tuan muda saat sedang melawan musuhnya"


" Putri ketua dan Farel juga sangat kuat"


Banyak lagi pujian yang diberikan bodyguard itu untuk empat sekawan. Mereka berempat jadi bintang hari ini.


" Baiklah karena bodyguard tingkat S sudah menyerah, maka latihan untuk hari ini kita cukupkan sampai disini" kata Doni.


" Berarti kita menang ya Om" kata Alexa.


" Ya, kalian berempat menang"


" Asik"


Empat sekawan itu bersorak gembira. Mereka berhasil mengalahkan bodyguard tingkat S. Dan itu berarti, kemampuan mereka sudah meningkat.


" Sekarang kalian boleh beristirahat"


Adele berlari menghampiri papanya. Ia ingin mendengar pujian dari papanya itu.


" Papa"


Doni tersenyum pada putrinya.


" Bagaimana, penampilan Adele tadi?"


" Sangat bagus. Papa bangga sama kamu"


" Terima kasih Pa"


" Adele mau hadiah apa dari papa?"


" Hadiahnya boleh apa aja?"


" Ya, apa aja"

__ADS_1


" Adele ingin hadiah motor"


" Motor?"


" Hhmm"


" Emang Adele sudah bisa bawa motor?"


" Belum, tapi Adele akan belajar sama Eca"


" Baiklah, nanti akan papa belikan"


" Beneran ya Pa"


" Iya sayang"


" Terima kasih Pa" ucap Adele sambil memeluk papanya. Doni pun membalas pelukan putrinya.


Tidak hanya Adele, Farel juga mendapatkan pelukan hangat dari papanya. Ia sangat senang karena bisa membuktikan pada papanya kalau dia bukan anak lelaki yang lemah.


" Bagaimana latihan aku tadi Pa?"


" Sangat keren. Papa bangga sama kamu"


" Terima kasih Pa. Ini juga berkat papa. Coba waktu itu papa nggak tidak keras dalam melatih aku, mungkin saat ini kemampuan aku nggak sebaik ini"


" Apa kamu nggak membenci papa?"


" Tentu saja tidak. Papa adalah papa terbaik di muka bumi ini"


" Darimana kamu belajar kata-kata manis seperti itu?"


" Nggak ada"


" Dari mama ya?"


" Kenapa mama dibawa-bawa " kata Nadia.


" Karena kalau nggak mau dibawah, di atas aja" kata Romy.


Bugh..


Aawwww..


Romy meringis karena perutnya kena sikut sang istri.


" Sakit honey?"


" Makanya jangan sembarangan bicara di depan Farel"


" Emang aku ngomong apa?"


" Ngomong atas bawah"


" Apa salahnya aku ngomong kek gitu?"


" Tau nih mama. Papa kan cuma bilang atas bawah doang"


" Diam kamu! masih kecil nggak boleh ngomong atas bawah"


Farel bingung mendengar ucapan mamanya. Apa hubungannya masih kecil dengan atas bawah. Dan lagi kenapa ia tidak boleh bicara atas bawah?.


" Mama aneh ya Pa"


Romy menganggukkan kepalanya.


To be continue.

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2