
Sepulang sekolah, seperti yang sudah di rencanakan. Axel akan membawa Alisha ke suatu tempat. Tapi sebelum itu ia akan melamar pekerjaan dulu.
" Kira-kira aku bakal di terima nggak ya?"
" Di terima"
" Mudah-mudahan deh. Kamu mau turun atau mau tunggu di dalam mobil?"
" Aku tunggu di mobil aja deh"
" Ya udah, aku masuk dulu ya"
" Iya, semoga berhasil"
" Makasih"
Axel berdoa dulu, selesai berdoa barulah ia turun dari dalam mobil. Ia berjalan masuk ke tempat pencucian mobil terbesar di kota itu.
" Permisi"
" Iya, ada yang bisa saya bantu?"
" Saya mau bertanya, apakah disini masih menerima karyawan?"
" Masih Dek, silakan isi data diri. Dan mengantre di sebelah sana ya"
" Makasih mbak"
Axel mengambil kertas yang diberikan oleh mbak yang ada di loket itu. Axel mengisi data dirinya. Tapi ia tidak mencantumkan nama belakangnya.
Selesai mengisi data diri. Ia mengantre di tempat yang sudah dikatakan si mbak resepsionis tadi. Axel kaget karena antreannya cukup panjang. Dan diantara banyak orang yang mengantre ada salah seorang lelaki yang ia kenal.
" Rel"
" Eh, anak singa"
" Cepat juga Lo datang"
" Makanya jangan pacaran dulu"
Ya Axel menemani Alisha untuk mengganti pakaiannya. Setelah itu barulah ia pergi ke sini. Dan ternyata Farel sudah nyampe lebih dulu.
" Panjang juga ya antreannya?"
" Iya. Lo yakin kita berdua bakal di terima?" tanya Farel.
" Gue juga nggak tau sih, tapi semoga aja deh"
" Oh iya, terus Alisha mana?"
" Nunggu di mobil"
" Adele juga nunggu di mobil. Gue chat dia dulu, bilang kalau Alisha ada di mobil Lo. Jadi dia ada teman untuk ngobrol"
" Ya udah, cepat chat"
Farel segera mengirimkan pesan pada kekasihnya. Setelah selesai mengirim pesan, ia menyimpan kembali ponselnya kedalam saku celananya.
Di parkiran.
Setelah menerima pesan dari kekasihnya itu. Adele segera mencari mobil milik Axel. Karena ia juga boring sendirian di dalam mobil.
Tidak susah bagi Adele untuk mencari mobil milik Axel. Karena mobil itu terparkir tidak jauh dari mobil Farel. Ia mengetuk kaca pintu mobil Axel.
Tok.
Tok.
Tok.
Alisha yang mendengar pintu kaca mobil di ketuk, segera menoleh kearah pintu. Ia tersenyum kala melihat siapa yang mengetuk kaca mobil itu. Ia segera membukakan pintu.
" Adele"
" Hai"
" Kok Lo tau gue ada disini?"
__ADS_1
" Farel yang kasih tau. Mungkin dia udah ketemu sama Axe di dalam"
" Maybe "
" Nongkrong di bawah pohon sana yuk"
" Yuk, gue juga boring di dalam mobil"
Kedua gadis cantik itu pergi ke bawah pohon rindang yang tidak jauh dari parkiran. Mereka berdua duduk di kursi panjang yang mungkin di sediakan untuk orang-orang yang lagi menunggu mobil mereka selesai di cuci.
" Sayang Eca nggak ikut sama kita" kata Adele.
" Iya, kalau ada dia pasti lebih seru"
" Habis ini kalian mau kemana?"
" Nggak tau, Axel bilang sih mau ngajak gue ke suatu tempat"
" Jangan-jangan Lo mau di culik sama Axel?"
" Ngaco Lo"
" Ya siapa tau kan"
" Kalau Lo habis ini mau kemana?"
" Pulang, soalnya gue mau nemenin mama ke supermarket"
" Sungguh anak yang berbakti"
" Iya dong. Oh iya Sha, Lo kan jago bikin kue kan?"
" Nggak juga, gue masih belajar"
" Gue sama Eca kemarin kepikiran ide yang sangat bagus"
" Ide apa?"
" Kenapa Lo nggak berjualan online aja. Secara kue yang Lo bikin itu kan sangat enak"
" Masalah modal Lo tenang aja, biar gue sama Eca yang tanggung"
" Maksud Lo kita akan berbisnis online"
" Bener banget. Kan lumayan untungnya"
" Boleh"
" Ok, ntar kita diskusikan lagi sama Eca kapan kita akan mulai bisnisnya" kata Adele.
" Sejak kapan kalian berdua mikirin soal rencana bisnis ini?"
" Sebenarnya yang punya ide bisnis online itu Eca. Gue mah nggak kepikiran sama sekali"
Saat kedua gadis cantik itu sedang mengobrol, Axel dan Farel pun datang menghampiri mereka.
" Dicariin ternyata nongkrong disini?" kata Farel.
" Udah selesai?" tanya Adele.
" Udah"
" Terus gimana? diterima nggak?"
" Diterima dong"
" Wah selamat ya" ucap Adele dan Alisha.
" Makasih"
" Yuk, kita jalan" kata Axel pada Alisha.
" Kalian berdua mau kemana?" tanya Farel.
" Udah nggak usah ditanya, yuk kita pulang" kata Adele.
Adele tau kalau sekarang Axel ingin mengungkapkan perasaannya pada Alisha. Jadi dia harus segera membawa Farel pergi dari sana, kalau tidak kekasihnya itu akan menggangu Axel.
__ADS_1
" Gue pulang dulu ya Sha" kata Adele.
" Ok, hati-hati dijalan"
Setelah Adele dan Farel pergi, Axel dan Alisha juga pergi dari sana. Ia akan membawa Alisha ke suatu tempat. Yang pasti bukan ke pantai, karena siang-siang kek gini udara panas. Jadi nggak bagus kalau pergi ke pantai.
Axel melajukan mobilnya meninggalkan parkiran. Alisha tidak bertanya kemana lelaki tampan itu akan membawanya. Yang jelas, Axel tidak akan menculiknya seperti yang dikatakan Adele tadi.
...****...
Alexa berguling ke kanan dan ke kiri. Ia merasa kesepian sendirian di mansion yang besar itu. Teman gelud nya pun belum pulang. Ia benar-benar boring.
" Enaknya ngapain ya? andai aja gue punya adik satu lagi, pasti nggak akan kesepian kek gini. Jadi kalau Axel nggak ada, bisa main sama adik yang satu lagi"
Alexa bangun dari tidurnya. Ia pergi ke bawah untuk menemui para pelayan yang ada di mansion.
" Bik" panggil Alexa setelah sampai di bawah.
" Ya nona"
" Yang lain pada kemana?"
" Siapa nona?"
" Teman-teman bibik"
" Ada di belakang"
" Tolong panggilin dong"
" Semuanya?"
" Hhmm"
" Baik nona"
Bibik itu pun pergi ke rumah belakang. Rumah khusus untuk para pelayan yang ada di mansion itu.
Tak butuh waktu lama, dua puluh orang pelayan pun sudah berkumpul. Itu belum semuanya, karena lima belas lagi sedang bekerja. Ya pelayan di mansion itu kerja pakai shift.
" Mereka sudah di sini semuanya nona"
" Baiklah, sekarang ikut Eca ke ruang keluarga"
" Ma-mau ngapain nona?"
" Kita akan nonton Drakor"
" Nonton?"
" Iya. Mbak Yani, tolong bawakan camilan dan minuman ya"
" Baik nona"
Para pelayan itupun mengikuti Alexa ke ruang keluarga. Mereka khawatir kalau nanti tuan dan nona mudanya pulang, mereka akan kena marah. Walaupun mereka belum pernah dimarahi oleh pasutri itu.
Pelayan di mansion itu umurnya beragam. Dari dua puluh lima sampai empat puluh tahun. Walaupun ada yang masih muda, tapi mereka tidak ada yang berani menggoda Daddy-nya.
" Nona duduknya di atas, jangan dibawah?" kata salah satu pelayan.
" Nggak apa-apa. Lebih enak duduk dibawah"
Itulah yang mereka suka dari keluarga ini. Mereka tidak pernah malu dan juga gengsi duduk bersama para pelayan seperti mereka. Kalau orang lain belum tentu mau duduk atau berbaur dengan para pelayannya.
Salah satu pelayan yang bernama Yani datang dengan membawa nampan dan juga camilan. Yani tidak sendirian, ia dibantu sama temannya.
" Nona, ini minum sama camilannya?"
" Letakkan di atas meja mbak. Nanti siapa yang haus dan juga lapar, tinggal ambil aja di atas meja"
" Baik nona"
Mereka pun mulai menonton film yang dibilang sama nona kecilnya. Film yang menampilkan cowok-cowok tampan dan juga bening-bening.
To be continue.
Happy reading 😚😚
__ADS_1