
* Sebelum baca like dulu ya teman-teman.. Gomawo 🤗🤗*
Nando terlihat tampan dengan memakai kaos berwarna hitam. Baru keluar dari mobil, ia sudah mampu menyita perhatian semua orang yang ada di sana. Termasuk seorang gadis cantik yang berdiri dihadapannya.
Lelaki tampan itu berjalan menghampiri gadis itu dan juga sahabatnya. Ya Jihan dan Ikbal sudah dari tadi menunggu kedatangannya.
" Udah lama ya nunggunya?"
" Lumayan. Dan sedikit lagi mungkin udah tumbuh jamur di badan gue" kata Ikbal.
" Makanya Lo mandi biar nggak tumbuh jamur di badan Lo "
" Yuk, kita check in " ajak Jihan sambil merangkul lengan kokoh Nando.
Nando kaget karena tangan Jihan sudah melingkar di lengannya. Ia merasa tidak enak dengan sahabatnya. Karena ia tau bagaimana perasaan Ikbal. Ia pun melepaskan tangan Jihan dari lengannya.
" Kenapa dilepas?"
" Nggak enak diliat orang"
" Ngapain peduli sama orang lain" kata Jihan sembari merangkul lengan Nando kembali.
Ikbal berjalan duluan, ia tidak ingin melihat adegan yang membuat mata dan juga hatinya sakit. Walaupun status mereka masih temenan, tapi tetap aja terasa sakit.
" Ji, lepas!" kata Nando sembari melepaskan tangan Jihan kembali.
" Kenapa sih kamu itu selalu saja menolak aku. Bukankah kamu mau kasih aku kesempatan?"
" Memang aku memberikan waktu untuk kamu. Tapi kalau cara kamu kek gini, bukan membuat aku cinta, melainkan membuat aku ilfeel. Dan kamu harus pikirkan perasaan Ikbal juga"
Setelah mengatakan itu, Nando segera pergi menyusul sahabatnya. Inilah yang ia takutkan, persahabatannya dengan Ikbal akan rusak karena cinta.
" Bal, tungguin gue" panggil Nando sambil menarik kopernya.
" Makanya jalannya jangan kek siput"
" Sorry ya "
" Nggak apa-apa. Gue maklum kok. Lagipula perasaan itu tidak bisa dipaksakan"
" Benar, tapi tetap aja gue nggak enak sama Lo"
" Udah lupain. Yuk kita check in"
Kedua lelaki tampan itupun segera check in. Diikuti sama Jihan dibelakang. Setelah check in, mereka bertiga duduk di ruang tunggu menunggu panggilan keberangkatan.
Tak berselang lama panggilan keberangkatan pesawat mereka pun terdengar. Nando dan kedua sahabatnya segera masuk kedalam pesawat.
Nando duduk di kursi yang sudah tertera di kertas yang ia pegang sedari tadi. Dan Ikbal duduk di sebelah Nando. Karena kursi mereka berdua memang bersebelahan. Sedangkan Jihan duduk di kursi dibagian depan. Tepatnya di depan kursi Ikbal.
Pramugari memberitahu kalau sebentar lagi pesawat akan lepas landas. Dan pramugari juga meminta untuk mengecek sabuk pengaman. Pesawat pun lepas landas meninggalkan bandara internasional Soekarno-Hatta.
...***...
Axel dan Farel tidak bisa kemana-mana. Karena meja mereka dikerumuni sama cewek-cewek. Kedua cowok tampan itu tidak menyangka akan sepopuler ini.
__ADS_1
" Coba aja ada Eca disini, pasti gue tidak akan mengalami hal seperti ini" kata Axel.
" Benar. Kalau ada mereka berdua, kita pasti aman"
Axel teringat akan ucapan saudara kembarnya tadi. Ia pun tersenyum getir, ternyata dia memang tidak bisa jauh dari Alexa. Walaupun saudara kembarnya itu selalu memanfaatkannya.
" Buk guru datang " kata salah satu teman sekelas Axel.
Barulah para cewek-cewek itu bubar dan duduk di kursi mereka masing-masing. Axel dan Farel pun bisa bernafas. Karena tadi mereka berdua sudah kehabisan oksigen.
" Selamat pagi anak-anak"
" Pagi Buk"
" Apa udah ada yang tau nama ibuk?"
" Belum"
" Baiklah, ibuk akan memperkenalkan diri. Nama ibuk Arumi, ibuk mengajar mata pelajaran biologi sekaligus wali kelas X.B. Sekarang ibuk ingin tau nama murid-murid ibuk yang ada di kelas ini. Jadi silakan perkenalkan diri kalian satu persatu. Di mulai dari pojok kanan"
Siswa yang ada di pojok kanan pun mulai memperkenalkan diri. Setelah itu dilanjutkan dengan teman sebelahnya. Dan terus lanjut hingga sampailah giliran kedua lelaki tampan itu.
" Hai semuanya, perkenalkan nama saya Farel Putra Wijaya. Panggilan Farel"
" Salam kenal Farel" kata Buk guru Arumi.
" Hai semuanya, perkenalkan nama saya Axel Evan N. Panggilan Axel"
" Salam kenal Axel" kata Buk guru Arumi.
" Ternyata nama anak-anak ibuk bagus-bagus semuanya. Sekarang waktunya kita memilih perangkat kelas. Mulai dari ketua kelas, wakil ketua kelas, sekretaris dan bendahara"
Semua murid melihat teman mereka masing-masing. Mereka akan memilih siapa yang cocok untuk jadi ketua dan perangkat kelas yang lainnya.
" Sekarang kita pilih ketua kelas dulu. Siapa kira-kira yang cocok untuk jadi ketua kelas?"
" Axel "
Semua murid kompak menyebutkan nama Axel. Termasuk Farel.
" Semuanya sepakat menjadikan Axel sebagai ketua kelas?"
" Sepakat Buk"
" Ok, ketua kelas sudah dapat. Sekarang wakil ketua kelas, siapa?"
" Farel" jawab semuanya.
" Wakil ketua sudah dapat, sekarang sekretaris dan bendahara?"
" Salsa sama Rara, Buk"
Karena semua posisi sudah terisi, Arumi pun mencatat nama perangkat kelas di buku isi empat puluh. Jadi buku itu nanti akan ia serahkan ke sekretaris kelas.
" Baiklah karena perangkat kelas sudah dipilih, jadi kelas dan juga keamanannya ibuk serahkan kepada empat orang yang sudah terpilih tadi. Apa kalian siap untuk menjaga keamanan dan ketertiban kelas ini?"
__ADS_1
" Siap Buk"
" Terima kasih. Sekarang kita mulai belajar, keluarkan buku catatan kalian"
Semua murid pun mengeluarkan buku dan juga pena. Mereka siap untuk mengikuti proses belajar mengajar.
...***...
Alisha dan Vani senang, karena mereka satu kelas. Berarti mereka bisa duduk satu bangku. Dan mereka berdua berada di kelas unggul. Itu tandanya nilai tes mereka kemarin tinggi.
" Gue senang banget bisa satu kelas sama Lo, Sha"
" Gue juga Van"
" Tapi sayangnya kita harus sekelas sama Bella"
" Nggak apa-apa, ntar kalau dia macam-macam kita jadi perkedel dia"
" Gue malas aja sama dia, karena dia suka banget cari masalah sama kita"
" Biarkan saja"
Tak berselang lama terdengar langkah kaki, semakin kesini langkah kaki itu semakin dekat.
Dan Alisha tau itu langkah kaki siapa.
" Ternyata dunia ini sempit ya" kata Bella.
Ya langkah kaki tadi milik Bella dan kedua sahabatnya.
" Gue nggak nyangka kalian berdua bisa masuk ke kelas unggul ini. Padahal kalian berdua itu kismin dan juga bodoh " kata Bella.
" Sepertinya kata-kata itu cocok buat Lo " kata Alisha.
" Buat gue?"
" Ya buat Lo. Karena setau gue yang selalu mendapatkan nilai jelek itu elo"
Ya, Alisha dan Bella memang satu sekolah saat SMP. Alisha mendapatkan beasiswa untuk masuk ke SMA Harapan Bangsa. Sedangkan Bella masuk ke SMA itu karena papanya salah satu donatur di sekolah itu.
" Berani sekali kau!"
Alisha menangkap tangan Bella yang tadi akan menamparnya. " Jangan coba-coba menyentuh gue, kalau tidak ingin tangan mu yang lemah ini patah "
Bella memegang pergelangan tangannya yang terasa sakit karena di cengkram oleh Alisha. Ia tidak menyangka kalau Alisha sekuat itu. Padahal postur tubuh Alisha lebih kecil darinya.
To be continue.
Nando.
Jihan.
__ADS_1
Happy reading 😚😚