
Mobil Kenan berhenti di depan rumah Alisha. Ia membunyikan klakson mobilnya. Tak berselang lama keluarlah seorang gadis cantik dengan membawa tiga box kue di tangannya.
Kenan turun dari mobilnya. Ia mengambil ahli kue itu dari tangan gadis cantik itu. Dengan senang hati gadis cantik itu memberikannya pada Kenan.
Para karyawan yang tidak sengaja melihat perlakuan Kenan pada Alexa pun terpesona. Mereka
" Lama ya nunggunya?"
" Iya, udah tiga jam"
" Tiga jam? serius?"
" Serius lha "
" Maaf, tadi kerjaan saya lagi banyak"
" Nggak apa-apa Om. Kalau nggak dijemput, aku bisa pergi sendiri"
" Jangan! kamu itu nggak boleh pergi sendiri. Udah cepat masuk, kita segera berangkat"
Alexa masuk kedalam mobil mewah milik gunung es itu. Setelah Alexa duduk dengan benar, barulah Kenan menutup kembali pintu mobilnya.
" Nih untuk kamu"
" Permen?"
" Hhmmm"
" Om mau nyogok aku?" tanya Alexa.
" Anggap aja seperti itu"
" Masa nyogok nya cuma sama permen?"
Kenan mengambil sesuatu di kursi belakang. Ia sengaja menyiapkan hadiah itu, kalau gadis cantik itu menolak permen.
" Nih untuk gadis tipis ku"
Mata Alexa membulat sempurna. Ia tidak menyangka gunung es itu akan memberikan hadiah seperti ini untuknya.
" Ini untuk aku, Om?"
" Iya, suka nggak?"
" Suka, makasih Om"
" Sama-sama" balas Kenan sambil tersenyum pada Alexa.
Alexa terus memandangi buket bunga yang terbuat dari bermacam merek permen. Walaupun dia sudah pernah melihat hadiah seperti ini dalam drama yang pernah ia tonton. Tapi kalau mendapatkan langsung hadiah itu, membuatnya sangat senang.
" Om tau dari mana permen bisa di jadikan buket bunga kek gini?"
" Cari di google"
" Oh"
" Sekarang kita jalan ya?"
" Hhmmm"
Kenan melajukan mobilnya meninggalkan kediaman Alisha. Mobil mewah itu terus melaju meninggalkan kompleks perumahan blok D.
Sepanjang jalan, Alexa terus memandangi buket bunga yang terbuat dari beberapa merek permen itu.
Kenan bingung pada gadis cantik yang ada di sampingnya. Gadis itu terlihat sangat bahagia hanya karena mendapatkan buket bunga dari permen. Apalagi kalau dia mendapatkan hadiah bunga asli. Apakah dia akan sebahagia ini juga.
" Apa kamu belum pernah dikasih hadiah seperti ini oleh kekasih kamu?"
" Aku nggak punya kekasih Om"
" Berarti saya orang pertama yang memberikan kamu hadiah?"
__ADS_1
" Hhmmm"
" Apa imbalannya?"
" Imbalan apa?"
" Kan saya sudah memberikan hadiah sama kamu"
" Om nggak ikhlas memberikan hadiahnya sama aku?"
" Ikhlas"
" Terus kenapa tadi Om minta imbalan sama aku?"
" Maksud saya kamu nggak ada niat mau kasih saya ciuman atau apa gitu?"
Wajah Alexa seketika memerah. Ia teringat akan kejadian dimana Kenan menciumnya. Ia refleks menutup mulutnya dengan buket bunga yang diberikan Kenan tadi.
" Kenapa mulutnya ditutup?" tanya Kenan sambil melirik Alexa.
" Nggak apa-apa"
" Apa kamu lagi membayangkan saat saya cium bibir kamu?"
" Om!"
Tawa Kenan pun pecah saat melihat wajah Alexa yang memerah. Ini kali pertamanya ia melihat gadis cantik itu malu-malu seperti itu.
Tanpa terasa mereka pun sampai di kompleks perumahan milik keluarga Ricard. Beberapa bodyguard yang berjaga di sepanjang jalan, memberi hormat saat mobil mewah milik Kenan melewati mereka.
Alexa tidak kaget dengan pemandangan seperti itu. Karena di mansion milik orang tuanya juga banyak bodyguard yang berjaga. Semua itu dilakukan untuk menjaga keluarga tuan mereka.
Pintu gerbang terbuka secara otomatis. Mobil mewah itu pun melaju menuju mansion utama milik kakaknya.
Salah satu bodyguard menghampiri mobil Kenan. Kemudian bodyguard itu membuka pintu mobil.
" Selamat datang tuan muda"
" Silakan turun tuan putri?"
Alexa keluar dari mobil. Para bodyguard yang ada di sana kaget melihat perlakuan manis tuan muda mereka pada seorang gadis yang baru saja turun dari mobil. Dulu waktu sama mantannya yang model terkenal itu, tuan muda mereka tidak pernah semanis ini.
" Ini calon nona muda kalian"
Alexa kaget mendengar ucapan Kenan. Kenapa gunung es itu memperkenalkannya sebagai nona muda.
" Selamat datang nona muda"
Alexa hanya membalas dengan senyuman.
" Yuk sayang kita masuk"
Belum lagi hilang keterkejutannya, ditambah lagi dengan panggilan Kenan padanya.
" Kok bengong sih?, yuk masuk" kata Kenan sambil menggandeng tangan Alexa.
Jantung Alexa berpacu lebih cepat dari biasanya. Ia benar-benar bingung dengan sikap Kenan padanya.
" Kalian ambil kue dan bawa kue yang ada di mobil itu ke dalam mansion"
" Baik tuan muda"
Para bodyguard yakin kalau gadis cantik yang ada di samping tuan mudanya adalah gadis yang sangat spesial di hari tuannya. Karena mereka sangat jarang melihat tuannya perhatian seperti itu pada wanita.
" Assalamualaikum" ucap Kenan dan Alexa.
" Wa'alaikum salam"
Mama Kenan langsung menoleh kearah suara. Alangkah kagetnya dia melihat siapa gadis yang berdiri di samping putranya. Ia sangat mengenal gadis cantik itu.
Helena bangun dari tempat duduknya. Ia segera menghampiri Alexa. Ia menatap gadis cantik itu dengan sangat lembut. Tapi apa bener gadis cantik ini calon mantunya.
__ADS_1
" Hallo cantik, kita bertemu lagi"
Alexa tidak mengerti apa yang dikatakan mama Kenan. Ia bingung kenapa mama gunung es itu bilang 'kita bertemu kembali?.
" Maaf sebelumnya Tante, apa sebelumnya kita pernah bertemu?"
Helena tersenyum mendengar pertanyaan Alexa. Ternyata gadis cantik itu sudah tidak ingat dengannya. Padahal dialah yang membantu dirinya waktu di bandara.
" Tentu saja kita pernah bertemu cantik. Apa kamu sudah lupa?"
" Iya Tante"
" Saya ibu yang pernah kamu tolong waktu kecopetan di bandara"
Alexa mencoba mengingat kejadian waktu di bandara.
" Bagaimana? apakah sudah ingat?"
" Sudah Tante"
" Yuk kita duduk dulu" kata mama Kenan sambil menggandeng tangan Alexa.
" Mama nggak mau nyambut aku?"
" Nggak! lagian kamu tiap hari juga di sambut"
" Ini Ma, kue yang di buat sama calon mantu mama"
Mata Alexa membulat sempurna saat mendengar ucapan Kenan barusan. Apa maksud gunung es itu dengan memperkenalkan dirinya sebagai calon mantu.
" Benarkah ini kamu yang membuatnya, sayang?"
" I.. iya Tante"
Helena meminta bibik untuk membuatkan minum untuk calon mantunya. Tak lupa ia juga meminta bibik untuk membawakan pisau dan juga piring kecil.
Tak berselang lama bibik datang dengan membawa nampan yang berisi minuman dan juga beberapa piring kecil.
" Silakan diminum cantik"
" Makasih Tante"
" Sekarang kamu ceritakan bagaimana bisa kamu jadian sama bujang lapuk ini?"
Uhuk.. uhuk..
Kenan dan Alexa tersedak. Untung saja tadi mereka sudah selesai minum.
" Wah coba lihat Pa, batuk aja mereka kompak"
" Iya Ma"
" Ayo sayang ceritakan bagaimana kamu bisa menerima cinta bujang lapuk ini?"
Alexa bingung mau menjawab apa. Karena dia dan Kenan tidak punya hubungan apa-apa.
" Kamu nggak dibayarkan sama bujang lapuk itu?"
" Ya nggak lha. Hubungan kita itu murni"
" Mama nggak tanya sama kamu. Jadi diam dulu"
Alexa melirik lelaki tampan yang ada di depannya. Ia melihat wajah memelas lelaki itu. Ia yakin kalau gunung es itu sudah berbohong padanya mamanya. Dan ia tidak tau kenapa lelaki tampan itu berbohong pada mamanya.
" Jadi apa yang membuat kamu suka sama bujang lapuk ini, sayang?"
" Aku suka karena dia baik dan juga tampan Tante"
Kenan kaget mendengar jawaban Alexa. Ia tidak menyangka gadis cantik itu akan bicara seperti itu. Ia tidak peduli apa yang dikatakan Alexa itu benar atau tidak. Tapi yang jelas sekarang dia sangat senang.
To be continue.
__ADS_1
Happy reading 😚😚