
Kevin melirik jam tangannya. Acara sebentar lagi akan dimulai, tapi kekasihnya itu juga belum tampak batang hidungnya.
Apa dia tidak datang?.
Tap.
Tap.
Tap.
Terdengar langkah kaki dari pintu masuk. Kevin langsung menoleh kearah pintu masuk. Begitu juga dengan beberapa tamu yang lain.
Tampaklah seorang gadis cantik dengan sejuta pesonanya. Aura gadis cantik itu sangat berbeda dengan yang lainnya. Dia terlihat bersinar dari tamu yang lainnya.
" Alexa"
Kevin segera menghampiri gadis cantik yang sudah mencuri hatinya itu. Senyuman terukir di bibirnya. Matanya terus menatap Alexa tanpa berkedip.
" Kamu datang?"
" Tentu saja aku datang, ini kan hari spesial untuk kakak"
" Kamu cantik banget malam ini"
" Makasih. Kakak juga tampan memakai jas"
" Nih kado dari aku"
" Makasih"
" Sama-sama"
" Yuk, kita gabung sama yang lain"
" Hhmmm"
Kevin menggandeng tangan Alexa. Perlakuan Kevin terhadap Alexa pun menjadi pusat perhatian para tamu. Mereka bertanya-tanya ada hubungan apa antara mereka berdua.
" Apa itu kekasihnya Kevin?"
" Sepertinya begitu, liat saja cara dia memperlakukan gadis cantik itu"
" Tapi menurut saya mereka berdua cocok"
" Benar, yang ceweknya cantik dan cowoknya tampan"
Kevin tersenyum mendengar omongan beberapa tamu. Dan juga ia mengamini ucapan salah seorang tamu, yang mengatakan ia dan Alexa cocok.
" Alexa, kakak pikir siapa. Kamu cantik banget?" puji Citra.
" Kakak bisa aja mujinya. Kak Citra juga cantik"
" Benar kata Citra, kamu itu sangat cantik" kata Intan.
" Makasih Kak. Kakak juga cantik"
" Kakak nggak nyangka kalau kamu dan Axel kembar?" kata Intan.
" Iya. Mana kita udah sempat salah paham lagi" kata Citra.
Alexa dan Axel hanya tersenyum mendengar ucapan para senior mereka. Ya mereka tidak ada maksud untuk membuat orang salah paham dengan hubungan mereka.
Tak berselang lama terdengar suara MC, itu pertanda acara akan segera dimulai. Semua tamu yang tadinya kek lebah, sekarang mulai diam.
" Selamat malam semuanya" sapa MC pada semua tamu undangan.
__ADS_1
" Malam"
" Baiklah, karena waktu terus berjalan. Kita mulai saja acaranya. Acara pertama kita mulai dengan pemotongan kue ulang tahun. Jadi kepada yang berulang tahun, diharapkan maju ke depan"
" Kakak ke atas dulu ya?"
" Hhmmm"
Kue setinggi setengah meter pun di bawah naik ke atas panggung. Orang tua Kevin pun sudah bergabung. Kevin mulai memotong kue ulang tahun.
" Potongan kue yang pertama akan diberikan pada siapa Kevin?" tanya MC.
" Untuk mama dan papa" jawab Kevin sambil memberikan potongan itu pada mamanya.
" Wah ternyata Kevin sangat menyayangi kedua orang tuanya. Selanjutnya potong kue yang kedua akan diberikan pada siapa?"
" Potongan kue ini akan saya berikan pada gadis cantik yang ada di sana" tunjuk Kevin ke arah salah satu tamu.
Para tamu pun melihat kearah orang yang dimaksud oleh Kevin. Begitu juga dengan kedua orang tuannya.
" Nona cantik bisa naik ke atas panggung?"
Alexa agak ragu untuk maju. Tapi melihat tatapan Kevin, ia pun memberanikan diri untuk naik keatas panggung.
" Siapa nona cantik ini, Kevin?"
" Seseorang yanga spesial dalam hidup saya"
Mona kaget mendengar ucapan putranya. Begitu juga dengan Imel mamanya Citra.
" Jeng, apa maksudnya ini?"
" Tenang Jeng, dia itu cuma teman Kevin"
Semua tamu bertepuk tangan melihat adegan barusan. Sedangkan Mona menahan emosinya. Bisa-bisanya putranya itu memberikan potongan kue kedua pada gadis yang nggak jelas asal usulnya.
" Baiklah sekarang kita masuk ke acara selanjutnya. Sepatah kata dari orang tua yang berulang tahun"
MC memberikan mic pada mama Kevin.
" Selamat malam semuanya. Terima kasih karena kalian semua sudah menyempatkan hadir ke acara ulang tahun putra saya yang ke delapan belas tahun. Malam ini saya akan membagikan kabar bahagia pada kalian semuanya"
Pada tamu pun mulai berbisik-bisik. Kabar bahagia apa yang di bagikan sama orang tua Kevin.
" Malam ini bukan hanya acara ulang tahun. Tapi juga acara pertunangan putra saya dengan putri sahabat saya"
Kevin kaget mendengar ucapan mamanya. Ia tidak menyangka mamanya akan bertindak sejauh ini. Padahal ia sudah berkali-kali mengatakan kalau ia tidak menerima pertunangan dengan Citra. Tapi kenapa mamanya mengumumkan pertunangannya.
" Apa maksud mama?" tanya Kevin.
" Malam ini kamu dan Citra akan bertunangan"
" Nggak! aku nggak akan bertunangan dengan Citra. Karena aku tidak mencintai Citra"
" Lalu siapa yang kamu cintai? apa gadis ini?"
" Ya, dia adalah gadis yang aku cintai"
" Baiklah. Apa yang gadis itu punya? apa dia setara dengan kita?"
Kevin terdiam mendengar pertanyaan mamanya.
" Kenapa kamu diam?"
" Aku nggak peduli dia mau setara atau tidak dengan keluarga kita. Yang penting aku mencintai dia"
__ADS_1
" Kamu! apa motif kamu mendekati putra saya?"
" Dia nggak pernah mendekati aku. Tapi aku yang selalu mendekati dia" jawab Kevin.
" Mama tidak tanya sama kamu. Kenapa kamu yang menjawab?"
" Karena itulah kenyataannya. Akulah yang mengejar-ngejar dia"
Papa Kevin menatap Alexa. Ia seperti pernah melihat gadis itu. Tapi di mana?. Ia pun ingat dimana pernah bertemu dengan gadis itu.
" Bukankah kamu Waitress di restoran saya?" tanya papa Kevin.
" Waitress? apa maksud papa?" tanya Mona pada suaminya.
" Gadis ini Waitress di restoran kita Ma"
" What!"
Mona bertambah emosi. Bagaimana putranya menyukai pelayan yang derajatnya jauh dari keluarganya. Apa kata teman-temannya nanti jika benar putranya memiliki hubungan dengan gadis itu.
" Kamu seorang Waitress?"
" Ya Tante"
" Jangan pernah sebut saya dengan sebutan Tante. Karena kita tidak sedekat itu. Dan berani-beraninya kamu mendekati putra saya?"
" Berapa kali harus aku bilang, aku yang mendekati Alexa, Ma. Jadi jangan pernah salahkan dia" kata Kevin.
" Berani kamu membela Waitress ini di depan mama?"
" Tentu saja, karena dia tidak salah disini"
" Apa yang sudah kau berikan pada putra saya, hingga dia berani melawan saya?. Apa kamu sudah guna-guna dia?"
Alexa ingin tertawa mendengar pertanyaan mama Kevin. Bisa-bisanya wanita itu berpikir ia mejampi anaknya.
" Saya tidak perlu melakukan itu. Karena tanpa di guna-guna pun putra anda selalu mendekati saya"
" Saya tidak percaya. Orang miskin seperti kamu pasti melakukan trik kotor seperti itu untuk menarik orang kaya seperti putra saya Apa kamu ingin naik status, makanya kamu mendekati putra saya. Iya kan?"
Axel mengepalkan tangannya menahan emosi. Ia tidak suka melihat saudara kembarnya di rendahkan seperti itu.
" Katakan berapa uang yang kamu? saya akan berikan, lalu segera pergi dari sini. Karena sampai kapan pun saya tidak akan pernah merestui hubungan kamu dengan putra saya"
" Mama!"
" Kalau saya tidak mau meninggalkan putra anda. Apa yang akan anda lakukan pada saya?"
" Saya akan hancurkan keluarga kamu"
" Wow hebat sekali. Apa anda yakin bisa menghancurkan keluarga saya?"
" Tentu saja. Kau itu hanya orang rendahan, yang mendekati orang kaya untuk merubah status"
" Cukup!"
Semua orang menoleh kearah suara.
To be continue.
Nah lho siapa itu yang berbicara?
tunggu next chapter ya.. ðŸ¤
Happy reading 😚😚
__ADS_1