Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Galak


__ADS_3

Jam istirahat, seperti biasa kantin sekolah selalu penuh oleh siswa. Para siswa ingin mengisi perut mereka yang kosong karena terkuras saat belajar tadi. Tak terkecuali empat sekawan.


" Kalian berdua mau makan apa?" tanya Farel pada kedua cewek cantik Alexa dan Adele.


" Gue pesan jus jeruk" kata Alexa.


" Makanannya?"


" Jus jeruk aja"


" Kamu nggak makan? diet lagi?" tanya Axel.


" Nggak"


" Terus kenapa nggak makan?"


" Lagi nggak selera"


" Tumben? biasanya kalau udah ke kantin langsung kalap"


" Aku lagi banyak pikiran"


" Emang mikirin apa?"


" Belajar masak"


" Siapa yang mau belajar masak?" tanya Adele.


" Gue"


Puffhh..


Adele tertawa mendengar ucapan Alexa. Ia tidak menyangka kalau sahabatnya itu akan belajar memasak.


" Kenapa Lo tertawa?"


" Ya lucu aja"


" Belajar masak Lo bilang lucu? dimana lucunya coba?"


" Bukan belajar masaknya. Tapi orang yang akan belajar masaknya yang lucu"


" Gue, lucu gimana?"


" Ya lucu aja ngebayangin Lo mengaduk-aduk masakan. Dan juga mengulek cabai"


" Dasar sahabat luknut. Kek Lo bisa masak aja"


" Hehehe, kita kan samaan "


" Tadi ngeledek gue. Taunya dia sendiri juga nggak bisa masak"


" Stop! kalian berdua itu sama, jadi jangan saling mem-bully" kata Axel.


" Jadi Eca mau pesan apa nih?" tanya Farel lagi.


" Jus jeruk " jawab Alexa.


" Pesan makan juga Eca" kata Axel.


" Aku nggak selera"


" Ntar perut kamu sakit. Bikin repot lagi"


" Oh jadi gitu? kamu nggak mau ngurus kakak kamu yang cantik ini kalau lagi sakit?"


" Nggak! lagian kamu sendiri yang cari penyakit"


" Dasar adik durhakim"


" Siapa suruh cari penyakit"


" Biarin! biar aku mati sekalian"


Brak..


" Eca!" hardik Axel.


Deg.

__ADS_1


Alexa kaget mendengar Axel menghardiknya. Ini pertama kali dalam hidupnya Axel meninggikan suara padanya. Bukan hanya Alexa, Adele dan Farel pun kaget mendengar suara Axel yang meninggi seperti tadi.


Siswa lain pun mulai berbisik-bisik. Mereka bertanya-tanya apa yang terjadi antara Alexa dan juga Axel. Karena kedua orang itu biasanya selalu memperlihatkan kemesraan mereka. Tapi sekarang kedua orang itu bersitegang.


" Sorry " ucap Alexa.


Axel menghela nafasnya. Ia berusaha meredakan emosinya. " Nggak, seharusnya aku yang minta maaf karena sudah menghardik kamu tadi"


" Nggak, aku yang salah karena udah ngomong mati tadi"


Ya Alexa tau kalau adiknya itu tidak menyukai ucapan seperti itu. Karena ucapan itu adalah doa. Jadi ia bicara seperti tadi, itu sama dengan mendoakan dirinya sendiri mati. Tentu saja membuat adiknya itu marah.


" Jangan pernah bicara seperti itu lagi?"


" Aku janji nggak akan ngomong seperti itu lagi"


" Walaupun nantinya kita semua akan mati, tapi janganlah kita mendahului kehendak Allah. Ini pertama dan terakhir kalinya aku dengar kamu ngomong kek tadi"


" Iya"


" Sekarang pesan makanan yang kamu suka"


" Hhmm"


Alexa pun memesan makanan yang ingin dia makan. Karena kalau tidak, saudara kembarnya itu akan membuat kehebohan lagi. Cukup tadi aja dia membuat heboh. Dan ia yakin, kejadian tadi akan menjadi trending topik di sekolah.


...***...


Alisha dan Vani sedang berada di taman. Kedua gadis cantik itu akan menikmati bekal makan siangnya. Ya kedua gadis cantik itu memang selalu membawa bekal ke sekolah.


" Coba lihat dua orang kismin sedang ngapain disini?" Bella.


" Mereka akan makan Bel"


" Hari gini masih bawa bekal ke sekolah?"


" Apa salahnya, lagian kami nggak minta sama kamu" kata Vani.


" Heh! udah berani melawan Lo ya"


" Kalau iya, kenapa?"


Brak..


Kotak bekal Alisha dan Vani terjatuh. Nasi dan lauk yang ada di dalam kotak bekal itupun berserakan di tanah. Dan sudah pasti sudah tidak bisa dimakan lagi.


" Yah jatuh"


Bella dan ketiga temannya tertawa melihat bekal itu jatuh dan makanannya sudah tidak bisa dimakan lagi.


Alisha sangat emosi. Perbuatan Bella kali ini sungguh keterlaluan.


Plak..


Awwwww.


Bella mengadu kesakitan karena Alisha menamparnya. Bahkan bukan cuma itu saja, gadis cantik itu menarik rambut Bella dengan sangat kuat. Kedua teman Bella ingin membantu, tapi di halangi Vani.


Salah satu teman Bella pergi. Ia akan melaporkan kepada kepala sekolah. Dan sudah pasti Alisha akan dimarahi habis-habisan oleh kepala sekolah. Karena Alisha sudah berani mengganggu salah satu anak dari donatur sekolah itu.


" Van, ambil nasi yang udah jatuh itu"


Vani mengambil sedikit nasi yang sudah bercampur dengan tanah itu. Ia memberikan pada sahabatnya.


" Lo mau ngapain?" tanya Bella saat melihat Alisha mengarahkan nasi itu ke mulutnya.


" Biar Lo bisa ngerasain enaknya nasi campur tanah"


" Jangan! kalau Lo berani menyuapi nasi itu ke mulut gue, gue pastikan Lo nggak akan bisa sekolah di sini lagi"


" Lo pikir gue peduli. Gue sudah muak dengan tingkah Lo yang selalu semena-mena sama gue dan juga Vani"


" Alisha! gue nggak bercanda ya"


" Lo pikir gue juga bercanda"


Bella terus saja memohon supaya Alisha tidak melakukan hal itu. Karena ia tidak ingin memakan nasi yang sudah terjatuh, dan lagi nasi itu sudah bercampur dengan tanah.


" Alisha!"

__ADS_1


Vani kaget melihat kepala sekolah datang. Tapi tidak dengan Alisha, ia terlihat sangat santai. Bella merasa lega karena bantuannya sudah datang.


" Apa-apaan kamu! cepat lepaskan Bella"


Brugh..


Bella terjatuh ke tanah. Karena Alisha mendorongnya.


" Bella, Lo nggak apa-apa kan?" tanya kedua teman Bella.


" Tangan gue sakit. Sepertinya keseleo"


" Alisha, ikut saya ke kantor!" kata kepala sekolah sambil berlalu pergi.


" Baik Pak"


Alisha pun mengikuti kepala sekolah dibelakang.


" Alisha" panggil Vani.


" Gue nggak apa-apa"


" Sukurin, emang enak! makanya jangan macam-macam sama gue " kata Bella.


Alisha terus berjalan, ia tidak menghiraukan ucapan Bella. Ia tau kalau kepala sekolah itu akan berpihak pada Bella. Karena orang tua Bella punya pengaruh besar di sekolah.


Vani ikut sedih karena sahabatnya di bawa ke ruang kepala sekolah. Ia ingin sekali membantu sahabatnya itu. Tapi kepala sekolah pasti tidak akan mau mendengarkannya. Karena baginya siswa yang menguntungkan bagi sekolah yang akan dia dengar dan juga dia bela.


Alisha pun sampai di depan kantor kepala sekolah. Ia menarik nafasnya kemudian membuangnya secara perlahan. Cara itu ia lakukan untuk mengurangi emosinya.


Tok.


Tok.


Tok.


" Masuk!"


Alisha memutar gagang pintu. Saat pintu terbuka, tampaklah wajah kepala sekolah yang tidak bersahabat. Ia segera masuk kedalam ruangan itu.


" Duduk!"


Alisha duduk di sofa yang ada di ruangan itu.


" Kamu sadar dengan apa yang kamu lakukan tadi?"


" Sadar Pak"


" Berani sekali kamu menyakiti anak dari donatur sekolah ini. Apa kamu tau beasiswa yang kamu dapatkan itu dari mana?"


" Tau Pak"


" Terus kenapa kamu mencari masalah dengan Bella?!"


" Dia yang menggangu saya duluan Pak. Masa saya harus diam saja"


" Benar kamu harus diam aja. Karena kamu tidak ada hak untuk melawan di sini"


Alisha kaget mendengar ucapan kepala sekolah. Bagaimana mungkin dia harus diam saja ketika ada yang menyakitinya. Kalau sekali dua kali dia di sakiti mungkin dia tidak akan membalas. Tapi Bella sudah sering kali menyakitinya. Dan dia tidak dibolehkan untuk melawan hanya karena dia bukan anak donatur di sekolah itu. Sungguh ironis.


" Kamu di skors selama seminggu"


" Tidak perlu, saya akan keluar dari sekolah ini. Karena saya tidak ingin bersekolah di di sekolah yang bobrok seperti ini" kata Alisha sambil berlalu pergi meninggalkan ruangan kepala sekolah.


Brak..


Alisha membanting pintu ruangan itu dengan sangat kuat. Hingga kepala sekolah itu kaget mendengar pintunya di banting oleh Alisha.


To be continue.


Axel



Kevin.



Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2