Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Hari yang sial


__ADS_3

* Sebelum baca like dulu ya teman-teman.. Gomawo 🤗🤗*


" Gimana nih Mon? anak-anak kita tidak setuju?"


" Kamu tenang aja, mereka berdua itu cuma kaget. Karena kita memberitahu mereka secara mendadak"


" Kamu benar juga. Mudah-mudahan setelah ini mereka mau menerima perjodohan ini"


" Aamiin"


" Kalau gitu kami pamit pulang dulu ya. Sekalian mau mencari Citra"


" Baiklah, mari aku antar kalian ke depan"


Mona dan suaminya mengantarkan tamu, sekaligus rekan bisnis mereka. Walaupun hari ini mereka gagal menyatukan dua insan itu. Tapi mereka akan terus mencoba.


" Kita jalan dulu ya"


" Hati-hati di jalan"


" Makasih"


Mobil mewah milik Imel pun meninggalkan kediaman calon besan mereka. Setelah mobil Imel tidak terlihat lagi, Mona dan suaminya masuk kedalam rumah.


" Mau kemana kamu?" tanya Mona pada putranya.


Kevin terus berjalan tanpa menjawab pertanyaan sang mama. Ia masih kesal dengan kedua orang tuanya. Karena mereka dengan seenaknya mengambil keputusan, tanpa mendengarkan pendapatnya.


" Kevin! "


" Sudah biarkan saja" ujar sang suami.


" Tapi Pa"


" Dia butuh waktu. Jadi jangan desak dia"


" Baiklah"


Kevin melajukan mobilnya meninggalkan kediaman kedua orang tuanya. Ia ingin menenangkan diri dulu. Sekarang ini dia butuh teman yang mau mendengarkan ceritanya.


...***...


Alexa kaget melihat pesan yang baru saja ia baca. Ia mengucek matanya beberapa kali untuk memastikan isi pesan itu benar. Ya dia baru saja mendapatkan pesan dari m-banking.


Angka yang ada dilayar ponselnya masih tetap sama. Angkanya tidak ada yang berkurang satupun. Alexa mencubit tangannya untuk memastikan lagi. Apakah ini nyata ataukah hanya mimpi belaka.


Aawwww..


" OMG..! ini semua tidak mimpi"


Muaach.. muaach..


Alexa mencium layar ponselnya. Ia sangat senang melihat nominal uang yang masuk ke dalam rekeningnya. Uang itu, tiga kali lipat dari uang sakunya.


Tapi tunggu dulu? ia tidak boleh terlalu senang dulu. Jangan-jangan pamannya salah kirim lagi?. Alexa segera bangkit dari tidurnya untuk menanyakan kebenaran soal uang itu.


" Eh mau kemana?" tanya Axel saat melihat saudara kembarnya keluar dari kamarnya.


" Kepo" jawab Alexa sambil berlalu pergi meninggalkan Axel.


" Eca ingat ya, uang sakunya bulan depan transfer ke rekening aku?"


" Aku ingat"


" Ya siapa tau Eca nggak ingat. Makanya aku ingatkan lagi"


" Kan aku belum pikun"


" Terus sekarang mau kemana?"


" Ada deh"


" Ntar aku juga tau, kamu mau kemana"


Alexa mempercepat langkahnya. Ia tidak ingin Axel mengetahui tujuannya kemana. Ia segera masuk kedalam lift.


" Eca tunggu!"

__ADS_1


Week..


Alexa menjulurkan lidahnya mengejek saudara kembarnya yang tidak bisa mengejarnya.


" Kamu pikir bisa lolos dari aku. Tidak semudah itu ferguso "


Axel berlari menuju tangga. Tapi ia tidak menuruni anak tangga. Melainkan berseluncur di besi yang ada sisi tangga.


Brugh..


Axel tidak sengaja menabrak seseorang.


" Astagfirullah"


Deg.


" Mommy?"


" Axel"


" Sorry Mom, Axel nggak sengaja"


" Kenapa Axel main seluncuran didalam mansion? dan lagi, itu berbahaya?"


" Iya Mom, lain kali Axel nggak kek gitu lagi"


" Good. Tapi kalau ketahuan lagi? mommy akan cabut semua fasilitas Axel"


Berarti kalau nggak ketahuan boleh dong?.


" Jangan pernah berpikir untuk membohongi mommy. Karena mommy bisa tau apa yang semua orang di mansion ini lakukan. Termasuk yang Axel dan Eca lakukan"


Astaga di mansion ini kan ada CCTV.


" Jadi kalau Axel main seluncuran lagi? semua fasilitasnya mommy cabut"


Kalau fasilitasnya di cabut, berarti ia tidak bisa membeli komik lagi. " Jangan dong Mom"


" Kalau nggak mau fasilitasnya dicabut, Axel harus gimana?"


Kiran kaget mendengar jawaban putranya. Ternyata sang putra mau berhenti melakukan itu bukan karena takut jatuh. Melainkan takut nggak bisa beli komik.


" Maksud Axel, demi keselamatan " lanjut lelaki tampan itu sambil tersenyum memperlihatkan sederetan gigi putihnya.


" Itu baru bener. Ya udah mommy tinggal dulu ya"


" Ok Mom"


Axel menghela nafasnya karena ketahuan mommy-nya. Untung saja ia tidak kena kultum.


" Oh iya, Eca"


Ia baru teringat kalau dirinya sedang membuntuti Alexa. Dan sekarang ia sudah kehilangan jejak saudara kembarnya. Dan ini karena mommy-nya.


...***...


Tok..


Tok..


Tok..


" Paman"


Tidak ada jawaban dari dalam sana. Ia pun mengetuk pintu kamar itu. Ia berharap kali ini ada jawaban dari dalam. Tapi lagi-lagi tidak ada jawaban dari dalam sana.


" Eca masuk ya?"


Ceklek..


Alexa membuka pintu kamar itu. Saat pintu terbuka, ia tidak melihat sang paman di kamar. Tapi samar-samar ia mendengar suara gemericik air dari arah kamar mandi.


" Tuh kan bener lagi mandi?. Baiklah, gue akan tunggu paman disini"


Gadis cantik itu duduk di sofa yang ada di kamar itu. Sambil menunggu pamannya selesai mandi. Ia menonton televisi supaya nggak boring.


Dering ponsel Nando mengagetkan Alexa. Ia segera mencari ponsel milik sang paman. Karena suara dering ponsel itu mengganggunya.

__ADS_1


" Nih dia yang berisik dari tadi. Eh Kak Jihan"


Alexa segera menggeser tombol hijau yang ada di layar ponsel itu.


" Hallo Kak Ji"


" Lho kok Eca? pamannya mana?"


" Paman lagi mandi"


" Mandi?"


" Hhmm"


" Eca sekarang dimana?"


" Di kamar paman"


" Eca nggak boleh masuk kedalam kamar paman di saat dia lagi mandi?"


" Kenapa?"


" Karena Eca sudah remaja dan itu tidak baik"


" Maaf Kak, Eca nggak tau. Karena waktu kecil Eca sering masuk kedalam kamar paman"


" Itu dulu, sekarang udah nggak boleh"


" Maaf Kak, lain kali Eca nggak akan masuk ke kamar paman lagi"


" Bagus. Sekarang Eca keluar dari sana"


" Iya Kak"


Panggilan telepon pun berakhir. Ia tidak tau kalau dirinya tidak boleh masuk kedalam kamar pamannya lagi.


" Eca"


" Astagfirullah"


Karena kaget, Alexa menjatuhkan ponsel milik pamannya. Ia segera mengambil ponsel yang jatuh tadi.


" Ma--"


Aaaaaaaa..


Alexa kaget melihat pamannya yang hanya memakai handuk sebatas lutut. Tapi matanya terus saja menatap tubuh atletis milik pamannya. Apalagi pemandangan roti sobek yang terpampang nyata di depan matanya. Sungguh keindahan yang sempurna.


Ia terbayang salah satu adegan Drakor yang ia tonton. Dan ia pun ingin merasakan bagaimana rasanya menyentuh roti sobek itu. Apakah empuk, atau keras.


" Eca ngapain disini?"


" Ah i-iya"


" Eca ngapain ada di kamar paman?" tanya Nando lagi.


" I-itu mau melihat roti so--"


Alexa segera menutup mulutnya. Ia tidak ingin keceplosan ngomong roti sobek.


" Roti apa?"


" Ah ti-tidak, Eca cuma mau bilang makasih" ucap Alexa sambil kabur dari sana. Ia tidak ingin berlama-lama di sana.


Karena tidak buru-buru ia lupa kalau di depannya ada pintu.


Aaaawww..


" Eca!"


" Eca nggak apa-apa kok paman" kata Alexa sambil berlari keluar kamar itu.


Nando masih mematung. Otaknya lagi mencerna apa yang terjadi barusan. Detik kemudian ia tersenyum membayangkan kejadian tadi. Hari ini keponakannya itu agak aneh.


To be continue.


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2