Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Ketua kelas


__ADS_3

* Sebelum baca like dulu ya teman-teman.. Gomawo 🤗🤗*


Semua siswa-siswi SMA Tunas Bangsa sudah berkumpul di lapangan. Pagi ini mereka akan melakukan upaya bendera. Empat sekawan pun sudah berkumpul di sana.


Semua majelis guru dan juga kepala sekolah sudah berdiri di tempat masing-masing. Upacara bendera segera di mulai.


Selesai upacara, semua siswa kembali ke kelas masing-masing. Semua siswa kelas satu melihat papan pengumuman. Mereka ingin tau, berada di kelas mana.


Pembagian kelas berdasarkan hasil tes dan juga nilai rapor mereka sewaktu di kelas tiga SMP kemarin. Jika nilai mereka tinggi, sudah dipastikan mereka berada di kelas unggul.


" Mudah-mudahan kita satu kelas ya" kata Adele pada Alexa.


" Hhhmm"


" Tapi gue nggak mau satu kelas sama si Diva"


" Gue juga"


" Nggak kebayang kalau satu kelas sama dia"


" Bisa di pastikan, kita akan ribut terus sama dia"


" Betul banget"


Axel tersenyum karena ia tidak satu kelas dengan saudara kembarnya. Ini kali pertamanya ia tidak satu kelas dengan Alexa. Dan itu tandanya ia akan bebas dari kakaknya itu.


" Kita nggak satu kelas sama kedua cowok tampan itu?" bisik Adele.


" Kok bisa? lalu mereka kelas berapa?"


" X.B"


Alexa menoleh kearah saudara kembarnya itu. Axel tersenyum sambil mengedipkan matanya pada saudara kembarnya itu. Alexa kaget melihat tingkah Axel yang seperti wanita penggoda. Ia segera memalingkan wajahnya ke arah lain.


" OMG, Eca liat. Wanita abal-abal itu sekelas sama kita"


" Siapa?"


" Diva"


" What, mana?"


" Noh"


Alexa melihat papan pengumuman. Dan benar saja, nama DIVA terpampang jelas di depan matanya. Ia bukannya takut melawan gadis itu. Tapi ia tidak ingin membuat keributan di kelas.


" Kita ke kelas duluan ya" kata Farel.


" Bareng, lagian kelas kita bersebelahan kok" kata Adele.


" Ya udah, yuk kita ke kelas"


Empat sekawan itu berjalan menuju kelas mereka masing-masing. Walaupun tidak sekelas, tapi kelas mereka bersebelahan.


" Senangkan kamu?" tanya Alexa pada saudara kembarnya.


" Senang dong. Karena nggak ada lagi yang ganggu saat aku belajar"


" Nanti pasti kamu kangen suasana seperti itu"


" Mana ada orang kangen diganggu"


" Aku pastiin kamu akan kangen masa-masa itu"


" Nggak akan"


" Ok, kita liat aja nanti"

__ADS_1


" Ok"


Tanpa terasa kedua gadis cantik itu sampai di depan kelas mereka. Sedangkan Axel dan Farel melanjutkan perjalanan mereka ke kelasnya.


Alexa dan Adele masuk kedalam kelas. Mereka berdua mencari tempat duduk yang paling pinggir. Karena mereka tidak suka duduk di depan, ataupun di tengah.


" Sepertinya meja ini kosong? kita duduk disini aja ya?" kata Adele.


" Hhmm"


Mereka duduk di kursi nomor tiga dari depan. Alexa duduk di dekat dinding, dan Adele duduk di sebelahnya.


" Kira-kira di kelas kita ada cowok ganteng nggak ya? kan lumayan buat cuci mata" kata Adele.


" Nggak tau juga sih. Tapi mungkin nggak ada yang setampan saudara kembar gue"


" Ya sih. Enak banget cewek-cewek dikelas sebelah, bisa cuci mata"


Tak berselang lama Diva dan kedua sahabatnya masuk ke dalam kelas. Dan itu sangat merusak mata kedua gadis cantik itu.


" Hei kamu!" tunjuk Diva ke Alexa.


Semua orang menoleh ke arah Alexa. Sedangkan orang yang ditunjuk hanya cuek saja. Melihat Alexa hanya diam saja, Diva berjalan menghampiri meja Alexa.


" Lo tuli ya?"


" Lo ngomong sama gue?"


" Iya! emang siapa lagi?!"


" Tapi gue nggak denger Lo panggil nama gue"


" Karena kuping Lo udah nggak berfungsi, makanya Lo nggak denger"


" Ada apa?"


" Enak aja. Yang duduk duluan disini gue, jadi mana mungkin kursi ini milik Lo"


" Lo berani membantah? apa Lo nggak tau siapa gue, dan siapa keluarga gue?"


" Siapa pun Elo dan berasal dari keluarga mana, gue nggak peduli"


" Wah, wah besar nyali juga Lo. Apa Lo nggak takut dikeluarkan dari sekolah ini?"


" Nggak! karena sekolah ini bukan milik bapak Lo. So kenapa gue harus takut"


Diva sangat emosi mendengar ucapan Alexa. Bisa-bisanya Alexa tidak takut sama ancamannya. Kalau murid lain di gertak kek tadi udah takut.


" Awas kau nanti" ancam Alexa.


Setelah berkata seperti itu pada Alexa. Diva pun tidak bisa berbuat apa-apa. Karena dikalahkan oleh Alexa. Ia segera meninggalkan meja Alexa, dan kembali ke tempat duduknya.


" Ck, tau kabur juga dia" kata Adele.


" Kan dia memang seperti itu"


Suara bel pun berbunyi, itu pertanda pelajaran sekolah akan segera di mulai. Tak berapa lama guru pun datang dan masuk ke dalam kelas Alexa.


" Selamat pagi anak-anak"


" Pagi Buk"


" Perkenalkan nama ibuk, Sonya. Ibu guru matematika kalian, sekaligus wali kelas kalian"


Semua murid pun menyambut guru sekaligus wali kelas mereka dengan tepuk tangan yang sangat meriah.


" Baiklah sekarang giliran kalian untuk memperkenalkan diri. Dimulai dari barisan terdepan"

__ADS_1


Satu persatu murid pun mulai memperkenalkan diri mereka. Tibalah giliran Diva. Ia segera memperkenalkan diri.


" Hai semua, perkenalkan nama aku Diva Putri Aditama. Dipanggil Diva"


" Salam kenal Diva. Selanjutnya" kata Buk guru Sonya.


Diva kembali duduk. Kemudian diteruskan oleh teman sebangku Diva dan seterusnya. Sekarang tibalah giliran Adele dan juga Alexa.


" Hai semuanya. Perkenalkan nama saya Adele Adriana Agatha. Dipanggil Adele"


" Salam kenal Adele, lanjut"


" Hai semuanya. Perkenalkan nama saya Alexa Kirania N. Dipanggil Alexa"


" Salam kenal Alexa, lanjut"


Alexa dan Adele kembali duduk. Kemudian perkenalannya dilanjutkan oleh temannya yang ada dibelakang. Dan sampai ke ujung.


" Baiklah, sesi perkenalan sudah selesai dan nama-nama anak-anak ibuk bagus-bagus semuanya. Sekarang kita akan pilih perangkat kelas. Anak-anak ibuk pasti tau apa-apa perangkat kelas"


" Tau Buk"


" Sekarang kita pilih, siapa yang menjadi ketua, wakil ketua, sekretaris dan juga bendahara. Kira-kira siapa yang cocok untuk jadi ketua?"


" Alexa Buk"


Alexa kaget mendengar ucapan teman-temannya. Bagaimana bisa ia dipilih menjadi ketua kelas.


" Bagaimana Alexa, apa kamu bersedia menjadi ketua kelas?"


" Karena teman-teman percaya sama saya. Saya bersedia Buk"


" Wahyu Buk" kata beberapa murid.


" Bagaimana Wahyu, apa kamu bersedia jadi ketua kelas?"


" Bersedia Buk"


Sonya tersenyum mendengar jawaban yang lantang dari muridnya yang bernama Alexa itu. Walaupun dia perempuan, tapi aura kepemimpinannya sangat terlihat. Tidak salah kalau teman-temannya memilih gadis cantik itu.


" Sekarang wakil ketua"


" Wahyu Buk"


" Sekretaris?"


" Adele Buk"


" Bendahara?"


" Diva Buk"


" Sekarang anak-anak ibuk yang terpilih tadi maju ke depan"


Alexa dan Adele maju ke depan. Diikuti sama Wahyu dan juga Diva.


" Inilah wajah-wajah cantik dan juga tampan perangkat kelas kita. Untuk ketua dan wakil ketua, ibuk berharap kalian bisa menjaga keamanan kelas. Apa kalian berdua bisa melaksanakan tugas ini?"


" Siap Buk" jawab Alexa dan Wahyu.


" Mulai sekarang keamanan kelas ibuk serahkan pada kalian berempat. Terutama pada ketua dan wakil ketua, ibuk titipkan kelas X.A pada kalian berempat"


Setelah menerima amanah dari guru, mereka berempat kembali duduk di kursi mereka masing-masing.


To be continue.


Happy reading 😚😚

__ADS_1


...***...


__ADS_2