
Tok.
Tok.
Tok.
" Permisi Buk Sari, saya mau mengantarkan murid baru"
" Silakan Buk Amel"
Murid-murid mulai heboh. Mereka penasaran siapa murid baru yang di maksud sama Buk Amel. Begitu juga dengan Axel. Lelaki tampan itu sedari tadi tidak melepaskan pandangannya dari pintu masuk.
Seorang gadis cantik masuk ke dalam kelas. Axel kaget melihat gadis cantik yang baru masuk kedalam kelasnya. Ia kenal siapa gadis yang sekarang berdiri di depan kelas.
Bukankah Mommy-nya bilang, kalau gadis cantik itu tidak mau bersekolah di SMA Tunas Bangsa. Tapi sekarang gadis itu ada di depan matanya.
" Liatnya biasa aja kali" ledek Farel.
" Berisik!"
Farel tersenyum melihat ekspresi Axel. Ia yakin kalau sahabatnya itu memiliki perasaan pada murid baru itu. Karena dari tadi, sahabatnya itu tidak berhenti menatap gadis cantik itu. Padahal ia tau kalau Axel tidak pernah menatap gadis lebih lama. Selain orang terdekatnya.
" Silakan perkenalkan diri kamu?" titah sang guru.
" Hai teman-teman, perkenalkan nama saya Alisha"
" Baiklah Alisha, kamu duduk di kursi yang kosong yang ada di depan Axel"
Nama itu tidak asing ditelinganya. Alisha pun menoleh kearah yang dimaksud sama Buk guru. Ia kaget melihat lelaki tampan yang duduk di sana. Ia tidak menyangka kalau dirinya akan satu kelas dengan lelaki tampan itu.
Ia segera berjalan menuju tempat duduknya yang ada di depan meja Axel. Murid laki-laki tidak berhenti memandang Alisha. Karena Alisha gadis yang paling cantik di kelas itu.
" Alisha, nanti pinjam catatan teman untuk mengejar ketinggalan kamu"
" Baik Buk"
" Baiklah anak-anak, kita lanjutkan kembali belajarnya"
Semua murid fokus ke depan. Mereka mendengarkan guru menerangkan pelajaran yang sempat tertunda tadi. Begitu juga dengan Axel. Lelaki tampan itu memang bisa menempatkan diri. Karena kalau tidak, ia bisa ketinggalan.
Di kelas X.A
Semua murid sedang mendengarkan guru sedang menerangkan pelajaran. Begitu juga dengan kedua cewek cantik. Yaitu Alexa dan Adele.
Tok.
Tok.
Tok.
" Permisi Buk Sonya, saya mau menjemput murid yang bernama Alexa"
" Emang ada apa ya Buk?" tanya Sonya.
" Ada yang melapor pada saya kalau murid yang bernama Alexa melakukan tindakan asusila"
" Apa mereka punya bukti kalau Alexa melakukan hal itu?"
" Mereka melihat sendiri gadis itu melakukan hal tidak senonoh itu"
" Kalau begitu saya juga ikut"
__ADS_1
" Kenapa Buk Sonya juga ikut?"
" Karena saya wali kelasnya, tentu saja saya harus mendampingi murid saya"
" Baiklah, cepat bawa Alexa ke ruangan kepala sekolah"
" Perhatian semuanya. Ibuk ada urusan sebentar, kalian semua jangan ada yang berisik. Kerjakan soal latihan yang ada dihalaman 40. Saat ibuk kembali tugas itu sudah harus selesai. Mengerti"
" Mengerti Buk"
" Alexa ikut sama ibuk?"
" Baik Buk"
Semua murid bertanya-tanya apa yang sudah dilakukan Alexa. Begitu juga dengan Adele. Ia penasaran kenapa sahabatnya di panggil guru BK. Ia akan menanyakan nanti pada sahabatnya.
Sedangkan Diva dan gengnya tersenyum penuh kemenangan. Mereka yakin Alexa akan mendapatkan hukuman. Kapan perlu, ia dikeluarkan dari sekolah.
" Kalian tau kenapa Alexa di panggil guru BK?" tanya Diva.
" Nggak" jawab murid lain.
" Gue denger-denger dia melakukan tindakan asusila"
Semua teman-teman sekelas Alexa kaget mendengar ucapan Diva. Begitu juga dengan Adele. Ia tidak menyangka kalau sahabatnya akan difitnah oleh orang yang tidak bertanggungjawab.
" Bohong! Alexa tidak pernah melakukan itu"
" Lo membela dia karena dia itu teman Lo "
" Gue juga nggak yakin Alexa melakukan hal seperti itu" kata salah satu teman sekelas Alexa.
" Apa Lo punya bukti kalau Alexa melakukan tindakan seperti itu?"
" Gue liat sendiri kemarin. Waktu pulang sekolah, dan parahnya dia melakukan itu di belakang sekolah"
Adele sekarang ingat, kemarin Alexa memang kebelakang sekolah. Tapi sahabatnya itu kesana karena memberi pelajaran pada Kak Rian. Ia tidak menyangka Diva akan membuat fitnah yang kejam seperti itu.
" Hati-hati dengan ucapan Lo, Diva. Karena ucapan Lo itu bisa jadi bumerang untuk Lo
" Kita liat saja nanti"
" Ok, dan saat semua ucapan Lo itu tidak terbukti? maka bersiaplah untuk hancur"
" Lo menyumpahi gue?!"
" Gue nggak nyumpahin Lo. Tapi memperingatkan elo"
Diva sangat kesal. Ia tidak suka mendengar ucapan Adele barusan. Gadis itu terlihat sedang menyumpahi nya.
...***...
Alexa tiba di depan ruang kepala sekolah. Ia tidak tau kenapa di bawa ke kantor kepala sekolah. Ia merasa tidak pernah melakukan kesalahan.
Tok.
Tok.
Tok.
" Masuk!"
__ADS_1
Alexa masuk kedalam kantor kepala sekolah. Ia kaget melihat kedua orang tuanya ada di sana. Begitu juga dengan Darren dan istrinya. Kalau putri mereka ada di sini, itu berarti murid yang melakukan tindakan asusila itu adalah putrinya sendiri.
Mommy sama Daddy kenapa ada disini?.
" Ini Pak murid yang melakukan tindakan asusila itu"
Deg.
Alexa kaget bukan main saat mendengar ucapan guru BK tadi. Ia tidak pernah melakukan hal seperti itu. Kenapa sekarang ia di tuduh melakukan hal seperti itu. Apa kedua orang tuanya tau masalah ini?.
" Saya tidak yakin murid saya melakukan hal seperti itu Pak" kata Sonya.
" Silakan duduk dulu " titah kepala sekolah.
Alexa duduk di samping wali kelasnya. Ia masih bingung dengan apa yang terjadi saat ini. Tapi satu hal yang ingin ia tau, siapa orang yang sudah berani memfitnahnya.
" Apa kamu yang bernama Alexa?" tanya kepala sekolah.
" Iya Pak"
" Kamu sudah mendengar apa yang dikatakan Buk Yeni tadi?"
" Sudah Pak. Dan saya tidak pernah melakukan hal yang dituduhkan Buk Yeni tadi"
" Tapi ada yang melaporkan pada Buk Yeni. Mereka melihat sendiri kamu melakukan tindakan asusila itu"
" Saya tidak pernah melakukan tindakan asusila itu"
" Maling mana ada yang ngaku" kata guru BK.
" Bukankah di sekolah ini punya CCTV di setiap sudut sekolah? "
" Benar apa yang dikatakan Alexa Pak. Jadi kita bisa tau kebenarannya" kata Sonya
Darren dan Kiran masih menjadi pendengar yang baik. Mereka akan melihat bagaimana putri mereka akan menyelesaikan masalah seperti ini. Mereka yakin kalau putrinya itu tidak akan pernah melakukan hal tercela seperti itu.
" Kalau saya terbukti melakukan tindakan asusila. Saya siap keluar dari sekolah ini. Tapi kalau saya tidak terbukti melakukan tindakan itu, maka saya harap orang yang memfitnah saya itu dihukum. Karena dia sudah mencemarkan nama baik saya "
" Baik, saya akan memberikan hukuman yang pantas untuk orang yang sudah memfitnah kamu"
Alexa tidak akan mengampuni orang yang sudah memfitnahnya. Apalagi kejadian ini didengar oleh kedua orang tuanya.
" Baiklah, sekarang kita liat bersama-sama rekaman CCTV nya" kata kepala sekolah.
" Tunggu!" kata Alexa.
" Ada apa lagi nak Alexa
Sebelum kita melihat rekaman CCTV, saya ingin anak yang menjadi saksi itu juga ada disini" kata Alexa.
" Benar kata Alexa, Pak"
" Baik, kita akan panggil anak itu"
Buk Yeni segera keluar dari ruangan itu. Ia akan memanggil Diva untuk mempertanggung jawabkan ucapannya.
To be continue.
Segini dulu ya, ntar up lagiπ€π€ jangan lupa kasih hadiahnya ya..biar Feby semangat up nyaππ
Happy reading ππ
__ADS_1