
Pesawat jet pribadi milik Kenan mendarat dengan selamat di bandara internasional Soekarno Hatta. Kedatangan lelaki tampan itu langsung di sambut bodyguard-nya.
" Selamat datang kembali bos"
" Hhmmm"
Salah satu bodyguard membukakan pintu mobil untuk bosnya. Kenan dan Beni segera masuk kedalam mobil.
" Tuan mau langsung ke mansion atau ke tempat acara?" tanya Beni setelah mobil melaju meninggalkan bandara.
" Ketempat acara"
Beni pun memberitahu sopir untuk mengantarkan mereka ke jalan cendrawasih. Karena tuan mudanya akan menemui seseorang.
" Ben berhenti di toko bunga dulu"
" Siap tuan"
Sopir pun menepikan mobilnya ketika melihat toko bunga yang cukup terkenal di kota J. Kenan dan Beni pun turun dari mobil.
" Selamat datang tuan. Ada yang bisa saya bantu?" tutur karyawan toko bunga.
" Saya ingin membeli satu buket bunga mawar merah"
" Ada tuan. Kebetulan bunga mawar merahnya baru datang dan masih sangat segar"
" Tolong pilih kualitas yang paling bagus. Dan rangkai secantik mungkin"
" Siap tuan, saya akan pilihkan mawar terbagus"
Karyawan itu segera mengambil bunga mawar yang masih segar. Ia memilih bunga yang berkualitas premium.
" Tuan bunga ini ingin dirangkai seperti apa?"
" Apa saja, yang penting indah dan juga cantik"
" Apa bunga ini akan anda berikan pada kekasih anda?"
" Baiklah"
" Baiklah tuan. Silakan duduk dulu, saya akan merangkai bunganya dulu"
Kenan dan Beni duduk di sofa yang ada di di sana. Sambil menunggu rangkaian bunganya selesai, Kenan menghubungi calon mertuanya.
" Assalamualaikum, Tante"
" Wa'alaikum salam Ken"
" Apa Tante sudah siap?"
" Sudah, Tante dan Om sudah mau berangkat"
" Maaf nggak bisa jemput Om dan Tante"
" Nggak apa-apa. Tante juga tau kamu baru nyampe"
" Iya Tante, ini baru keluar dari bandara"
" Ya udah, sampai ketemu di tempat acara ya"
" Ok Tante "
Panggilan pun berakhir. Kenan menyimpan ponselnya kembali kedalam saku jasnya. Namun belum sempat Kenan menyimpan ponselnya, ponselnya berdering. Ia melihat nama mamanya yang tertera di sana.
" Hallo, assalamualaikum Ma"
" Wa'alaikum salam. Kamu sudah sampe dimana?"
" Baru keluar dari bandara"
" Buruan!, nanti kita terlambat pergi ke acaranya"
__ADS_1
" Hhhmm"
" Jangan cuma hhhmm, hhhmmm aja. Suruh sopir ngebut dikit bawa mobilnya"
" Emang Mama udah bersiap?"
" Sudah daritadi. Ini mama sama kakak kamu mau berangkat "
" Ya udah, sampai ketemu di tempat acara, Ma"
Kenan memutuskan sambungan teleponnya. Kalau tidak mamanya akan terus bertanya dia sudah sampai dimana.
" Tuan buket bunganya sudah siap?"
Kenan takjub melihat buket bunga mawar merah yang ada ditangan pelayan toko. Bunga mawar merah itu terlihat tambah mewah.
" Saya suka dengan buketnya. Ben tolong bayar dulu"
" Baik tuan"
Beni memberikan black card miliknya pada karyawan toko. Karyawan itu segera menggesek black card milik Beni.
" Ini tuan card-nya. Terima kasih sudah mampir ke toko kami"
" Sama-sama mba"
Setelah membayar buket bunga, kedua lelaki tampan itu keluar dari toko dan melanjutkan kembali perjalanan mereka.
...***...
Para pengunjung sedang memilih kue dan menu mana yang akan mereka pesan. Pilihan kue dan juga menu cafenya cukup banyak.
Sedangkan Alexa dan para sahabatnya sedang mengobrol dengan paman dan Abang nya.
" Selamat ya untuk kalian bertiga"
" Makasih Abang, paman"
" Melihat antusias para pembeli tadi, Abang yakin modal kalian akan cepat balik"
" Kalian nggak ada niat untuk membuka cabang setelah ini?" tanya Varo.
" Rencananya sih ada Bang. Tapi lihat perkembangannya dulu" jawab Alexa.
Abimanyu melihat para karyawan yang sibuk bolak balik ke depan dan belakang. Mereka semua terlihat sangat sibuk. Begitu juga dengan cewek yang sudah mencuri kaca spion mobilnya.
" Eca"
" Iya Bang"
" Karyawan itu siapa namanya?"
" Yang mana Bang?"
" Itu yang sedang menerangkan pada para pembeli"
" Oh itu? namanya kak Indah. Dia ketua para karyawan disini. Kenapa Bang?"
" Nggak apa-apa. Dia terlihat menonjol aja daripada karyawan yang lain"
Alexa menatap Abang sepupunya. Ia merasa sang Abang sedang mengincar ketua karyawannya.
" Abang suka sama kak Indah, ya?"
Uhuk..uhuk
Abimanyu tersedak sama kue yang baru ia masukkan kedalam mulutnya. Ia segera menyambar jus jeruk yang ada dihadapannya. Meneguk setengah jus jeruk itu.
" Kenapa Eca tanya kek gitu?" tanya Abimanyu setelah minum.
" Iya pengen aja. Apalagi Abang nggak biasanya kek gitu"
__ADS_1
" Abang cuma melihat dia lebih menonjol dari yang lain"
" Ya Abang benar. Makanya Eca pilih dia jadi ketuanya"
Abimanyu belum mengatakan pada Alexa dan yang lainnya kalau Indah lha yang mencuri kaca spion mobilnya. Biarkanlah ini akan menjadi rahasianya dan juga cewek itu.
" Axel sama Farel nggak ada niat mau berbisnis juga?" tanya Varo.
" Untuk sekarang sih belum, Paman. Soalnya Axel juga baru belajar bisnis sama Daddy" jawab Axel.
" Wah bagus dong. Jadi nanti bisa gantiin Daddy-nya untuk memimpin perusahaan"
" Mudah-mudahan deh Paman. Kita berdua bisa memimpin perusahaan mommy dan Daddy"
Axel dan Alexa memang sudah membicarakan masalah ini dengan kedua orang tuanya. Kalau mereka berdua akan memimpin dua perusahaan besar milik mommy dan juga Daddy-nya.
" Oh iya Bang. Abang Darel sama Kak Elina nggak datang, ya?" tanya Alexa.
" Datang, mungkin sebentar lagi mereka nyampe"
Benar saja, tidak lama Alexa bertanya. Dua orang yang di tanya itu sampe di sana.
" Hallo semuanya, maaf kita berdua terlambat" kata Darel.
" Sibuk ngebucin terus sih?!" kata Abimanyu.
" Ya itulah serunya kalau punya pacar. Yang jomlo mana tau rasanya dan indahnya pacaran"
" Hati-hati Bang Darel, disini ada tiga jomlo lho?" kata Axel sambil melirik Alexa.
" Kita ini jomlo bahagia" kata Alexa.
" Bohong banget. Mana ada jomlo bahagia?"
" Adalah. Buktinya aku bahagia"
" Mana ada bahagia. Setiap kali denger aku manggil Alisha dengan sebutan sayang, kamu marah"
" Sudah-sudah jangan bahas masalah jomlo lagi" kata Alisha.
" Oh iya, selamat ya untuk kalian bertiga. Semoga kedepannya usaha toko dan cafe kalian tambah banyak pengunjungnya" ucap Elina.
" Aamiin, makasih doanya kak Elina"
" Sama-sama"
Alexa meminta salah satu karyawannya untuk menyiapkan kue dan juga makanan yang lain untuk Darel dan juga Elina.
" Lama nggak ketemu kak Elina tambah cantik aja" puji Alexa.
" Sama, Eca juga tambah cantik"
Ya mereka memang jarang bertemu. Paling bertemunya di acara keluarga. Apalagi sekarang keluarga mereka sudah jarang ngumpul. Mungkin karena kesibukan masing-masing.
" Rel"
" Iya" jawab Darel dan Farel serentak.
Abimanyu dan yang lainnya melirik Farel. Tak berselang lama suara tawa pun terdengar di sana.
" Maaf Bang, aku pikir Abang manggil aku" kata Farel.
" Nggak apa-apa. Lagian nama panggilan kalian sama"
" Gue juga baru nyadar kalau panggilan gue sama Farel sama"
" Jangan-jangan kita kembar beda ibu, Bang" kata Farel.
" Beda ayah juga " kata Darel.
Suara tawa kembali terdengar di sana. Dua orang yang panggilannya sama. Berkumpul di satu meja.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading 😚😚