Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Murid baru


__ADS_3

Alisha sudah sampai di SMA Tunas Bangsa. Sekolah yang paling terbaik dan juga bergengsi di kota J. Ia tidak pernah bercita-cita untuk sekolah di sana. Karena biasanya yang selangit. Tapi sekarang ia bisa menginjakkan kakinya ke sekolah itu.


Ia seperti berada di dalam dunia drama yang sering ia tonton. Bagaimana tidak, mobil dan motor mewah berjejer di parkiran. Tidak seperti di sekolahnya yang lama. Hanya ada beberapa mobil dan motor mewah saja.


" Kamu sudah siap Alisha?" tanya Kiran.


" Sudah Tante"


" Ayo masuk"


Mata semua siswa tertuju pada Alisha. Mereka tau siapa orang yang ada bersama Alisha. Siapa yang tidak tau pengusaha sekaligus orang terkaya di Asia dan Eropa.


" Daebak! bukankah itu tuan dan nyonya Narendra?"


" Iya. Apakah gadis cantik itu putrinya"


" Sepertinya begitu. Kalau tidak, bagaimana mungkin gadis itu datang bersama tuan dan nyonya Narendra"


Diva yang kebetulan lewat, dan mendengar percakapan beberapa siswi tadi. Ia pun menoleh kearah yang di maksud siswi itu.


" Gue harus bisa berteman dengan gadis itu?" kata Diva.


" Benar Div, kita bawa dia masuk ke dalam geng kita"


" Tentu saja, karena di geng kita hanya teruntuk orang-orang kaya saja"


" Kira-kira dia kelas berapa?"


" Sepertinya sama dengan kita. Kelas X(Sepuluh)"


" Bagus, mudah-mudahan kita satu kelas dengan gadis itu" kata Diva.


Diva dan gengnya segera pergi ke ruang guru BK. Karena ia akan melaporkan masalah Alexa dan Kak Rian kemarin. Ia ingin Alexa saja yang di hukum.


***


Alisha takjub melihat sekolah yang akan menjadi sekolahnya nanti. Pantas saja biaya sekolah di sana sangat mahal. Karena fasilitas dan keamanannya juga bagus. Ia tidak sabar ingin bertemu dengan kedua sahabatnya.


Tok.


Tok.


Tok.


Kiran mengetuk pintu kepala sekolah. Ia sengaja tidak memberitahu kedatangannya ke sekolah itu. Ia tidak ingin kepala sekolah membuat acara penyambutan untuknya. Karena itu akan membuat ia dan suaminya jadi pusat perhatian dan ia tidak suka itu.


" Masuk"


Kiran dan suaminya masuk kedalam ruangan kepala sekolah. Diikuti sama Alisha dibelakang. Kepala sekolah kaget melihat siapa yang datang.


" Tuan dan nyonya Narendra?"


" Selamat pagi Pak Trisno"


" Silakan duduk tuan, nyonya"


Alisha bisa melihat, betapa diseganinya kedua orang yang membawanya itu. Buktinya kepala sekolah saja, sangat hormat.


" Kenapa tuan dan nyonya tidak memberitahu saya kalau mau datang?"


" Karena kalau saya kasih tau, anda pasti akan membuat acara penyambutan" kata Kiran.


" Nyonya tau aja. Jadi ada keperluan apa tuan dan nyonya datang kesini?"

__ADS_1


" Saya ingin mendaftarkan putri saya" kata Kiran.


Kepala sekolah itu menoleh kearah gadis yang ada di samping Kiran. " Apa ini putri anda nyonya?"


" Iya, dia putri saya"


Alisha kaget mendengar mendengar ucapan Kiran. Bagaimana tidak, wanita cantik itu bilang dia putrinya.


" Putri anda cantik juga nyonya"


" Terima kasih pujian Pak Trisno. Jadi bagaimana, apakah putri saya bisa mendaftar di sini?"


" Tentu saja bisa nyonya. Saya akan mengambilkan formulirnya dulu"


Trisno segera mengambil kertas formulir yang ada di lacinya. Ia tidak menyangka bisa bertemu dengan putri terkaya di negeri ini.


" Ini nyonya formulirnya"


Kiran mengambil kertas yang di serahkan Pak Trisno tadi pada Alisha. " Kamu isi data diri disini"


" Baik Tante"


Alisha mengambil pulpen di dalam tasnya. Kemudian ia segera mengisi data dirinya. Setelah selesai mengisi formulir, Alisha memberikan kembali kertasnya pada kepala sekolah.


" Jangan di baca" kata Darren, saat melihat Pak Trisno akan membaca profil Alisha.


" Maaf tuan. Saya akan langsung simpan"


" Apa putri saya tidak di tes dulu Pak?" tanya Darren.


" Tidak perlu tuan. Saya akan memasukkannya ke kelas unggul"


" Anda tau gimana saya. Saya tidak suka ada perbedaan antara anak saya dengan anak-anak lainnya. Kalau yang lain di tes, berarti putri saya juga harus di tes"


" Baik tuan saya akan memberikan soal yang akan di isi sama putri anda"


" Silakan kerjakan Nak Alisha"


Alisha segera menyelesaikan soal-soal yang ada di kertas yang diberikan oleh kepala sekolah tadi. Karena Alisha anak pintar, jadi dia tidak butuh waktu lama untuk mengerjakan soal-soal itu.


" Ini Pak" kata Alisha sambil menyerahkan kertas soal dan juga lembar jawaban yang sudah ia kerjakan tadi.


" Wah putri anda pintar sekali tuan. Jawabannya benar semua"


Kiran tersenyum pada Alisha. Ia tidak menyangka kalau gadis cantik itu sangat pintar.


" Baiklah Alisha, kelas kamu X. B"


Kiran dan Darren saling lirik. Pasutri itu tidak menyangka kalau Alisha akan satu kelas dengan putra mereka.


" Buk Amel, tolong antarkan Alisha ke kelasnya"


" Baik Pak"


Alisha berpamitan dengan Darren dan juga Kiran.


" Baik-baik belajarnya ya sayang" pesan Kiran pada Alisha.


" Ya Tante"


" Maaf tidak bisa mengantar ke kelas "


" Nggak apa-apa. Terima kasih Tante"

__ADS_1


Pak Trisno heran saat mendengar panggilan Alisha kepada Kiran. Kenapa gadis itu memanggil Kiran sedang sebutan Tante, bukan mama. Tapi dia tidak mau ambil pusing, daripada nanti ia kena masalah. Mendingan dia diam.


" Yuk, Nak Alisha"


Alisha mengikuti guru yang bernama Amel itu. Mereka segera keluar dari ruangan kepala sekolah.


Tok.


Tok.


Tok.


" Masuk"


" Permisi Pak, saya mau melapor" kata guru BK.


" Melapor apa Buk Yeni?"


Yeni tidak menyadari kalau di sana ada Darren dan juga Kiran. Karena ia harus menyampaikan berita penting ini.


" Salah satu murid di sekolah kita melakukan tindakan asusila Pak"


" Apa! kapan itu terjadi?"


" Kemarin sepulang sekolah Pak"


" Ada saksi yang melihatnya?"


" Ada Pak"


" Siapa yang berani melakukan hal seperti itu"


" Murid kelas X. A Pak"


Itukan kelasnya Alexa. Gumam Kiran dalam hati.


" Bawa murid yang melakukan tindakan asusila dan juga saksi yang melihatnya. Bawa mereka ke kantor saya"


" Baik Pak"


"Bisa-bisanya dia melakukan hal seperti itu di lingkungan sekolah !"


Buk guru Yeni segera keluar dari ruangan kepala sekolah. Ia akan memanggil murid yang sudah mencoreng nama sekolah itu.


" Ada apa ini Pak Trisno?" tanya Darren.


" Ada sedikit masalah tuan"


" Masalah apa?"


" Ada salah satu murid yang melakukan tindakan asusila"


" Wah bahaya itu. Kenapa sekolah bisa kecolongan seperti ini?"


" Saya minta maaf tuan. Kejadiannya kemarin sepulang sekolah"


" Baiklah, saya juga ingin melihat anak yang melakukan tindakan itu"


" Baik tuan, saya sudah meminta guru Yeni untuk memanggil anak itu"


Darren dan istrinya penasaran siapa anak yang berani melakukan hal seperti itu dilingkungan sekolah. Apa murid itu tidak menyadari konsekuensi yang akan diterima jika melakukan hal seperti itu.


To be continue.

__ADS_1


Segini dulu ya..🤭


Happy reading 😚😚


__ADS_2