Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Pertarungan sengit


__ADS_3

Axel baru sampai di mansion. Hari ini sungguh melelahkan baginya. Baru kali ini ia membersihkan toilet sebanyak itu. Ia salut sama para OB. Mereka bekerja dengan sangat baik, tanpa ada rasa lelah sedikit pun.


" Assalamualaikum"


" Wa'alaikum salam. Kamu udah pulang?"


" Hhmmm"


" Gimana kerja pertamanya sebagai OB?"


" Cukup melelahkan"


" Eleh!, baru membersihkan dua toilet aja udah capek"


" Dua apaan. Aku membersihkan seluruh toilet di lantai 12"


Tawa Alexa pun pecah. Ia tidak menyangka kalau adiknya akan di suruh membersihkan semua toilet di lantai 12.


" Senang banget liat aku tertindas"


" Emang siapa yang berani menindas kamu?"


" Senior di sana lha"


Tawa Alexa makin pecah. Pasti Adiknya itu sangat emosi karena di kerjain. Tapi dia nggak bisa berbuat apa-apa. Daripada penyamarannya terbongkar.


" Seneng banget liat adiknya tersiksa"


" Banget"


Bugh.


Bantal sofa pun mendarat di kepala Alexa. Axel sangat kesal sama kakaknya itu. Bukannya simpati padanya, eh tapi sang kakak malah mengejeknya.


" Dasar adik durhakim. Berani sekali kamu tipuk kepala kakak kamu. Ntar kalau aku geger otak gimana?"


" Kamu nggak akan geger otak hanya karena di tipuk sama bantal doang. Oh iya Cha"


" Hhmmmm"


" Aku nemuin kecurangan di perusahaan Daddy"


" Benarkah?"


" Hhmmm"


" Kok bisa Daddy kecolongan?"


" Mereka sangat licik. Kerja mereka juga sangat rapi"


" Emang kecurangan apa?"


" Mereka menggelapkan uang perusahaan"


" Wah parah. Harus cepat dibasmi tuh tikus got seperti itu. Mau cepat kaya kok mencuri uang perusahaan"


" Makanya aku harus selidiki. Mereka juga menyewa petugas CCTV. Makanya Daddy nggak tau"


" Kamu harus cepat membasmi mereka. Jangan lupa petugas CCTV juga. Padahal Daddy sudah baik sama mereka semua. Bahkan gaji mereka di perusahaan cukup gede. Dasar orang-orang serakah"


" Aku harus mengumpulkan bukti-bukti dulu. Kan nggak mungkin aku langsung lapor ke Daddy soal masalah ini. Pasti nanti mereka minta buktinya"


" Aku ada kamera kecil bentuk bunga, nanti kamu taruh di ruangan orang itu"


" Hhmmm"


Walaupun sering gelud, tapi kakak beradik itu selalu kompak dalam menuntas kejahatan. Apalagi kejahatan itu terjadi di perusahaan Daddy mereka sendiri.


" Assalamualaikum"


" Wa'alaikum salam. Daddy sama mommy kok bisa pulang bareng?"


" Tadi Daddy jemput mommy"


" Eca pikir Axel pulang sama Daddy"


" Axel pulang sama bus"


" Eca lupa, Axel kan karyawan Daddy. Jadi pulangnya harus sama angkutan umum lha"


" Eca sama Axel lagi ngobrolin apa?"

__ADS_1


" Nggak ngobrolin apa-apa Mom. Eca cuma tanya pengalaman Axel saat kerja jadi OB"


" Pasti kerja Axel rapi dan bagus"


" Pasti dong Mom" jawab Axel.


" Eleh!. Paling kamu suruh orang lain untuk membantu kamu"


" Enak aja!. Aku sendiri yang mengerjakannya"


" Emang kamu bisa?"


" Bisa dong"


" Pasti nggak bersih"


" Bersih lha"


Kiran dan Darren tersenyum melihat tingkah kedua anaknya. Sekarang twins sudah besar. Bahkan sebentar lagi putri kesayangan mereka akan dilamar.


" Axel udah mandi?"


" Belum mommy"


" Mandi dulu, nanti baru lanjutkan lagi ngobrolnya"


" Siap mommy"


Axel beranjak dari tempat duduknya. Ia segera pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri. Karena tubuhnya sudah lengket karena keringat.


" Mommy sama Daddy ke kamar dulu ya sayang"


" Ok mommy"


Sekarang hanya tinggal Alexa di ruang tamu. Gadis cantik itupun memutuskan untuk pergi ke taman untuk mengecek bunga mawar milik sang mommy.


...***...


Adele baru selesai membantu bibik masak. Ya hari ini dia memasak sesuatu yang enak untuk kedua orang tua dan juga kekasihnya. Sekarang gadis cantik itu tinggal menunggu kedatangan orang tuanya.


" Bik, tolong taruh pudingnya di kulkas, ya. Adele mau mandi dulu"


Baru keluar dari dapur, Farel sudah datang dengan membawa satu keranjang buah untuk kekasihnya.


" Assalamualaikum"


" Wa'alaikum salam, kamu sudah datang yank?"


" Iya, nih aku bawain buah untuk kamu"


" Buah yang kemarin kamu bawain belum habis yank. Sekarang udah nambah lagi"


" Ya nggak apa-apa sayang. Buah itu kan sehat untuk tubuh kita. Dan aku pengen, pacar aku ini sehat terus"


" Aamiin, duduk dulu. Aku mau mandi dulu"


" Kamu belum mandi?"


" Belum, baru selesai masak yank"


" Pantesan bau bumbu. Walaupun bau bumbu, tapi aku tetap cinta"


" Ck, gombal"


" Beneran yank"


" Ya udah aku mau mandi dulu. Kamu duduk manis disini "


" Ok sayang. Mandinya jangan lama-lama ya yank"


" Hhhmmm"


Adele pun meninggalkan sang kekasih di ruang keluarga. Ia pergi ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya yang sudah lengket karena keringat.


" Assalamualaikum"


" Wa'alaikum salam"


" Ada Farel"


" Iya Tante"

__ADS_1


" Udah lama disini?"


" Baru Tante. Tante baru pulang kerja"


" Iya, Adele mana?"


" Mandi Tante"


" Pa temenin Farel ngobrol dulu ya, mama mau ke kamar dulu"


" Iya sayang"


Serly pun meninggalkan suami dan calon mantunya. Sekarang Farel tidak sendirian lagi di sana.


" Mau main catur nggak Rel?"


" Aku nggak bisa main catur Om"


" Terus mau main apa?. Kalau basket ntar keringatan. Om sudah selesai mandi"


" Main Ludo aja Om"


" Boleh, ntar Om ambil dulu Ludo nya"


" Ok Om"


Doni pergi ke ruangan tempat menyimpan mainan masa kecil putrinya dulu. Semua mainan itu masih tertata rapi di tempatnya. Jadi Doni tak susah mencarinya.


" Ini dia Ludo nya"


Setelah mendapatkan mainan yang di cari. Doni kembali menemui Farel di ruang keluarga.


" Kamu mau warna apa, Rel?"


" Warna kuning Om"


" Om warna merah"


" Kalau kalah diapain Om?"


" Coret pake spidol"


" Ok. Om jangan nangis ya kalau kalah"


" Yang ada kamu yang nangis karena kalah"


" Kita buktikan aja"


" Ok. Yuk mulai"


" Aku duluan ya Om"


" Hhhmmm"


Farel mulai mengocok dadunya. Tapi sayang, dia tidak mendapatkan angka enam. Jadi pionnya tidak bisa keluar.


" Payah!, masa mengocok dadu aja kamu nggak bisa. Liat om nih"


Doni pun mengocok dadunya. Dan hebatnya dia langsung mendapatkan angka enam. Pionnya pun keluar satu dari kandangnya.


" Tuh liat, Om langsung dapat angka enam"


Doni menjalankan pionnya. Dilanjutkan kembali dengan Farel. Permainan mereka semakin seru karena pion Farel juga sudah keluar.


Farel sangat semangat mainannya. Karena ia akan mengalahkan calon mertuanya main Ludo. Satu pion Doni berhasil disingkirkan Farel.


" Om bisa main nggak?"


" Baru satu punya Om yang kamu pulangkan. Tunggu pembalasan Om"


Farel mengambil spidol yang sudah disiapkan Doni tadi. Ia mulai memberi tanda silang di kening Doni. Ia sangat senang bisa memberi tanda silang di kening Doni. Kapan lagi bisa ngerjain calon mertua.


Permainan semakin sengit. Karena Doni mampu membalas kekalahannya tadi. Nggak tanggung-tanggung, ia memulangkan pion Farel langsung dua.


" Rasakan pembalasan Om. Sekarang giliran kamu yang diberi tanda"


Farel pun pasrah saat calon mertuanya memberikan dua tanda silang di keningnya. Tapi ia tidak akan menyerah. Ia harus bisa mengalahkan calon mertuanya itu.


To be continue.


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2