Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Jarum suntik


__ADS_3

Alexa melihat lelaki tampan yang tadi makan malam bersamanya. Sekarang lelaki tampan itu sedang terbaring lemas. Ia bisa melihat keringat di wajah lelaki tampan itu.


" Om kenapa?"


" Lagi sakit. Dan ini gara-gara kamu"


" Kok gara-gara aku?"


" Iya, coba kamu nggak pesan makanan pedas. Maka saya nggak akan sakit kek gini"


" Bukannya itu kesalahan om sendiri. Lagipula om sendiri yang mau makan makanan sama kek aku"


" Ya kan saya nggak tau kalau makanannya akan pedas kek gitu"


Alexa malas berdebat sama gunung es itu. Ia segera menghampiri Beni.


" Kok kamu malah ke tempat Beni sih? yang sakit disini itu kan saya, bukan Beni"


" Om istirahat aja. Om Ben udah hubungi dokter?"


" Sudah nona, sebentar lagi dokternya akan datang"


Tak berselang lama terdengar suara bel. Beni pun segera membuka pintu. Karena ia tau itu pasti dokter yang akan memeriksa tuannya.


Saat pintu terbuka, tampaklah seorang lelaki dengan memakai jas berwarna putih. Lelaki itu tersenyum pada Beni.


" Silahkan masuk Dok"


" Makasih tuan"


Dokter itu masuk ke dalam, diikuti sama Beni di belakang.


" Mana orang yang akan saya periksa?"


" Itu Dok, yang lagi berbaring di atas tempat tidur" kata Alexa.


Dokter itu segera memeriksa Kenan. Hal pertama yang ia lakukan mengecek denyut jantung Kenan.


" Yang sakit itu perut saya Dok, bukan jantung saya " kata Kenan.


" Diam Om. lagian dokter itu tau, jadi nggak usah di ajarin" kata Alexa.


Kenan pun menurut, ia membiarkan dokter itu memeriksa tubuhnya. Kalau dia protes lagi, bisa-bisa gadis tipis itu mengomel lagi.


" Dokter mau ngapain?" tanya Kenan saat melihat dokter itu mengeluarkan jarum suntik.


" Ya mau menyuntik tuan"


" Nggak!" tolak Kenan yang langsung bangkit dari tempat tidurnya.


" Om, nurut " kata Alexa.


" Saya nggak mau di suntik"


Alexa tertawa saat mendengar ucapan Kenan. Ia tidak menyangka lelaki tampan dan bertubuh kekar itu takut dengan jarum suntik.


" Nggak apa-apa Om. Lagipula di suntik itu nggak sakit"


" Nggak sakit gimana?"


" Rasanya seperti digigit semut aja kok"


" Bohong kamu"


" Beneran Om. Sekarang om nurut ya"


" Nggak mau"


" Om Ben" panggil Alexa.


" Iya nona"


" Lakukan tugas Om"


" Baik nona"

__ADS_1


" Kamu mau ngapain Ben?!"


" Mau mengikat tuan"


" What..! kamu pikir saya kambing!"


" Udah diam, Om nurut ja"


Beni segera melakukan tugas yang diperintahkan Alexa padanya. Ia mengikat tangan tuannya.


" Awas kamu ya Ben! saya potong gaji kamu. Dasar asisten nggak ada ukhluk"


" Ancaman tuan nggak mempan saat ini. Karena saya tidak berada di jam kerja"


Kenan hanya bisa pasrah. Ia tidak punya tenaga untuk melawan asistennya itu sekarang. Karena ia tidak punya tenaga untuk melawan gara-gara sakit perut.


" Sekarang sudah aman Dok" kata Alexa.


Kenan memejamkan matanya, ia tidak ingin melihat jarum suntik itu. Ini kali pertamanya kalinya di umur yang sudah matang ia di suntik. Terakhir kalinya ia di suntik saat ia masih duduk di bangku kelas 5 SD.


Alexa dan Beni menahan tawa melihat ekspresi Kenan. Ingin rasanya mereka berdua membuat video saat Kenan seperti itu.


" Anda sudah boleh membuka mata anda tuan" kata dokter.


" Emang udah selesai Dok?"


" Sudah tuan"


" Eh! udah selesai"


" Sudah tuan"


" Kok cepat amat"


" Terus Om maunya lama, gitu?"


" Nggak juga. Cuma nggak terasa saat dokter menancapkan jarum suntik"


" Kan aku juga udah bilang tadi. Om aja yang penakut"


" Saya bukan takut"


" Saya cuma geli aja"


" Ya terserah Om aja deh"


" Ben, cepat buka ikatannya"


" Siap tuan"


Beni segera membuka ikatan tuannya. Kenan mengelus tangannya yang kena tali tadi. Ia tidak menyangka kalau asistennya akan mengikat tangannya dengan sangat kuat.


" Ben"


" Iya tuan"


" Kamu sekarang sudah sering membantah perintah saya ya?"


" Saya nggak pernah membantah tuan"


" Kamu lebih memilih menuruti perintah gadis tipis itu. Bos kamu itu saya atau dia?"


" Tentu saja anda tuan"


" Lalu kenapa kamu tidak mendengarkan perintah saya tadi"


" Saya melakukan ini kan demi anda juga tuan"


" Sudah-sudah, ini bukan salah Om Ben. Harusnya om berterima kasih sama Om Ben. Bukan malah ngomel-ngomel"


Anda memang penyelamat saya nona.


Kenan menatap Beni dengan tatapan tajam. Bisa-bisanya gadis tipis itu membela asistennya.


" Ini obat yang harus anda minum tuan" kata sang dokter.

__ADS_1


" Obat?"


" Iya tuan"


" Bukannya saya udah di suntik tadi. Tapi kok masih ada obatnya"


" Iya tuan. Obat ini untuk menghilangkan rasa nyeri di perut anda"


" Baik Dok"


Beni menyimpan obat yang diberikan dokter itu di atas nakas yang ada di sisi kanan tempat tidur tuannya.


" Lain kali jangan makan pedas lagi ya tuan?"


" Iya Dok. Saya juga nggak tau kalau makanannya pedas" kata Kenan sambil melirik Alexa.


" Ngapain om lirik-lirik saya. Ntar naksir lho?"


" Ck..! pede banget kamu. Lagian nggak ada yang menarik dari kamu. Tipis kek gitu"


Alexa refleks melihat tubuhnya dari atas sampai bawah. Ia merasa tubuhnya tidak kurus dan juga tidak gemuk. Lalu kenapa Om itu bilang dia tipis.


" Om buta atau gimana? apa om nggak liat tubuh aku ideal kek gini"


" Ideal dari mana?"


" Dari semuanya lha"


Kenan menatap tubuh Alexa dari atas sampai bawah. Emang benar apa yang dikatakan gadis cantik itu. Tapi di bandingkan sama mantannya dulu. Tubuh Alexa jauh lebih kecil dan tipis.


" Baiklah kalau sudah tidak ada lagi, saya mau undur diri dulu" kata Dokter.


" Iya Dok, terima kasih sudah mau datang" kata Beni.


" Sama-sama tuan. Ini udah kewajiban saya sebagai dokter"


Beni mengantarkan dokter sampai ke depan pintu. Ia mengambil beberapa lembar uang seratus ribu dari dalam dompetnya. Kemudian memberikan uang itu pada dokter itu.


" Saya permisi dulu tuan"


" Iya Dok, sekali lagi terima kasih"


Setelah berpamitan dokter itu pun pergi dari sana. Setelah dokter itu pergi barulah Beni kembali masuk kedalam.


" Aku juga pamit ya Om"


" Nggak boleh"


" Kenapa nggak boleh"


" Kamu harus merawat saya disini"


" Hah? kenapa aku harus merawat Om?"


" Karena saya sakit gara-gara kamu"


" Enak aja! Om sakit itu karena makan sambal, bukan karena aku"


" Iya, tapi kan yang ngasih makanan itu kan kamu"


" Itu Om sendiri yang pesan. Apa om lupa?"


" Tau, tapi kan kamu bisa bilang kalau makanan itu pedas"


" Aku udah tanya. Apa om yakin mau pesan makanan yang sama kek punya aku. Om jawab yakin. Terus aku pesankan juga untuk Om"


" Saya nggak mau tau, kamu harus jagain saya disini"


" Nggak mau!"


" Kalau nggak mau, saya ci... "


" Ok! aku jagain"


Kenan tersenyum penuh kemenangan. Hanya diancam akan dicium aja gadis tipis itu sudah takut. Lelaki tampan itu pun berbaring di atas tempat tidurnya. Malam ini ia tidur ditemani sama gadis tipis.

__ADS_1


To be continue.


Happy reading 😚😚


__ADS_2