
Semua pelayan di mansion Darren sibuk dengan kerjaan mereka masing-masing. Ada yang memaksa, ada yang menata buah-buahan. Sedangkan pelayan laki-laki memasang tenda dan juga lampu di taman.
" Mom"
" Iya sayang"
" Ada mobil box"
" Oh iya, mommy lupa. Itu mobil yang nganterin daging. Eca bantu bibik menata bunga dulu ya"
" Siap mommy"
Kiran pun meninggalkan putrinya. Sedangkan Alexa membantu para pelayan menata bunga-bunga.
" Bik, bunga yang ini taruh dimana?"
" Di sana aja nona, dekat tiang "
" Ok Bik"
Walaupun pelayan disini banyak. Tapi Alexa masih mau membantu pekerjaan mereka. Kebetulan ia juga tidak ada kerjaan. Jadi apa salahnya bantu mereka.
" Cha"
" Adele"
" Gue bawain jus buat Lo nih"
" Wah baik banget, makasih Del"
" Sama-sama, gue bantuin ya"
" Emang Lo bisa?"
" Bisa dong. Oh iya, Alisha mana?"
" Lagi beli buah sama Axel"
" Wah enak banget mereka bisa keluar. Kalau tau gitu gue titip Snack tadi"
" Udah gue bilang sama dia tadi"
" Eca memang yang terbaik"
" Gue tau kalau teman gue yang bernama Adele emang suka ngemil"
Adele tersenyum mendengar ucapan sahabatnya. Alexa memang sahabat sekaligus kakak yang sangat pengertian.
" Nggak lama lagi Lo akan dilamar secara resmi sama kak Ken, gimana perasaan Lo pas tau mau dilamar secara resmi sama kak Ken"
" Senang dan bahagia Del"
" Kalau udah nikah nanti Lo tetep kuliah, kan?"
" Kuliah Del. Kak Ken nggak pernah larang gue untuk kuliah. Dia ngasih gue kebebasan untuk gue memilih"
" Beruntung banget Lo dicintai sama lelaki tampan dan juga pengertian seperti kak Ken"
" Alhamdulillah Del. Emangnya Farel nggak pengertian sama Lo?"
" Pengertian Cha. Bahkan sekarang sikapnya tambah dewasa dan juga semakin sayang sama aku"
" Bagus dong makin sayang"
" Iya. Oh iya, jadi nggak kita buka cabang di daerah D"
" Jadi dong. Gue minta kak Ken cariin lokasi yang bagus di sana"
" Enak banget punya calon laki yang berkuasa. Jadi bisa cepat cari tempat yang strategis untuk usaha"
" Yang penting kita nggak merampas hak milik orang lain"
" Nah itu yang bagus. Oh iya, apa Axel juga akan cepat melamar Alisha?"
__ADS_1
" Nggak tau, gue nggak ada nanya"
" Coba tanya Cha"
" Emang kenapa?, kok Lo kepo banget?"
" Ya siapa tau Farel juga pengen samaan sama Axel"
" Kenapa Lo nggak tanya aja sama pacar Lo?"
" Nggak, gue pengen dia sendiri yang ngomong ke gue. Kapan perlu dia kasih surprise dengan tiba-tiba bawa kedua orang tuanya melamar gue"
" Jadi ceritanya Lo pengen cepet-cepet dilamar?"
" Iya, kan biar kita bisa barengan juga nikahnya. Gue itu pengen kita bertiga itu selalu barengan"
Alexa tersenyum mendengar ucapan sahabatnya. " Insya Allah kita akan selalu bersama-sama. Kan kita best friend forever"
Adele memeluk Alexa, jujur ia tidak ingin berpisah dengan sahabatnya. Walaupun nanti mereka sudah memiliki kehidupan dan keluarga masing-masing.
" Kalian kenapa?" tanya Alisha yang baru kembali dari membeli buah.
" Nggak apa-apa Sha, cuma lagi pengen berpelukan aja"
" Ajak gue juga dong"
Alisha pun ikut bergabung dengan kedua sahabatnya. Ketiga cewek cantik itu saling berpelukan.
" Gue pengen kita bertiga selalu akur seperti ini"
" Iya Del, kita berdua juga pengen "
" Kalau nanti kita udah pada nikah, jangan lupakan persahabatan kita. Terutama Lo, Cha"
" Nggak akan Del. Kalian berdua itu sudah gue anggap kek keluarga gue sendiri. Kapan perlu kita buat rumah berdekatan. Seperti mommy gue dan juga mommy Lo "
" Gue mau Cha. Apa kak Ken mau kek gitu?"
" Ya kan kalian bisa buat rumah di dekat rumah gue "
" Emang kak Kenan akan kasih izin kita untuk bikin rumah dekat rumah Lo ?"
" Ya pasti kasih izin lha. Emang Lo pikir calon suami gue jahat, sampai mau menjauhkan gue dari sahabat-sahabat gue?"
" Siapa tau karena ke bucinannya dia nggak pengen Lo didekati sama kita-kita"
" Ya nggak gitu juga lha Del"
" Pokoknya kita harus terus bersama-sama"
" Iya Del"
" Yuk kita lanjutkan lagi nyusun bunganya, ntar nggak kelar"
" Siap Cha"
Ketiga gadis cantik itu pun melanjutkan kembali menyusun bunga yang sudah di rangkai para pelayan.
...***...
Kenan sedang sibuk mengerjakan pekerjaannya. Ia harus segera menyelesaikan pekerjaannya, karena malam ini ia akan pergi ke rumah calon mertuanya.
" Tuan"
" Hhmmm"
" Minum dulu tuan, nanti dehidrasi"
" Makasih Ben"
" Sama-sama tuan. Oh iya gimana dengan lokasi yang saya minta kemarin, Ben?"
" Udah selesai tuan. Besok kita bisa tinggal serah terima"
__ADS_1
" Syukurlah, soalnya tempat itu bagus untuk cabang toko Alexa"
" Iya tuan. Nona muda sangat pintar dalam mencari lokasi"
" Itu kita berdua yang cari. Dia bilang mau cari lokasi untuk buka cabang toko kuenya. Jadi nanti mereka bisa pegang satu orang satu toko"
" Bagus itu tuan, jadi omset mereka juga naik"
" Iya, makanya Eca mau bikin cabang baru"
" Nona memang pintar cari peluang. Selain itu dia juga bisa membantu orang-orang yang belum ada pekerjaan"
" Itulah rencana Alexa. Karena kemarin dia bertemu dengan beberapa orang ibu-ibu yang mulung sambil bawa anak mereka yang masih kecil. Dia nggak tega melihatnya, makanya dia ingin buka cabang di sana"
" Nona memang baik hati ya tuan. Sudah cantik, baik hati lagi"
Kenan menatap Beni dengan tatapan mautnya.
" Biasa aja dong tuan natapnya. Lagipula apa yang saya bilang benar adanya"
" Hhmmm"
" Oh iya tuan, tadi nyonya telpon"
" Mama bilang apa?"
" Nyonya bilang, nanti pas pulang mampir dulu ke butik "
" Ngapain ke butik?"
" Ambil baju tuan"
" Suruh anak buah kamu yang jemput. Kerjaan saya masih banyak"
" Baik tuan"
Beni tau pekerjaan tuannya sekarang sedang banyak. Dan kerjaan itu harus selesai hari ini juga. Karena besok mereka akan pergi melihat proyek pembangunan hotel.
" Kamu kapan mau melamar Anya?"
" Rencananya setelah tuan menikah"
" Kenapa harus nunggu setelah saya menikah?"
" Karena saya ingin melihat tuan bahagia"
" Saya sudah bahagia Ben"
" Iya tuan, tapi saya ingin tuan yang menikah duluan. Setelah itu baru saya"
" Kasian Anya, kamu gantung"
" Saya nggak gantung Anya tuan. Saya udah bilang juga sama dia, dan Alhamdulillah dia mengerti"
Beni memang mengatakan seperti itu pada kekasihnya saat mereka akan kembali ke Indonesia kemarin. Karena ia ingin melihat tuannya duduk di pelaminan bersama wanita yang dia cintai.
" Setelah saya menikah, kamu harus segera menikahi Anya"
" Pasti tuan. Ya sudah sekarang lanjutkan pekerjaan kamu, saya juga mau melanjutkan pekerjaan saya"
" Baik tuan"
Beni kembali duduk di sofa yang ada di sana. Ya Beni diminta Kenan untuk menyelesaikan pekerjaannya di ruangannya. Jadi mereka bisa menyelesaikan pekerjaan itu bersama-sama.
To be continue.
Maaf ya teman-teman beberapa hari ini nggak up. Karena beberapa hari ini Feby sibuk di real. Mungkin tinggal beberapa bab lagi, kisah twins A akan tamat.
Gomawo untuk kalian yang masih setia menunggu kelanjutan ceritanya.🤗🤗
Jangan lupa mampir di novel Abimanyu ya😘😘
Happy reading 😚😚
__ADS_1