Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Persiapan kencan


__ADS_3

Kenan meminta Beni untuk mencarikan stylish ke mansion-nya. Karena hari ini ia akan memotong rambutnya, supaya terlihat keren saat berkencan dengan gadis yang ada di biro jodoh.


" Masih lama nggak sih Ben?"


" Sabar tuan. Sebentar lagi dia datang"


" Dari tadi bilangnya sebentar terus. Tapi sampai sekarang tuh orang belum juga nongol-nongol "


" Mungkin lagi macet tuan"


" Masa udah malam kek gini masih kena macet?"


" Ya mungkin aja"


Irene heran melihat adiknya. Entah kenapa adiknya itu ingin merubah gaya rambutnya. Padahal model rambutnya yang sekarang sudah bagus.


" Emang kamu mau kemana sih?" tanya Irene pada sang adik.


" Ada acara besok malam"


" Acara apa?"


" Kencan"


" What! kencan?"


" Hhmmm"


Irene tertawa mendengar ucapan adiknya itu. Ia tidak menyangka kalau adiknya itu akan pergi kencan.


" Kenapa kakak tertawa kek gitu? emang ada yang lucu?"


" Emang ada cewek yang mau kencan sama kamu?"


" Ada dong. Apa kakak meragukan ketampanan ku?"


" Kakak nggak ragu"


" Lalu?"


" Apa gadis yang akan jadi teman kencan kamu kek Clara?"


" Kenapa bawa-bawa dia sih Kak"


" Ya kemarin kan ada yang bucin sama dia. Sampai-sampai mau dibodohi dia. Ya nggak Ben?"


" I-iya nona"


" Kamu nggak usah ragu gitu jawabannya. Ntar kalau bos kamu marah, nanti saya akan marahin balik dia"


Takut marah sih nggak nona. Tapi gaji saya yang akan habis karena dipotong terus sama adik anda.


" Oh iya, kakak beli dimana kue tadi?"


" Beli online. Kenapa?"


" Nggak apa-apa. Tumben kue yang di jual di sana enak-enak"


" Kakak juga heran. Padahal tokonya baru buka lho. Tapi peminatnya udah banyak"


" Ai sepertinya udah di cuci otaknya sama gadis tipis itu?"


" Gadis tipis? siapa?"


" Itu lho, yang dia bilang kakak cantik "


" Kan dia emang cantik. Kakak rasa dia gadis yang baik dan juga sopan"


" Nggak! dia itu sama kayak wanita-wanita diluar sana. Matre"


Plak.


Aawwwww.


" Sembarangan aja kamu kalau ngomong. Dimana-mana nggak ada yang namanya cewek matre"


" Tuh buktinya ada"


" Jadi kamu bilang kakak ini matre?"


" Bu.. bukan"


" Itu tadi kamu bilang cewek-cewek! kakak ini kan cewek"


" Iya, tapi bukan kakak maksud aku?"

__ADS_1


" Terus apa? kakak bukan cewek maksud kamu?"


" Bukan lho?"


" Terus apa?"


" Maksud aku cewek diluar sana. Kalau kakak aku mah nggak matre"


" Siapa bilang kakak kamu nggak matre? justru dia wanita paling matre di dunia" kata seorang lelaki tampan yang baru datang.


" Sayang, kamu udah pulang?" kata Irene sambil memeluk lelaki tampan itu.


" Aku nggak kuat lama-lama jauh dari kamu" kata Rafka suami Irene.


Ehem..!


" Kalau mau bermesraan, tolong jangan disini. Hargailah Beni yang jomlo disini" kata Kenan.


" Bukan cuma Beni, tapi kamu juga" kata Irene.


" Oh tidak ya. Level aku udah naik"


" Eleh! kencan aja belum. Jadi status kamu sama kek Beni"


" Abang kok betah sih punya istri kek kak Irene?"


" Tentu saja betah. Tidak ada wanita yang sehebat dan sekuat kakak kamu ini"


" Yuk sayang, kita ke kamar. Ntar dua jomlo itu panas melihat kemesraan kita"


" Ok sayang"


Irene dan suaminya segera meninggalkan ruang keluarga. Baru saja pasutri itu pergi, stylish yang akan menangani rambut Kenan pun datang.


" Maaf tuan, saya telat "


" Sangat telat. Kamu tau berapa lama saya menunggu kamu?"


" Maaf tuan. Tadi saya harus mengantarkan istri saya dulu ke rumah orang tuanya"


" Kamu bercerai sama istri kamu?"


" Nggak tuan. Istri saya kangen sama orang tuanya. Itu makanya saya antarkan dia ke sana"


" Tuan mau style yang seperti apa?"


" Apa aja, yang penting keren "


" Coba tuan liat majalah ini. Disini banyak contoh style rambut yang kekinian"


Kenan membuka majalah yang diberikan oleh lelaki agak kemayu itu. Walaupun dia agak kemayu seperti itu, tapi dia sudah punya istri dan juga seorang anak.


" Saya mau yang seperti ini" tunjuk Kenan.


" Wow, selera tuan sangat bagus"


" Tentu saja"


" Baiklah saya akan membuatkan style yang seperti tuan mau"


Mereka pun pindah ke ruangan yang ada di dekat ruang keluarga itu. Karena nggak mungkin mereka akan memotong rambut di ruang keluarga.


" Apa kamu nggak mau mengubah style rambut kamu, Ben?"


" Makasih tuan. Saya masih suka dengan style rambut saya yang ini"


" Pantes aja kamu itu selalu jomlo. Karena style rambut kamu itu udah kuno"


Ck, bilang gue jomlo. Padahal dia juga jomlo.


" Kita mulai ya tuan?"


" Hhmmm"


Lelaki kemayu itu segera melakukan tugasnya. Tangannya yang sudah profesional sangat cepat memotong helaian demi helaian rambut milik Kenan.


" Kenapa tuan ingin merubah style rambut?" tanya lelaki kemayu itu.


" Besok malam saya mau kencan"


" Kencan?"


" Hhmmm"


" Wah siapa tu yang beruntung jadi kekasih tuan?"

__ADS_1


" Belum kekasih, tapi baru mau berkenalan" jawab Beni.


" Kok kamu yang jawab. Yang di tanyakan saya?" kata Kenan.


" Maaf tuan"


" Berani menjawab lagi, po--"


" Nggak tuan! saya akan mengunci mulut saya" sambar Beni.


" Good"


Lelaki kemayu itu kembali melanjutkan pekerjaannya. Sedangkan Beni duduk sofa sambil membaca majalah. Karena kalau dia bicara, gajinya akan terancam di potong.


" Om! Om dimana?"


" Di sini"


" Di mana? kok Ai nggak liat?"


" Di ruangan dekat taman"


Aiden segera pergi ke ruangan yang ada di dekat taman.


" Om lagi ngapain?"


" Potong rambut"


" Emang rambut Om udah panjang?"


" Iya. Ai kalau mau main, ajak Om Beni aja"


" Ai nggak mau main. Ai mau liat Om aja"


" Ya udah, duduk manis di samping Om Ben"


Aiden pun menurut. Ia duduk di sofa yang ada di sana. Ia melihat majalah bersama Beni.


" Ai mau rambut kek gini?" tunjuk Aiden ke salah satu model rambut anak-anak yang ia lihat.


" Coba tanya sama mama dulu" kata Beni.


" Ok, Ai tanya sama mama dulu"


Bocah umur lima tahun itu berlari menuju kamar mamanya. Ia ingin potong rambut kek yang ia lihat di majalah tadi.


...***...


Nando sedang mengobrol dengan dua keponakannya. Malam ini kakak dan abangnya tidak ada di mansion. Jadi dia lah yang harus menjaga keponakannya itu.


" Eca" panggil Nando.


" Hhmmm"


" Apa kegiatannya hari ini?"


" Hari ini Eca sangaaaaat sibuk"


" Oh yeah? sibuk apa?"


" Ada deh"


" Oh udah main rahasia-rahasiaan nih sama paman?"


" Untuk sekarang iya. Tante, kapan-kapan ajarin Eca masak ya?"


" Boleh, ntar Tante ajarin"


" Emang kamu belajar masak apa?" tanya Axel.


" Apa aja"


" Ntar masakannya gosong semua lagi"


" Enak aja. Emang kapan aku masak makanan gosong?"


" Itu waktu belajar membuat nasi goreng"


" Wajar kalau gue masaknya gosong kemarin. Karena kemarin masih belajar"


Nando dan Rania hanya tersenyum melihat tingkah Axel dan Alexa. Rania sekarang sudah terbiasa melihat perdebatan di kembar itu.


To be continue.


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2