Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Gadis tipis vs om gunung es


__ADS_3

Alexa dan kedua sahabatnya sudah sampai di taman. Tepatnya di tempat wisata kuliner.


Suasana di taman itu sangat ramai oleh pengunjung. Tidak hanya muda-muda mudi, orang yang sudah punya keluarga pun juga datang ke sana. Terlebih sekarang malam Minggu.


" Rame banget" kata Alexa.


" Iya, kan hari pertama buka. Di tambah sekarang malam Minggu" kata Adele.


" Kita mau cari makan atau cari tempat duduk dulu?" tanya Alisha.


" Tempat duduk dulu deh" kata Adele.


" Gimana kalau kita keliling dulu?" saran Alexa.


" Boleh. Ntar kalau udah capek keliling baru kita makan" kata Adele.


" Setuju"


Adele sengaja mengulur waktu, karena pasangan kencan sahabatnya sedang OTW. Jadi ia harus menyetujui permintaan Alexa.


Ketiga gadis cantik itu pun mulai berkeliling taman. Mereka melihat jajanan apa saja yang ada di sana. Nanti kalau ada yang unik maka mereka akan langsung membeli.


Aroma aneka makanan memenuhi indera penciuman ketiga gadis cantik itu. Dari tampilannya semua jajanan yang mereka lihat, sangat menggugah selera. Membuat perut mereka keroncongan.


" Kita pesan makan yuk. Gue udah lapar nih" kata Alexa.


" Ntar lagi " kata Adele dan Alisha berbarengan.


" Sekarang aja, ya?"


" Kita liat sebelah sana dulu. Setelah itu baru kita makan" kata Adele.


" Ya udah"


Mereka pun melihat ke arah barat. Kira-kira makanan apa yang dijajakan di sana. Alexa terpaksa menelan saliva-nya saat melewati berbagai macam makanan.


Ting.


Ponsel Adele berbunyi. Dan gadis cantik itu tau pesan itu dari siapa. Ia segera membaca pesan dari aplikasi yang ia download beberapa hari yang lalu.


" Yuk, kita cari tempat duduk" kata Adele.


" Kita udah mau makan?" tanya Alexa.


" Udah. Yuk cari kursi"


" Ok"


Adele mencari tempat duduk yang agak pojok. Ia sengaja mencari tempat yang agak pojok. Supaya nanti sahabatnya itu bisa mengobrol dengan tenang.


" Udah ada kabar dari cowok itu?" bisik Alisha ke telinga Adele.


" Udah. Dia udah diparkiran"


" Syukurlah. Gue pikir dia akan bohong"


" Ya nggak lha, biro jodoh ini kan terkenal. Jadi nggak mungkin mereka berbohong"


" Ya udah kita duduk di sana aja" kata Adele.


Alexa hanya mengikuti langkah kaki sahabatnya. Sebab perutnya sudah lapar. Dan cacing-cacing di perutnya udah meronta minta diisi.


" Lo tunggu disini bentar ya?"


" Lo mau kemana?"


" Gue sama Alisha mau pesan makanan dulu"

__ADS_1


" Terus gue gimana?"


" Lo jaga kursi kita. Ntar diganti sama orang lain"


" Ok, buruan ya"


" Siap"


Alexa tidak curiga sama sekali dengan sahabatnya itu. Padahal dia tidak tau kalau dirinya akan ditinggal sendirian di sana.


" Lo udah kirim pesan sama cowok itu?" tanya Alisha.


" Udah. Gue udah bilang juga ciri-ciri Alexa."


" Gue pengin liat reaksi Alexa saat melihat ada cowok duduk di kursi yang ia jaga"


" Ya udah ntar kita liat. Sekarang kita telpon ayang kita dulu" kata Adele.


" Ok"


Adele dan Alisha mencari kursi yang kosong. Mereka akan makan malam bersama kekasih mereka masing-masing.


...***...


Semua mata tertuju pada lelaki tampan yang baru saja memasuki tempat wisata kuliner. Para pengunjung itu seperti baru pertama kali melihat lelaki tampan.


" Ingin rasanya ku congkel mata mereka itu" kata Kenan.


Ya lelaki tampan itu adalah Kenan. Lelaki yang akan menjadi teman kencan Alexa nanti. Kenan terus berjalan melewati para penggemarnya itu.


Mata Kenan menyapu semua yang ada di sana. Ia mencari kursi tempat teman kencannya berada. Tapi ia tidak melihat gadis yang akan berkencan dengannya.


Ia melihat kembali petunjuk yang diberikan oleh gadis itu. Ia melihat cewek-cewek dengan ciri-ciri yang sudah di tulis di pesan tadi.


Mata Kenan menyipit kala melihat seorang gadis yang sedang asik memainkan ponselnya. Gadis itu memiliki semua ciri-ciri yang di tulis di pesan tadi.


Kenan pun memantapkan hatinya untuk menemui gadis yang sedang asik memainkan ponselnya. Ia berjalan menghampiri gadis itu.


Gadis itu belum juga menyadari kedatangannya. Ia pun duduk di kursi yang ada di seberang gadis itu.


" Maaf kursi itu sudah ada yang menempati" kata Alexa tanpa menoleh kearah Kenan.


" Saya tau"


" Terus kenapa anda masih duduk di sana?"


" Kalau ngomong, liat lawan ngomongnya"


Alexa mendongak. Ia kaget melihat siapa yang duduk di depannya. Begitu juga dengan Kenan. Ia kaget melihat siapa gadis yang ada di hadapannya itu.


Ini nggak mungkin kan? masa iya teman ngedate gue gadis tipis.


Kenapa Om gunung es ini ada disini?.


" Kamu ngapain disini?" tanya Kenan.


" Nggak salah! seharusnya aku yang nanya kek gitu?"


" Saya kesini mau menemui teman kencan saya"


" Kalau mau bertemu teman kencan jangan duduk disini. Karena disini tempat duduk saya dan juga teman-teman saya"


" Tapi di kursinya nggak ada tertulis nama kamu dan juga teman-teman kamu?"


" Emang! tapi yang duduk duluan disini aku. Jadi om pindah ke tempat lain aja"


Dia pikun atau gimana ya? apa dia nggak tau teman ngedate nya gue. Apa dia nggak ngenalin gue?. Apa karena gue pake topeng di sana. Makanya dia nggak ngenalin gue?.

__ADS_1


" Kamu nggak kenal sama saya?"


Alexa mengerutkan keningnya. Ia tidak mengerti apa yang dikatakan oleh lelaki tampan itu.


" Kenal"


Untung saja dia kenal.


" Om itu kan Omnya Aiden" lanjut Alexa.


Gubrak.


Ingin rasanya Kenan membenturkan kepalanya ke meja yang ada di depannya.


" Maksud saya bukan itu"


" Terus apa?"


" Kamu nggak merasa kenal sama saya sebagai orang lain?"


Alexa tambah bingung mendengar ucapan Kenan. " Om kan emang orang lain"


" Kamu benar juga"


Kenan menatap gadis tipis yang ada di hadapannya itu. Ia melihat dari atas sampai bawah.


Ciri-ciri yang ada di chat tadi sangat persis dengan apa yang di pakai gadis tipis itu saat ini. Dan itu tandanya, ia tidak salah orang.


" Kamu kenal sama King nggak?"


" Nggak!"


" Jangan bohong?"


" Saya nggak bohong"


" Kamu gadis macan kan?"


" Gadis macan?"


" Iya nama kamu di biro jodoh"


" Om ngomong apaan sih? dan biro jodoh apa maksud Om?"


" Udahlah gadis tipis, jangan pura-pura lupa begitu?"


" Aku bukan pura-pura lupa. Tapi emang nggak ngerti apa maksud ucapan Om"


" Udah ngaku aja"


" Om sakit ya. Aku benar-benar nggak ngerti maksud Om. Dan satu lagi, aku nggak pernah ikut biro jodoh"


Kenan mengambil ponselnya. Ia akan membuktikan pada gadis tipis itu, kalau dia nggak bohong. Dan sebelum pergi tadi, ia masih sempat chat sama gadis macan itu.


" Ini kamu kan?" kata Kenan sambil memperlihatkan foto yang ada di biro jodoh itu.


Alexa melihat foto seorang gadis sedang memakai topeng. Walaupun cewek itu memakai topeng. Tapi ia tau dari postur tubuh dan juga pakaian yang di pakai gadis yang ada di foto itu.


Kok ada foto gue di sana? perasaan gue nggak pernah mendaftar ke biro jodoh.


Alexa teringat sama kelakuan salah satu sahabatnya. Beberapa hari yang lalu sahabatnya itu memang bersikap aneh.


Jangan-jangan ini kerjaan anak itu?.


To be continue.


Yang minta visual Om gunung es besok ya🤗🤗

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2