
* Sebelum baca like dulu ya teman-teman.. Gomawo 🤗🤗*
Kiran pusing melihat si kembar main kejar-kejaran. Udah tiga hari tidak ada mereka di mansion. Mansion terasa sepi. Tapi kalau sudah ada mereka mansion menjadi rame.
" Axel, Alexa, stop!" kata sang mommy.
Alexa dan Axel langsung berhenti saat mendengar sang mommy. Kalau sudah mommy singa yang berbicara, mereka berdua tidak bisa berkutik.
" Duduk"
Bagai kerbau yang di cucuk hidungnya. Twins pun langsung duduk di sofa yang ada di sana. Darren tersenyum melihat twins yang langsung manut.
" Kalian berdua nggak capek main kejar-kejaran seperti itu?"
" Capek Mom"
" Kalau capek istirahat, ini malah lari-lari"
" Nih mau pergi istirahat" kata Eca sambil bangkit dari duduknya.
" Axel juga mau istirahat Mom"
" Eca ke kamar dulu ya Mom, Dad"
Twins pun segera pergi ke kamar mereka. Karena kalau tidak mereka akan mendengarkan ceramah yang lebih dari tujuh menit itu.
Alexa sampai di depan pintu kamarnya. Ia membuka pintu kamarnya dengan perlahan, seperti takut membangunkan orang yang lagi tidur. Padahal di kamar itu tidak ada siapa-siapa.
Setelah pintu terbuka Alexa menghirup aroma kamarnya. Padahal baru tiga hari ia meninggalkan kamarnya itu. Tapi rasanya sudah bertahun-tahun. Ia sangat merindukan kamarnya itu. Terutama kasur empuk dan juga bantal guling nya.
" Ah nyamannya"
Malam ini ia bisa tidur dengan nyenyak. Untung besok dia nggak sekolah, jadi ia bisa tidur sampai siang. Itupun kalau nggak ada yang menggangu. Alexa memejamkan matanya. Hari ini ia sangat lelah. Tak berselang lama ia pun terlelap.
...***...
Darren masih bermanja-manja dengan istrinya. Semenjak sang istri sudah mulai bekerja, ia sudah jarang punya waktu berduaan seperti ini. Karena kalau sudah pulang kerja, sang istri pasti capek.
Tidak jauh berbeda dengan suaminya. Kiran pun merasakan hal yang sama. Ia sudah jarang melayani suaminya. Apalagi lagi dalam urusan ranjang, mereka sudah jarang melakukannya.
" Sayang"
" Hhhmm"
" Sekarang giliran kita untuk tidur yuk?"
" Hubby udah ngantuk?"
" Belum"
" Terus kenapa ngajak tidur?"
" Mau olahraga. Kan udah lama kita nggak olahraga malam"
" Perasaan baru semalam kita olahraga By"
" Masa sih sayang?"
" Iya. Dan kamu mainnya juga lama lagi"
" Kok aku nggak ingat ya"
" Nggak usah pura-pura amnesia"
" Tapi beneran sayang. Dalam Minggu ini kita nggak pernah melakukannya?"
Kiran mencoba mengingat. Benar apa yang dikatakan suaminya, dalam Minggu ini mereka tidak pernah olahraga malam. Ia melakukan olahraga malam satu Minggu yang lalu. Itupun cuma satu kali.
__ADS_1
" Dokter bilang kalau kita sering-sering melakukan olahraga malam bisa membuat kita awet muda"
" Kapan dokter bilang kek gitu?"
" Satu jam yang lalu"
" Hubby telpon dokter?"
" Nggak"
" Terus?"
" Dokter google yang bilang"
" Ck, bilang aja kamu yang pengin"
" Ya kan dari tadi aku juga udah bilang gitu sayang. Dan lagi tubuh kamu ini sudah menjadi candu buat aku. So mau ya?"
" Hhhmm"
" Yes. Tapi aku mau kamu yang memimpin"
" Baiklah, malam ini aku yang mimpin "
" Asik"
Tanpa menunggu lama, Darren segera menggendong istrinya masuk kedalam lift. Ia sudah tidak sabar ingin merasakan permainan sang istri. Malam ini akan menjadi malam yang panjang untuk ia dan juga istrinya.
...***...
Serly memeluk putri semata wayangnya. Ia sangat khawatir mendengar kabar kalau putrinya itu diculik.
" Kamu nggak apa-apa kan sayang?" tanya Serly sambil memeriksa tubuh anaknya.
" Adele baik-baik aja Ma"
Adele sangat senang karena mamanya sangat khawatir dengannya. " Adele selamat juga berkat doa mama"
" Apa kamu juga ikut melumpuhkan penjahat itu?"
" Tentu saja. Kalau aku nggak ikut, bisa sia-sia ilmu yang diajarkan papa sama aku"
" Putri mama memang pinter"
" Yuk sekarang kita masuk, nggak baik ngobrol di luar" kata Doni.
" Ah iya mama sampai lupa mempersilakan kamu dan juga papa masuk"
Mereka bertiga pun masuk kedalam rumah. Doni membawa tas putrinya masuk ke rumah. Sang putri sudah kelelahan, karena menghajar para preman tadi.
" Ceritakan bagaimana kejadian waktu kamu di culik tadi?" tanya Serly saat mereka sudah berada di ruang keluarga.
" Mereka cukup kuat-kuat sih Ma. Tapi kami bisa mengalahkan mereka semua"
" Kamu mengalahkan berapa penjahat?"
" Nggak bisa dihitung Ma, banyak lha pokoknya"
" Sayang mama nggak bisa liat aksi kamu"
" Oh iya, papa kok bisa ada di sana juga?"
" Kan papa udah bilang tadi. Kalau papa ada tugas di sana"
" Apa benar Ma, papa ada tugas di kota G"
" Iya sayang, Daddy twins memberikan tugasnya"
__ADS_1
" Tugasnya nggak mengikuti kami kan?"
" Nggak. Sekarang kamu istirahat ya, besok kita lanjutkan lagi ceritanya"
" Ok Ma. Kebetulan Adele juga udah ngantuk"
Setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya. Adele segera pergi ke kamarnya. Karena ia sudah sangat mengantuk dan juga lelah.
...***...
Nadia memeluk putranya. Ia sangat khawatir saat mendengar kalau putranya diculik. Begitu juga dengan suaminya. Walaupun ada Doni dan juga Nando di sana. Tapi namanya seorang ibu tetap aja khawatir.
" Ma, aku nafas aku sesak"
" Ah maaf sayang" kata Nadia sambil melepaskan pelukannya.
" Mending kita masuk dulu. Nggak baik ngobrol di luar" kata Romy.
Mereka bertiga pun masuk kedalam rumah. Nadia sudah tidak sabar ingin mendengarkan cerita putranya.
" Cepat ceritakan sama mama kenapa kalian bisa diculik"
Farel pun mulai menceritakan kronologi saat mereka di culik. Nadia dan Romy menjadi pendengar yang baik.
Nadia kaget sampai menutup mulutnya. Saat mendengar cerita putranya. Ia tidak menyangka ada manusia sekejam itu. Mereka membunuh anak-anak yang tidak berdosa.
" Mama harap mereka di hukum dengan seberat-beratnya"
" Om Doni bilang sih harus Ma. Karena mereka sudah banyak membunuh anak-anak kecil"
" Mama bersyukur kalian berempat selamat"
" Iya Ma. Sekarang aku baru tau kenapa papa ngotot ingin aku bisa beladiri"
" Kenapa?" tanya Romy.
" Karena papa ingin aku bisa melindungi diri aku dan juga orang-orang yang aku sayangi"
" Sekarang kamu udah tau kan. Jadi mulai besok kamu tidak boleh malas-malasan lagi latihannya"
" Ok Pa, aku nggak akan malas-malasan lagi. Aku akan giat berlatih, supaya aku bisa melindungi orang-orang yang aku cintai"
" Itu baru anak papa" kata Romy.
" Anak mama juga, Pa"
" Iya sayang. Anak kita"
" Nah itu baru bener" kata Nadia.
" Ma, Pa, aku pamit ke kamar dulu ya. Ngantuk, mau tidur"
" Ok sayang. Selamat malam, dan selamat tidur"
" Makasih Ma"
Setelah berpamitan, Farel pergi ke kamarnya. Ia sudah tidak sabar ingin merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk miliknya. Karena hari ini sangat melelahkan baginya dan juga ketiga sahabatnya.
To be continue.
Axel.
Farel.
__ADS_1
Happy reading 😚😚