
Karyawan resepsionis yang melihat bosnya datang langsung menghampiri sang bos. Ia mengambil kesempatan itu untuk melaporkan gadis kecil yang nggak tau sama aturan.
" Itu Pak, gadis kecil itu dataran kesini untuk membuat onar. Dia juga memukul petugas keamanan"
" Benarkah kamu memukul petugas keamanan?" tanya Kenan sambil melirik Alexa.
" Hhmmm"
" Good job"
Karyawan resepsionis dan juga karyawan lain kaget mendengar ucapan bos mereka. Bagaimana tidak bosnya itu bukannya memarahi gadis kecil itu, tapi malah memuji perbuatannya.
Kenan sudah apa yang terjadi di lobi perusahaannya itu. Ia sengaja datang di saat gadis kecilnya sudah selesai bermain-main dengan beberapa anak buahnya. Ia juga melihat bagaimana perubahan bola mata gadis cantik itu.
Ya lelaki tampan itu melihat saat dia dan asistennya baru kembali dari meeting. Dan ia juga melihat bagaimana mata Alexa berubah menjadi warna merah menyala. Ternyata benar apa yang dikatakan calon mertuanya itu. Kalau warna bola mata Alexa akan muncul ketika ada yang menyakiti atau menghina orang-orang yang dia sayang.
" Pak kenapa bapak malah memuji perbuatan gadis pembuat onar ini?"
" Menurut mu saya harus bagaimana?"
" Bapak harus pecat dia, sebab tadi dia punya niat mau menggoda bapak"
" Nggak apa-apa kalau dia mau menggoda saya. Saya malah seneng di goda sama dia"
Lagi-lagi karyawan itu kaget mendengar jawaban sang bos. Kenapa bosnya nggak marah kalau gadis kecil itu menggodanya.
" Bukannya bos nggak suka di goda?"
" Kalau wanita seperti kamu yang menggoda saya, tentu saja saya akan marah. Tapi kalau gadis seperti dia yang menggoda saya, dengan senang hati saya akan terima" kata Kenan sambil menarik pinggang Alexa.
Karyawan resepsionis itu tertunduk malu. Dia tidak menyangka bosnya itu akan bicara seperti itu di depan orang banyak. Dan lagi si sana ada gadis yang tadi dia bilang sebagai wanita penggoda.
" Semua karyawan yang ada disini denger. Gadis cantik yang ada di samping saya ini adalah calon istri saya"
Semua karyawan yang berada di sana kaget mendengar ucapan bos mereka. Terutama karyawan resepsionis. Dia sudah menggali kuburan sendiri.
Sama halnya dengan karyawan resepsionis. Alexa juga kaget mendengarkan ucapan Om gunung es itu. Sejak kapan dia menjadi calon istrinya.
" Kamu!"
" I.. iya Pak"
" Apa yang sudah kamu lakukan pada calon istri saya?!"
" Sa.. saya nggak melakukan apa-apa kok Pak"
" Masih nggak mau jujur?!"
" Be.. benar Pak, saya tidak melakukan apapun"
" Kamu pikir saya ini bodoh!. Saya sudah melihat semuanya. Jadi kamu nggak usah, berbohong lagi. Ben!"
" Iya Tuan"
__ADS_1
" Lemparkan wanita ini keluar. Jangan biarkan dia masuk ke perusahaan lagi"
" Jangan pecat saya Pak!. Nona tolong saya?" kata wanita itu sambil berlutut di depan Alexa.
" Kalau ada maunya baru minta tolong. Tadi malah menghina" kata Adele.
" Tau tuh. Tadi sangat angkuh dan sombong. Seperti perusahaan ini miliknya" sambung Alisha.
" Tolong saya nona, kalau saya dipecat dari sini saya nggak bisa bantu biaya sekolah adik saya"
Alexa menghela nafasnya. Melihat karyawan resepsionis itu bersimpuh di kakinya membuat dia tak tega. Apalagi dia juga tulang punggung keluarganya.
" Berdiri dulu mbak"
" Nggak nona, saya nggak akan berdiri sebelum nona memaafkan saya"
" Saya udah maafin mbak. Sekarang mbak berdiri, ya?"
Kenan kaget melihat Alexa membantu wanita yang sudah jahat padanya. Ia berpikir, terbuat dari apa hati gadis cantik itu sehingga dengan mudahnya memaafkan karyawan resepsionis itu.
" Kamu yakin mau memaafkan wanita ini?"
" Iya Om"
" Kenapa kamu maafin dia. Kan dia sudah menghina kamu dan orang tua kamu?"
" Aku maafin dia, karena dia tulang punggung keluarganya. Apalagi adeknya ada yang masih sekolah"
" Hati kamu itu terbuat dari apa sih?" kata Kenan sambil mencubit gemas hidung Alexa.
Beni menggelengkan kepalanya. Disaat seperti ini tuannya masih mencari kesempatan untuk gelud sama gadis cantik itu.
" Kamu beruntung bertemu orang sebaik calon istri saya. Kalau saya yang jadi dia, saya tidak akan memaafkan kamu. Walaupun kamu tulang punggung keluarga"
" Terima kasih nona. Maaf tadi saya sudah menghina nona dan juga orang tua nona"
" Saya memaafkan mbak karena saya tidak ingin adiknya mbak putus sekolah. Orang tua mbak pasti akan sedih mendengar mbak sudah tidak kerja lagi. Lain kali jangan pernah menilai orang dari penampilannya"
" Iya nona, saya janji tidak akan seperti itu lagi"
" Setiap tamu itu adalah raja. Jadi layani lha mereka dengan sebaik mungkin"
" Baik nona"
" Untuk kalian semua, dengarkan. Jika ada tamu yang datang mencari saya, tolong sambut dan layani mereka dengan baik. Semua karyawan yang sudah bekerja di perusahaan saya harus memiliki attitude yang baik. Kalau kalian tidak memiliki itu, maka kalian silakan angkat kaki dari perusahaan saya. Mengerti!"
" Mengerti Pak"
" Ambil pelajaran dari kejadian. Karena kalian belum tentu baik dari orang yang kalian hina"
Alexa terpesona melihat lelaki tampan yang ada di sampingnya. Dia terlihat sangat tampan saat berbicara serius seperti itu. Aura pemimpinnya keluar.
" Kalau calon istri saya dan sahabatnya datang kesini, kalian langsung diantarkan mereka ke ruangan saya"
__ADS_1
" Ba..baik Pak"
" Sekarang kalian semua kembali bekerja"
" Baik Pak"
Para karyawan itupun bubar. Mereka kembali bekerja ke ruangan mereka masing-masing. Sedangkan karyawan resepsionis itu masih belum boleh pergi oleh Kenan.
" Untuk kamu"
" I..iya Pak"
" Untuk kali ini saya akan memaafkan kamu. Dan saya melakukan itu karena calon istri saya sudah memaafkan kamu. Saya tidak akan memecat kamu"
" Terima kasih Pak, nona" kata karyawan resepsionis itu sambil bersujud syukur.
" Yuk keruangan saya"
" Hhhmm"
Kenan mengajak Alexa dan kedua sahabatnya ke ruangannya. Karena kalau berlama-lama di sana dia akan emosi melihat karyawannya yang membuat onar itu.
" Ben"
" Iya tuan?"
" Bawa para petugas itu ke rumah sakit untuk mengobati luka-luka yang ada di tubuh mereka"
" Baik tuan"
Beni meminta beberapa anak buahnya untuk membawa sepuluh petugas keamanan itu ke rumah sakit.
" Om"
" Hhhmmm"
" Kenapa Om bilang ke mereka kalau aku calon istri, Om?"
" Ya nggak apa-apa. Jadi pas kamu main ke perusahaan saya, mereka tidak akan melakukan hal bodoh seperti tadi lagi"
" Tapi kan nggak harus bilang aku ini calon istri Om"
" Terus bilang apa? istri?"
" Ya bilang adek atau keponakan gitu?"
" Saya kan sudah punya keponakan. Jadi saya tidak akan nambah keponakan lagi"
" Om kok gitu sih?! masa nggak mau terima keponakan lagi"
" Kamu kok gitu sih. Saya nggak mau terima keponakan kok di paksa"
Alisha dan Adele tertawa kecil mendengar perdebatan Alexa dan juga Kenan. Bagaimana tidak, setiap kali bertemu pasti gelud.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading 😚😚