
* Sebelum baca like dulu ya teman-teman.. Gomawo 🤗🤗*
Pertandingan antara tim Alexa dan tim Axel semakin seru. Karena diantara tim tidak ada yang mau kalah. Itu bisa dilihat dari poin mereka yang terlihat sama. Tubuh mereka juga sudah mandi karena keringat.
" Masih mau lanjut atau nggak?" tanya Axel.
" Nggak, aku udah gerah" kata Adele.
" Kalau nggak lanjut, berarti kita seri"
" Ya nggak apa-apa. Lain kali kami akan menang"
" Lain kali kalian nggak akan kami beri kesempatan untuk menang"
" Kita liat aja nanti"
" Gue cabut dulu ya, mau mandi" kata Alexa.
" Gue juga" kata Adele.
" Ntar malam jalan yuk?" usul Farel.
" Kemana?" tanya Adele.
" Bioskop, gimana?"
" Kalau ke bioskop enaknya malam Minggu" kata Alexa.
" Gimana kalau wisata kuliner " kata Adele.
" Ide bagus. Malam hari banyak jajanan pinggir jalan yang enak-enak"
" Betul banget. Apalagi cilok, enak banget"
" Setuju ya, ntar malam kita wisata kuliner?" tanya Alexa.
" Setuju" jawab Adele.
" Kalian berdua ikut nggak?" tanya Alexa pada kedua cowok tampan itu.
" Kita ngikut aja" jawab Axel.
" Ok, berarti semuanya setuju. Sekarang bubar dan mandi" kata Alexa.
" Tunggu dulu" kata Farel.
" Apalagi sih Rel?" tanya Adele.
" Kita perginya sama apa?"
" Motor" jawab Alexa dan Adele serentak.
" Gue bonceng sama Lo ya bro" kata Farel pada Axel.
" Hhhmm"
Setelah keputusan diambil, ke empat sekawan itu pun pulang ke rumah masing-masing. Mereka ingin segera mandi, karena tubuh mereka sudah lengket karena keringat.
...***...
Kiran dan Serly baru selesai masak untuk makan malam nanti. Ya Kiran mengajak kedua sahabatnya untuk makan malam di mansion-nya.
" Gue pulang dulu nyonya Darren" pamit Serly.
" Baiklah nyonya Doni. Nanti malam jangan lupa kesini. Ajak suami sama anak Lo"
" Siap bos"
Kiran mengantarkan Serly ke depan. Saat diruang tamu ia berpapasan dengan mertuanya.
" Serly udah mau pulang?" tanya Clarissa.
" Iya Tante. Mau mandi dulu"
" Kenapa nggak sekalian mandi disini"
" Makasih Tante. Mungkin lain kali aku akan mandi disini. Sekarang suami aku pasti udah nungguin"
Clarissa tersenyum mendengar ucapan Serly. Ia tau apa maksud ucapan ibu muda itu. Karena dirinya juga pernah muda.
" Jangan lama-lama mandinya, ntar masuk angin "
" Nggak lama kok Tante. Paling satu jam"
" Sudah-sudah pulang sana!" usir Kiran. Karena kalau tidak, sahabat dan juga mertuanya itu akan membahas masalah mandi.
__ADS_1
" Ini juga mau pulang. Pulang dulu ya Tan, soalnya udah di usir sama yang punya mansion"
Clarissa membalas dengan anggukan kepala. Serly pun pergi meninggalkan mansion sahabatnya itu. Baru sampai di depan pintu, ia berpapasan dengan twins.
" Twins udah selesai main basketnya?"
" Udah. Tante udah mau pulang?" tanya balik Alexa.
" Iya, Tante mau mandi. Soalnya udah bau dapur. Tante pamit dulu ya"
" Ok Tante"
Serly melanjutkan langkahnya pulang ke rumahnya. Sedangkan twins masuk kedalam mansion.
" Eca, Axel"
" Grandma"
Clarissa segera memeluk cucu kesayangannya. Tapi tangan Clarissa te gantung di udara. Karena Alexa dan Axel mundur kebelakang.
" Kenapa mundur?"
" Kita berkeringat Grandma. Ntar badan Grandma jadi bau asem" kata Alexa.
" Nggak apa-apa. Sini peluk Grandma"
Twins pun segera memeluk Grandma-nya. Twins sangat merindukan Grandma-nya. Mereka pun jarang bertemu, karena Grandma mereka tinggal di London. Jadi mereka berkomunikasi hanya lewat telepon.
" Yuk duduk sini" kata Clarissa sambil membawa twins duduk di sofa yang ada di sana.
Clarissa sangat bahagia, karena kedua cucunya tumbuh menjadi remaja yang cantik dan juga tampan. Mereka mewarisi kecantikan dan juga ketampanan kedua orang tuanya.
" Apa benar kemarin Eca sama Axel diculik?"
" Iya. Tapi bukan cuma kita berdua saja Grandma"
" Terus siapa lagi?"
" Farel, Adele dan juga teman-teman satu sekolah sama kita juga di culik. Grandma tau? mereka juga menculik anak-anak kecil untuk di ambil organ tubuhnya"
Clarissa kaget mendengar cerita Alexa. Ia tidak menyangka ada manusia yang kejam seperti itu.
" Lalu?"
" Eca berhasil membebaskan anak-anak kecil itu. Dan juga mengalahkan bos penjahat itu"
" Tentu saja. Axel hanya menonton saja"
" Benar itu Axel?"
" Hehehe, iya Grandma" jawab Axel sambil tersenyum.
" Tuh kan Grandma. Axel itu benar-benar adik durhakim"
" Enak aja. Aku ini adek yang paling baik dan juga manut sejagat raya. Kamu aja yang tidak pernah melihat ketulusan aku"
" Alah, preeeettt"
" Benarkan? coba aja kamu liat diluar sana. Mana ada adik yang mengalah pada kakaknya. Cuma aku yang mau mengalah sama kakak ku"
" Kapan kamu mengalah sama aku? uang saku aku selama satu bulan aja kamu curi"
" Apa benar itu Axel?" tanya Clarissa.
" Nggak Grandma. Eca sendiri yang ngasih uang sakunya sama Axel"
" Mana ada, kamu yang merengek minta uang saku aku. Kamu bilang untuk beli komik terbaru"
" Emang Axel nggak dikasih uang sama daddy?" tanya Clarissa.
" Dikasih Grandma"
" Lalu kenapa ngambil uang saku Eca?"
" Axel nggak ada ngambil uang saku Eca, Grandma. Kemarin itu Eca bilang, kalau dia mewek saat latihan, maka dia akan kasih uang sakunya sama Axel"
" Iya kan aku cuma bercanda"
" Kamu nggak ada bilang becanda. Malahan kamu nantang aku"
" Sudah-sudah, nanti Grandma akan ganti uang saku Eca"
" Benarkah"
" Hhhmm"
__ADS_1
Yes, dapat uang saku berkali lipat. Untung banyak nih gue. Maafkan kakakmu yang cantik ini ya adekku.
Axel menghela nafasnya. Lagi-lagi dia kalah dari saudara kembarnya itu.
" Tapi Axel jangan sedih, karena Grandma akan kasih Axel uang untuk beli komik terbaru"
" Beneran Grandma?"
" Iya. Dan Grandma akan kasih sepuluh kali lipat dari uang sakunya Axel"
Alexa kaget mendengar ucapan Grandma-nya. Bagaimana bisa Axel mendapatkan keuntungan yang lebih besar darinya.
" Makasih Grandma"
Axel tersenyum penuh kemenangan. Walaupun tadi ia sempat dituduh mencuri sama saudara kembarnya itu. Tapi kesabarannya langsung membuahkan hasil yang sangat memuaskan.
" Grandma punya oleh-oleh untuk kalian berdua"
" Mana?"
" Nanti Grandma kasih tau. Sekarang Eca sama Axel mandi dulu ya"
" Siap Grandma"
Twins segera menuju kamar mereka masing-masing. Alexa dan Axel ingin segera membersihkan diri, soalnya tubuh mereka sudah lengket karena keringat.
...***...
Farel sampai di rumahnya. Jarak rumah Farel dengan mansion twins tidak jauh. Rumahnya masih ada dalam area mansion mewah itu.
" Kamu sudah pulang sayang"
" Udah Ma"
" Gimana latihannya?"
" Seru, malahan tadi kami sempat bertanding "
" Oh iya? terus tim mana yang menang?"
" Seri Ma. Dan mama tau, Alexa mainnya jago banget"
" Apa Axel juga tidak bisa mengalahkannya?"
" Nggak! makanya kita mainnya seri"
Nadia tersenyum mendengar jawaban putranya. Ya putri dari sahabatnya itu memang pintar dalam seni beladiri dan juga olahraga tertentu. Tapi bukan berarti putranya tidak jago.
" Putra mama juga jago "
" Tentu saja. Oh iya Ma, ntar malam kita berempat mau jalan-jalan"
" Jalan-jalan? kemana?"
" Kita mau wisata kuliner"
" Seru dong?"
" Hhmm"
" Mama juga mau makan malam di mansion Tante Kiran "
" Tadi Adele juga bilang. Tapi kok mama nggak ikut bantu Tante Kiran masak?"
" Mama tadi temenin nenek ke dokter"
" Nenek sakit?"
" Nggak. Nenek kan harus check up"
" Emang penyakit nenek nggak bisa disembuhkan ya Ma?"
" Kita berdoa saja ya sayang. Semoga nenek cepat sembuh"
Nadia berharap mamanya bisa disembuhkan. Walaupun kemungkinannya kecil. Karena tadi dokter bilang umur mamanya tidak akan lama lagi.
Nadia dan suaminya sudah membawa mamanya berobat dan juga kemoterapi ke rumah sakit terbaik di dalam dan luar negeri. Tapi tidak membuahkan hasil. Karena penyakit kanker mamanya sudah stadium akhir.
Seharusnya sang mama juga harus dirawat di rumah sakit. Tapi mamanya menolak, karena ia tidak ingin jauh dari cucunya. Mamanya memang sangat menyayangi putranya.
" Sekarang kamu mandi dulu ya. Soalnya udah bau asem" kata Nadia sambil menutup hidungnya.
" Hhhmm"
Farel segera pergi ke kamarnya untuk segera membersihkan diri.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading 😚😚