
" Tunggu! sepertinya disini ada kesalapahaman deh" kata Alexa.
" Kesalapahaman apa?"
" Saya nggak pernah ikut biro jodoh"
" Tapi gadis yang chat saya tadi, menyebutkan ciri-cirinya pada saya. Dan ciri-cirinya itu sama persis dengan kamu"
Awas lo ya Del. Berani banget masukin gue ke biro jodoh.
" Walaupun ciri-cirinya sama itu belum bisa di pastikan kalau itu saya. Lagipula banyak yang memakai baju kek gini?"
" Tapi malam ini saya cuma melihat kamu yang memakai baju ini"
Eh sampe detail kek gitu dia memperhatikan gue. Gumam Alexa dalam hati.
" Gimana?" tanya Kenan.
" Gimana apanya?"
" Acara kencan kita?"
" Kita? Om aja kali, gue mah nggak!"
" Jadi kamu nggak mau kencan sama saya?"
" Nggak! Om kan punya pacar. So ajak pacar Om aja"
" Kamu cemburu?"
" What! cemburu? nggak lha ya"
" Udah ngaku aja"
Alexa tidak mendengarkan ucapan Kenan. Ia memilih untuk menghubungi sahabatnya. Ya dia menghubungi Adele.
" Hallo"
" Lo dimana?"
" Beli makanan"
" Perasaan perginya dari tadi? emang mau cari makanan apa?"
" Cari makanan yang enak "
" Nggak usah. Lo sama Alisha buruan kembali kesini. Soalnya ada yang mau gue omongin sama Lo "
" Kayaknya nggak ada deh. Lagian gue sama Alisha udah di mobil Axel"
" Jadi orang aneh ini bener Lo yang kirim?!"
Terdengar tawa dari seberang sana.
" Aneh, tapi ganteng, kan?"
" Ganteng dari Hongkong. Gue harus bikin perhitungan sama kalian berdua"
" Perhitungan? kan niat kita berdua baik"
" Baik apaan coba?"
" Biar Lo ada teman gandengan"
" Gue nggak mau tau, kalian berdua harus tanggung jawab. Dan lagi, cowok yang Lo pilihkan, selalu ngajak gue ribut"
" Nggak apa-apa. Itu awal dari benih-benih cinta "
" Ngaco Lo "
" Ya udah, Lo nikmati waktu kencan Lo. Gue juga mau kencan sama yayang gue"
Tut.
__ADS_1
Panggilan pun terputus begitu saja. Alexa benar-benar kesal dengan sahabatnya itu. Bisa-bisanya mereka berdua ninggalin dia sama gunung es.
" Mana teman kamu?"
" Bentar lagi mereka akan kesini"
" Ya udah, saya temenin kamu"
" Nggak usah"
" Kenapa?"
" Karena, saya mau pulang"
" Pulang?!"
" Hhhmm"
" Gimana dengan saya?"
" Terserah Om. Lagian, kita nggak saling kenal juga"
" Kalau gitu, ayo saling mengenal"
" Eh"
" Nggak usah kaget gitu? kayak nggak pernah di ajak kenalan sama cowok tampan aja"
" Ck"
" Kenalkan, saya Kenan Kalandra Richard"
" Alexa"
" Bisa duduk lagi nggak?"
Entah terpesona akan ketampanan Kenan. Alexa nurut aja di ajak duduk sama lelaki tampan itu.
Sudut bibir Kenan terangkat sedikit. Gadis cantik yang ada di depannya itu sangat menggemaskan.
" Nggak!"
Kryuuuk...
Wajah Alexa seketika memerah karena malu. Bagaimana tidak mulutnya berkata tidak, tapi perutnya berkata lain. Ingin rasanya ia menghilang saat ini juga.
Dasar perut sialan! nggak mau diajak kompromi.
Kenan susah payah menahan tawanya. Wajah gadis tipis itu terlihat sangat menggemaskan saat memerah seperti itu.
" Tunggu, saya pesan makanan dulu. Duduk manis disini"
Kenan mencari makanan untuk mengisi perut mereka berdua. Ia mencari makanannya di dekat mereka duduk aja. Karena kalau jauh-jauh, ia takut gadis tipis itu kabur.
Ini kali pertamanya Kenan membeli makanan di tempat seperti ini. Dan ia tidak tau apakah makanan itu sehat atau tidak. Tapi mau tak mau Kenan pun harus membeli makanan itu.
" Mau pesan apa Den?" tanya seorang penjual bakso.
" Saya mau bakso dua mangkok Pak"
" Berapa mangkok?"
" Dua. Tolong antarkan ke tempat duduk yang ada di pojok sana ya?"
" Oh baik Den"
Setelah memesan bakso. Kenan kembali ke tempat Alexa. Ia tidak ingin meninggalkan gadis cantik itu sendirian.
Ehem!
Alexa mendongak ke atas. Matanya membulat sempurna kala melihat wajah Kenan sangat dekat dengan wajahnya.
" Serius amat main ponselnya?"
__ADS_1
" Bisa jauh dikit nggak wajahnya?"
" Kenapa? kamu takut terpesona ya?"
" Bukan! "
" Udah ngaku aja"
Nih orang nggak hanya dingin kek gunung es. Tapi juga narsis.
" Jangan kepedean. Lagian wajah Om itu standar"
Kenan kaget mendengar ucapan gadis cantik itu. Baru kali ini ia mendengar ada yang bilang ketampanannya standar.
" Apa ponsel itu lebih menarik dari saya?"
" Hhmmm"
" Kalau gitu, besok saya mau ganti wajah tampan saya ini dengan ponsel biar kamu mau menatap saya"
" Gaje"
Bakso pesanan Kenan tadi sudah datang. Pelayan pun menghidangkan dua mangkok bakso dan juga jus jeruk di atas meja. Setelah itu. Pelayan itupun pamit undur diri.
" Sorry, saya cuma bisa pesankan ini? soalnya saya nggak tau kamu sukanya apa?"
" Nggak apa-apa. Ini juga aku suka kok"
" Syukurlah. Yuk makan, ntar cacing di perut kamu bunyi lagi. Lagian Om juga udah lapar"
Alexa tak kuat menahan tawa saat mendengar Kenan menyebut dirinya Om.
"Tapi ngomong-ngomong, kamu beneran nggak ikut biro jodoh?"
"Ya nggak lha! kayak cewek nggak laku aja"
"Ya siapa tau!, biasanya cewek itu kan suka jaim. Sok bilang nggak! padahal sebenarnya iya"
"Itu mungkin orang lain, bukan aku!"
"Sekali lagi aku tanya!, beneran kamu nggak ikut biro jodoh?"
"Iiihh, emang om ngarep banget ya kencan sama aku?, segitu nggak percaya ya sama aku!"
" Bukan nggak percaya sih cuma tanya doang"
"Kalau nanyanya berulang kali itu sama aja nggak percaya"
Tiba-tiba Alexa melihat ke kiri dan ke kanan. Ia merasa seperti ada yang memperhatikannya.
"Ada apa? apa kamu mencium aroma bom?"
"Om!, hati-hati ya kalau ngomong!, emangnya aku anjing pelacak!. Aku lagi perhatikan tempat ini, siapa tau ada orang yang aku kenal datang kesini, terus lihat aku, malu tau"
"Malu kenapa?, emang kamu pikir aku pemulung?, oh iya aku ngerti, pasti kamu belum pernah kencan sama cowok makanya kamu merasa malu kalau ada yang melihat kamu lagi sama cowok!"
"Jangan sok tau deh!, ya jelas malu lha aku kencan sama om-om, apalagi ketemu sibiro jodoh, mau ditarik dimana muka ku ini, bagi om sih mungkin sudah biasa tapi aku nggak"
"Iya.. iya, iya!, terserah kamu ngomong apa, sekarang cepat habiskan makananmu, setelah itu pulang, cuci kaki dan tidur"
"Iiihh!, kok jadi om yang kesel sih!, harusnya aku tuh yang kesel, aku nggak tau apa-apa, tiba-tiba jadi kencan buta, jadi aku yang korban disini"
"Iya kamu yang jadi korbannya, dan aku cuma korban gendang telinga doang karena mendengar ocehanmu dari tadi"
" Ya sudah aku mau pulang dulu"
"Ini bakso ya nggak dihabisin?, atau mau dibungkus aja dan bawa pulang?"
"Buat om aja"
Kemudian Alexa segera pergi dari tempat itu dengan perasaan kesal karena dikerjain sama kedua sahabatnya. Sementara Kenan masih duduk sambil menikmati bakso kencan buta nya yang mulai dingin.
To be continue.
__ADS_1
Maaf telat up nya teman-teman. Tadi kondisi Feby sempat drop lagi.
Happy reading 😚😚