
Setelah menempuh perjalanan selama satu jam lebih. Akhirnya pesawat mendarat dengan selamat di bandara internasional di kota B.
Bagi sebagian penumpang perjalanan menuju kota B sangat menyenangkan. Tapi tidak dengan Alexa, karena gadis cantik itu selalu di ganggu sama gunung es.
" Kamu nggak mau turun?" tanya Kenan.
" Nggak!"
" Ya udah saya temenin disini, ya?"
" Aku mau turun" kata Alexa sambil bangkit dari duduknya.
" Katanya nggak mau turun?"
" Mau lha, daripada disini sama Om. Bahaya!"
Alexa segera pergi dari sana. Ia tidak ingin berlama-lama di dekat gunung es nyosor itu. Kenan pun mengikuti Alexa dari belakang. Ia ingin tau gadis cantik itu menginap di hotel mana.
" Eca, sini?" panggil Adele saat melihat sahabatnya turun dari pesawat.
Kevin menoleh kearah pintu pesawat. Tapi dia kaget saat melihat seorang lelaki tampan yang ada di belakang Alexa. Lelaki yang ada di acara kelulusan sekolah.
Kenapa lelaki itu ada disini. Dan kenapa dia bisa bersama dengan Alexa.
" Axel hampir saja mau nyusul Lo ke dalam?" kata Alisha.
" Benarkah? adik durhakim ini mau menyusul gue" kata Alexa sambil melirik Axel.
" Aku nggak pengen kena marah sama mommy, karena ninggalin kamu" kata Axel.
" Yakin cuma karena itu, hhmm?"
" Yakin lha"
" Tapi kok aku mencium aroma kebohongan disini"
" Kek cenayang aja "
Alexa yakin kalau saudara kembarnya itu berbohong. Karena ia tau bagaimana Axel menyayanginya. Begitu pun sebaliknya.
" Karena anggota kita sudah lengkap, kita keluar yuk" kata Intan.
" Yuk guys, lagian kita juga mau cari hotel" kata Kevin.
Kevin dan teman-temannya segera keluar dari bandara. Setelah dari bandara mereka akan mencari hotel untuk tempat mereka menginap beberapa hari ke depan.
" Tuan kok bisa keluar bersama dengan putrinya tuan Darren"
" Tentu saja bisa, karena saya duduk berdekatan sama dia"
" Berarti selama di perjalanan tadi tuan nggak bete donk?"
" Nggak"
" Jadi saya nggak jadi di pecat donk?"
" Berhubung suasana hati saya lagi baik. Jadi kamu nggak jadi saya pecat"
" Terima kasih tuan"
" Sekarang tugas kamu, cariin saya hotel"
" Siap tuan"
" Hotelnya harus sama dengan gadis cantik tadi"
" Siap tuan"
Bos dan asisten itu segera meninggalkan tempat penerbangan. Mereka akan mencari kendaraan untuk pergi ke hotel. Karena mereka tidak membawa kendaraan sendiri.
Sama halnya dengan Kenan. Rombongan Kevin juga lagi mencari kendaraan untuk pergi ke hotel yang sudah ia pesan melalui aplikasi dari ponsel mereka.
__ADS_1
" Vin, Lo pesan berapa kamar?" tanya Ryan.
" Empat kamar"
" Kok cuma empat?" kata Citra.
" Karena kita cuma butuh empat kamar"
" Gue satu kamar sama Intan?"
" Hhhmm"
" Kenapa yang cewek-cewek nggak satu kamar aja?" kata Ryan.
" Nggak, ntar terlalu berisik" kata Citra.
" Bukannya lebih seru kalau rame-rame kek gitu"
" Gue nggak suka berisik" kata Citra.
" Oh iya udah"
Intan merasa ada yang salah dengan sahabatnya itu. Karena nggak biasanya Citra kek gitu. Ia akan tanya nanti setelah mereka sampai di hotel.
" Malas banget gue satu kamar sama Farel " kata Axel.
" Kenapa males?" tanya Adele.
" Pacar Lo, tidurnya ngorok"
" Bohong Yank, mana ada aku tidurnya ngorok" bantah Farel.
" Sudah sesama tukang ngorok jangan berantem" kata Alexa.
" Betul apa kata Eca. Lagian mau gimana pun kalian berdua akan tetap satu kamar" kata Adele.
Tak berselang lama taksi yang mereka hubungi pun sudah datang. Yang cowok berada di satu taksi yang sama. Sedangkan para cewek pergi dengan taksi yang berbeda.
...***...
Mereka pun sampai di hotel terbaik di kota B. Setelah membayar ongkos taksinya, barulah mereka masuk kedalam hotel.
" Selamat datang di hotel kami" ucap karyawan hotel.
" Makasih mbak"
Mereka semua masuk kedalam hotel. Sebelum pergi ke kamar masing-masing, mereka pergi ke meja resepsionis untuk check in.
" Baiklah sekarang kita istirahat dulu. Ntar sore kita ngumpul di lobi ya guys" kata Intan.
" Siap Kak"
Alexa dan kedua sahabatnya pergi ke kamar mereka. Diikuti sama yang lainnya. Mereka akan beristirahat sejenak, karena nanti sore mereka akan jalan-jalan.
" Guys, menurut Lo berdua sikap kak Citra aneh nggak?" tanya Adele saat mereka sudah di dalam lift.
" Kalau menurut gue sih aneh, nggak biasanya dia kek gitu"
" Apa jangan-jangan dia mulai suka sama kak Kevin?"
" Ngaco kamu" kata Alisha.
" Ya siapa tau kan, karena mereka sering bersama. Nggak menutup kemungkinan dia punya perasaan sama kak Kevin"
" Iya tau. Tapi kan kita tau selama ini dia selalu mendukung kak Kevin sama Alexa"
" Itu cuma dimulut aja. Dalam hati dia siapa tau menyimpan rasa untuk kak Kevin"
" Benar juga. Secara kan kak Kevin tampan dan juga baik"
" Nah itu lho tau. Jadi nggak ada yang tidak mungkin"
__ADS_1
" Berarti selama ini kak Citra hanya pura-pura mendukung kak Kevin sama Alexa"
" Betul banget. Liat aja sikapnya waktu kak Ryan bilang kita satu kamar" kata Alisha.
" Iya. Emang dia pikir kita ini berisik, ya?" lanjut Adele.
" Nggak boleh Suudzon sama orang. Mungkin dia lagi capek" kata Alexa.
" Gue nggak Suudzon. Tapi gue ngomongin fakta"
" Mungkin kak Citra pengen duduk berdua dengan kak Kevin. Lagipula mereka berdua kan bersahabat"
" Iya, tapi kan biasanya dia selalu kasih waktu lo sama kak Kevin"
Alexa hanya tersenyum mendengar ucapan sahabatnya itu. " Biarkan saja, mending kita fokus sama liburan yang hanya beberapa hari ini"
Ting.
Pintu lift terbuka. Alexa dan kedua sahabatnya langsung ke luar dari lift. Mereka bertiga berjalan menuju kamar yang akan mereka tempati nanti.
Alexa membuka pintu kamar dengan menempelkan card yang ada di tangannya. Tak berselang lama pintu pun terbuka.
" Wow ada tiga ranjang guys" kata Adele.
" Iya, kamarnya juga nyaman" kata Alisha.
" Tapi lebih bagus kamar yang ada di hotel milik Oma nya Eca"
" Semua kamar di hotel itu bagus"
" Beda Eca. Hotel milik sultan memang beda"
" Lo mau tidur di bed yang mana, nih?" tanya Adele.
" Gue mau bed yang tengah" jawab Adele.
" Lo, Sha?"
" Gue yang pinggir aja "
" Berarti gue yang pojok " kata Alexa.
Adele segera merebahkan tubuhnya di atas bed yang sudah ia pilih tadi. Walaupun bed itu tidak senyaman kasurnya. Tapi minimal kasurnya empuk.
" Eca" panggil Adele.
" Hhmmm"
" Lo kok bisa barengan sama Om tampan itu?"
" Ya bisa lha. Wong dia duduk di samping gue"
" What..!" kata Alisha dan Adele berbarengan.
" Maksud Lo, Om itu duduk satu bangku sama Lo?" tanya Adele.
" Hhhmm"
" Beruntung banget sih Lo, Eca"
" Beruntung gimana?"
" Iya, bisa duduk di samping Om tampan"
Beruntung apaan. Yang ada tersiksa gue duduk di samping gunung es itu.
To be continue.
Visual Kenan.
__ADS_1
Happy reading 😚😚