
Para pengunjung tidak tau apa yang dikatakan Axel pada ketiga wanita itu. Tapi setidaknya mereka tau kalau Axel juga gadis yang dihina tadi bukan orang biasa. Karena ketiga wanita itu berlutut minta maaf.
" Sekarang kalian boleh pergi. Karena kalau kalian bertiga masih disini, nafsu makan saya hilang" kata Alexa.
Ketiga wanita itu segera pergi dari sana. Mereka bersyukur karena putri dari tuan Darren tidak memperpanjang masalahnya. Kalau tidak, bisa di pastikan keluarga mereka akan hancur.
Setelah ketiga wanita itu pergi. Para pengunjung lain melanjutkan acara makannya tadi. Sedangkan Axel dan yang lainnya masih menunggu pesanan mereka.
" Masih aja ada orang yang seperti mereka tadi" kata Farel.
" Iya. Padahal kayanya nggak seberapa, tapi lagaknya udah selangit" kata Adele.
Pesanan mereka pun datang.
" Permisi, saya mau menata makanannya" ucap pelayan.
" Silakan"
Pelayan menata makanan yang sudah di pesan Abimanyu tadi. Selesai menata makanannya, pelayan itupun pamit undur diri.
Mata Alexa berbinar melihat makanan yang ada dihadapannya. Kali ini dirinya tidak akan memikirkan lemak yang terkandung dalam makanan itu. Tapi saat ini yang ada dalam pikirannya. Daging tebal itu menari-nari dalam mulutnya.
" Iler kamu netes tuh" kata Axel.
Alexa refleks mengusap sudut bibirnya. Ketika dia tidak merasakan apa-apa, barulah ia sadar, kalau Axel sedang mengerjainya.
" Axel"
" Habisnya, kamu gitu banget liat burger-nya"
" Jelas lha, kamu kan tau sendiri mommy nggak bolehin kita makan junk food "
" Kalau mommy ngelarang, kenapa Eca nekat makan makan junk food?" tanya Abimanyu.
" Eca pengin Bang. Lagiankan jarang juga makan junk food " kata Alexa sambil masukkan burger kedalam mulutnya.
Mereka pun menyantap makanan yang ada di depan mereka masing-masing. Abimanyu juga jarang makan burger, karena memang keluarga besarnya jarang makan makanan seperti itu.
Bukan nggak mampu membeli, tapi keluarga besarnya memang suka hidup sehat. Jadi makan junk food seperti itu memang sangat mereka hindari.
" Oh iya kalian tau nggak?" tanya Axel.
" Nggak!" jawab Alexa dan Adele serentak.
" Axel lagi pedekate sama anak sekolah sebelah lho" kata Farel.
Uhuk..uhuk..
Axel tersedak sama burger yang ia makan.
" Lo serius Rel? kulkas tujuh pintu ini lagi pedekate sama cewek?" tanya balik Alexa.
" Beneran "
" Bohong! Lo jangan ngadi-ngadi Rel" kata Axel.
Alexa menatap saudara kembarnya itu.
" Benaran Eca, aku nggak ada pedekate sama cewek lain"
" Gue juga nggak percaya sih. Mana mungkin ada cewek yang mau sama cowok kulkas kek kamu"
__ADS_1
" Dasar kakak luknut"
Pletak..
" Dasar adik durhakim"
Adele dan Farel sudah tidak kaget lagi melihat perdebatan Twins. Karena setiap hari mereka berdua pasti begitu. Hanya sebentar mereka akurnya.
" Abang Abi kok masih sendiri?" tanya Adele.
" Abang nggak sendiri"
Alexa dan Axel langsung berhenti berdebat saat mendengar ucapan Abimanyu tadi. Alexa pemasaran, siapa wanita yang berhasil menaklukkan hati Abangnya itu.
" Wah Abang udah punya pacar?"
" Belum"
" Tadi bilangnya nggak sendiri. Pas ditanya udah punya pacar jawabnya belum. Gimana sih Abang Abi"
" Adele kan tadi nanya, kenapa Abang masih sendiri?"
" Iya, lalu Abang jawab nggak sendiri. Kalau jawabnya nggak sendiri, berarti Abang udah punya pacar dong?" kata Adele.
" Maksud Abang nggak sendiri itu, karena Abang lagi sama kalian"
" Ya ampun, Adele pikir Abang udah nggak jomlo lagi"
" Abang belum kepikiran ke sana. Abang mau fokus sama kuliah dulu. Kamu masih kecil udah mikirin pacaran"
" Kuliah emang harus Bang. Tapi pacaran juga penting, Abang mau jadi bujang lapuk " kata Adele.
" Nggak mau lha"
" Lo aja masih jomlo. Malah sok-sokan mau jadi Mak comblang" kata Alexa.
" Ck, Lo ngerusak mata pencaharian gue aja"
" Sudah-sudah, sesama jomlo jangan saling ribut" kata Farel.
" Kek Lo udah punya pacar aja"
" Ini kenapa pada ngomongin pacar sih?" kata Axel.
" Tau tuh Adele" kata Alexa.
" Sudah-sudah. Cepat habisin burger-nya, setelah itu kita pulang. Jangan ada yang protes" kata Abimanyu.
Baru saja Alexa mau protes, tapi nggak jadi, karena mendengar ucapan terakhir Abimanyu. Padahal dia belum ingin pulang, tapi Abangnya udah bilang pulang.
Selesai makan, Abimanyu membayar semua pesanan yang mereka makan tadi. Setelah selesai membayar, mereka pergi meninggalkan restoran itu.
" Bang " panggil Alexa.
" Hhhmm"
" Muter-muter dulu yuk"
" Muter-muter kemana?"
" Alun-alun "
__ADS_1
" Ya udah, kita ke alun-alun kota"
" Nah gitu dong"
Alexa segera masuk kedalam mobil. Diikuti sama Axel dan juga kedua sahabatnya. Abimanyu melajukan mobilnya meninggalkan restoran junk food.
Tidak butuh waktu lama, mereka pun sampai di alun-alun. Alexa segera turun dari mobil karena ia melihat sesuatu yang sangat lezat dan juga sesuatu yang sedari tadi ia incar.
" Eca mau kemana Bang, kok buru-buru gitu?" tanya Axel.
" Biasa beli permen kapas"
" Pantas saja dia ngajak kita pergi ke alun-alun, rupanya dia mengincar sesuatu"
" Ya udah, yuk kita ikuti dia. Jangan sampai dia menghabiskan semua permen kapas itu" kata Abimanyu.
" Abang bener. Dia kan monster permen kapas"
Abimanyu, Axel dan juga kedua sahabatnya segera menyusul Alexa. Karena kalau tidak segera disusul, bisa-bisa Alexa kalap dan menghabiskan semua permen kapas.
...***...
Kevin sedang duduk santai bersama kedua orang tuanya. Selesai makan malam, ia dan kedua orang tuanya memang selalu menyempatkan waktu untuk mengobrol. Karena pagi sampai sore orang tuanya bekerja.
" Gimana hubungan kamu sama Citra? udah ada kemajuan?" tanya sang mama.
" Belum Ma"
" Kamu gimana sih! masa menaklukkan satu cewek aja nggak bisa"
" Mama kan tau aku nggak mencintai Citra, dan begitu juga dengan Citra. Jadi percuma aja mama menjodohkan aku sama dia"
" Nggak ada yang percuma kalau kamu mau berusaha. Lagipula cinta itu bisa muncul saat kalian berdua sudah terbiasa"
" Selamanya aku tidak akan pernah mencintai Citra, Ma. Karena hati aku sudah dimiliki orang lain"
" Siapa gadis itu? kalau bibit bobot nya tidak jelas. Jangan harap mama akan merestui hubungan kamu dengan gadis itu"
" Kenapa mama selalu menilai orang dari hartanya?"
" Karena mama tidak ingin punya menantu dari kalangan bawah. Apa kata teman-teman Mama nanti"
" Benar yang dikatakan mama kamu Vin. Kalau mau mencari istri itu harus yang setara dengan keluarga kita. Papa rasa nggak ada salahnya kamu mencoba dengan Citra. Dan lagi Citra juga dari keluarga terpandang. Mama dan papa juga berteman baik dengan orang tuanya"
" Perasaan itu bukan untuk dicoba-coba Pa. Dan sampai kapan pun, aku tidak akan menikah dengan Citra" kata Kevin sambil berlalu pergi.
" Kevin!"
Kevin tidak menghiraukan panggilan sang mama. Ia mengambil kunci mobilnya dan pergi meninggalkan rumahnya. Ia ingin menenangkan diri.
Ia melajukan mobilnya menuju alun-alun kota. Siapa tau dengan pergi ke sana bisa mengurangi rasa sedihnya.
Sampai di alun-alun, Kevin memarkirkan mobilnya di tempat yang sudah di sediakan di sana. Kevin mencari tempat duduk untuk menenangkan pikirannya. Sebelum mencari tempat duduk, ia pergi membeli minuman.
Setelah selesai membeli minuman, samar-samar Kevin mendengar suara Alexa. Ia berjalan menghampiri si pemilik suara. Tapi langkahnya terhenti kala mendengar ucapan seorang lelaki pada gadis cantik itu. Minuman yang dibeli Kevin pun terjatuh ke tanah.
Alexa yang mendengar bunyi sesuatu yang jatuh pun menoleh kearah suara.
" Kak Kevin?"
To be continue.
__ADS_1
Happy reading 😚😚