Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Gagal


__ADS_3

" Eca, kenapa masih diam? yang lain udah mulai naik tuh?" kata Nando.


" Ini juga mau naik paman"


" Buruan, ntar kamu ketinggalan lho?"


Alexa memandang tinggi tebing yang biasa dipakai untuk olahraga panjat tebing itu. Ia melumuri tangannya dengan tepung. Ia pun mulai menaiki batu yang di tempelkan ke dinding itu.


Belum seberapa jauh, kaki Alexa sudah mulai gemetaran. Ya Alexa memang takut ketinggian. Sebab itulah dia tidak suka kalau latihannya panjat tebing.


" Jangan lihat ke bawah. Fokus pada pijakan kaki kamu" kata Nando.


Ck, dia enak bicara kek gitu. Yang merasakannya kan gue.


" Jangan ngedumel "


Eh kok dia bisa tau. Apa paman bisa baca isi hati gue ya.


" Cepat! Axel sama yang lain udah mau sampai di atas"


" Paman, Eca takut?"


" Lawan rasa takut kamu itu. Kalau tidak, kamu tidak akan pernah bisa menang melawan Axel!"


" Kali ini Eca ngalah sama dia. Eca udah nggak kuat"


" Kalau kamu turun, paman akan kasih hukuman yang berat dari biasanya"


" Kenapa sih paman selalu saja menghukum Eca"


" Makanya kalau nggak mau kena hukum, cepat naik"


" Eca udah nggak kuat paman"


" Jangan banyak alasan. Cepat naik!"


" Eca takut paman?"


" Takut kenapa?"


" Ntar kalau Eca jatuh gimana?"


" Nggak apa-apa, kan jatuhnya kebawah"


" Dimana-mana jatuh itu ya kebawah"


" Lalu apa yang Eca takutkan?"


" Jatuh itu sakit paman"


" Nggak akan. Lagian kamu kan pake tali pengaman, jadi aman"


" Kalau talinya putus gimana?"


" Ntar paman yang sambut Eca"


" Beneran ya? awas kalau bohong"


" Iya, buruan naik"


" Ok"


Axel melihat saudara kembarnya masih di bawah. Ia tersenyum, itu artinya dialah yang menang.


" Eca, siapkan uang sakunya?" kata Axel.


Alexa baru ingat kalau dia ada perjanjian dengan adiknya itu. " Tidak! "


Nando menutup telinganya karena mendengar teriakkan keponakannya itu. Suara Alexa itu sangat kencang. Bahkan toa mesjid aja kalah sama suara dia.


Karena tidak ingin kehilangan uang sakunya selama satu bulan, Alexa segera menyusul saudara kembarnya itu.


Axel juga tidak akan kalah, ia harus cepat sampai puncak. Ia harus menang demi komiknya bulan depan.


Farel dam Adele juga tidak mau kalah. Karena inilah kesempatan mereka berdua untuk bisa menang melawan twins. Karena mereka berdua tidak pernah menang melawan mereka berdua.


Empat sekawan itu berlomba dengan tujuan yang sama. Yaitu ingin menang. Walaupun kemenangan yang mereka inginkan berbeda-beda.

__ADS_1


Ada yang pengin menang karena ingin mendapatkan uang saku. Ada yang ingin menang karena tidak ingin kehilangan uang saku. Dan ada juga yang ingin menang karena selama ini tidak pernah menang melawan sahabatnya. Tapi intinya mereka sama-sama ingin 'MENANG'.


Axel tersenyum karena sebentar lagi dia akan sampai di puncak. Sudah dipastikan kalau dialah yang jadi pemenang. Dan ia juga mendapat hadiah uang saku saudara kembarnya selama satu bulan.


" Yes berhasil!" teriak Axel setelah tangannya menyentuh bagian puncak tebing.


" Tidak! uang sakuku" tangis Alexa.


Farel dan Adele ikut senang, walaupun mereka berdua tidak menang melawan Axel. Tapi setidaknya mereka menang dari Alexa. Dan itu juga pencapaian yang luar biasa untuk mereka berdua.


" Selamat ya Axel" ucap Farel.


" Makasih Rel"


Alexa yang masih bersedih karena kalah, membuka tali pengaman yang terpasang di tubuhnya.


" Paman!"


" Apa"


" Sambut" kata Alexa sambil melepaskan tali pengaman yang terakhir.


Nando panik melihat Alexa melakukan apa yang ia katakan tadi. Ia segera bersiap menyambut keponakannya itu. Tapi sebelum itu ia memasang matras yang tebal untuk berjaga-jaga kalau ia tidak berhasil menangkap Alexa


Alexa segera terjun bebas.


" Eca!" teriak Axel.


Dia kaget melihat saudara kembarnya itu melepaskan tali pengamannya. Apa Alexa berniat mau bunuh diri karena uang jajannya di sita.


Adele dan Farel juga kaget melihat Alexa terjun bebas ke bawah. Mereka berdua langsung menutup mata, karena tak sanggup melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.


Hap..


Tubuh Alexa mendarat sempurna dalam pelukan pamannya. Sedangkan Axel sudah takut setengah mati melihat aksi saudara kembarnya itu.


" Nakal" kata Nando sambil mencubit hidung keponakannya.


" Hehehe, biar Axel jantungan"


" Sepertinya rencana kamu berhasil, coba liat wajah Axel sudah pucat"


" Sekarang cepat turun, berat"


" Ah i-iya, Eca lupa"


" Bilang aja keenakan"


" Kok paman tau?"


" Tau lha"


" Apa bener paman, kalau Eca berat?"


" Hhmm"


" Berarti harus diet lagi nih"


" Badan udah kurus kek gitu mau diet? bisa-bisa nanti kamu tinggal tulang karena diet"


" Tadi paman bilang Eca berat. Sekarang bilang badan Eca kurus. Yang benar yang mana?"


" Dua-duanya benar"


" Paman gaje"


Axel segera berlari menuju saudara kembarnya.


Pletak.


Aawwww...


" Axel..!" pekik Alexa.


" Kamu bikin aku khawatir tau nggak?" kata Axel sambil memeluk saudara kembarnya.


Alexa menepuk pundak Axel. Ia tau kalau yang dilakukannya tadi sangat berbahaya.

__ADS_1


" Cup..cup.. jangan mewek, aku baik-baik aja"


" Jangan pernah lakukan hal seperti tadi lagi?"


" Nggak akan. Tapi yang lebih ekstrim dari yang tadi boleh kan?"


" Eca..!"


" Iya..iya becanda, ah! sensi amat"


" Becanda kamu nggak lucu tau nggak!"


" Ya kan aku nggak ngelawak makanya nggak lucu. Udah jangan mewek lagi, ntar image cowok kulkas dua pintunya hilang"


Nando tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Keponakannya yang satu ini memang beda dari yang lain. Kadang ia bingung, Alexa mewarisi sifat bar-bar dari siapa? karena kakaknya tidak bar-bar seperti dia.


" Baiklah latihan hari ini sudah cukup"


" Serius paman?" tanya Alexa.


" Hhmmm"


" Asik" sorak Alexa.


" Sepertinya Eca senang kalau latihannya nggak lama-lama"


" Ah, e-enggak "


" Mulai minggu depan kalian latihan sama Om Doni"


Alexa kaget mendengar ucapan pamannya. Seharusnya ia senang karena bisa terbebas dari hukuman jika terlambat datang ke lapangan. Tapi setelah pamannya sendiri yang bicara seperti itu, rasanya kok lain. Seperti ada yang hilang dalam dirinya.


" Kenapa Eca kaget kek gitu? bukannya Eca senang kalau nggak latihan sama paman?"


" Eca nggak bilang begitu? "


" Jangan bohong, ntar hidungnya panjang kek Pinokio lho"


" Emang paman mau kemana?"


" Paman mau keluar kota"


" Apa paman nggak akan kembali lagi kesini?"


Nando tersenyum mendengar ucapan keponakannya itu. " Tentu saja paman akan kembali lagi. Karena keluarga paman ada disini"


" Terus ngapain paman pergi keluar kota?"


" Mau melihat lokasi tambang"


" Berapa lama perginya?"


" Kamu udah kek wartawan, banyak tanya" kata Axel.


" Biarin! lagian aku nggak nanya sama kamu"


" Nggak usah di jawab paman" kata Axel sama pamannya.


" Axel kok rese sih"


" Kamu lebih rese"


" Mulai lagi deh mereka berdua" kata Adele.


" Iya, mending kita tinggal aja yuk " kata Farel.


" Yuk, gue juga mau mandi. Udah gerah soalnya"


" Gue juga"


Adele dan Farel pun pergi dari sana. Begitu juga dengan Nando. Mereka bertiga meninggalkan twins yang masih asik berdebat.


To be continue.


Udah hari Senin nih.. Axel minta vote, hadiah, like dan komennya dongπŸ€—πŸ€—


__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2