
Jam istirahat. Seperti biasa para murid SMA Tunas Bangsa pergi ke kantin untuk mengisi tenaga mereka yang terkuras karena belajar tadi. Termasuk Alexa dan para sahabatnya.
Sekarang mereka sedang menunggu pesanan mereka datang.
" Berhasil!"
" Astagfirullah, Lo kenapa sih? bikin kaget gue aja" kata Alexa sambil mengelus dadanya.
" Tau nih. Untung gue nggak punya riwayat penyakit jantung" kata Alisha.
" Kamu kesambet jin apa Yank?" tanya Farel.
" Hehehe, Sorry. Gue lagi seneng banget soalnya" kata Adele.
" Senang kenapa Yank?" tanya Farel.
" Game rahasia yang aku mainkan berhasil"
" Game rahasia?" tanya Alisha.
" Hhmmm"
" Baru denger gue ada game kek gitu"
" Sama gue juga" kata Alexa.
" Namanya juga game rahasia"
Adele senang karena banyak cowok yang ingin berkencan dengan sahabatnya itu. Mungkin karena Adele memajang foto Alexa di sana. Sekarang tugasnya memilih diantara mereka semua. Siapa yang cocok untuk sahabatnya.
Mata Adele sangat jeli melihat cowok yang bening dan juga tampan. Dari sekian banyaknya cowok yang mendaftar, mata Adele tertuju pada sosok lelaki yang memakai topeng.
Nah ini dia! gue yakin Lo cowok tampan makanya Lo pake topeng kan?. Mata gue tidak pernah salah dalam memilih.
Adele langsung menekan tombol ok di bawah foto lelaki bertopeng itu. Setelah itu mereka akan mengatur waktu dan juga hari untuk bertemu.
Farel menempelkan punggung tangan ke kening sang kekasih. Setelah itu dia menempelkan ke keningnya.
" Nggak panas"
" Ya jelas nggak panas lha. Kan aku nggak demam" kata Adele sambil melepaskan tangan Farel dari keningnya.
" Terus kenapa kamu senyum-senyum sendiri"
" Ada deh"
" Oh jadi gitu? udah main rahasia-rahasiaan nih sama aku?"
" Ntar kamu juga tau "
" Kenapa nggak kasih tau sekarang aja sih Yank?"
" Kalau aku bilang nanti, ya nanti"
" Ya deh"
Tak berselang lama pesanan mereka pun datang. Pelayan menyajikan pesanan mereka di atas meja. Setelah itu ia pun pamit undur diri.
Adele menyimpan ponselnya, karena pesanannya sudah datang. Ia pun mulai menyantap makanan yang sudah ia pesan tadi.
" Eca" panggil Farel.
" Hhmmm"
" Gimana kabar kak Ke--"
Aaaawww.
__ADS_1
Belum sempat Farel melanjutkan ucapannya, kakinya udah keburu diinjak sama Adele.
" Sakit Yank"
" Kalau sedang makan jangan ngomong"
" Iya "
Adele sengaja menginjak kaki kekasihnya itu. Karena kalau tidak pasti dia akan bertanya tentang kak Kevin.
...***...
Ben heran melihat tuannya tersenyum. Karena lelaki itu sangat jarang banget terlihat tersenyum. Tapi sekarang ia bisa melihat senyum tuannya.
" Tuan"
" Hhmm"
" Tuan sehat?"
Kenan menatap tajam asistennya itu. " Kamu masih ingin menghirup udara Ben?"
" Masih tuan"
" Kalau masih, diam lha"
" Baik tuan"
Ben pun mengunci mulutnya. Ia tidak ingin kena hukuman sama tuannya itu. Karena hukuman yang diberikan tuannya itu sangat mengerikan.
" Kenapa kamu masih berdiri di sana?"
" I-itu tuan, dokumennya"
Kenan memberikan dokumen yang sudah ia tanda tangani tadi pada Beni. Setelah itu barulah asistennya itu pamit undur diri. Karena ia tidak ingin tertular penyakit tuannya.
Ponsel Kenan berbunyi, ia melihat nama Clara tertera di sana. Ia tau kenapa kekasihnya itu menelponnya. Kenan segera menjawab telepon dari kekasihnya itu.
" Hhmmm"
" Kok black card yang kamu kasih ke aku nggak bisa digunakan lagi?"
" Iya aku yang meminta bank untuk memblokir card-nya "
" Kenapa?"
" Karena aku pengin, mulai sekarang kamu berhemat"
" Apa! kamu becanda kan sayang?"
" Aku nggak bercanda"
" Kamu kan tau gimana aku, kan? aku nggak bisa kalau nggak pake barang-barang yang bermerek. Dan lagi harus memakai barang-barang itu untuk menunjang penampilan aku"
" Kan kamu bisa pake barang-barang yang sudah aku beliin"
" Semua barang itu udah pernah aku pake. Jadi aku nggak mungkin pake tas atau sepatu itu lagi"
" Ya udah, aku tutup dulu telponnya. Aku lagi sibuk"
Tanpa menunggu jawaban kekasihnya, Kenan sudah memutuskan telponnya. Karena setiap mendengar suara Clara, ia terbayang video kekasihnya yang sedang bercumbu dengan lelaki lain.
Yang bikin dia kecewa adalah, ia sudah menjaga kehormatan kekasihnya dengan tidak menyentuh dan juga merusaknya. Karena ia ingin menikmati itu ketika mereka sudah halal.
Tapi sekarang semua yang ia pertahankan itu sudah dicicipi sama orang lain. Bahkan tidak hanya satu laki-laki yang mencicipinya. Ia tidak menyangka kalau kekasihnya akan semurah itu.
Tok.
__ADS_1
Tok.
Tok.
" Masuk!"
" Tuan, sudah waktunya makan siang?"
Kenan melirik jam tangannya. Benar saja udah jam dua belas lewat sepuluh menit.
" Tuan ingin makan siang dimana?"
" Saya makan siang di kantor saja Ben"
" Baiklah, saya akan pesankan makanan untuk tuan"
" Hhhmm"
Beni memesankan makanan untuk tuannya melalui aplikasi yang ada di ponselnya. Tidak lupa ia juga memesan untuk dirinya.
" Tuan"
" Hhmmm"
" Apa tuan tidak mau mencoba saran yang saya berikan tadi?"
" Jangan urus masalah percintaan saya, Ben. Kenapa nggak kamu aja yang ikut biro jodoh itu. Kan kamu juga jomlo"
Saya jomlo karena anda tuan. Anda selalu memberikan pekerjaan yang banyak sama saya. Sehingga saya tidak sempat mencari pasangan.
" Saya akan mencari kekasih setelah tuan punya pendamping hidup"
" Nggak bisa begitu. Kamu juga harus mencari pasangan hidup kamu. Saya tidak perlu kamu pikirkan"
" Tidak apa-apa tuan. Saya masih betah sendiri" kata Beni bohong.
Ya lelaki maana yang betah sendiri. Ia juga ingin merasakan hangatnya ranjang saat malam hari. Dan ia butuh pasangan untuk menghangatkan ranjangnya itu.
" Kamu lagi mikirin apa Ben?"
" Ranjang hangat tuan"
" Ranjang hangat?"
" Eh, maksud saya kopi hangat" kata Ben sambil berjalan menuju pantry yang ada di ruangan bosnya itu.
Kenan menggelengkan kepalanya melihat tingkah aneh asistennya itu. Ia tidak menyangka kalau asistennya memiliki fantasi masalah ranjang.
Apa itu efek kelamaan menjomlo, makanya dia berfantasi liar kek gitu. Apa gue harus daftarkan dia juga ya, biar dia nggak menghayal yang aneh-aneh lagi.
...***...
Clara sangat kesal sama kekasihnya. Bagaimana tidak, saat ia mau membayar belanjaannya card-nya tidak bisa di gunakan. Ternyata sudah di blokir sama kekasihnya itu.
" Sudah jangan kesal lagi?"
" Gimana aku nggak kesal, aku mau belanja, tapi card aku diblokir"
" Tenang, nanti aku belikan kamu tas sama sepatu yang kamu inginkan"
" Beneran ya Mas?"
" Iya sayang. Sekarang kita main sebentar ya?"
Clara menganggukkan kepalanya. Ia memang sudah lama tidak di sentuh sama lelaki. Karena beberapa hari ini ia harus menjadi sosok pacar yang baik. Tak berselang lama terdengar suara d*s*han dari kamar apartemen mewah itu.
To be continue.
__ADS_1
Give away nya masih berlanjut ya teman-teman. Jadi jangan lupa untuk vote dan juga hadiahnya.
Happy reading 😚😚