Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Kekuasaan yang sesungguhnya


__ADS_3

Selesai sarapan seperti biasa, Clarissa mengantarkan kedua cucunya ke depan. Karena kedua cucunya akan berangkat ke sekolah. Sekaligus mereka akan melihat oleh-oleh untuk twins.


Alexa dan Axel kaget melihat oleh-oleh yang dimaksud sama Oma dan Grandma-nya. Sedangkan Kiran dan Darren hanya bisa menggeleng kepala saat melihat oleh-oleh yang dibawa sama dua wanita hebat itu.


" Oma, Grandma, ini.. ?"


" Ini oleh-oleh untuk Eca sama Axel" kata Anggun.


" Apa oleh-olehnya nggak berlebihan?" kata Alexa.


" Tentu saja tidak. Karena oleh-oleh atau hadiah ini cocok untuk kedua cucu kesayangan kami" kata Clarissa.


" Makasih Oma, Grandma" ucap twin sambil memeluk kedua wanita hebat itu.


Alexa dan Axel tidak menyangka akan mendapatkan oleh-oleh mobil baru. Dan yang paling kerennya mobil itu keluaran terbaru. Dan hanya diproduksi tiga di dunia.


" Apa kalian suka oleh-oleh nya?" tanya Clarissa.


Twins mengangguk. Walaupun didalam hati mereka berkata kalau oleh-olehnya agak berlebihan. Tapi itulah Oma dan Grandma-nya, selalu memberikan sesuatu yang tidak terduga.


" Oma sama Grandma masih di mansion kan nanti?"


" Tentu saja. Oma sama Grandma akan disini sampai sore" kata Clarissa.


" Asik, kalau begitu Eca berangkat dulu ya semuanya"


" Axel juga berangkat semuanya"


" Hati-hati di jalan, jangan ngebut-ngebut" pesan Anggun.


" Baik Oma"


" Apa kalian nggak mau mencoba mobil baru ini?" tanya Clarissa.


" Jangan sekarang deh Grandma" jawab Alexa.


" Iya Grandma, kalau sekarang terlalu mencolok"


" Ya udah, jalan dulu semuanya"


Alexa melajukan motornya, diikuti sama mobil Axel dibelakang. Para keluarga masih menatap mobil dan motor yang semakin menjauh dari pandangan.


" Jadi kapan kalian akan mengumumkan status Twins?" tanya Clarissa.


" Nanti pas ulang tahun twins Mom. Kalau sekarang, masih dini untuk orang-orang tau siapa mereka"


" Benar Mom. Dan lagi kalau status twins diketahui sekarang, maka akan banyak yang akan memanfaatkan twins"


" Baiklah, tapi jangan terlalu lama. Karena mobil-mobil cantik ini juga butuh jalan-jalan " kata Clarissa.


" Kami sekarang juga lagi menyelidiki orang-orang yang lagi dekat sama twins. Apalagi cowok yang lagi dekat sama Eca" kata Darren.


" Dekat sama Alexa? pacar maksud kamu?"


" Belum pacaran Mom, tapi baru dekat"


Ya beberapa hari yang lalu bodyguard bayangan yang di perintahkan Darren untuk menjaga twins dari jauh. Ia melaporkan kalau Alexa lagi dekat dengan seorang cowok.


" Dari keluarga mana?" tanya Vandy.


" Ardiansyah Dad"


" Ardiansyah?"


" Hhhmm"


" Bukankah keluarga itu cukup terpandang?" kata Anggun.


" Iya Mom, tapi entah kenapa aku kurang begitu suka Eca menjalin hubungan dengan keluarga itu" kata Darren.


" Kenapa? apa kamu menemukan sesuatu yang aneh?" tanya Jhonatan.


" Untuk sementara belum sih Dad"

__ADS_1


" Kita liat aja nanti perkembangannya" kata Clarissa.


" Kalau cucu kulkas ku, apakah sudah punya kekasih juga?" tanya Anggun.


" Axel lagi dekat sama gadis yang pernah ia bantu Mom" jawab Kiran.


" Wah cukup menarik. Oh iya, dari keluarga mana dia?"


" Hanya orang biasa. Tapi gadis itu sangat cantik dan pekerja keras. Dan juga ia menjadi tulang punggung keluarganya"


" Tidak masalah dia dari keluarga mana, yang penting dia gadis baik "


" Wow keren banget. Masih kecil udah jadi tulang punggung keluarga"


" Baiklah semuanya, aku pamit berangkat kerja dulu. Karena hari ini ada meeting" pamit Nando.


" Baik Nak, semoga meeting nya berjalan dengan lancar"


" Aamiin, terima kasih Mom Clarissa"


Setelah berpamitan Nando segera melajukan mobilnya meninggalkan mansion mewah milik kakaknya.


" Apa Nando masih betah membujang?" tanya Clarissa.


" Sebentar lagi dia akan melepas masa lajangnya, Mom" kata Darren.


" Benarkah?"


" Siapa gadis yang berhasil menaklukkan gunung es itu?"


" Gadis Sumatera Mom" jawab Kiran.


" Wah cukup jauh juga jodohnya"


" Iya, dan wanita yang akan jadi istrinya Nando juga wanita yang kuat dan mandiri"


" Bagus, karena cowok seperti Nando emang harus mendapatkan wanita yang kuat. Sekaligus berhati luas"


" Iya, karena dia akan menikah dengan gunung es. Sama kek kamu dengan bocah durhakim ini"


" Kok aku sih Mom"


" Terus siapa?"


" Daddy tuh"


" Enak aja kamu ngomong suami mommy gunung es"


" Emang bener kan?"


" Daddy kamu bukan gunung es"


" Lalu?"


" Dia lebih dari gunung es"


Semua orang di sana pun tertawa mendengar ucapan Clarissa. Sedangkan Jonathan hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


...***...


SMA Tunas Bangsa dihebohkan dengan kedatangan orang tua Diva. Ya siapa yang tidak mengenal keluarga Aditama. Keluarga Aditama cukup berpengaruh di kota itu.


Para murid mulai berbisik-bisik. Mereka bertanya-tanya kenapa orang tua Diva datang ke sana. Dan lagi mereka melihat wajah Diva lebam.


Ternyata bukan cuma tetangga aja yang hobi mengghibah, tapi murid cowok pun suka ghibah.


" Itu wajah Diva kenapa?"


" Gue denger sih, karena dipukul sama teman sekelasnya"


" Wah berani juga tuh anak memukul si Diva"


" Gue denger sih, nama teman sekelasnya itu Alexa"

__ADS_1


" Apa! Alexa?!"


" Iya"


" Gadis cantik yang sekarang dekat sama Ketos?"


" Tapi gue rasa pasti ada pemicu kenapa dia melakukan itu"


" Bener, secara si Diva itu mulutnya agak berbisa"


" Bukan berbisa, tapi beracun"


" Sssstt, pelan kan suara kalian. Nanti kalau Diva dengar gimana?"


Mereka pun diam, karena tidak ingin terkena masalah dengan keluarga Diva. Beberapa murid cowok itu pun pergi meninggalkan tempat parkir.


Sedangkan Diva dan kedua orang tuanya segera menuju kantor kepala sekolah. Karena mereka tidak sabar ingin memberi pelajaran pada Alexa.


Sampai di depan ruang kepala sekolah, mama Diva mengetuk pintu ruangan itu.


Tok.


Tok.


Tok.


" Masuk"


Mereka bertiga pun masuk kedalam ruangan kepala sekolah.


" Selamat pagi pak Trisno"


" Eh, Selamat pagi tuan Aditama. Silakan duduk"


Aditama, istri dan juga putrinya duduk di sofa yang ada di sana.


" Ada apa gerangan hingga tuan Aditama datang kesini?"


" Saya ingin meminta keadilan untuk putri saya!"


" Emang Diva kenapa tuan?"


" Putri saya sudah dianiaya oleh teman kelasnya"


" Benarkah itu Nak Diva?"


" Benar Pak. Nih buktinya wajah saya lebam karena di pukul "


Muklis cukupn kaget melihat wajah Diva. Tapi ada sedikit rasa senang juga. Karena gadis itu juga memang punya sifat yang tidak baik.


" Baiklah, saya akan memberikan hukuman pada murid yang sudah melakukan kekerasan itu, kalau terbukti dia bersalah"


" Apa maksud ucapan pak Trisno?" tanya Monica mamanya Diva.


" Maaf sebelumnya nyonya. Sebelum kita menghukum orang yang menganiaya Diva? kita harus tau dulu kenapa anak itu memukul Diva"


" Baiklah, silakan panggil anak itu"


" Siapa nama teman yang sudah memukul kamu Nak Diva?"


" Alexa Pak"


" Baiklah, saya akan meminta Alexa untuk datang ke sini"


Trisno menghubungi wali kelas Diva untuk membawa murid yang bernama Alexa. Setelah itu ia menutup kembali telponnya.


" Saya sudah meminta wali kelas Diva untuk menjemput Alexa"


Mereka semua pun menunggu kedatangan Alexa. Diva sudah tidak sabar ingin melihat Alexa memohon padanya, supaya tidak dikeluarkan dari sekolah.


To be continue.


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2