Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Dinner kelinci dan gunung es


__ADS_3

Malam hari. Kenan terlihat tampan dengan memakai jas berwarna hitam. Malam ini ia akan dinner sama sang kekasih, di tempat yang sudah disiapkan oleh asistennya.


" Udah tampan kek gitu mau kemana, Ken?"


" Mau dinner Ma"


" Dinner?"


" Mama ikut, ya?"


" No" tolak Kenan.


" Kenapa?"


" Ken mau dinner sama Alexa, Ma"


" Justru karena itu mama mau ikut "


" Nggak bisa!. Ken itu mau dinner romantis. Kalau ngajak mama, bukan dinner romantis namanya"


" Terus?"


" Dinner bertiga. Dan mama tau kalau orang pergi bertiga yang satunya di anggap, apa?"


" Setan"


" Itu bukan Ken yang bilang ya?, itu mama yang bilang sendiri"


" Anak durhakim!. Kamu samain mama setan?!"


" Kan mama yang bilang sendiri tadi, bukan Ken"


" Sama aja!. Awas kamu, mama kutuk jadi.."


" Stop!. Jangan dilanjutkan, Ken mau berangkat dulu. Assalamualaikum"


" Wa'alaikum salam "


Helena hanya bisa menatap punggung sang putra yang sudah menghilang ke dalam lift. Padahal ia belum selesai bicara, tapi bisa-bisanya sang putra meninggalkannya.


Di lantai bawah Kenan berpapasan dengan keponakan tampannya. Keponakannya itu sedang bermain mobil-mobilan di ruang tamu.


Kenan merasa sedih karena keponakannya bermain sendirian. Ingin rasanya ia mencarikan teman untuk keponakannya itu. Tapi ia takut kejadian seperti dulu terjadi lagi. Dimana kepala Aiden dipukul pakai kayu oleh temannya itu. Semenjak kejadian itu, Aiden tidak ingin punya teman lagi.


" Ai"


" Hhhmmm"


" Lagi main apa?"


" Mobil-mobilan, Om. Om udah rapi kek gitu, mau kemana?"


" Om mau dinner?"


" Iya, sama kakak cantik"


" Cuma berdua aja ya Om"


" Hhmmm"


" Selamat dinner Om"


" Makasih, Ai baik-baik mainnya ya. Om jalan dulu"


" Ok Om"


Kenan segera menuju mobilnya. Ia akan menjemput sang kekasih. Ia berharap rencananya malam ini berhasil. Mobil mewah itu pun melaju meninggalkan mansion.


...***...


Alexa baru selesai memakai gaun yang diberikan kekasihnya. Ia tidak mengerti, kenapa sang kekasih memintanya pake gaun sebagus ini. Padahal mereka cuma mau dinner.


" Masya Allah cantiknya kakak ku"


" Makasih adikku yang tampan"


" BTW, kamu mau dinner atau mau kemana?"


" Mau dinner"

__ADS_1


" Kenapa pake gaun segala?"


" Karena menurut Oppa, aku itu seperti queen. So harus pake gaun yang indah"


" Ck, queen darimana?, dari gorong-gorong?"


Pletak.


Aaawwww.


" Sakit Cha"


" Makanya kalau ngomong itu yang bener. Lagipula mana ada queen secantik ini dari gorong-gorong"


" Ada. Nih buktinya"


" Axel!, awas kamu, ya!"


Axel segera masuk ke dalam lift. Karena kalau berlama-lama di sana, bisa-bisa ia jadi bubur sama kakaknya.


" Oh kamu mau main adu cepat!. Boleh, awas kalau dapat nanti, gue cincang"


Alexa seluncuran di pegangan tangga. Walaupun pake gaun, tapi tidak menyulitkan gadis cantik itu. Justru dengan memakai gaun ia bisa meluncur dengan cepat.


Darren yang akan menuju lift, dikagetkan sama aksi yang dilakukan putri cantiknya. Ia hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah sang putri.


Ngidam apa sih istri gue kemarin. Kok sifat anak gue random kek gini.


Alexa terus meluncur dengan kecepatan tinggi. Gadis cantik itu seakan tidak takut terjatuh.


" Astagfirullah Eca!" ucap Kiran saat melihat putrinya meluncur.


" Eh mommy"


Kiran memperhatikan penampilan putrinya. Ia melihat gaun cantik sang putri sudah kusut. Mungkin karena seluncuran tadi.


" Eca ngapain seluncuran pake gaun?. Bukannya Eca mau dinner?"


" Ini gara-gara Axel, Mom"


" Kok aku yang kena. Yang seluncuran kan kamu"


" Coba tadi kamu nggak ngajak gelud. Nggak mungkin aku seluncuran kek tadi. Sekarang gimana dong Mom?, gaun Eca kusut?"


" Emang bisa rapi lagi sama setrika uap?"


" Bisa sayang. Bik tolong ambilkan setrika uap dong?"


" Baik nona"


Bibik segera mengambil setrika uap ke ruangan khusus menyetrika. Ya di mansion mewah itu, setiap pekerjaan punya ruangan tersendiri.


" Ini nona setrika uapnya"


" Makasih ya, Bik"


Kiran segera menyetrika gaun putrinya. Tidak butuh waktu lama, gaun yang kusut itu kembali menjadi rapi.


" Selesai"


" Makasih mommy"


" Sama-sama sayang. Sekarang Eca rapikan lagi penampilannya sebelum Kenan datang"


" Baik mommy"


Gadis itu lupa memberikan hukuman pada adiknya gara-gara penampilannya yang sudah berantakan.


Alexa pergi ke kamar tamu yang ada di lantai bawah. Ia akan memperbaiki penampilannya di sana. Karena kalau kembali lagi ke kamarnya akan memakan waktu yang lama.


Saat Alexa sudah masuk kedalam kamar. Salah satu pelayan mengatakan kalau Kenan sudah sampai. Dan sekarang sedang menunggu di ruang tamu. Kiran segera menemui calon menantunya. Diikuti sama Axel.


" Kenan"


" Mommy"


Kenan segera mengalami calon mertuanya. Kemudian ia menyalami Axel. Salam ia dan Axel beda salam ia ke sang mertua. Kalau sama Axel, salamannya ala-ala anak muda.


" Udah lama nunggunya?"

__ADS_1


" Nggak Mom. Ken juga baru nyampe"


" Kak, nggak ada niat mau ngajak aku juga?"


" Ajak kemana?"


" Dinner "


" Nggak mungkin Kenan ajak Axel dinner. Itukan acara dinner berdua" kata Kiran.


" Emang nggak bisa bertiga, Mom"


" Tentu saja nggak bisa. Emang Axel mau jadi obat nyamuk di sana"


" Nggak mau lha Mom. Lagipula, siapa yang mau jadi obat nyamuk?"


" Terus"


" Axel ngajak Alisha juga. Jadi double date gitu, Mom"


" No!. Kalau kamu mau dinner, cari tempat lain" kata Alexa yang baru muncul.


Kenan menoleh kearah suara. Ia terpesona melihat kecantikan kekasihnya. Ternyata ia tidak salah pilih gaun untuk kekasihnya. Gaun itu terlihat sangat indah di pakai sang kekasih. Ia segera menghampiri sang kekasih.


" You look so beautiful "


" Gomawo. Oppa juga tampan memakai jas berwarna hitam "


" Jadi tampannya hanya saat memakai jas berwarna hitam saja?"


" Nggak!. Pakai pakaian apa aja Oppa selalu tampan"


Kenan tersenyum mendengar pujian sang kekasih.


" Kita jalan sekarang?"


" Hhhmmm"


" Mom, kita jalan dulu ya?"


" Iya Ken. Hati-hati dijalan"


" Udah mau jalan, ya?" kata Darren yang baru datang.


" Iya Dad, ntar kemalaman"


" Ya udah, hati-hati aja bawa mobilnya"


" Siap Dad. Pamit dulu semuanya"


" Kak gimana tawaran aku tadi?" tanya Axel.


" Tawaran kamu ditolak" jawab Alexa.


Setelah berpamitan, sepasang kekasih itu pun pergi dari sana. Axel hanya bisa menatap punggung kakaknya.


" Udah, kamu ajak Alisha aja" kata Kiran.


" Iya Mom. Axel tadi cuma mau menggoda Eca aja"


" Emang Axel nggak ada niat mau ngajak Alisha dinner?"


" Ada Mom. Tapi sekarang Alisha nggak bisa, soalnya ia mau ngajak neneknya makan diluar"


" Kenapa Axel nggak ikut?"


" Nggak Mom, takut ganggu Alisha sama neneknya"


" Sayang dengerin mommy. Alisha nggak akan terganggu kalau Axel ikut. Justru dia akan senang Axel ikut dengannya"


" Benarkah itu Mom?"


" Benar sayang. Dengan begitu, ia merasa kalau Axel dekat dengan keluarganya"


" Ok mommy, Axel akan susul Alisha. Makasih mommy"


" Sama-sama sayang"


Axel segera mengambil kunci mobilnya. Ia tidak ingin kekasihnya merasa kalau ia tidak dekat dengan neneknya. Sebisa mungkin ia akan melakukan apapun untuk bisa membuat kekasih hatinya itu nyaman bersama dengannya.

__ADS_1


To be continue.


Happy reading 😚😚


__ADS_2