Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Ikut tender


__ADS_3

Axel terlihat sangat tampan dengan memakai jas berwarna hitam. Hari ini dia ikut Daddy-nya ke kantor. Ia akan bertarung dengan beberapa pebisnis di negeri ini untuk memenangkan tender besar.


Kiran tersenyum saat melihat putranya baru keluar dari kamarnya. Memakai jas seperti itu, sang putra terlihat seperti seorang CEO. Ketampanannya sama dengan Daddy-nya.


" Anak mommy tampan sekali?"


" Iya dong. Kan mommy-nya juga cantik"


" Axel udah siap untuk tempur?"


" Insya Allah siap Mom"


" Jangan gugup, rileks aja"


" Iya mommy"


" Sebelum memulai persentase berdoa dulu"


" Pasti dong Mom"


" Semoga kesayangan mommy bisa mendapatkan tendernya"


" Aamiin, makasih mommy"


Kiran memeluk putranya. Ia memberikan support kepada kesayangannya itu. Semoga putranya bisa memenangkan tender.


" Wih, ada yang mau ujian nih?" kata Alexa.


" Iya ujian hidup"


" Semoga lulus ya adikku yang tampan"


" Kalau udah manggil dengan sebutan begini, pasti karena ada maunya?"


" Kok kamu tau?"


" Udah ke cium baunya. Cepat bilang mau apa?"


" Kalau menang tender, jangan lupa beliin aku bakso ya"


" Kalau cuma bakso nggak perlu nunggu menang tender lha"


" Aku belum selesai ngomong. Belinya bukan untuk aku aja. Tapi untuk semua anak jalanan yang ada di rumah singgah"


" Ok, ntar aku beliin"


" Beneran ya?"


" Bener kakakku sayang"


" Uh, manis sekali adik aku yang satu nih. Tapi sayangnya lebih manis Jakson"


Axel menghela nafasnya. Dia udah bisa menebak pasti ujung-ujungnya setelah memuji kakaknya akan menjatuhkannya.


" Hwaiting adikku yang paling tampan"


" Makasih kakakku yang paling cantik"


Mereka pun turun ke bawah untuk sarapan bersama. Seperti biasa mereka menggunakan lift untuk turun ke lantai pertama.


" Morning Dad"


" Morning duo kesayangan Daddy"


" By, coba lihat penampilan Axel?"


Darren tersenyum melihat putranya. Penampilan sang putra sudah mirip seorang CEO. Axel memang foto kopi dirinya.


" Axel udah cocok untuk jadi seorang CEO"

__ADS_1


" Iya by, bahkan dinginnya sama kek kamu kan. By?"


" Hhhmmm"


Kiran pun mengambilkan sarapan untuk suami dan juga kedua anaknya. Setelah itu barulah ia mengambil untung dirinya sendiri.


" Eca pergi ke toko kue hari ini?"


" Iya Daddy. Hari ini kan karyawan Eca gajian"


" Wah bagus dong. Kalau keuntungan toko dan cafenya lumayan banyak, jangan lupa kasih karyawannya bonus. Jadi mereka semangat kerjanya"


" Siap Daddy"


" Rajin bersedekah, insya Allah rezeki kita akan ngalir terus. Nggak ada orang yang miskin karena bersedekah"


" Iya Daddy"


Karena rajin bersedekahlah kekayaan Darren dan istrinya tidak pernah berkurang. Bahkan perusahaan istrinya yang ada di negara L semakin berkembang. Walaupun perusahaan itu hanya dikelola dari sini. Itu semua juga to luput dari bantuan teman-temannya.


Selesai sarapan Kiran mengantarkan para kesayangannya ke depan mansion. Para bodyguard memberi hormat pada tuan dan nona mudanya.


" Ingat pesan mommy, jangan tegang"


" Iya mommy"


" Tenang dan fokus. Kakak yakin kamu bisa melakukannya"


Axel tersenyum mendengar ucapan sang kakak. Dengan support mommy dan kakaknya ia semakin semangat. Ia akan berusaha semampunya untuk memenangkan tender ini.


" Kita jalan dulu ya, sayang"


" Iya By, hati-hati dijalan. Semoga tendernya berhasil"


" Aamiin, makasih sayang"


" Eca juga berangkat ya Mom"


Kiran melambaikan tangannya saat mobil suami dan motor putrinya sudah melaju meninggalkan mansion. Setelah mobil dan motor itu sudah tidak terlihat lagi, barulah ia masuk kedalam mansion.


***


Darren dan putranya baru sampai di perusahaan asing yang akan mengadakan tender nanti. Perusahaan itu cukup besar. Ini merupakan cabang perusahaan mereka. Yang pusatnya berada di luar negeri.


Beberapa petinggi perusahaan lain juga sudah datang. Mereka terlihat asik mengobrol dengan teman-temannya. Ya selain untuk memperebutkan tender, kesempatan itu juga mereka gunakan untuk reunian. Jarang mereka bisa berkumpul seperti ini, karena kesibukan masing-masing.


Kedatangan Darren dan putranya pun menjadi sorotan. Bagaimana tidak, ayah dan anak itu terlihat sangat bersinar. Aura ayah dan anak itu begitu terpancar.


" Selamat datang tuan Darren" sapa sang pemilik perusahaan.


" Terima kasih tuan Wiliam"


" Wah siapa si tampan ini?"


" Perkenalkan, dia putra saya. Axel"


" Hallo Om"


" Sudah besar ya putranya"


" Iya, mungkin sebentar lagi saya akan punya mantu"


" Masih lama Daddy"


" Oh masih lama ya. Daddy pikir sudah mau menikah"


Wiliam ikut senang melihat interaksi ayah dan anak itu. Ia sangat iri dengan kedekatan ayah dan anak itu. Andai istrinya tidak keguguran, mungkin anaknya juga sudah sebesar Axel.


" Apa anda sudah siap untuk tender kali ini tuan Darren?"

__ADS_1


" Sudah tuan Wiliam. Tapi untuk tender kali ini putra saya yang akan mewakilinya"


" Wah, benarkah itu?"


" Ya, sekalian mengajarkan dia cara berbisnis"


" Hebat sekali. Semoga berhasil ya, Axel"


" Terima kasih Om"


" Ya sudah, silakan bergabung dengan yang lain. Saya mau menyapa teman-teman yang lain dulu"


" Oh silakan tuan Wiliam"


Wiliam pun meninggalkan ayah dan anak itu. Dia akan menyapa teman-teman yang lain. Sedangkan Darren dan Axel menunggu kedatangan Romy.


" Baru kali ini ada asisten yang datangnya telat dari bosnya" kata Darren saat melihat sahabatnya sedang berlari menghampirinya.


" Sorry bro, istri gue merengek minta jatah pagi-pagi"


" Ck"


" Eh ada Axel"


" Hai Om"


" Sudah siap untuk tempur?"


" Insya Allah siap Om"


" Good. Tunjukkan kemampuan kamu pada semua orang yang ada disini"


" Siap Om"


" Apa Axel gugup?"


" Sedikit Om"


" Itu wajar. Karena ini pertama kalinya buat Axel. Tapi lama-lama kelamaan akan terbiasa"


" Iya Om"


" Rom, dokumen yang gue minta udah Lo siapkan?"


" Udah. Nih ada didalam sini" kata Romy sambil memukul tasnya.


Jam sudah menunjukkan pukul sembilan. Para petinggi perusahaan pun di persilakan masuk kedalam aula. Karena acara akan segera di mulai.


Para petinggi perusahaan pun masuk kedalam aula. Begitu juga dengan Darren, putra dan asistennya masuk kedalam aula.


Semua petinggi perusahaan duduk di kursi yang sudah di siapkan sama panitia. Axel duduk di tengah-tengah. Antara Daddy-nya dan papa Farel.


" Selamat pagi semuanya"


" Siang"


" Perkenalkan saya Liliana. Saya adalah sekretaris tuan Wiliam. Pada kesempatan hari ini kita berkumpul di aula ini untuk membicarakan soal tender besar dari perusahaan Wiliam group. Sebelum kita masuk ke acara, kita minta sepatah kata dari tuan Wiliam. Kepada bapak dipersilakan"


" Terima kasih Liliana. Baiklah saudaraku semuanya. Kali ini saya akan membahas beberapa poin yang akan saya nilai untuk bisa memenangkan tender kali ini"


Wiliam mulai menjabarkan semua poin yang akan dia nilai untuk memenangkan tender perusahaannya. Poin yang di sampaikan cukup menarik.


" Apa ada yang mau ditanyakan?"


" Tidak tuan"


" Baiklah untuk mempersingkat waktu, kita mulai saja acaranya"


Satu persatu wakil dari perusahaan besar itu maju untuk menyampaikan persentase perusahaan mereka. Semua perusahaan berusaha semaksimal mungkin untuk menyiapkan persentase mereka. Demi memenangkan tender besar itu.

__ADS_1


To be continue.


Happy reading 😚😚


__ADS_2