
Selesai melihat lokasi untuk toko kue sang kekasih. Kenan mengajak kekasihnya bersantai di sebuah taman yang tidak jauh dari lokasi itu.
" Mau kelapa muda nggak yank?"
" Mau Oppa"
" Bentar ya"
Kenan memesan dua kepala muda pada pedagang yang ada di sana.
" Kelapa muda untuk kesayangan kakak"
" Makasih"
" Sama-sama sayang"
Alexa menikmati kelapa muda yang diberikan sang kekasih.
" Seger ya air kelapanya"
" Hhmmm"
" Oh iya, tadi Oppa bilang mau membicarakan sesuatu sama Eca"
" Iya sayang. Kakak mau bicara sesuatu hal yang penting "
" Soal apa kah itu?"
" Sayang masih ingat sama wanita yang menyewa penjahat untuk membunuh sayang?"
" Masih Oppa, kenapa?"
" Wanita ular itu kabur dari rumah bordil"
" Terus?"
Kenan tersenyum melihat ekspresi kekasihnya yang tenang-tenang saja. Ia sudah tau kalau Alexa gadis yang sangat pintar dan juga cerdas. Jadi kekasihnya itu tidak akan panik sedikit pun.
" Dia sekarang minta perlindungan sama dark Eagle"
" Siapa itu dark Eagle?"
" Itu nama salah satu kelompok mafia yang ada di negara P"
" Lalu kenapa kalau dia diselamatkan oleh kelompok mafia?"
" Nggak apa-apa. Kakak cuma takut mereka menculik sayang lagi. Walaupun kakak tau sayang bisa menjaga diri, tapi entah kenapa rasa khawatir itu selalu ada"
Alexa tersenyum mendengar ucapan kekasihnya. Ia sangat senang dan juga bahagia karena dicintai dengan begitu besarnya oleh sang kekasih.
" Makasih kakak udah khawatir sama Eca. Insya Allah Eca akan selalu berhati-hati. Kalau pun nanti mereka membuat masalah, kita hadapi bersama-sama"
" Iya sayang"
" Sekarang kita udah tau wanita itu bersembunyi di markas dark Eagle, jadi kita cukup pantau gerak geriknya saja"
" Kakak udah suruh team S untuk berjaga di setiap sudut kota yang ada di negara P"
" Kalau bisa masukkan salah satu anak buah Oppa ke dalam markas dark Eagle. Jadi nanti kita bisa tau pergerakan mereka"
" Udah sayang, dua orang anak buah kakak sudah menyusup sebagai mata-mata di sana"
" Ternyata Oppa cepat juga"
" Tentu saja. Oh iya, setelah ini kita mau kemana?"
" Balik ke toko kue aja Oppa"
" Ok sayang"
Kenan lega karena sudah menceritakan soal mantannya yang kabur pada sang kekasih. Ia memilih untuk memberitahu langsung sang kekasih, sebab ia tak ingin kalau nanti kekasihnya tau dari orang lain.
__ADS_1
" Kakak bayar dulu ya sayang"
" Iya Oppa"
Kenan membayar kelapa muda yang ia dan kekasihnya minum tadi. Tak lupa ia memberikan uang lebih untuk sang penjual.
" Makasih Den"
" Sama-sama Pak"
Sang pedagang kelapa muda sangat senang karena Kenan memberi uang yang lebih untuknya. Pas banget hari ini dia perlu uang untuk biaya sang istri yang sedang di rawat di rumah sakit.
" Yuk sayang "
Alexa menyambut uluran tangan sang kekasih. Mereka pun berjalan beriringan menuju mobil yang di parkirkan tidak jauh dari sana.
" Silakan masuk tuan putri"
" Makasih Oppa"
Kenan menutup pintu mobilnya setelah memasangkan sabuk pengaman untuk sang kekasih. Setelah itu barulah ia masuk kedalam mobil. Mobil mewah milik Kenan melaju meninggalkan lokasi untuk toko kue sang kekasih.
" Sayang"
" Hhhmmm"
" Jadi nggak melihat kompleks perumahan yang di desain adik kamu?"
" Boleh Oppa"
Kenan membelokkan mobilnya ke kiri, mereka akan melihat kompleks perumahan baru yang ada di daerah C. Perumahan yang baru saja di resmikan tapi sudah banyak terjual. Mungkin karena harganya yang murah.
" Perumahan ini kan khusus untuk kalangan menengah kebawah"
" Angsurannya berapa?"
" Nggak ada sayang, rumah ini diberikan gratis untuk mereka"
" Iya sayang"
" Alhamdulillah, jadi mereka bisa tinggal di tempat yang layak"
" Ya memang itulah tujuan perumahan ini di buat"
Alexa melirik sang kekasih. " Apa perumahan ini proyek Oppa?"
Kenan menganggukkan kepalanya. Ia memang sudah lama ingin membuat perumahan khusus untuk warga yang tidak mampu.
" Iya sayang. Karena kakak ingin mewujudkan mimpi keluarga kecil yang tidak punya uang untuk membeli rumah. Jadi dengan adanya perumahan ini, mereka bisa memiliki tempat tinggal yang layak"
" Terima kasih sudah mewujudkan salah satu impian mereka"
" Sama-sama sayang"
" Sejak kapan Oppa kerjasama dengan Axel?"
" Belum lama sih sayang. Waktu itu kakak nggak sengaja melihat dia mendesain rumah. Entah kenapa kakak langsung klik dengan desain itu. Kebetulan kakak ada rencana mau buat perumahan, jadi kakak ambil deh desainnya"
Alexa manggut-manggut tanda mengerti. Ia tidak menyangka kalau adiknya bisa mendesain rumah. Karena setau dirinya Axel hanya suka baca komik dan main game.
" Bakat Axel cukup banyak sayang. Menurut kakak dia akan melampaui Daddy kalian"
" Iya Oppa, Eca pun sangat bangga padanya"
" Tapi sayang kakak juga hebat kok dalam berbisnis. Buktinya udah mau buat cabang toko kue"
" Eca masih tahap belajar"
" Walaupun masih tahap belajar, tapi kamu mampu bersaing dengan yang lain"
" Makasih Oppa"
__ADS_1
" Yuk kita jalan lagi, nanti kesiangan nyampe di tokonya"
" Hhmmm"
Kenan dan sang kekasih melanjutkan perjalanan mereka. Dalam hati Kenan merasa bangga dengan wanitanya. Ia sangat beruntung bisa dipertemukan dengan kelinci kecilnya.
...***...
Axel sangat senang karena klien nya suka dengan desain miliknya. Tanda tangan kontrak pun terjadi. Sekarang desain Axel siap di pakai salah satu perusahaan besar di Jakarta.
" Saya tidak menyangka Nak Axel juga pintar mendesain"
" Saya baru belajar Pak"
" Baru belajar aja hasilnya sudah sebagus ini. Saya tidak sabar ingin melihat bangunan ini setelah selesai dibangun"
" Semoga pembangunannya cepat selesai Pak"
" Terima kasih Nak Axel"
" Terima kasih sudah memberikan kepercayaannya pada saya. Semoga kerjasama kita berjalan dengan lancar"
" Sama-sama nak Axel, saya juga senang bekerjasama dengan anak muda seperti anda"
" Kalau begitu saya permisi dulu Pak"
" Apa nggak sebaiknya kita makan siang dulu?"
" Sebelumnya makasih Pak, tapi maaf saya tidak bisa menerima tawaran bapak, soalnya saya sudah ada janji dengan pacar saya untuk makan siang bersama"
" Tidak apa-apa Nak Axel, mungkin saya terlambat membuat janjinya"
" Sekali lagi saya minta maaf Pak. Tapi lain waktu saya tidak akan menolak tawaran anda"
" Baik Nak Axel"
" Saya permisi dulu Pak"
" Baik, silakan"
Setelah berpamitan dengan kliennya, Axel pun meninggalkan ruangan itu. Sebenernya ia merasa tidak enak untuk menolak permintaan kliennya. Tapi ia sudah janji dengan sang kekasih untuk makan siang bersama, jadi ia harus menolak permintaan kliennya.
Axel tidak ingin mengecewakan sang kekasih dengan mengingkari janjinya. Karena ia diajarkan oleh kedua orang tuanya untuk selalu menepati janji. Dan jangan berjanji kalau tidak bisa menepatinya. Itulah nasihat yang diberikan oleh orang tuanya.
Karena terburu-buru Axel tidak sengaja menabrak seseorang yang baru masuk kedalam ruangan itu.
Aaaaaawwwww...
" Sorry saya nggak sengaja, anda tidak apa-apa kan nona?"
Gadis itu tidak langsung menjawab pertanyaan Axel. Ia masih memandangi wajah pemuda tampan yang ada dihadapannya.
" Nona?, anda baik-baik aja, kan?"
" Ah iya, saya baik-baik saja"
" Maafkan saya, tadi saya lagi buru-buru"
" Nggak apa-apa"
" Karena anda baik-baik saja, saya permisi dulu"
Tanpa menunggu jawaban gadis itu, Axel segera pergi dari sana. Sedangkan gadis itu masih saja menatap punggung Axel yang kian menjauh dari pandangannya.
To be continue.
Maaf ya teman-teman baru bisa up lagi. Keadaan Feby baru membaik. Doakan Feby sehat selalu supaya bisa up tiap hari.
Gomawo untuk kalian yang masih setia menunggu kelanjutan ceritanya twins A. Sayang kalian banyak-banyakππ
Happy reading ππ
__ADS_1