
Clara terpesona melihat pintu gerbang yang sangat tinggi dan juga megah itu. Pintu gerbangnya saja mewah dan elegan seperti itu. Apalagi bangunan yang ada di dalam sana.
Berbeda dengan Edmond. Ia merasa curiga dengan orang-orang yang membawa mereka. Apalagi tadi mereka tadi melewati hutan Pinus yang banyak di jaga bodyguard. Tapi ia juga penasaran, siapa orang yang sudah berani mengundangnya.
" Wah, ternyata nona muda kalian kaya ya. Saya juga baru tau ada mansion di hutan Pinus"
" Nona pasti akan terkejut lagi saat melihat betapa megahnya mansion yang ada di dalam"
" Benarkah?. Saya sudah tidak sabar ingin melihatnya"
" Kita akan segera masuk nona"
Pintu gerbang yang besar dan juga tinggi itupun terbuka. Mobil mewah itupun masuk kedalam menuju markas mewah milik mafia terkenal di Eropa.
Mobil mewah itu berhenti di depan markas milik ketua mafia. Walaupun markas mafia terkenal. Bangunan itu tidak memakai lambang kelompok mafia. Dengan begitu siapapun tidak akan tau kalau itu markas.
Clara terperangah melihat bangunan mewah dan juga megah yang ada di depannya. Ia pernah melihat mansion mewah milik kekasihnya. Tapi bangunan yang di depan ini jauh lebih dari mansion sang kekasih.
Apakah benar ini mansion penggemar ku. Ternyata dia benar-benar anak orang kaya.
Salah satu bodyguard membukakan pintu mobil untuk Clara. Mendapatkan perlakuan bak ratu, membuat Clara jadi senang.
" Selamat datang nona, tuan"
" Terima kasih"
Alexa sengaja menyambut kedatangan mereka dengan memanjakan wanita itu. Jadi nanti di saat wanita itu mati, setidaknya dia sudah pernah diperlakukan bak putri raja.
Clara menatap empat orang remaja yang ada dihadapannya. Mereka terlihat tampan dan juga cantik.
" Apa mereka berempat penggemar saya?"
" Bukan Tante, tapi sahabat saya. Dia ada di dalam" jawab Adele.
" Dia sudah lama menunggu kedatangan Tante"
Bodyguard pun mengantarkan Clara masuk kedalam markas.
" Maaf kalian tidak boleh ikut. Karena nona saya hanya mengundang nona dan tuan saja"
" Baiklah tidak masalah. Kalian semua tunggu disini"
" Baik bos"
Clara dan Edmond masuk kedalam mansion. Sampai di depan pintu salah satu ruangan, Clara dan Edmond kaget melihat seekor macan berdiri di hadapan mereka.
" Tenang, dia tidak akan menggigit anda tuan dan nona Clara. Jadi simpan kembali pistol anda tuan, kalau tidak jangan salahkan saya kalau tangan anda lepas dari tempatnya"
Clara menyipitkan matanya melihat seorang gadis yang sedang memunggunginya.
" Siapa kau sebenarnya?"
" Masa anda tidak ingat sama saya Tante Clara" kata Alexa sambil membalikkan badannya.
" Kau!. Bagaimana bisa kau ada disini?!. Dimana orang yang ngefans sama saya?!"
Alexa tertawa mendengar ucapan wanita ular yang ada di hadapannya. Bagaimana wanita itu percaya kalau ada orang yang ngefans sama dia.
__ADS_1
" Kau itu model yang sudah lama redup. Jadi kau berharap masih ada penggemar?"
" Walaupun karirku sudah redup, tapi penggemar ku masih banyak dimana-mana"
" Apa kau yakin dengan ucapan mu itu Tante Clara"
Edmond bingung dengan apa yang terjadi saat ini. Siapa gadis cantik yang ada di hadapannya itu.
" Siapa anda sebenarnya nona cantik. Dan kenapa anda membawa saya dan juga Clara kesini?"
" Anda belum tau siapa saya?. Apa anda lupa dengan target anda, tuan?!"
" Maksud anda nona?"
" Saya lha orang yang ingin kalian singkirkan"
Edmond kaget mendengar ucapan Alexa. Apakah benar yang dikatakan gadis cantik itu. Kalau dialah target yang akan dia bunuh.
" Apa bener yang dikatakan gadis cantik itu Clara?"
" Benar sayang, dialah targetnya"
" Wah sayang sekali gadis cantik seperti kamu harus mati sia-sia. Tapi salah kamu, kenapa mengganggu ketenangan kekasih saya"
Tawa Alexa kembali memenuhi ruangan itu. Sejak kapan dia mengganggu ketenangan wanita ular itu.
" Maaf ya tuan, saya tidak akan pernah mengganggu ketenangan wanita anda. Kalau saya tidak diganggu duluan. Apakah anda sudah tanya kenapa wanita Anda itu sangat terobsesi ingin membunuh saya?"
" Maksud kamu nona cantik?"
" Bukankah wanita anda ini datang untuk membalas dendam?"
" Dan anda percaya begitu saja dengan ucapannya. Tidakkah anda cari tau dulu kebenarannya?"
Edmond terdiam. Ia memang tidak mencari tau dan juga tidak menanyakan pada Clara. Ia hanya mendengar sekilas cerita dari sang kekasih.
" Saya akan dengan ikhlas menyerahkan nyawa saya pada anda, kalau saya terbukti mengganggu kekasih tercinta anda ini. Tapi sayangnya dialah yang duluan mengusik ketenangan saya. Dan saya sudah memberikan kesempatan satu kali untuk dia hidup. Dan kali ini, kesempatan itu sudah tidak ada lagi"
" Kamu jangan dengarkan ucapan gadis itu sayang. Dia itu pembohong!"
Aum..
Clara kaget karena mendengar Auman Jakson.
" Tenang Jakson. Belum saatnya kamu memakan wanita itu. Karena kita akan bermain-main dulu dengannya"
Jakson pun mundur sedikit kebelakang. Dan itu sontak membuat Edmond terpesona. Baru kali ini dia melihat seorang gadis biasa dekat dengan seekor kucing besar.
" Sayang, cepat habisi gadis itu!"
Edmond tidak mendengarkan ucapan sang kekasih. Matanya masih tertuju pada gadis cantik yang ada di hadapannya.
" Kelamaan kamu sayang!" kata Clara sambil mengambil pistol yang terselip di celana sang kekasih.
Dor.
Peluru pistol itu langsung mendarat di guci besar yang berada tidak jauh dari tempat duduk Alexa.
__ADS_1
Edmond kaget mendengar suara tembakan. Ia langsung memeriksa pistolnya.
" Sayang sekali Tante, tembakan anda meleset!"
Merasa terprovokasi, Clara menembakkan beberapa kali ke arah Alexa. Tapi hasilnya tetap sama, peluru itu tidak satu pun yang mengenainya.
" Apa cuma segitu kemampuan mu Tante?"
Dor.
Dor.
Dor.
Clara kehabisan peluru. Ternyata pistol sang kekasih hanya memiliki enam peluru. Dan satupun peluru itu tidak ada yang mengenai Alexa.
Set.
Aaawwww.
Pipi Clara langsung mengeluarkan darah karena tekena goresan pisau yang dilemparkan Alexa.
" Sayang!"
Sejak kapan gadis itu melemparkan pisaunya?. Kenapa aku tidak bisa melihat pergerakannya.
Edmond memberikan tissue pada sang kekasih. Ternyata gadis cantik yang ada dihadapannya, bukanlah gadis sembarangan. Jadi ia harus waspada.
" Ed!, cepat bunuh gadis itu!"
" Siap sayang"
Sebagai salah satu ketua mafia Edmond tipikal orang yang tidak bisa berbelas kasih. Mau lelaki atau perempuan, kalau sudah berani menyakiti orangnya, apalagi sang kekasih. Maka orang itu akan ia habisi.
" Berani sekali kau menyakiti kekasihku!"
" Tentu saja, itu hanya tanda perkenalan dari saya"
" Banyak omong kau bocah!"
Edmond mulai menyerang Alexa. Dengan senang hati gadis cantik itu menangkis setiap serangan yang diberikan oleh Edmond padanya.
Kemampuan gadis cantik itu tidak diragukan lagi. Ia berhasil mengimbangi pergerakan Edmond. Bahkan sampai saat ini kulitnya tidak tersentuh. Dan itu berhasil membuat Edmond emosi.
" Jangan salahkan aku jika wajahmu yang cantik itu aku buat hancur"
" Silakan saja anda coba"
Edmond mengeluarkan senjata mirip katana di tangannya. Senjata itu di lemparkannya ke arah Alexa. Untung dengan cepat Alexa menghindarinya, jadi benda berbentuk katana itu tidak mengenainya.
" Menghindarlah sebisa mungkin. Karena kali ini kau tidak akan aku biarkan lolos"
Alexa mengambil samurai yang tidak jauh dari tempatnya berdiri. Ia menggunakan samurai itu untuk menangkis serangan dari Edmond.
Clara duduk manis menyaksikan pertunjukan yang ada di depan matanya. Tapi ia juga harus waspada dengan kucing besar yang tidak jauh darinya. Bisa saja nanti kucing besar itu menerkamnya.
To be continue.
__ADS_1
Happy reading 😚😚