
Alexa membawa Aiden bermain game yang dia suka. Sedangkan Adele membawa Alisha memainkan permainan tembak-tembakan. Karena ia ingin melatih cara menembaknya.
Mata Aiden berbinar kala melihat banyaknya orang bermain di tempat itu. Ia juga melihat banyak anak kecil yang seusia dirinya.
" Kakak, Ai mau main lembar bola"
" Boleh, ayo kita main"
Aiden sangat senang bermain di Timezone. Biasanya ia main hanya sendiri. Karena setiap main di mall, Om nya akan menyewa tempat itu. Jadi orang lain tidak bisa bermain di sana.
Alexa ikut senang melihat Aiden tertawa lepas seperti itu. Bocah berusia lima tahun itu sangat senang melihat bola yang Dia lempar tidak masuk ke dalam ring.
" Kakak, bolanya nggak masuk-masuk?"
" Ayo kita coba berdua, siapa tau bolanya masuk"
Alexa memegang tangan Aiden. " Hitung sampe tiga ya"
" Satu "
" Dua "
" Tiga "
" Ye bolanya masuk! kita dapat poin" kata Aiden kegirangan.
" Ayo kita cetak poin-poin berikutnya"
" Ayo"
Aiden melonjak-lonjak kegirangan, saat bola kembali masuk ke dalam ring. Tingkahnya yang seperti itu sungguh sangat menggemaskan.
" Ai mau coba permainan yang lain?"
" Mau" jawab Aiden antusias.
" Kita coba permainan apalagi ya?"
" Itu. Ai pengen kakak main itu" tunjuk Aiden pada satu permainan.
" Pump it up ?"
" Ai pengen kakak coba yang itu?"
" Baiklah, kakak akan coba. Tapi kita cari yang agak sepi ya"
" Kenapa?"
" Karena kakak malu dilihat sama orang-orang"
" Ok"
Alexa mencari pump it up yang nganggur. Mereka menemukan pump it up yang di paling ujung. Alexa segera membawa Aiden ke sana.
" Ai liat ya, kakak akan coba mainnya?"
" Ok"
Alexa melihat sekitarnya. Ia melihat semua orang fokus pada permainan mereka masing-masing.
Aman.
Alexa mulai memainkan permainan pump it up. Ia berharap tidak ada yang melihat dia memainkan permainan itu.
Bisa-bisanya gue ngikutin permintaan nih bocah.
__ADS_1
Alexa mulai menggerakkan kakinya sesuai gerakan pada layar yang ada di depannya. Semakin lama gerakan itu bertambah kecepatannya.
Aiden bertepuk tangan kala gerakan Alexa tambah cepat. Ia memberikan semangat untuk kakak cantiknya itu.
Salah satu pengunjung mendengar tepuk tangan Aiden. Ia penasaran kenapa anak kecil itu bertepuk tangan. Pengunjung itu terpesona melihat seorang gadis cantik sedang dance dengan lincahnya. Ia pun ikutan bertepuk tangan.
Penggemar Alexa terus bertambah. Bahkan sekarang tempat itu sudah di penuhi pengunjung. Dan yang paling banyak pengunjung laki-laki.
Gadis cantik itu belum menyadari kalau orang-orang sudah banyak menonton dance-nya. Bahkan, mereka rela berdesak-desakan demi melihat dance gadis cantik itu.
Saat Alexa sedang jadi bintang. Sedangkan Kenan sedang pusing mencari keponakannya. Bahkan ia sudah keluar masuk beberapa toko, namun keponakannya itu belum juga ketemu.
" Kemana gadis itu membawa Aiden"
Ponsel milik Kenan berbunyi. Mendengar nada deringnya, ia tau itu telepon dari siapa. Tanpa menunggu lama ia segera menggeser tombol hijau yang ada di ponselnya.
" Hallo sayang "
" Aku udah di bandara, kamu dimana?"
" Maaf sayang, aku lagi cari Aiden"
" Cari Aiden?"
" Iya, dia menghilang"
" Kalau kamu cari Aiden, terus aku gimana?"
" Ntar aku suruh anak buah aku yang jemput kamu. Kita ketemu di apartemen kamu aja, ya?"
" Beneran ya sayang. Aku udah kangen nih sama kamu"
" Iya sayang"
" Bye"
Panggilan pun berakhir.
Kenan menghubungi nomor salah satu anak buahnya. Ia meminta anak buahnya untuk menjemput kekasihnya di bandara. Karena ia harus melanjutkan mencari keponakannya.
Setelah selesai menelpon anak buahnya. Kenan melanjutkan kembali mencari keponakannya. Karena hari sudah mulai sore. Dan pilihan terakhir Kenan adalah area Timezone.
Suasana di Timezone sangat rame. Walaupun bukan hari weekend. Inilah salah satu alasan Kenan malas ke Timezone. Di sana banyak orang, dan baunya juga bermacam-macam. Membuat perutnya mual.
" Gila! cewek yang main pump it up di sebelah sana sangat cantik"
" Iya, mana nge-dancenya juga jago banget lagi"
Kenan penasaran dengan gadis yang disebutkan oleh para remaja cowok. Biasanya ia tidak pernah tertarik dengan hal-hal seperti itu.
Entah kenapa, saat ini ia ingin melihat siapa gadis yang dimaksud sama remaja cowok itu.Tanpa menunggu lama, ia langsung menerobos kerumunan orang-orang yang ada di sana.
Mata Kenan membulat sempurna kala melihat siapa yang sedang nge-dance di sana. Dan gerakan dance gadis itu membuat otak lelaki bertraveling. Entah dapat dorongan dari mana. Kenan langsung menarik tangan Alexa.
" Eh"
Alexa kaget karena tangannya di tarik seseorang. " Lepasin!"
Kenan tidak mendengarkan ucapan Alexa. Ia terus membawa gadis cantik itu menjauh dari kerumunan orang-orang. Dan Aiden berlari mengikuti Om dan kakak cantiknya.
" Lepas!" kata Alexa sambil menghempaskan tangan Kenan.
Akhirnya tangan Alexa terlepas dari genggaman tangan Kenan. Kenan baru tersadar dengan apa yang dia lakukan.
" Om apa-apaan sih, tarik tangan aku?!"
__ADS_1
" Sorry "
" Kenapa om itu selalu muncul di hadapan saya? mau om itu apa sih?!"
" Saya hanya mau menjemput Aiden. Saya tidak sengaja menarik tangan kamu. Saya pikir itu tangan Aiden"
" Ck, bohong banget"
" Siapa yang kamu bilang bohong?"
" Om lha, emang siapa lagi"
" Berani sekali kamu bilang saya bohong. Kamu tidak tau siapa saya?"
" Saya nggak peduli siapa Om. Satu lagi, jangan pernah muncul lagi dihadapan saya. Karena setiap bertemu Om, saya selalu SIAL" kata Alexa dengan menekankan kata sial.
Kenan kaget mendengar ucapan gadis kecil itu. Berani sekali gadis itu bicara seperti itu padanya.
" Yang ada saya yang Sial setiap ketemu kamu"
" Idih! emang siapa yang mau ketemu sama Om. Coba om ingat-ingat lagi, yang nyamperin aku kesini siapa? Om kan?. Apa jangan-jangan Om suka sama saya?"
" Mimpi!. Kamu itu bukan tipe saya"
" Kalau saya bukan tipe Om, kenapa om selalu ngejar-ngejar saya"
" Ai, ayo kita pulang"
Kenan membawa keponakannya pergi dari sana. Ia tidak ingin berdebat dengan gadis kecil itu. Dan lagi, kekasihnya sudah menunggunya.
" Ai masih mau main sama kakak cantik" kata Aiden sambil memeluk Alexa.
" Ai, come on. Om nggak punya waktu untuk bermain"
" Ai nggak main sama Om. Ai main sama kakak cantik"
Alexa menutup mulutnya supaya tawanya tidak lepas. Ucapan Aiden sungguh membuatnya gemes.
" Jangan terlalu sering bermain dengan orang asing"
" No! kakak cantik bukan orang asing"
Sepertinya gadis ini sudah meracuni pikiran Aiden.
" Mainnya dilanjutkan besok aja ya?"
" Nggak mau! Ai mau main sama kakak cantik"
Alexa menghela nafasnya. Kenapa ia harus berada ditengah-tengah Om gunung es dan juga anak kecil menggemaskan itu.
" Ai, dengerin kakak ya"
" Hhmm"
" Sekarang Ai pulang sama Om nya ya? kapan-kapan kita main lagi, ya?"
" Ok, kakak cantik. Yuk Om kita pulang"
Kenan melongo melihat keponakannya yang menurut begitu saja dengan apa yang dikatakan gadis kecil itu. Sedangkan dia harus bicara panjang lebar dulu. Dan itupun selalu di bantah sama keponakannya itu.
Mengurus satu keponakan aja nggak bisa. Dasar gunung es.
To be continue.
Happy reading 😚😚
__ADS_1