Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Kehebohan di mansion


__ADS_3

Suasana di mansion mewah milik keluarga kecil Darren sedang rame karena kedatangan sahabatnya. Bukan itu saja, bahkan adik iparnya pun juga ada.


Kiran sedang bermain sama keponakan kecilnya. Wanita cantik itu sangat gemas melihat putra dari adiknya. Bahkan Kiran tak henti-hentinya mencium pipi keponakannya itu.


" Bisa habis pipi Arka sama Lo princess"


" Gemes banget gue Ser"


Ya Arkana Putra Pratama adalah putra dari Nando dan Rania. Bayi umur delapan bulan itu sekarang sedang lucu-lucunya. Apalagi tampang Arkana juga tampan seperti papanya.


" Nia, Arka tinggal di mansion kakak aja, ya?"


" Lo kalau mau bayi kek begitu minta bikin aja sama laki, Lo"


" Gue udah tua untuk punya anak lagi Ser. Apa kata twins nanti kalau mereka punya adik lagi"


" Twins pasti senang. Apalagi Eca"


" Nggak lha, lagipula resiko melahirkan di usia kepala empat sangat beresiko"


" Lo benar juga"


Arkana hanya mendengarkan ibu-ibu cantik itu berbicara. Dia tidak mengerti apa yang dikatakan orang dewasa itu. Bayi tampan nan lucu itu malah asik memainkan mainan yang ada di tangannya.


" Nggak ada niat mau nambah baby lagi, Nia?"


" Untuk saat ini belum kak Nadia. Soalnya Arka masih kecil"


" Tapi kamu nggak KB, kan?"


" Nggak Kak. Kalau Allah kasih kepercayaan sama kita berdua lagi, kita akan terima. Tapi kalau bisa sih jangan cepat. Soalnya kita mau fokus ke baby Arka dulu"


" Seharusnya kamu bilang sama Nando. Jangan sering garap sawah, ntar Arka cepat punya adek" kata Serly.


Wajah Rania berubah menjadi merah. Apa yang dikatakan kakaknya benar. Karena tiap malam suaminya itu memang selalu mengajaknya untuk main.


" Benar Nia. Kapan perlu kamu tidur terpisah sama Suami kamu itu"


" Masa Lo ngajarin adek gue durhakim sama lakinya?" kata Kiran.


" Bukan ngajarin dia durhakim. Tapi gue cuma kasih solusi, supaya Rania tidak hamil lagi dalam waktu dekat"


Kiran menggelengkan kepalanya. Kedua sahabatnya itu selalu kasih solusi yang mereka pakai pada suami mereka sendiri.


" Arka kalau udah gede cari istrinya kayak aunty Serly, ya?"


" Nggak!. Kalau Arka cari istri kayak Lo?, bisa-bisa isi kepala Arka mesum terus" kata Nadia.


Serly tertawa mendengar ucapan sahabatnya. Kenapa kedua sahabatnya selalu berpikiran seperti itu padanya. Tapi benar juga apa yang dikatakan sahabatnya, kalau sudah bersama dengan sang suami, sifat mesumnya kambuh.


Para suami bingung melihat para istri mereka tertawa sebegitu lepasnya. Entah apa yang membuat mereka tertawa lepas seperti itu.


" Udah lama banget kamu nggak main ke mansion Abang?"


" Maaf Bang, akhir-akhir ini aku lagi sibuk. Apalagi kemarin di tambang ada masalah"

__ADS_1


" Masalah?"


" Iya Bang. Ada beberapa orang menghasut dan memprovokasi warga setempat untuk menyerang para pekerja di tambang"


" Kenapa kamu nggak kasih tau Abang sama kakak?"


" Kalau masalah kecil seperti itu insya Allah aku masih bisa mengatasinya Bang. Dan lagi aku tau Abang sama kakak juga sibuk. Jadi aku nggak mau bikin Abang sama kakak khawatir dan berimbas sama pekerjaan"


" Justru kalau kamu nggak kasih tau kita akan khawatir"


" Maaf Bang. Tapi Abang nggak usah khawatir, masalahnya sudah selesai kok"


" Jangan ulangi lagi. Bagaimana pun kita ini keluarga. Jadi Abang pengen, kalau ada sesuatu jangan sungkan untuk bercerita"


" Iya Bang"


" Syukur Alhamdulillah kalau kamu masih bisa mengatasi masalah yang terjadi di pertambangan. Kalau bisa tingkatkan lagi keamanan di sana"


" Udah Bang. Beberapa bodyguard bayangan juga udah aku tugaskan untuk berjaga di sekitar tambang"


" Bagus. Tapi walaupun demikian, kamu harus tetap waspada. Karena orang-orang jahat itu tidak akan pernah menyerah sebelum kita tumbang"


" Iya Bang. Aku akan selalu mengingat pesan Abang"


" Oh iya, gimana kabar calon mantu Lo, Ren?" tanya Romy.


" Baik. Dia lagi sibuk"


" Calon mantu yang mana, Bang?"


" Pacarnya Eca"


" Beneran"


" Aku pikir kemarin itu Eca becanda. Siapa nama pacarnya Eca, Bang?"


" Kenan"


" Putranya tuan Ricard ya?"


" Hhhmmm"


" Kalau putra gue pacarnya malah tetangga sendiri" kata Romy.


" Ya kan judulnya tetanggaku, ucin ku" kata Doni.


" Sebenarnya gue malas banget besanan sama Lo Don. Tapi mau gimana lagi, putra gue udah cinta mati sama putri Lo yang sifatnya sebelas dua belas sama emaknya"


Semua orang tertawa mendengar ucapan Romy. Ya mereka tau bagaimana sifat asli istrinya Doni. Mereka berdua memang pasangan yang klop.


" Assalamualaikum"


" Wa'alaikum salam"


" Besar banget bunyi tawanya Daddy?"

__ADS_1


" Eca udah pulang?"


" Baru aja. Eh ada paman?. Arka mana?"


" Tuh di ruang keluarga sama mamanya"


Kiran langsung menuju ruang keluarga. Ia sudah lama nggak bertemu dengan adik tampannya itu. Apalagi sekarang ia juga sibuk sama bisnisnya.


" Biasanya Eca sangat lengket sama kamu Nan?" kata Romy.


" Iya Bang. Sekarang udah tergeser sama Arka"


" Mungkin masa manja-manja sama Nando udah habis. Jadi sekarang di gantikan sama Arka" kata Darren.


" Ternyata kita sudah tidak semenarik dulu lagi" kata Doni.


" Itu mah Lo aja ya Don. Gue sama Darren masih menarik"


" Kalau tuan muda menarik, gue masih percaya. Tapi kalau elo yang menarik, kayaknya tuh orang harus pake kaca mata"


" Wah, meremehkan ketampanan gue nih bocah"


" Gue bukan bocah, tapi udah bapaknya bocah"


Nando geleng-geleng kepala melihat tingkah abang-abang nya. Seperti itulah tingkah abang-abang nya kalau sudah ngumpul bersama.


...***...


Pesawat jet milik Kenan mendarat dengan selamat di bandara internasional Soekarno-Hatta. Kedatangannya langsung di sambut sama anak buahnya.


" Selamat datang kembali bos"


" Makasih. Bagaimana keadaan mansion selama saya pergi?"


" Keadaan mansion baik-baik saja bos. Semua aman terkendali"


" Good. Bagaimana dengan kabar nona muda kalian?"


" Nona Alexa juga baik-baik saja. Dia juga sudah pulang ke mansion-nya dengan selamat"


" Syukurlah. Apa selama bekerja ada lelaki yang mencoba mendekatinya?"


" Ada tuan. Tapi seperti biasa, nona muda tidak meladeni mereka"


" Ternyata fans nona muda kalian banyak juga. Apa saya harus mengurung dia di kamar, supaya nggak ada lelaki lain yang meliriknya"


Yang ada tuan muda yang akan dikurung nona muda dalam kamar.


" Kita kemana nih tuan muda?. Ke mansion nona muda atau ke mansion nona Irene?"


" Ke mansion kakak saya aja dulu"


Kenan dan Beni berjalan menuju parkiran. Diikuti sama anak buahnya dibelakang. Seperti biasa, ketampanan Kenan selalu jadi pusat perhatian semua orang. Terutama kaum Hawa. Mata mereka tidak berkedip melihat ketampanan CEO muda itu.


Kenan terus saja berjalan melewati orang-orang yang ada di sana. Ia tidak peduli dengan tatapan para wanita. Karena baginya tidak ada wanita yang menarik selain kelinci kecilnya.

__ADS_1


To be continue.


Happy reading 😚😚


__ADS_2