
Pagi hari.
Nando bersiap untuk pergi ke kantornya. Tapi pagi ini ia tidak semangat pergi ke kantor. Itu terlihat jelas dari kantung matanya. Ya semalam Nando tidak bisa tidur. Gegara memikirkan wanitanya.
" Paman kenapa?" tanya Alexa saat melihat pamannya datang dengan langkah gontai.
" Nggak apa-apa"
" Tapi kelihatannya paman lagi nggak sehat?"
" Justru nanti paman jadi sakit kalau Eca bertanya terus"
" Maaf paman"
Alexa memilih diam. Sepertinya sang paman dalam suasana hati yang buruk. Ia melanjutkan memakan sandwich nya.
Apa sesakit itu jika putus cinta? sampai makan dan tidur pun tak enak.
" Sebaiknya kita jangan menyinggung paman?" kata Axel.
" Iya. Bisa-bisa nanti kita di telan hidup-hidup sama kulkas tiga puluh pintu itu"
" Kamu ke sekolah bareng aku aja ya?"
" Nggak! "
" Kenapa? apa kamu cuma mau di jemput sama Kak Kevin"
" Kenapa bawa-bawa dia?"
" Karena dia pacar kamu"
" Jangan fitnah ya. Gue itu jomlo"
" Astaga, aku hampir lupa"
" Apa?"
" Kamu kan jomlo akut"
" Ck, gue sumpahin ntar hubungan Lo nggak bisa lama sama Alisha"
" Jangan dong"
" Makanya jangan macem-macem"
" Eca"
" Hhmm"
" Kamu beneran nggak mau menerima cinta Kak Kevin?"
" Aku belum yakin sama perasaan ku. Jadi aku nggak mau gegabah dalam mengambil keputusan. Karena ini menyangkut hati"
" Kamu benar juga "
Ya Alexa tidak mau sembarangan menerima cintanya Kevin. Karena hatinya belum sepenuhnya yakin akan cinta lelaki tampan itu.
Selesai sarapan, Alexa dan Axel berpamitan sama Nando.
" Paman, Eca berangkat dulu ya"
" Axel juga berangkat ya paman"
" Hati-hati di jalan"
" Siap paman"
" Belajar yang benar"
" Ok paman. Kita jalan dulu "
Alexa melajukan motornya meninggalkan mansion mewah itu. Diikuti sama mobil Axel di belakang. Setelah mobil dan motor keponakannya sudah menjauh dari pandangannya, barulah ia masuk kedalam mobil. Dan siap berangkat ke kantor.
...***...
Kevin sangat kesal dengan mamanya. Bagaimana tidak, ia di suruh menjemput Citra ke rumahnya. Mana jarak rumahnya ke rumah Citra lumayan jauh lagi.
" Kenapa harus aku sih Ma yang menjemput?"
" Karena kamu itu kan calon tunangannya. Jadi kamu harus menjemputnya"
" Harus berapa kali aku bilang sama mama, kalau aku nggak akan pernah mau bertunangan dengan Citra"
__ADS_1
" Sudah, cepat jemput Citra"
Kevin mengambil ponselnya kemudian ia menghubungi nomor sahabatnya. Tak butuh waktu lama, telpon pun tersambung.
" Hallo Vin"
" Lo udah di berangkat ke sekolah belum?"
" Udah, nih lagi di jalan. Kenapa?"
" Nggak apa-apa. Ya udah, sampai ketemu di sekolah "
" Hhmm"
Kevin mematikan sambungan teleponnya.
" Mama denger, kan? Citra udah berangkat ke sekolah. So? aku nggak perlu jemput dia lagi"
Setelah mengatakan itu, Kevin masuk kedalam mobilnya. Sungguh pagi ini moodnya benar-benar buruk karena mamanya. Entah kapan mamanya akan mengerti perasaannya.
Kevin melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Itu bentuk protes yang ia lakukan pada mamanya. Karena kalau ngomong, mamanya tidak akan pernah mau mendengarkannya.
Sampai di jalan besar, Kevin menurunkan kecepatan mobilnya. Karena jam segini kendaraan sangat banyak. Jadi kalau ia ngebut-ngebutan, itu akan membahayakan nyawanya.
Setelah menempuh perjalanan selama lima belas menit, Kevin pun sampai di sekolahnya. Mood Kevin yang tadinya jelek, seketika berubah menjadi baik. Karena melihat belahan jiwanya juga baru sampai di sekolah.
" Alexa"
" Kak Kevin" balas Alexa sambil tersenyum.
Melihat senyum Alexa membuat mood Kevin semakin membaik.
" Baru nyampe juga ya?"
" Hhmm"
" Sama, kakak juga baru nyampe"
" Tumben kakak baru nyampe? pasti karena telat bangun ya?"
" Hehe tau aja"
" Makanya jangan suka begadang"
" Kenapa?"
" Karena kangen sama kamu"
" Ck, gombal"
" Serius?"
" Ya deh percaya"
" Mau masuk bareng?"
" Biasanya juga bareng"
" Oh iya. Yuk jalan"
Para murid berbisik-bisik kala melihat Ketos jalan dengan Alexa. Mereka bertanya-tanya, ada hubungan apa antara mereka berdua.
" Bukankah Alexa sama Axel ya?"
" Iya. Tapi sekarang kok dia malah jalan sama Kak Kevin"
" Mungkin dia sudah putus"
" Nggak mungkin, kemarin aja gue liat mereka masih jalan bareng "
" Ternyata Alexa itu playgirl juga ya"
Kevin mengepalkan tangannya menahan emosi. Ia tidak suka ada yang menjelek-jelekkan gadisnya.
" Biarkan saja" kata Alexa sambil menahan tangan lelaki tampan itu.
" Tapi kakak nggak suka mereka ngomong gitu sama kamu"
" Nggak apa-apa. Lagian apa yang mereka katakan itu nggak bener. Jadi untuk apa buang-buang tenaga meladeni mereka"
Kevin menggenggam tangan Alexa. Para murid itu kaget melihat Ketos menggandeng tangan Alexa. Mereka sekarang yakin kalau Alexa ada hubungan dengan Ketos.
Tanpa terasa mereka sampai di depan kelas Alexa. Kevin berpamitan dengan gadis cantik itu.
__ADS_1
" Kakak ke kelas dulu ya?"
" Hhhmm"
" Baik-baik belajarnya"
" Ok bos"
Kevin mengacak-acak rambut Alexa. Entah kenapa gadis cantik itu terlihat sangat menggemaskan.
" Kakak, ntar rambut aku kusut" kata Alexa sambil mengerucutkan bibirnya.
" Habisnya kakak gemes liat kamu. Ya udah masuk gih?"
" Kakak aja yang pergi duluan"
" Ngusir nih ceritanya?"
" Anggap aja iya"
" Ya udah, kakak ke kelas dulu ya"
" Hhhmm"
Kevin pun segera pergi dari sana. Setelah Kevin menghilang dari pandangannya, barulah Alexa masuk ke dalam kelas.
" Dasar cewek murahan!"
Alexa menghentikan langkahnya. Ia menoleh kebelakang. Tepatnya kearah orang yang menyebut dirinya murahan.
" Lo bilang apa tadi?"
" Gue bilang, Lo cewek mu-ra-han!"
Buk.
Aaaaaaa...
Semua murid yang ada di sana berteriak melihat Diva tersungkur. Karena wajahnya di tonjok sama Alexa.
" Diva!"
Kedua sahabat Diva langsung membantu Diva berdiri. Sedangkan teman-teman yang lain hanya melihat saja.
" Alexa! berani Lo mukul gue?!"
" Tentu saja gue berani. Jangankan cuma mukul, lebih dari mukul pun gue berani"
" Apa lo tau siapa bokap gue, huh!"
" Gue nggak peduli siapa bokap Lo. Gue juga sering peringatkan Lo untuk tidak mengusik gue"
" Udah Div, adukan aja ke papa Lo " kata salah satu teman Diva.
" Iya Div, syukur-syukur nanti ia di keluarkan dari sekolah"
Adele yang baru datang kaget melihat teman-temannya berkerumun. Ia penasaran kenapa teman-temannya berkumpul. Ia pun menerobos kerumunan itu.
" Eca"
Alexa menoleh kearah suara. Ia tersenyum kearah sahabatnya. Adele segera menghampiri Alexa.
" Lo diapakan sama Dipong?"
" Nggak diapa-apain. Cuma gue memberi sedikit pelajaran sama dia"
Adele kaget melihat pipi Diva yang lebam dan sedikit bengkak.
" Gimana rasanya, sakit ya?" tanya Adele dengan nada mengejek.
" Diam kau!"
" Ups! ulat keket ngamuk"
Bel sekolah berbunyi. Jam pelajaran pun akan segera di mulai. Teman-teman Alexa segera kembali ke tempat duduk mereka.
" Gue akan adukan sama bokap gue. Kalau Lo udah mukul gue"
" Silakan, gue tunggu. Dan kita liat nanti, apa kau masih bisa sombong seperti ini"
Diva mengepalkan tangannya. Ia bersumpah akan membalas perbuatan Alexa padanya. Dan ia akan meminta Alexa berlutut di depannya.
To be continue.
__ADS_1
Happy reading 😚😚.